
Arifin kini melajukan kendaraannya menuju rumah istrinya.
Sesampainya dia di sambut hangat oleh istri dan anak pertamanya. Sang anak sulung ingin ikut dengan mamanya, dan bersekolah di Perancis. Dia ingin menjadi seorang desainer terkenal.
" Papa..." panggil Katie yang berlari memeluk papanya.
" Sayang bagaimana dengan belajar mu?" tanya Arifin yang mencium pucuk kening Katie.
" Nilaiku selalu bagus, dan besok aku akan memilih universitas." kata Katie yang melaporkan hasil belajarnya.
" Anak pintar, " kata Arifin yang telah masuk ke dalam.
" Pa, kamu sudah makan?" tanya Merlin istri dari Arifin. Namanya adalah Merlin Kristanti.
" Belum, cantik. Kamu masak apa?" tanya Arifin yang menghampiri sang istri lalu mencium kening nya.
" Aku hanya memasak spaghetti, dan roti panggang. " kata Merlin yang menuntun Arifin menuju meja makan.
" Baiklah, besok kamu bisa masak jengkol." ucap Arifin yang mencubit pipi istrinya.
" Tapi di sini jengkol gak ada sayang." rajuk Merlin.
" Malam ini kita pulang ke Indonesia." kata Arifin.
" Apa? Kita ke Indonesia? Hore..." sorak Katie yang begitu gembira.
" Aku bisa lihat Alesha ya." kata Katie dengan antusias.
Karena selama ini, mereka hanya berhubungan lewat video call. Dan Beby selalu membuat iri sang kakak, yaitu mencium adek Ale setiap hari.
" Sebaiknya kamu makan dulu, Pa. Aku akan berkemas, dan meminta ijin pada atasanku." kata Merlin yang langsung menuju kamarnya.
" Pah, adek Ale gimana? " tanya Katie yang sudah tidak sabar untuk pulang ke Indonesia.
" Dia sangat lucu dan menggemaskan." kata Arifin sambil mengunyah spaghetti.
Lalu Arifin terus menceritakan perkembangan adik Ale dan juga Beby yang kini pandai menari balet.
" Katie, mama sudah packing baju kamu. Cepat bawa ke mobil. " perintah Merlin.
Lalu Merlin membawa kopernya. Kebetulan di Perancis sedang liburan musim dingin, jadi Katie tidak perlu ijin sekolah.
Arifin sudah membuat janji dengan Aldo untuk bertemu lusa. Jadi dia memutuskan untuk pulang hari ini ke Indonesia.
Selesai packing, mereka langsung menuju bandara internasional.
****
__ADS_1
Aldo yang masih di kantor meminta Bianca untuk mengatur jadwal nya. Dia ingin sampai di Indonesia nanti malam. Maka Bianca pun langsung memesan tiket untuk kepulangan Aldo.
Aldo sendiri yang memegang kendali perusahaan. Selain dia ingin belajar, dia pun ingin tahu siapa saja rekan bisnis kakeknya.
" Raisa, aku datang." seloroh senyum terlintas di sudut bibirnya. Berharap akan menemui Raisa, karena sudah dua tahun dia berada di Perancis.
Kemudian Aldo bersiap-siap untuk pergi ke Indonesia.
***
Sesampainya di Indonesia, Aldo langsung menjejakkan kaki di gang rumah Raisa.
Melihat apakah ada tanda-tanda keberadaan Raisa di sana. Aldo sangat ragu untuk menghampiri nya. Lalu dia urungkan, kemudian dia langsung pulang ke rumahnya.
Pintu gerbang pun terbuka, kini Aldo telah keluar dari mobilnya.
" Eh den Aldo sudah pulang." sapa Rohman sang security-nya.
" Iya pak, bagaimana kabar pak Rohman?" tanya Aldo yang sikapnya masih belum berubah saat bertemu dengan pegawai rumah nya.
" Baik den, oh iya den pas aden berangkat ke Prancis, ada gadis bawa tas datang ke sini tengah malam. Kayaknya abis nangis, nayriin aden." kata Pak Rohman yang keceplosan. Sebelumnya, Wisnu telah memperingatkan Rohman agar jangan memberitahu Aldo soal kedatangan Raisa.
" Gadis, siapa Pak?" tanya Aldo sambil mendekati Rohman.
" Eh iya, bapak keceplosan. Maaf den, bapak gak boleh ngomong sama tuan besar." kata Pak Rohman sambil nyengir menunjukkan gigi nya yang sudah tanggal satu di bagian atas.
" Pasti semua ini ulah kakek, " kata Aldo emosi.
" Tenang aja pak, saya gak ember kok." bisik Aldo.
Lalu dia mencari cara dengan melihat rekaman cctv di rumahnya. Siapa gadis yang mencarinya tengah malam? batin Aldo.
" Sial, sudah di hapus semua. Ini semua pasti ulah kakek." geram Aldo.
Dia akan bertanya pada Lina besok di kantor.
Saat ini dia harus menenangkan dirinya, fokus mencari gadis yang datang kerumahnya.
****
Aldo telah sampai di kantor, segera dia mencari Lina. Aldo menuju pantry, mencari keberadaan Lina.
" Feri, apa Lina sudah datang?" tanya Aldo yang berdiri di depan meja Feri.
" Lina sedang membersihkan toilet pak, memang ada apa?" tanya Feri.
Tanpa menghiraukan pertanyaan Feri, Aldo langsung bergegas menuju toilet.
__ADS_1
Seperti nya Lina sedang membersihkan toilet perempuan, jadi dia akan sabar menunggu.
Selang beberapa menit Lina pun keluar dari toilet.
" Lina..." panggil Aldo yang bersandar di dinding.
" Iya, pak." sahut Lina yang menaruh ember beserta kain pel di lantai.
" Aku cuma mau tanya soal Raisa." kata Aldo ragu, karena dia sangat takut kalau Raisa akan mendapatkan masalah.
" Raisa, memang ada hubungan apa anda dengan dia?" tanya Lina curiga.
" Enggak ada apa-apa, cuma mau nanya karena dulu aku sering mengantarkan dia kuliah." kata Aldo dengan alasan yang logis.
" Oh iya, kabarnya Raisa sudah pisah sama suaminya." kata Lina.
" Pisah?" kaget Aldo mendengar nya, " Lalu sekarang dia dimana? " tanya Aldo antusias.
" Enggak tahu pak, saya mencoba menghubungi adiknya namun katanya gak pernah pulang. Dan keluarganya kini mencemaskan nya." kata Lina.
" Sebenarnya apa yang terjadi sampai dia pisah dengan suaminya?" tanya Aldo penasaran.
" Gosipnya dia mengandung anak yang bukan dari suaminya. Tapi aku gak percaya kalau Raisa seperti itu." tutur Lina.
Aldo begitu geram mendengar nya, lalu dengan raut wajah emosi dia langsung pergi meninggalkan Lina.
" Eh pak, pak..." panggil Lina yang tak di dengar oleh Aldo.
Aldo ingin menghampiri Faisal, kenapa dia begitu tega mengusir Raisa. Lalu apa yang terjadi selanjutnya, dia harus menanyakan pada Faisal.
Dengan cepat dia mengemudikan mobil nya, dia sangat khawatir jika yang di kandung adalah anaknya.
" Tapi kenapa Faisal bisa menuduh Raisa berselingkuh. Apa yang sebenarnya terjadi pada hubungan mereka? " Aldo bermonolog pada dirinya sendiri.
Sepanjang jalan hatinya tak tenang, terus memikirkan keadaan Raisa.
Selang setengah jam, dia pun sampai di depan gang rumah Faisal. Dengan mempercepat langkahnya dia menuju rumah Faisal.
" Tok, tok, tok..." satu tangannya mengetuk pintu sangat keras.
Kemudian pintu pun terbuka, terlihat Reni yang membukakan pintunya.
" Kak Aldo, kamu tampan sekali." kagum Reni yang terpesona melihat penampilan Aldo yang kini semakin keren dan atletis.
" Dimana Faisal?" tanya Aldo dengan raut wajah kekesalan.
" Kak Faisal sedang ngojek, memang ada apa kak?" tanya Reni yang sedikit takut melihat raut wajah Aldo yang terlihat garang.
__ADS_1
-
Silakan like dan berikan komentar mu.