Sang Balerina Cilik Putri Tuan Aldo

Sang Balerina Cilik Putri Tuan Aldo
Bab 66


__ADS_3

Usai menghabiskan dua nampan nasi ala timur tengah, kini mereka mulai menyeruput jus yang berada di hadapannya.


" Sa, si Faisal rupanya...!" ragu Lina mengatakan pada Raisa.


" Rupanya kenapa?" tanya Raisa sambil mengangkat satu alisnya.


" Maaf, impoten ya?" tanya Lina.


Raisa langsung menghentikan sedotan nya, dia sedang meminum jus melon.


Lalu matanya beralih dengan membulat besar ke arah Lina.


" Ka, kamu tahu darimana?" tanya Raisa dengan suara terbata-bata. Walaupun Faisal telah menyakiti nya, bukan berarti harus membuka aibnya.


" Istrinya, anaknya bu haji Merry, langsung minta cerai sehari setelah pernikahan." kata Lina dengan wajah yang serius, " Eh sekarang sudah jadi mantan istri." ucapnya membetulkan.


" Emangnya benar, Sa?" tanya Lina mencari jawaban dari raut wajah Raisa.


Raisa pun tertunduk lesu, mau tidak mau dia harus menimpali obrolan dari sahabat nya.


" I-iya." jawab Raisa ragu.


" Ya ampun, gak nyangka ya aku. Kenapa Faisal tega menyebar fitnah, kalau kamu tuh selingkuh. Lalu mempunyai anak dari selingkuhan kamu." geram Lina dengan gosip yang beredar di kampung nya.


" Iya aku tahu, " jawab Raisa dengan raut wajah sedih.


" Kenapa kamu diam saja sih, Sa?" kesal Lina, yang merasa bersalah telah menjodohkan Faisal dengan Raisa.


" Aku malas membahas hal ini Lin, hanya akan membuka kenangan pahit di masa laluku." kata Raisa.


" Maaf ya Sa, bukan maksud ku menyinggung soal rumah tangga mu. Hanya saja aku sangat menyesal, mengenalkan mu pada Faisal. " kata Lina sambil memegang tangan Raisa.


" Iya mungkin sudah jalan hidup ku, Lin." kata Raisa pasrah.


" Aku aja sebel sama kak Maria, dia yang selalu menggunjing kamu di depan ibu-ibu saat mengaji. Kini harus malu, karena anaknya bu haji Merry terang-terangan menyebut Faisal impoten di depan ibu-ibu. Aku juga bingung, kok anak bu haji mulutnya kayak gitu. Buka aib mantan suami di depan orang-orang. Akhirnya Maria gak keliatan lagi batang hidungnya, saat ada acara pengajian." lapor Lina sambil mengulas senyum.


" Udah Lin, jangan ghibah terus kerjaan nya.' kata Raisa.


" Sebenarnya apa yang terjadi sih Sa?" tanya Lina sambil melihat sorot mata Raisa yang terlihat sendu.


" A-aku, dulu di perkosa oleh Aldo." kata Raisa sambil menundukkan kepala ku.


Kemudian Raisa mulai menceritakan dari awal di usir dari rumah Faisal. Sampai dia sukses menjadi guru tari di Perancis.

__ADS_1


" Rupanya kamu benar-benar mengalami masa-masa sulit. Maafkan aku!" lirih Lina sambil mengusap air matanya, yang tiba-tiba menetes di kedua pipinya.


Karena Raisa sempat bunuh diri, itu yang membuat Lina menyesal.


" Maafkan aku yang telah menjerumuskan mu, pada cinta seperti itu. Aku sangat menyesal mengenalkan mu pada Faisal. Dan juga mengajakmu bekerja di kantor ini." ucap Lina bersedih.


" Semua tidak ada yang perlu di sesali. " kata Raisa yang percaya dengan takdirnya sendiri.


Jam menunjukkan pukul satu siang lewat lima menit.


" Uda waktunya masuk kerja kita balik yuk!' Kata Lina sambil melihat arloji di tangannya.


" Ayo." kata Raisa mengangguk.


Kemudian mereka berjalan menuju pintu keluar. Saat mereka sedang menunggu taksi yang sudah dipesan oleh Raisa, tiba-tiba ada Faisal yang berhenti setelah menurunkan penumpang.


" Raisa..!" Panggil Faisal.


Awalnya Raisa tidak mengenali Faisal, karena dia memakai helm dan masker.


" Maaf Bang, Kita lagi pesen taksi bukannya ojek motor." ucap Lina.


Faisal langsung membuka helmnya, dan juga masker yang dipakai.


" Faisal.." sontak Lina terkejut dengan kehadiran Faisal di hadapan mereka berdua.


Raisa hanya diam terpaku, melihat mantan suaminya di hadapannya.


" Kamu kelihatan cantik Raisa." kata Faisal yang terpesona dengan kecantikan Raisa saat ini.


" Maaf kita harus pergi." ucap Lina yang menarik lengan Raisa.


" Tunggu Raisa." Faisal mencegah kepergian Raisa dengan menahan lengannya.


" Sal, kamu mau apa lagi sih dari Raisa?" kesal Lina melihat Faisal, yang menarik lengan Raisa.


" Aku ingin berbicara dengan Raisa sebentar saja." ucap Faisal memelas.


" Faisal sekarang Raisa akan menjadi istri orang, jadi kamu jangan macam-macam deh." ancam Lina sambil menatap sinis kearah Faisal.


" Apa Sa, kamu mau menikah?" kaget Faisal mendengar penuturan Lina.


" Nanti saat aku menikah, aku titip undangan ke Lina ya!" ucap Raisa sambil tersenyum, lalu pergi meninggalkan Faisal yang diam membisu.

__ADS_1


Raisa dan Lina sudah naik taksi menuju kantornya. Dari sudut yang jauh, terlihat Aldo sedang memperhatikan Faisal yang diam terpaku. Rupanya Aldo mengikuti Raisa dan Lina. Ada senyum terulas di sudut bibir Aldo, pertanda bahagia kalau Raisa telah melupakan Faisal.


Sesampainya di kantor Lina dan Raisa pun berpisah. Lina memasuki ruang sekretaris, sedangkan Raisa memasuki ruang CEO.


Selang beberapa menit kemudian, Aldo pun datang. Aldo melihat wajah Raisa begitu murung, mungkin habis ketemu dengan mantan suaminya.


" Raisa, ada apa denganmu?" tanya Aldo yang menghampiri Raisa dan duduk di sebelahnya.


" Tidak apa-apa aku hanya lelah." ucap Raisa seraya memijat pelipisnya.


" Apa karena tadi bertemu dengan Faisal?" tanya Aldo yang sangat mengejutkan Raisa.


" Dari mana kau tahu, aku telah bertemu Faisal?" tanya Raisa dengan wajah yang datar.


" Apa kau masih belum bisa melupakannya?" balik Aldo mengajukan pertanyaan.


" Kenapa kita jadi saling bertanya sih?" kesal Raisa dengan wajah yang cemberut.


" Aku hanya ingin meyakinkan dirimu, kalau sudah tidak lagi mengingat Faisal." tutur Aldo.


" Aku memang sudah melupakannya, namun aku merasa miris kepadanya. Saat tahu bahwa aibnya tercemar di kampungnya." ucap Raisa sembari melamun.


" Biarlah itu menjadi karma baginya, karena telah menyia-nyiakan berlian yang sangat berharga." kata Aldo sambil memeluk Raisa.


" Sudahlah tidak usah kau pikirkan si Faisal itu, lebih baik kita pulang menemui Alesha. Karena kita meninggalkannya sejak pagi." kata Aldo yang memegang pipi Raisa dengan kedua tangannya.


Mereka pun berjalan keluar ruangan CEO, dan Aldo pamit kepada Lina untuk pulang. Dan Lina diberikan tugas untuk mengatur semua jadwal Aldo, minggu berikutnya. Karena minggu besok dia akan melangsungkan pernikahan, dan seluruh karyawan harus datang.


" Baik Pak." jawab Lina lalu dia melambaikan tangannya kepada Raisa, " Hati-hati ya!"


Dan mereka pun berjalan bergandengan tangan menuju lift.


" Kamu beruntung mendapatkan Aldo, yang sangat menyayangi kamu." Lirih Lina melepas kepergian Raisa.


Aldo dan Raisa tidak pernah lupa membawakan oleh-oleh untuk Alesha, putri kesayangannya.


Mereka memberikan beberapa cup es krim, untuk orang-orang rumah Raisa.


" Raisa, apakah kau bahagia akan menikah dengan ku?" tanya Aldo sambil menatap Raisa.


" Ya aku sangat bahagia, karena ada orang yang sangat menyayangiku. Dan akan menjagaku di masa tuaku." ucap Raisa dengan tulus.


" Aku akan selalu menjagamu, dan tidak akan pernah membuatmu bersedih." janji Aldo.

__ADS_1


-


*Si**lakan like comment dan berikan vote untuk ceritaku dukungan kalian sangat berarti untukku. 😘*


__ADS_2