
Acara telah di mulai, kini Alesha telah tampil bersama Julia. Kemudian di susul oleh Raisa, yang sudah masuk ke arena panggung.
Raisa berlenggak lenggok, menari dengan lincah dan gemulai. Dia merasa bangga bisa tampil di ajang internasional.
Semua penonton bertepuk tangan dan bersorak Sorai melihat penampilan Raisa.
Betapa kagum dengan sosok wanita yang sangat terkenal, dan kelincahannya dalam menunjukkan seni tari balet.
Acara yang di tunggu pun di mulai, yaitu pengumuman pemenang kontes menari balet.
Pemenang juara tiga kontes balet berasal dari Jerman, sedangkan yang kedua dari Italia.
Dan tibalah saat terakhir, juri mengucap untuk pemenang lomba juara pertama di menangkan oleh Alesha dan Julia.
Betapa senangnya Raisa, dia sangat bangga dengan anaknya dan juga tak sia-sia hasil yang di capai saat ini.
" Selamat ya kak, " kata Katie sambil memeluk Raisa.
Dan semua keluarga Arifin pun memberikan ucapan selamat.
Usai menghadiri acara kontes balet internasional, semua tamu undangan pun meninggalkan ballroom hotel.
Keluarga Arifin menyewa dua kamar, dan Raisa masih di kamar yang sama dengan Aldo.
" Sa, besok kita kembali ke Indonesia." ucap Aldo sambil memperhatikan Raisa mengganti bajunya.
" Kenapa terburu-buru sekali?" tanya Raisa.
" Aku hanya ingin cepat-cepat menghalalkan mu." pinta Aldo.
" Aku harap kau mengerti, karena aku tidak mau kau terus di ganggu oleh Fay." pinta Aldo dengan wajah yang serius.
" Baiklah, tetapi sebelumnya aku mengurus surat pengunduran diriku pada bu Calantha." pinta Raisa.
" Besok aku antarkan kau ke sekolah." kata Aldo dengan wajah penuh kebahagiaan.
Aldo langsung menghubungi karyawan nya yang berada di Indonesia.
Agar secepatnya mengurus administrasi pernikahan dengan Raisa.
Sebelumnya Raisa sudah mengurus surat cerai bersama Faisal. Dan semua itu berkat Arifin yang membantunya.
****
Hari sudah berganti, mereka bersiap-siap pergi meninggalkan hotel.
Dan Aldo langsung mengantarkan Raisa ke sekolah, untuk pamit mengundurkan diri.
" Bu Calantha pasti senang, jika sekolah nya mendapatkan penghargaan juara pertama." ungkap Raisa.
" Iya, senang sekaligus sedih karena anaknya harus masuk penjara." celetuk Aldo yang masih fokus menyetir mobil.
" Aldo, " bentak Raisa.
Aldo hanya tersenyum kecut, dan merasa puas karena telah menjebloskan Fay ke penjara.
__ADS_1
" Permisi, bu !" panggil Raisa sambil mengetuk pintu kantor.
" Raisa, kamu tumben pagi-pagi sudah datang!" tanya Angelica yang menghampiri Raisa.
" Aku mau menyerahkan piala ini, dan juga ingin pamit undur diri." Ucap Raisa seraya menunjukkan trophy dan piagam.
" Oh, tapi sepertinya bu Calantha gak masuk karena mengurus anaknya yang masuk penjara." kata Angelica sambil melipat tangannya ke dada.
" Oh, kalau begitu aku titip piala ini dan piagam nya. Serta sampai kan permintaan maaf, dan rasa terima kasihku atas semua kebaikan bu Calantha." kata Raisa sambil memberikan piala pada Angelica.
" Memang nya kamu mau kemana?" tanya Angelica sambil memperhatikan Raisa dari ujung kaki hingga kepala.
" Aku mau undur diri, karena akan pulang ke Indonesia." ucap Raisa pada Angelica.
" Kamu mau balik ke Indonesia?" kaget Angelica.
" Iya, aku juga minta maaf sama kamu kalau selama ini ada salah. Dan salam untuk guru-guru yang lain." kata Raisa yang pamit pada Angelica.
Waktu Raisa tidak banyak, karena pesawat yang di pesan Aldo akan berangkat pukul dua siang.
Setelah berpamitan, Raisa langsung berjalan menuju mobil Aldo.
Keluarga Arifin telah bersiap, dan menunggu kedatangan Raisa dan Aldo.
" Ma, aku lapar." ucap Alesha yang merasakan perutnya kosong.
" Sebentar ya nak, papa akan carikan kedai makanan." tutur Aldo sembari melihat ke kanan-kiri jalanan.
" Kamu mau makan apa sayang?" tanya Raisa sambil mengelus rambut alesha.
" Aku mau makan ayam goreng mah!" ucap Alesha.
" Itu warung ayam goreng, " kata Aldo menepikan mobilnya.
Raisa pun memesan tiga bungkus ayam goreng dan 2 gelas cappucino, sedangkan Alesha memesan susu coklat.
" Ayo cepat makan karena waktu kita tidak banyak." kata Aldo.
Mereka pun makan dengan lahapnya, dan juga alesha karena dia begitu lapar.
Usai makan akhirnya Raisa dan Aldo serta Alesha, pun masuk ke dalam mobil.
Sesampainya di rumah Arifin mereka pun disambut dengan gembira.
" Raisa apakah kau sudah mengajukan pengunduran dirimu?" tanya Merlin.
" Sudah, namun bu Calantha tidak ada di sekolah." ucap Raisa.
" Loh memangnya kemana dia?" tanya Merlin.
" Sedang mengurus Fay di penjara." lapor Raisa.
" Oh baiklah kalau begitu, kalian rapi kan saja baju baju kalian." kata kata merlyn yang langsung menggendong Alesha.
Raisa langsung menuju kamarnya, untuk mengambil peralatan, dan perlengkapan yang dibutuhkan untuk pulang ke Indonesia.
__ADS_1
"Aldo kau tidak membawa barang-barang?" tanya Arifin.
" Tidak Pah di sana barang-barangku masih banyak." tutur Aldo.
" Ya sudah kau bantu saya Raisa berkemas." perintah Arifin.
Kemudian Aldo langsung menuju kamar Raisa. mereka merapikan baju-baju Alesha dan segala boneka juga dan juga mainan.
" Sudah selesai?" tanya Aldo.
" Sudah." jawab Raisa.
Mereka langsung menuju lantai bawah, dan berkumpul bersama keluarga Arifin.
Mereka berangkat menggunakan taksi online, dan mobil Aldo ditinggal di rumah Arifin.
Setelah sampai mereka mengeluarkan barang-barang, yang ada di bagasi mobil.
Arifin dan Aldo mengurus administrasi di bagian bandara. Sedangkan para wanita menunggu di ruang tunggu.
" Pah aku bahagia sekali rasanya, "ucap Aldo.
" Iya papa juga bahagia, semoga hubungan kalian langgeng sampai kakek nenek dan maut memisahkan kalian." kata Arifin sambil mengelus pundak Aldo.
" Terima kasih Pah." kata Aldo.
Selesainya mengurus administrasi mereka langsung menghampiri, para wanita yang sudah menunggu sejak tadi.
Selang beberapa menit, akhirnya mereka dipanggil untuk menaiki pesawat.
Untuk menuju Indonesia mereka harus transit dulu, karena tidak ada pesawat yang menuju ke arah Indonesia langsung.
Selang beberapa jam dan melewati perjalanan yang panjang, akhirnya mereka pun sampai di Indonesia.
Rombongan keluarga Arifin pun dijemput dengan dua mobil.
" Akhirnya kita sampai juga di Indonesia." Kata Arifin.
Arifin dan Aldo pun berpisah sedangkan Raisa pulang ke rumahnya.
Sebelumnya Raisa diantar oleh Aldo ke rumahnya, bertemu dengan ibu dan bapaknya serta kedua adik-adiknya.
Aldo meminta izin kepada kedua orang tua Raisa.
Dan mereka pun menyetujuinya, hari pernikahan berlangsung seminggu lagi.
Rumah Raisa terlihat rapi bersih, dan tidak terlihat kumuh lagi.
Karena Aldo telah mengubahnya menjadi bangunan 2 tingkat, dan masing-masing mempunyai kamar.
Alesha begitu senang bermain dengan tante-tante nya.
Walaupun baru bertemu tetapi mereka sudah sangat akrab.
" Raisa terima kasih ya, karena kau telah membantu perekonomian keluarga kita" ucap sang ibu.
__ADS_1
" Semua berkat doa ibu, aku yang seharusnya berterima kasih karena telah dilahirkan oleh ibu." kata Raisa yang langsung memeluk ibunya.
Silakan like dan komentar ya