
Waktu menunjukkan pukul lima sore, Aldo langsung menuju lantai 15. Dia mencari keberadaan Raisa, bermaksud ingin mengembalikan ponsel yang tertinggal.
Dia mencari ke pantry, dan hanya menemui temannya. Aldo tidak pernah tahu nama pegawai kebersihan selain Raisa.
" Maaf, mau nanya." Sapa Aldo pada Lina yang siap memakai tasnya.
" Iya, mau nanya apa?" Jawab Lina.
" Raisa dimana ya?" Tanya Aldo.
" Oh kamu yang ngaku-ngaku office boy di lantai 17 ya?" Tanya Lina.
" Eh iya, dimana Raisa?" Desak Aldo, pada Lina agar tidak terlalu banyak basa-basi.
" Dia udah berhenti kerja, memang ada urusan apa?" Tanya Lina.
" Bukankah tadi siang dia kesini?" Tanya Aldo.
" Oh, tadi siang dia hanya pamit untuk mengundurkan diri." Kata Lina.
" Oh, " jawab Aldo yang tertunduk lemas.
" Memang ada urusan apa?' tanya Lina sambil memperhatikan raut wajah Aldo.
" Aku ingin mengembalikan ponsel miliknya." Ujar Aldo.
" Biar aku saja yang kasih." kata Lina, " Eh kenapa ponselnya bisa sama kamu?" tanya Lina yang mencurigai Aldo.
" Oh, Mm... kemarin Raisa meninggalkan nya di ruangan CEO." ujar Aldo memberikan alasan.
" Iya sudah, biar aku saja yang mengembalikan nya." pinta Lina seraya menyodorkan tangan nya.
Aldo memberikan ponsel nya pada Lina, " Terima kasih." kata Aldo yang telah memberikan ponselnya pada Lina, lalu dia beranjak pergi meninggalkan pantry.
" Setahuku kemarin memang dia di panggil Aldo ke ruang CEO, tapi dia yang menjawab pesanku. Kenapa ponselnya bisa sama Aldo?" curiga Lina, namun dia tepis karena harus segera pulang.
Aldo menyesal dengan perbuatannya, tak seharusnya dia di kuasai oleh nafsu yang membuat dia harus kehilangan Raisa.
Mobilnya melaju ke rumahnya, yang gangnya hanya bersebelahan dengan rumah Faisal.
Sesampainya di rumah, Aldo mendapatkan teguran dari sang kakek.
" Aldo, kakek ingin berbicara kepada mu." panggil Wisnu yang sedang duduk di sofa.
Aldo pun menghampiri kakeknya yang sedang bersandar di sofa dan menikmati secangkir kopi hitam.
__ADS_1
" Ada apa kek?" tanya Aldo yang sudah duduk di sofa.
" Kenapa kau lakukan tindakan mesum di kantor ku?" tegur Wisnu yang telah mengetahui perbuatan cucu nya. Karena Wisnu memang memasang kamera cctv di ruang kerjanya. Tetapi tidak di kamar tidur nya, karena itu area privat.
" Maksudnya apa kek?" bingung Aldo dengan pertanyaan yang di lontarkan oleh kakeknya.
Kemudian Wisnu memberikan rekaman cctv di layar ponselnya.
" Ah itu ..." bingung Aldo, perbuatannya sudah ketangkap basah oleh kakeknya sendiri.
" Kenapa kau lakukan pada wanita yang telah bersuami?" murka Kakek yang langsung menampar Aldo.
" Maafkan aku Kek, aku khilaf." Jawab Aldo seraya menyatukan kedua tangan nya. Memohon agar kakeknya dapat luluh.
" Panggil wanita itu, dan berikan uang padanya agar jangan pernah menuntut yang macam-macam." titahnya dengan penuh penegasan.
" Dia sudah berhenti bekerja kek, dan kini dia yang menjauhiku." tutur Aldo sambil menundukkan kepalanya.
" Baguslah, aku tidak perlu repot-repot untuk mengurusi masalah mu. Dan kau sebaiknya mulai besok aku kirim kuliah ke luar negeri." titah sang kakek yang tidak dapat di ganggu gugat.
" Tapi Kek, aku sangat mencintai nya. Dan akan bertanggung jawab jika hal yang kami lakukan di ketahui oleh suaminya." ucap Aldo mengiba
" Apa kau sudah gila? Ingin membuat malu nama baikku?" geram Wisnu seraya mengepal kan kedua tangan nya.
" Besok kau harus ke Prancis, dan jangan membantah." perintah Wisnu yang langsung pergi meninggalkan Aldo
****
Raisa mempersiapkan diri untuk menjadi guru tari di tempat kejadian yang baru.
Dia berharap agar jauh dari Aldo, dan tidak lagi meliputi keberadaan nya.
" Besok aku akan kerja di sekolah tari." kata Raisa yang lapor pada Faisal.
" Jadi kamu sudah pindah bekerja?" tanya Faisal.
" Iya, " jawab Raisa.
" Lalu bagaimana dengan kuliahmu?" tanya Faisal.
" Kata HRD ku semua biaya sudah di tanggung sampai aku melanjutkannya S1." tutur Raisa.
" Oh ya sudah, kalau kau suka dengan pekerjaannya maka aku akan selalu mendukungmu." kata Faisal mendukung Raisa.
Lalu mereka pun tidur dalam keheningan tanpa bercengkrama layaknya suami istri.
__ADS_1
Karena Faisal sudah sangat pesimis dengan penyakitnya. Dia tidak ingin Raisa mengetahui soal kejantanan nya. Karena dirinya sangat amat mencintai Raisa.
Raisa tidak ingin membahas kepada Faisal tentang kepemilikan nya yang tidak sama seperti Aldo. Namun dia tidak ingin membahas nya saat ini, karena merasa trauma dengan perlakuan Aldo.
Pagi pun tiba, Raisa memasakkan makanan untuk Faisal yang akan pulang mengantarkan koran. Usai membersihkan dapur, dan makanan sudah tersaji dia pun mandi.
Raisa pun sudah rapi, dan dia akan berangkat bersama Faisal.
Dan seperti biasa dia turun di halte busway, dan melihat kepergian Faisal baru masuk ke halte.
" Sa, " panggil seseorang dari arah belakang, seperti nya Raisa sudah amat mengenali suaranya.
Lalu dia berbalik, " Aldo.." geram Raisa yang kembali membalikkan badannya.
" Tunggu Sa, " panggil Aldo seraya menarik lengan Raisa.
" Aku bilang jangan pernah mendekati ku lagi." bentak Raisa yang melepaskan tangan Aldo.
" Sa, aku benar-benar mencintai mu. Dan mungkin tak akan melihat untuk waktu yang lama." ujar Aldo yang langsung memeluk Raisa.
" Lepaskan, aku memang tidak ingin lagi melihat mu. Sebaik nya jangan pernah mendekati ku lagi." kata Raisa yang langsung bergegas meninggalkan Aldo.
" Sa...." panggil Aldo yang tangan nya sudah di cegah oleh pengawal Wisnu yang membuntuti Aldo.
" Lepaskan aku, lepaskan..." teriaknya.
Raisa tidak melihat kepergian Aldo yang di tarik paksa oleh beberapa pengawal.
Dirinya sudah sangat membenci Aldo, dan tidak ingin melihatnya lagi.
Aldo pun pergi meninggalkan Indonesia, dengan pesawat jet pribadi milik Wisnu.
Aldo sangat bersedih dan dia tidak bisa membantah perintah sang kakek, yang begitu berkuasa. Karena sejak kecil, Aldo telah di besarkan oleh sang Kakek.
Aldo merupakan anak dari ibu yang sebelumnya juga telah di nodai oleh kekasihnya. Makanya sang kakek sangat berperan penting dengan kehidupan Aldo. Sejak lahir, Aldo di tinggal oleh ibunya yang sudah pergi untuk selamanya karena sakit.
Hubungan orang tuanya tidak di setujui oleh Wisnu, hingga sang ibu di jodohkan oleh laki-laki pilihan sang kakek. Dan kini ayah sambung Aldo telah menikah lagi dengan perempuan lain.
Keberadaan ayah kandung Aldo tidak diketahui keberadaannya. Karena Wisnu telah menyingkirkannya sejauh mungkin. Ayah Aldo merupakan pegawai kantoran yang pernah bekerja di perusahaan nya. Hingga satu waktu hubungan ibunya Aldo semakin akrab dengan pegawai sang ayah.
Hubungan mereka sangat di tentang karena tidak selevel atau sederajat. Makanya Wisnu langsung mencarikan seorang pemuda kaya, lalu menikahkan ibunya Aldo kepadanya.
Dan kejadian yang tidak diinginkan terjadi, saat seminggu akan mengadakan acara pernikahan, ayah Aldo meniduri sang ibu.
-
__ADS_1
Silakan like dan berikan komentar mu.