Sang Balerina Cilik Putri Tuan Aldo

Sang Balerina Cilik Putri Tuan Aldo
Bab 77


__ADS_3

" Maksud kamu apa kak?" tanya Reni.


" Sebaiknya kamu tidak usah macam-macam, dan jangan pernah ganggu hubungan mereka." kata Faisal yang mengancam.


Lalu Faisal langsung masuk ke dalam kamarnya, dan beristirahat.


****


Pagi menjelang, semua siswa sudah berkumpul di halaman sekolah untuk berbaris.


" Alesha, Fika dan Rania dan Fahri kalian masuk kelas berbaris ya." perintah Yuni yang merupakan kepala sekolah.


Kemudian di susul oleh murid-murid yang lain. Semua siswa sudah masuk ke dalam kelas, dan mulai belajar.


" Raisa, aku mendapat laporan dari mama Zidan." kata Yuni yang tiba-tiba datang menghampiri Raisa.


" Laporan apa?" tanya Raisa yang masih berdiri di depan pintu kelas.


" Soal anaknya, yang tertarik belajar sama kamu." katanya.


" Oh, " kata Raisa, " Dulu anakku juga mengidap penyakit sama seperti anaknya." kata Raisa.


" Kita bicara di kantor, ya!" ajak Yuni sembari menuntun tangan Raisa.


Mereka berjalan menuju kantor, dan terlihat Reni menatap sinis memperhatikannya.


" Silakan, duduk." kata Yuni.


" Terima kasih." kata Raisa.


" Bisa kamu ceritakan soal anakmu?" kata Yuni, yang fokus melihat ke arah Raisa.


Kemudian Raisa menceritakan tentang kisah Alesha pada Yuni. Berawal dari sikap Alesha yang tidak bisa di tebak. Hingga tidak merespon panggilan dari Beby, yang ingin mengajaknya bermain.


" Hal yang sangat sulit untuk ku, membesarkan anak dengan kondisi seperti itu!" lirih Raisa.


" Namun aku bersyukur, hidup bersama orang-orang yang baik. Yang selalu mensupport aku, membantuku di kala aku kelelahan merawatnya. Alesha sering aku ajak latihan menari, dari situ aku memahami bakat dia yang pintar menari balet. Hingga kami menerima juara internasional ajang menari balet di Perancis." kata Raisa yang menunjukkan foto-foto Alesha.


" Raisa, kau nampak tegar menghadapi semua ujian hidup." puji Yuni.


" Aku gak sekuat itu, karena dulu pernah mencoba bunuh diri." ujar Raisa. Lalu dia menceritakan masa lalunya kepada sahabat nya.


" Oh, jadi Alesha itu anak kandung Aldo?" kata Yuni yang sering mendengar gosip tentang perselingkuhan Raisa.


" Iya, aku tidak tahu harus bersyukur atau membenci takdir ku." lirih Raisa sambil mengusap air matanya.


" Prank..." terdengar suara pot bunga yang jatuh.


Yuni langsung keluar melihat benda, yang terjatuh di depan kantor nya.


" Siapa yang menjatuhkan pot bunga ini?" kata Yuni yang langsung membereskan pot bunga yang sudah jatuh dengan tanah berserakan.


" Ada apa Yun?" tanya Raisa yang berdiri di belakang Yuni.


" Pot terjatuh." kata Yuni yang sedang mengumpulkan serpihan pot.

__ADS_1


***


Reni mengintip dari arah jendela, dia mendengar semua pembicaraan Raisa dan Yuni.


Saat dia tahu kalau Alesha adalah anak kandung Aldo, dia sungguh terkejut. Ternyata perkataan Faisal benar, dan dia tidak perlu meragukannya.


Karena terlalu kaget, hingga tangan nya tak sengaja menyenggol pot bunga di sampingnya.


Dan membuatnya jatuh ke lantai, segera dia berlari meninggalkan kantor Yuni.


" Sial, kenapa harus Raisa yang harus menjadi istri Aldo?" geram Reni yang bersembunyi di dalam toilet.


****


" Mama, " panggil Alesha yang berjalan bersama Zidan.


" Iya sayang." jawab Raisa yang menyambut kedatangan anaknya.


" Ma, Zidan mau belajar sama aku." kata Alesha yang sudah fasih berbicara.


" Oh, tapi bilang dulu sama mama Zidan." kata Raisa sambil menatap Zidan.


Lalu tangan Raisa di tarik oleh Zidan, dia membawa Raisa menuju kelas


Zidan menunjukkan tempat pensil warna, yang baru saja di belikan oleh ibunya.


" Zidan, kita makan dulu ya! Sekarang waktunya istirahat." kata Raisa dengan suara yang lembut.


" Mama Alesha mau makan, apa Zidan mau?" tanyanya seraya membuka bekal kotak makan, yang berada di dalam tas Alesha.


Zidan dan Alesha makan bersama, dengan di suapi oleh Raisa.


" Aduh jeng, ya ampun jadi merepotkan." kata mama Zidan yang baru saja datang.


" Enggak apa-apa kok bu, kebetulan saya bawa makanan banyak." kata Raisa yang sudah berkumpul dengan siswa lainnya.


Raisa membawa cemilan banyak untuk teman-teman Alesha. Dan khusus Alesha, dia membawakan nasi beserta lauknya.


" Terima kasih ya!" ucapnya.


Reni merasa malu, jika harus berbuat jahat pada Raisa. Dia tidak ingin nasibnya sama seperti Maria. Terjebak dengan fitnahan nya sendiri.


Sepulang sekolah, Reni menghampiri Raisa.


" Apa kamu ada waktu?" tanya Reni yang mencegah Raisa keluar dari kelas


" Maaf Ren, aku harus pulang karena suamiku sedang sakit." kata Raisa.


" Apa, kak Aldo sakit? Sakit apa dia?" tanya Reni cemas.


" Dia suamiku, kenapa kamu cemas sekali?" curiga Raisa sambil menatap tajam ke arah Reni.


" Sebenarnya aku mau minta maaf, soal kemarin." kata Reni sambil menundukkan kepalanya.


" Soal apa?" tanya Raisa sambil memperhatikan Reni.

__ADS_1


" Bukan soal apa-apa, aku hanya ingin minta maaf. Maafkan keluarga ku, yang selama ini telah berbuat jahat padamu." kata Reni seraya memegang tangan Raisa.


" Aku sudah memaafkan nya, sebelum kau meminta maaf padaku." kata Raisa dengan bijak.


" Terima kasih." kata Reni, kini hatinya menjadi tenang. Dia mengurungkan niatnya, untuk merebut Aldo. Karena dia tidak ingin, di permalukan seperti Maria dan Faisal.


Raisa pun pulang bersama Alesha, mereka sudah di jemput oleh Deni.


" Den, nanti mampir sebentar ke rumah Faisal." kata Raisa.


Entah, di dalam hatinya dia ingin menemui mantan suaminya.


" Iya Non." jawab Deni yang memang mengenal Faisal. Karena Faisal sering berkumpul di dekat rumah Aldo.


Tidak lupa Raisa mampir di warung Pak Kodir, dia akan membawa buah tangan.


Sesampainya di rumah Faisal, dia langsung mengucap salam.


" Raisa." ucap Bu Leha yang sedang menonton televisi.


" Maaf mengganggu." kata Raisa yang berdiri di depan pintu bersama Alesha.


" Ada Faisal?" tanyanya, sambil melihat motor Faisal yang terparkir di depan rumah.


" Mau apa kamu kesini?" tanya Bu Leha dengan tatapan sinis.


Tiba-tiba ada Faisal yang keluar dari kamarnya.


" Raisa.." sapanya, " Kenapa kau berdiri di sana? Ayo masuk!" kata Faisal yang mempersilakan Raisa masuk ke dalam rumah.


" Mama, dia siapa?" tanya Alesha.


" Dia-" Raisa bingung ingin menjelaskan tentang Faisal pada Alesha.


" Aku teman mama, panggil om Faisal." kata Faisal yang menghampiri Alesha.


Raisa terkejut dengan sikap Faisal, kenapa dia begitu lembut pada Alesha.


" Ini buatmu." kata Raisa seraya menyodorkan kantong plastik hitam.


" Apa ini?" kata Faisal yang menerima kantong plastik yang di berikan oleh Raisa, " Kamu gak usah repot-repot." ujarnya.


" Hanya makanan ringan." balas Raisa.


Faisal memangku Alesha, dia mengajaknya bermain.


Nampak kekesalan di raut wajah Bu Leha, sepertinya dia masih tidak suka dengan kehadiran Raisa.


" Kak Raisa." Sapa Reni yang baru saja pulang dari sekolah.


" Bu guru." panggil Alesha.


-


Silakan like dan berikan komentar mu ya guys.

__ADS_1


__ADS_2