Sang Balerina Cilik Putri Tuan Aldo

Sang Balerina Cilik Putri Tuan Aldo
Bab 80


__ADS_3

Mereka telah sampai di sekolah, dan Aldo memarkirkan mobilnya di halaman sekolah.


" Kau tunggu di dalam saja, tidak usah keluar." ucap Raisa seraya menoleh ke arah Aldo.


" Baik, nona cantik." kata Aldo sambil mencolek hidung Raisa.


Raisa dan Alesha pun keluar dari mobil, tiba-tiba berpapasan dengan Reni. Reni yang baru saja kembali dari toko karena harus membeli peralatan sekolah, di suruh oleh Yuni. Stok peralatan sekolah sudah habis, jadi Reni yang di suruh membelinya.


" Alesha?" sapa Reni sambil melirik ke arah mobil yang terparkir di halaman sekolah.


" Bu guru." sahut Alesha seraya mencium tangan Reni.


" Kak Raisa, sama siapa?" tanya Reni seraya menoleh ke arah mobil hitam di sebelahnya.


" Suamiku." jawab Raisa yang langsung berbalik, dan berjalan menuju ruang kelas.


Reni ingin sekali melihat wajah Aldo, sesekali dia mencuri pandang melihat mobil hitam di halaman sekolah.


Raisa langsung menuju ruang kepala sekolah, di sana sudah ada Yuni.


" Permisi Yun, apa aku mengganggu?" tanya Raisa seraya mengetuk pintu.


" Oh kau, tidak!" kata Yuni yang sedang membaca buku." Masuklah!" ucapnya mempersilakan masuk.


" Terima kasih." jawab Raisa yang kemudian masuk ke dalam kantor.


" Ada apa, Sa?" tanya Yuni sambil menutup buku bacaan nya.


" Aku mau pamit," ucapnya lesu.


" Pamit kemana?" tanya Yuni sambil memperhatikan wajah Raisa.


" Suamiku mengajakku untuk menetap di Perancis, jadi aku kesini untuk pamit kepada mu." ujar Raisa.


" Kenapa begitu mendadak?" tanya Yuni dengan wajah sendu seolah tidak rela kehilangan sahabatnya.


" Suamiku akan mengurus bisnis keluarga nya di sana, dan aku berkewajiban selalu menemani nya." kata Raisa.


" Kau memang istri yang baik." tutur Yuni.


" Aku ingin anakku juga pamit pada teman-temannya." kata Raisa.


" Memang kamu mau berangkat kapan?" tanya Yuni.


" Besok, dan siang ini aku akan pamit pada kedua orang tuaku." ucap Raisa


" Baiklah aku temani, biar Alesha mengucap salam perpisahan pada teman-temannya." kata Yuni yang langsung bangun dari duduknya.


Mereka berjalan keluar ruangan, dan menuju kelas Alesha.


Terlihat Alesha sedang belajar bersama anak-anak yang lain.

__ADS_1


Yuni pun masuk ke dalam kelas, lalu memanggil Alesha.


" Ale, bisa kamu maju ke depan?" panggil Yuni sambil melambaikan tangan nya.


Kemudian Alesha langsung bangun dari kursi, dan menghampiri Yuni.


" Iya bu guru, ada apa?" tanya Alesha yang sudah berdiri di hadapannya.


" Alesha kamu boleh mengucapkan salam perpisahan pada teman-temanmu." kata Yuni sambil membungkukkan badannya.


" Memang Ale mau kemana , bu?" tanya Alesha bingung.


Ternyata Raisa lupa, jika harus memberitahu Alesha soal kepindahannya.


" Kamu akan ikut mama dan papa pergi ke luar kota. Jadi sekarang kamu bisa pamit pada teman-temanmu." bisik Yuni


" Baik bu guru " sahut Alesha sambil menganggukkan kepalanya


" Teman-teman, Ale pamit dulu ya!" kata Alesha dengan suara yang lantang.


Semua anak-anak terdiam, tak ada yang bersuara. Karena mereka belun mengerti dengan perpisahan.


Anak-anak di minta berjabat tangan dengan Alesha, dan dia mengelilingi temannya satu persatu.


Usai bersalaman, Alesha mengambil tas namun di cegah oleh Zidan.


" Kamu jangan pergi!" lirihnya dengan suara sedih.


Lalu Raisa pun mendekati Zidan, " Zidan sayang, Alesha akan kembali jika urusan papanya selesai." ucap Raisa menenangkan.


Terlihat raut wajah kesedihan di mata Zidan, Alesha adalah teman pertama nya. Yang bisa mengajak nya bermain, dan bercanda.


Raisa langsung memeluk Zidan, bocah laki-laki yang seumur dengan anaknya. Dan mempunyai perilaku persis seperti Alesha dulu.


" Kamu baik-baik, ya! Belajar yang rajin sama bu guru, lain waktu kita bertemu lagi " kata Raisa sambil mengusap air matanya yang tiba-tiba jatuh.


Zidan pun menganggukkan kepalanya, dia tidak bersedih lagi. Dia akan mengingat perkataan Raisa. Dia akan menunggu Alesha datang.


Usai bersalaman, Raisa dan Alesha pun keluar dari kelas. Para guru mengiringi kepergian mereka sampai ke halaman sekolah.


Di mobil sudah ada Aldo yang menunggu nya sejak tadi. Karena kepanasan, akhirnya dia keluar dari mobil dan berdiri di sebelahnya.


Semua guru melihat ketampanan Aldo, begitu juga dengan para wali murid.


Reni yang sedari tadi sangat penasaran, dia langsung berdiri paling depan.


" Kak Aldo!" lirihnya terucap dari bibirnya.


Semua mata tertuju pada Aldo, ketika Aldo menghampiri Alesha lalu menggendongnya.


" Sudah selesai?" tanya Aldo yang menggendong Alesha.

__ADS_1


" Sudah, Pah!" jawab Alesha.


" Mas, mas, boleh foto gak?" tanya ibu-ibu muda yang tiba-tiba menghampiri Aldo. Lalu dia mengeluarkan ponselnya


Aldo melirik ke arah Raisa, mencoba meminta persetujuan. Raisa hanya menatapnya dingin, tanpa ekspresi.


Lalu dia langsung masuk ke dalam mobil, tanpa bicara sepatah katapun.


" Maaf ya, bu! Saya buru-buru." kata Aldo yang sudah memasukkan Alesha ke dalam mobil. Lalu dia berjalan memutar ke arah pintu depan.


" Sebentar aja ya, Mas!" pinta ibu muda itu penuh harap.


Terpaksa Aldo melayani nya, dan saat akan melakukan selfi muncul beberapa orang wanita lain di belakangnya.


" Eits, jangan main serobot aja dong. Inikan hape saya." marah ibu muda dengan dress berwarna hijau.


Mereka saling berebut ingin berfoto dengan Aldo. Lalu datanglah Reni yang menyelamatkan Aldo.


" Sudah bu ibu, kak- " ucapannya terhenti saat mengingat Aldo adalah ayah Alesha, " Ayah Alesha akan pergi, jadi jangan menghambat nya." kata Reni yang menarik lengan ibu-ibu satu persatu.


" Kau tidak apa-apa, Kak?" tanya Reni sambil mengibaskan tangannya ke kemeja Aldo.


" Aku tidak apa-apa, " jawab Aldo sambil tersenyum, " Terima kasih." jawabnya yang langsung masuk ke dalam mobil.


Reni begitu bahagia saat melihat senyum Aldo, yang tertuju padanya.


Di dalam mobil, Raisa tidak bergeming. Dia hanya terdiam, tak ingin berkomentar tentang adegan kericuhan tadi.


" Maaf, " kata Aldo yang sudah menjalankan mobilnya meninggalkan sekolah.


Raisa langsung memalingkan wajahnya, melihat ke arah jendela mobil.


"Jangan marah dong, Sayang!" kata Aldo yang merayu Raisa.


Raisa hanya menatapnya malas, dia langsung memainkan ponselnya.


" Kita beli buah dulu buat ayah dan ibu." kata Aldo yang sudah memarkirkan mobilnya di supermarket.


Mereka pun turun untuk membeli buah-buahan.


" Ma, aku mau itu." kata Alesha yang menunjukkan tangan nya ke arah anggur merah.


" Papa ambilkan, ya!" kata Aldo yang langsung mengarahkan trolinya ke arah stand buah anggur.


Mereka sudah memilih buah, yang di sukai oleh ayah dan ibu Raisa.


Setelah membayar, mereka langsung membawa kantong belanja dan di masukkan ke dalam bagasi.


Mereka pun melajukan mobilnya menuju pinggiran kota. Karena rumah Raisa terletak di pinggiran kota. Alesha pun tertidur di jok belakang.


-

__ADS_1


Silakan like dan berikan komentar mu.


__ADS_2