
Kemudian Sarah terkejut dengan kehadiran teman sekaligus sahabatnya.
" Selly!" lirihnya saat melihat kedatangan Selly bersama Berry.
" Semua hadirin yang berada di halaman hotel, kami persilakan masuk ke dalam ballroom." Terdengar pengumuman dari pengeras suara.
Semua wartawan yang hadir pun beriringan masuk ke dalam ballroom.
Di sana sudah ada Aldo, Raisa dan Selly. Sarah masuk bersama dengan para wartawan.
" Kalian harus tahu apa tujuan Sarah, menyebar gosip miring tentang tuan kami Aldo. Dia hanya ingin menjadi istri dari Aldo. Dan saya membawa saksi kunci atas kejadian malam itu." kata Berry yang memperkenalkan Selly pada wartawan.
Terlihat Sarah begitu geram pada Selly, padahal dia sudah memberikan sejumlah uang untuk ibunya berobat.
" Sarah, uang darimu aku kembalikan." Ucap Selly seraya memberikan cek yang diberikan Sarah olehnya malam itu.
Flashback
Selly melihat Sarah membawa Aldo ke dalam lift. Setelah melihat lift itu berhenti di lantai dua, Selly segera menekan lift yang sebelahnya.
Dan melihat Sarah memasukkan Aldo, yang sudah jatuh pingsan kedalam kamar VIP.
Selly melihat kamar yang tidak di kunci, dan mengintip dari balik pintu.
Betapa terkejutnya Selly, saat mendapati Sarah yang membukakan baju Aldo.
Kemudian Selly mengambil video Sarah sedang membukakan baju Aldo. Dan juga Sarah membuka bajunya sendiri. Kemudian Sarah berpose seperti berhubungan intim dengan Aldo.
Setelah Sarah usai melakukan sesi berpoto, Selly pun masuk dan mencegah Sarah melakukan perbuatan di luar agama.
" Sarah, apa yang akan kau lakukan?" bentak Selly yang sudah berdiri di depan tempat tidur.
" Selly, kau?" Sarah terkejut dengan kehadiran Selly.
" Iya, aku tak menyangka kau sehina itu?" ejek Selly.
Sarah menghela nafas frustasi, rencananya di ketahui oleh sahabatnya sendiri.
" Kau tahu Sel, dia itu mantan pacarku." jelaa Sarah membela diri.
" Tapi sudah punya istri, dan sedang hamil!" tegas Selly.
" Aku gak perduli, pokoknya dia harus menjadi milikku." ujar Sarah yang semakin nekat.
" Sarah, kau-" ucapan Selly terhenti kala Sarah bangun menghampirinya tanpa busana.
" Selly, aku tahu kau butuh banyak uang untuk membiayai berobat ibumu. Aku akan memberikan sejumlah uang, asal kau bisa tutup mulut." kata Sarah dengan merangkul tubuh Selly.
" Ish, kau tak tahu malu. Sebaiknya pakai bajumu." bentak Selly yang langsung menjauh dari Sarah.
" Oke, aku akan segera menulis sejumlah uang. Dan kau bisa cairkan besok." kata Sarah seraya berjalan menuju meja dan mengambil tasnya.
__ADS_1
Dia menuliskan sejumlah uang, lalu memberikan cek kepada Selly.
" Kau cairkan besok, dan jangan pernah mengganggu rencanaku." ucap Sarah yang merangkul Selly dan membawanya keluar dari kamar.
" Jangan ganggu, aku!" kata Sarah sambil mengedipkan satu matanya.
Selly pun pergi dengan perasaan ngeri, melihat sahabatnya yang sudah gila.
Flashback Off
Semua wartawan langsung memberondong pertanyaan pada Sarah. Perihal tujuannya menjebak Aldo, di kamar VIP.
" Apa kau sudah jelas, Sayang?" tanya Aldo pada Raisa sambil menggenggam tanganya erat.
Raisa langsung menghampiri Sarah, " Kamu memang murahan, Plak..!" Satu tamparan mendarat di pipi Sarah.
Dan Sarah akhirnya di tangkap oleh polisi, karena kasus tindak asusila dan pencemaran nama baik.
" Selly, awas kau. Kau telah merusak rencanaku." teriak Sarah yang telah di borgol tangannya oleh pihak kepolisian.
" Terima kasih, Selly. Berkat kau, rumah tanggaku tidak jadi hancur." kata Aldo sambil mengulurkan tangannya.
" Iya, tuan. Aku senang bisa membantu anda. Karena aku tidak suka adanya pelakor di dalam rumah tangga. Semoga hubungan kalian teta terjalin mesra hingga maut memisahkan." ucap Selly.
" Terima kasih, Selly." Raisa langsung memeluk Selly sambil berurai air mata.
" Iya Nyonya, anda tidak perlu khawatirkan suami anda. Dia sangat baik, dan menyayangi anda segenap hatinya." tutur Selly
Semua wartawan pun pergi meninggalkan hotel. Sedangkan Raisa masih saja berdiri, di depan meja resepsionis.
" Sayang, kamu gak mau pulang?" tanya Aldo sambil memeluk pinggang Raisa.
" Aku hanya ingin tahu, dimana kau tidur bersama Sarah?" tanya Raisa
" Apa? Bukankah masalahnya sudah selesai?" tanya Aldo yang tidak mengerti jalan pikiran istrinya.
" Cepat katakan!" desak Raisa.
" Ba-baiklah." ucap Aldo menurut, dan membawa Raisa menuju kamar VIP.
Aldo menghela nafasnya berat, dia sangat takut jika istrinya berubah pikiran.
" Ini kamarnya." tunjuk Aldo.
" Iya sudah, buka!" titah Raisa.
Aldo segera membuka pintu kamar VIP, dan Raisa sungguh terkejut dengan pemandangan di hadapannya.
" Wah, pantas saja Sarah sangat menikmati tidur berdua dengamu!" Sindir Raisa yang sudah masuk ke dalam kamar.
" Tapi, tidak denganku." Jelas Aldo mengelak.
__ADS_1
" Iya, aku tahu kau setia." Ucap Raisa seraya membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur.
" Lalu, ?" tanya Aldo dengan mengernyitkan keningnya.
" Lalu, apa kau tidak ingin melakukannya denganku?" goda Raisa.
Terlihat Aldo membulatkan kedua matanya, istrinya sangat berubah. Dia bingung kenapa istrinya sangat agresif, tanpa di rayu Raisa telah menanggalkan pakaiannya.
Aldo hanya menelan salivanya, dia hanya berdiri mematung di depan tempat tidur.
" Apa kau tidak bernafsu pada, wanita hamil?" tanya Raisa penuh penekanan.
Segera Aldo mendekati Raisa, dan mulai mencumbunya. Permainan Raisa begitu agresif, dan Aldo pun menuruti keinginan Raisa.
" Apakah tidak berpengaruh pada janinmu?" tanya Aldo yang telah menghentikan aktivitas panasnya.
" Aku rasa tidak, karena aku sedang marah padamu. " sahut Raisa sambil memainkan jarinya di dada bidang Aldo.
" Maafkan aku, yang telah membuatmu marah." tutur Aldo.
" Aku hanya tidak menyangka, kenapa kau bisa begitu mencintaiku?" tanya Raisa.
" Entah, mungkin kau punya aura pemikat?" ledek Aldo seraya mencubit hidung Raisa.
" Ish, aku tidak suka bermain dukun." decak Raisa kesal.
" Aura pemikat, dari Tuhan." Ucap Aldo sambil memeluk Raisa.
Malam pun tiba, Raisa telah membersihkan dirinya. Begitu juga dengan Aldo, dia pun telah rapi memakai baju.
" Mari kita makan malam." Ajak Aldo sambil mengulurkan tangannya.
Mereka bergandengan keluar dari kamar VIP. Terlihat begitu mesra, seperti pengantin baru yang sedang berbulan madu.
" Selamat malam, Tuan." Sapa salah seorang pelayan yang sudah menghampiri mereka.
" Malam." Jawab Aldo.
" Mau pesan apa?" Tanyanya seraya menyerahkan buku menu.
" Sayang, kamu mau makan apa?" Tanya Aldo.
" Aku mau makan...." Raisa masih terus memilih gambar yang ada di buku menu.
" Aku mau makan, sop ini." Kata Raisa yang menunjukkan jarinya ke arah sup krim makaroni keju.
" Buatkan yang itu." Kata Aldo yang menyuruh pelayan mencatat menu pesanan Raisa.
" Adalagi, Nyonya?" Tanyanya.
" Minumnya, jus orange." Sahutnya.
__ADS_1
" Baiklah, Nyonya. Akan kami buatkan." jawab pelayan yang telah membawa buku menu.