
" Sayang..." panggil Aldo yang sudah masuk ke dalam kamar. Aldo mencari keberadaan Raisa, hatinya sedang gundah dan takut jika Raisa akan marah kepadanya.
Aldo mencari di setiap sudut ruangan, tak nampak keberadaan istri tercinta.
" Celine, dimana istriku?" Tanya Aldo pada asisten rumah tangganya.
" Nyonya sedang mendaftarkan nona Alesha sekolah, Tuan." Jawab Celine.
" Oh iya, aku lupa. Kalau Alesha harus mendaftar sekolah." Gumam Aldo.
" Ada yang bisa saya bantu, Tuan?" Tanya Celine.
" Tidak, aku ingin mandi dan segera berangkat ke kantor. " Kata Aldo.
Kemudian dia langsung menutup pintu kamarnya.
Usai merapikan dirinya, Aldo langsung bergegas menuju kantornya.
" Celine, bilang istriku kalau aku sudah ke kantor." Pesan Aldo.
" Baik, Tuan." Jawab Celine.
Aldo melajukan mobilnya, dia menuju kantor Arifin. Ingin menceritakan kejadian yang dia alami semalam
Mobilnya telah berhenti di tempat parkiran, segera dia menuju kantor papanya.
Langkahnya di percepat, karena dia akan mengadakan rapat di perusahaannya yang lain.
" Tok, tok, tok..."
Aldo mengetuk pintu ruangan Arifin, setelah mendapat jawaban Aldo masuk ke dalam.
" Pah!" Aldo langsung memeluk papanya.
" Eits, ada apa ini? Kok datang tiba-tiba peluk papa?" Tanya Arifin
" Aku di jebak." Kata Aldo yang langsung menjauh dari papanya.
" Di jebak oleh siapa?" Tanya Arifin.
" Oleh Sarah, dia mantan pacarku." Ujar Aldo.
" Lalu?" Tanya Arifin
Kemudian Aldo menjelaskan, tentang dirinya yang tidur berdua dengan Sarah. Sebelumnya dia merasakan pusing usai meminum orange jus yang di bawakan oleh Sarah.
Selebihnya dia tidak tahu lagi, apa yang sudah terjadi. Aldo menjelaskan kalau Sarah, adalah pramugari di maskapai tempat Merlin bekerja.
" Tujuan dia apa melakukan semua itu?" Tanya Arifin sambil menopang dagu di tangannya.
" Entahlah, aku belum tahu motifnya apa?" Kata Aldo sambil menggigit ibu jarinya.
" Apa yang harus aku lakukan? Jika Raisa mengetahui kejadian semalam." Ucap Aldo yang merasa takut. Karena saat ini Raisa sedang sensitif dengan perasaannya.
" Nanti kita pikirkan, sekarang papa mau rapat dulu. " Sahut Arifin, " Bukankah kau akan menghadiri rapat juga?" Tanya Arifin
" Iya, aku hanya cemas." Kata Aldo.
" Kita akan cari jalan keluarnya, sekarang kita kerja dulu." Kata Arifin yang sudah berdiri sambil menepuk pundak Aldo bermaksud menenangkannya.
Aldo dan Arifin keluar dari kantornya dan menuju ke rekan bisnis masing-masing.
__ADS_1
***
Sesampainya di rumah, Raisa langsung menuju kamarnya. Dia melihat baju kotor Aldo, sudah di taruh di bak kotor. Saat mendekati kemeja putihnya, Raisa melihat ada warna merah seperti bekas cap bibir seorang wanita.
Raisa melamun sambil memegang kemeja putih milik Aldo.
" Apa yang dilakukannya semalam?" Gumam Raisa sambil menremas kemeja Aldo.
Tiba-tiba Celine memanggil, " Nyonya.."
" Iya, Celine." Jawab Raisa.
" Ada seorang wanita ingin bertemu dengan anda, tapi belum kami suruh masuk. Karena kata tuan, harus sesuai ijin bila ada tamu yang tidak di kenal." Jelas Celine.
" Kamu gak kenal, Celine?" Tanya Raisa.
" Tidak, Nyonya. Sebelumnya memang tidak pernah ada tamu yang datang." Kata Celine.
" Tuan Aldo, tidak pernah menyuruh tamu datang ke rumah. Dan hanya keluarga Tuan Aldo, yang baru saja dia temukan di perkenalkan pada saya." Kata Celine.
" Apa kau tidak menelpon Aldo, siapa tamu yang datang?" Tanya Raisa.
" Saya menghubunginya, namun tidak juga di jawab." Kata Celine.
" Baiklah, aku akan menghubunginya." Kata Raisa yang langsung mengambil ponselnya di dalam tas.
Saat akan meraih tasnya, dia melihat ponsel Aldo tertindih di bawahnya.
" Ini ponsel suamiku. " Kata Raisa yang mengambil ponsel milik Aldo, " Ternyata di silent, pantas gak kedengaran." Lirih Raisa.
" Baiklah, aku akan menemuinya di ruang tamu." Perinta Raisa pada Celine.
" Baik, Nyonya." Jawab Celine seraya menundukkan kepalanya.
Kemudian dia menghampiri tamu, yang sejak tadi telah menunggu di luar.
" Maaf nona, boleh tau nama anda siapa?" Tanya Celine pada wanita yang sudah sejak tadi menunggunya.
" Aku Sarah, teman lama Aldo dan juga teman baru istrinya." Jawab Sarah dengan angkuhnya.
" Tapi tuan Aldo tidak-" ucapan Celine terhenti tatkala Sarah mendorongnya.
" Alah, nanti aku juga akan tinggal di sini. Kau hanya pembantu, gak usah berlagak sok berkuasa." Ejek Sarah yang langsung berjalan melewati pintu gerbang.
" Hey nona, anda tidak boleh masuk sembarangan." Kata Celine sambil mengejar langkah Sarah.
" Aldo, Aldo..." panggil Sarah yang di halangi oleh Fredy dan Marcel
" Maaf nona, anda tidak boleh masuk." Kata Marcel menghalangi Sarah.
Raisa mendengar keributan dari arah pintu. Bukankah dia sudah menyuruh Celine, untuk menyuruh tamunya masuk?
" Ada apa?"tanya Raisa yang sudah berdiri di depan pintu.
" Raisa, apa kau masih ingat denganku?" Teriak Sarah sambil melambaikan tangannya.
" Siapa kamu?" Tanya Raisa pada Sarah, karena Raisa memang seringkali lupa dengan wajah seseorang.
" Aku Sarah, teman Aldo yang bertemu denganmu saat di pesawat." Kata Sarah mencoba mengingatkan Raisa.
" Iya, aku baru ingat." Kata Raisa.
__ADS_1
" Ih, lepaskan." Hardik Sarah pada kedua penjaga rumah Aldo.
Air mata Raisa
Bab 89
Sarah berjalan menghampiri Raisa, lalu memeluk nya.
" Apa kabar?" Tanya nya.
" Baik, " jawab Raisa.
" Maaf, ada perlu apa ya?" Tanya Raisa.
" Aku mencari Aldo, karena semalam-" ucapannya terhenti saat dia ingin mengulur waktu.
" Semalam kenapa?" Tanya Raisa seraya mengernyitkan dahi nya.
" Semalam aku ingin melihat hotel miliknya, dan ingin bekerjasama dengannya. Ingin mempromosikan hotelnya di media sosial milikku." Kata Raisa.
" Lalu, kenapa kau tidak ke kantor nya saja?" Tanya Raisa.
" Aku juga, ingin bertemu denganmu." Ucap Sarah beralasan.
" Tapi aku tidak mengerti, soal hotel milik suamiku." Jawab Raisa.
" Sebenarnya aku, ingin menunjukkan sesuatu kepada mu." Kata Sarah sambil mengeluarkan ponselnya.
" Ingin menunjukkan apa?" Tanya Raisa.
" Mama, aku mau mandi." Panggil Alesha dari sudut kamar nya.
" Iya sayang, sama Tante Celine dulu ya." Jawab Raisa.
" Hmmm,, aku mau sama mama." Rengek Alesha.
" Sebentar ya, aku mau mandiin anakku dulu." Kata Raisa langsung berdiri lalu meninggalkan Sarah
" Ish, anak kecil mengganggu saja. " Kesal Sarah.
Lalu dia beralih pandangan ke arah dapur, sungguh takjub melihatnya. Dengan dekorasi ala Eropa, dengan mini bar di depannya.
Membuatnya melangkahkan kakinya, berjalan menuju mini bar.
" Maaf nona, jika ingin minum akan saya ambilkan. Saya harap anda tidak menyentuh barang-barang di sini." Ucap Celine memperingatkan.
" Heh Nanny, kamu hanya seorang nanny. Sebentar lagi aku juga akan menjadi nyonya mu. Jadi jangan galak-galak sama aku." Kata Sarah dengan nada angkuh.
" Maksudnya apa, nona?" Tanya Celine yang curiga pada Sarah.
" Nanti kau juga tahu, jadi liat saja gak usah banyak nanya." Ketus Sarah sambil mendekati mini bar dengan meja berwarna coklat pekat.
Celine merasa kesal dengan Sarah, akhirnya dia menyuruh Fredy Dan Marcel mengusir Sarah.
Dari gelagatnya berbicara, Sarah akan melakukan keributan di rumah tuannya.
Fredy dan Marcel sudah berdiri di depan mini bar.
" Nona, anda mau keluar dengan sukarela atau kami paksa?" Ancam Fredy sambil menatap tajam ke arah Sarah.
" Kalian mau apa? Hah.." tantang Sarah.
__ADS_1
- Jangan lupa like, vote dan komentar ya.
dan masukin list favoritmu.