Sang Balerina Cilik Putri Tuan Aldo

Sang Balerina Cilik Putri Tuan Aldo
Part 9: Mulai kerja


__ADS_3

Raisa sudah rapi mengenakan baju kemeja putih dan celana hitam. Sambil duduk menunggu kedatangan Faisal yang sedang mengantarkan koran ke tempat pelanggan nya.


Selang beberapa menit Faisal datang, dan masuk ke dalam rumah untuk membersihkan diri setelah itu sarapan.


" Kalian mau kemana?" Tanya Bu Leha yang baru saja keluar dari kamarnya.


" Aku mau melamar kerja bu." Kata Raisa yang sudah merapikan piring bekas makan Faisal.


" Kau mau kerja?" Kaget Bu Leha, namun sesaat wajah nya berubah menjadi tersenyum, " Baguslah, jadi Faisal tidak terlalu capek mencari uang." Tuturnya.


" Bu, walaupun Raisa sudah bekerja nanti, aku tetap bertanggung jawab atas nafkah lahir dan batin." Ujar Faisal.


" Sudahlah, gak usah bertengkar. Sebaiknya cepat antarkan aku sekarang." Kata Raisa yang memandang malas ke arah Bu Leha.


Entahlah tatapan bu Leha begitu sinis dan tidak menyenangkan pada Raisa.


Tapi Raisa tidak memperdulikan sikap ibu mertuanya. Asalkan Faisal tetap membelanya, dia akan tetap bertahan.


Mereka mencari alamat yang di berikan oleh Lina. Menyusuri daerah perkotaan yang sudah berjajar kendaraan bermotor di tengah jalan. Hiruk pikuk kendaraan dan asap kendaraan yang mulai menyembul dari kanan dan kiri.


Tak di perdulikan oleh Raisa keadaan kota yang mulai sibuk dengan segudang aktivitas. Saat ini hatinya bahagia, karena dia akan mulai melamar pekerjaan. Dan syukur-syukur bisa langsung bekerja.


Karena memang dia ingin sekali bekerja saat lulus sekolah. Walaupun hanya sebagai seorang cleaning servis, tapi dia amat sangat senang.


" Aku masuk dulu ya." Kata Raisa yang pamit pada Faisal.


" Kau langsung bekerja atau hanya interview?" Tanya Faisal.


" Kata Lina interview, tapi aku gak tahu kalau memang lagi dibutuhkan mungkin langsung bekerja." Jawab Raisa.


" Baiklah aku akan menunggu sampai mendapatkan order ojek. Tapi kalau aku mendapatkan orderan, kamu bisa pulang naik angkutan umum?" Tanya Faisal.


Raisa hanya menganggukkan kepalanya, menandakan setuju dengan perintah Faisal.


" Aku akan menunggu disini," ucapnya dan Raisa pergi meninggalkan Faisal.


Terlihat gedung tinggi menjulang dengan tinggi puluhan meter. Raisa belum mengetahui ada berapa lantai di dalamnya.


Namun saat memasuki lobi, dia melakukan ada Lina yang sedang membersihkan kaca  jendela.


" Lin, " panggil Raisa.


" Sa, kamu sudah datang?" Ucapnya dan menghampiri Raisa.


" Lina, aku harus bertemu dengan siapa?" Tanya Raisa.


" Aku antarkan ke ruangan HRD." Kata Lina yang menuntun tangan Raisa.


Mereka berdua berjalan memasuki lift, dan tangan Lina terlihat menekan tombol angka 15.


Setelah sampai di lantai 15, Lina mengajak ke ruangan HRD. Di sana dia bertemu dengan bagian personalia yang bernama Feri. 

__ADS_1


" Permisi pak, saya membawakan pegawai yang ingin menggantikan Sesil." Kata Lina yang menarik tangan Raisa dan membawanya ke hadapan Feri.


Feri masih sibuk dengan dokumen yang di berikan oleh Lina. 


Dia melihat pasfoto milik Raisa, dan terus memandangi nya.


" Cantik.." batinnya, " Mana orang nya Lin?" Tanya Feri yang langsung mendongakkan kepalanya. 


" Ini dia." Kata Lina yang memang sudah akrab dengan Feri.


" Lebih cantik dari fotonya." Gumam Feri.


" Apa pak?" Celetuk Lina yang memang mendengar gurauan Feri.


" Oh enggak, " kilah Feri , " Duduklah." Kata Feri yang mempersilahkan duduk Raisa.


" Baru lulus?" Tanyanya.


" Iya pak." Jawab Raisa.


" Siap bekerja?" Tanya Feri memastikan.


" Siap pak." Jawab Raisa


" Hari ini?" Memastikan jawaban Raisa.


" Bisa pak, " jawab Raisa.


" Baiklah, kau ikut Lina. Dan mulai berkerja." Perintah Feri.


"Aku pikir banyak pertanyaan, ternyata hanya itu?" Batin Raisa meracau.


Raisa mengikuti Lina, dia memperhatikan semua arahan yang di berikan oleh sahabatnya.


" Lin, aku menghubungi Faisal dulu ya." kata Raisa meminta ijin.


" Iya, nanti kau bersihkan bagian gudang ya." kata Lina memberi perintah.


" Iya, " jawab Raisa sambil menganggukkan kepalanya.


Raisa menuju toilet untuk menelpon Faisal, dia memberi kabar kalau sudah mulai bekerja.


Setelah mengabari Faisal, dia langsung mengerjakan pekerjaannya.


Mengambil kemoceng dan vacum cleaner untuk membersihkan debu.


Karena gudang akan di pergunakan untuk menaruh berkas-berkas dari perusahaan pusat.


" Kamu siapa?" tanya pemuda yang membawa setumpuk berkas di tangan.


" Aku Raisa, pengganti karyawan yang sudah keluar " kata Raisa dengan tersenyum. Senyum manis nya mampu menggoyahkan para pria yang ada di hadapannya.

__ADS_1


" Oh, aku Dani. Office boy di sini." kata Dani yang sudah menaruh berkas di tangan dan di taruh di rak besi tempat penyimpanan berkas.


" Mari aku bantu." kata Dani yang menawarkan bantuan pada Raisa.


" Tidak perlu, sebaiknya kau kembali saja bekerja." tolak Raisa.


" Hem..." terdengar suara Feri yang berada di depan pintu.


" Eh pak, maaf tadi saya habis menaruh berkas lalu bertemu dengan Rai...." ucap Dani gugup.


" Raisa." sambung Feri.


" I, Iya maksud saya." kata Dani yang menunduk.


" Sudah pergi sana, lakukan tugasmu." ucap Feri dengan nada tegas.


" Baik Pak, " lalu Dani meninggalkan Raisa dan Feri.


" Apa ada kesulitan?" tanya Feri.


" Enggak Pak, kalau cuma bersih-bersih saya bisa kok." kata Raisa sambil menunduk.


" Baik, kau lanjutkan pekerjaan mu." kata Feri yang langsung berbalik dan meninggalkan Raisa.


" Fiuh..." hembusan nafas Raisa terdengar, lalu dia melanjutkan kembali pekerjaan nya.


Beberapa jam kemudian waktu menunjukkan pukul lima sore. Semua pekerja merapikan diri masingmasing, dan bersiap untuk pulang.


Lina dan Raisa pulang bersama, dan mereka menuju arah lobi kantor.


Terlihat Feri datang menghampiri Lina dan Raisa. Dia menawarkan mereka untuk pulang bersama, karena Feri membawa mobil kantor.


" Maaf, kalian mau aku antar pulang?" sapa Feri.


" Maaf Pak, kami naik angkutan umum saja." kata Lina menolak.


" Bagaimana kalau kali ini aku antar kalian pulang?" Feri meyakinkan Raisa agar mau menerima tawarannya.


" Maaf pak, kita mau naik busway saja. Soalnya saya belum pernah naik busway." tolak Raisa secara halus.


" Baiklah kalau kalian menolak, tapi lain kali kamu harus mau ya aku antar pulang." kata Feri masih berharap.


Raisa dan Lina saling melirik, dan memberi isyarat dengan menggelengkan kepalanya.


" Maaf pak, kami naik busway saja." jawab Raisa memastikan kalau dia tidak ingin Feri mengantarkan nya pulang.


Kalau Faisal tahu soal Feri yang ingin mengantarkan pulang, pasti hari ini juga dirinya di suruh berhenti bekerja.


" Ya sudah pak, kita pulang dulu." pamit Lina dan juga Raisa.


Lina dan Raisa meninggalkan Feri yang berdiri mematung di depan meja resepsionis.

__ADS_1


" Perlahan tapi pasti, alon-alon asal kelakon. Aku akan mengambil hati Raisa. Gadis cantik dengan senyum yang menawan." batin Feri yang memandang kepergian Raisa.


silakan like dan berikan vote mu guys


__ADS_2