Sang Balerina Cilik Putri Tuan Aldo

Sang Balerina Cilik Putri Tuan Aldo
Bab 53


__ADS_3

Raisa dan Aldo telah menyelesaikan makan malam nya. Kini mereka antri untuk membelikan es krim.


" Kau mau beli berapa?" tanya Raisa yang ikut berdiri di sebelah Aldo.


" Untuk seisi rumah, ada berapa orang?" tanya Aldo.


Raisa menghitung jumlah orang yang ada di rumah.


" Enam." jawab Raisa.


" Baiklah, " jawab Aldo yang sudah menuju meja kasir.


Kemudian Aldo membeli banyak pesanan, hingga dia kerepotan untuk membawanya.


" Mengapa kau begitu banyak membeli makanan?" tanya Raisa.


" Aku ingin makan bersama mereka di rumah." kata Aldo dengan jalan tertatih, karena repot membawa barang belanjaan.


Kemudian Raisa membukakan pintu mobil, dan menaruh makanan di bangku belakang.


Mereka sudah masuk ke dalam mobil, dan mulai melaju menuju rumah Arifin.


" Raisa, apakah kau masih belum menerima ku?" tanya Aldo dengan mata yang fokus ke arah jalan.


" Aku sedang mencoba." jawab Raisa.


" Baiklah, aku akan selalu menjaga kepercayaan mu. Aku harap secepatnya kau membuka hatimu." pinta Aldo.


Sesampainya di rumah, Aldo dan Raisa membawa makanan yang sudah di beli.


" Tok, tok, tok..."


Raisa mengetuk pintu, dan Merlin yang menyambutnya.


" Loh kalian kok pulang nya cepat sekali?" tanya Merlin, sambil melihat banyak makanan di tangan mereka berdua.


" Maaf bu, kayaknya aku udah meninggalkan Alesha cukup lama." kata Raisa yang bingung dengan pertanyaan Merlin.


" Tapi Alesha dari tadi gak rewel kok." kata Merlin.


" Ma, bisa masuk gak? Tangan ku kram memegang makanan ini." kata Aldo yang sudah kerepotan.


" Oh ya sudah, masuklah." kata Merlin yang membukakan pintu.


Raisa dan Aldo pun masuk ke dalam, mereka menaruh makanan di atas meja.


" Es krim untuk Ale." kata Aldo


" Sayangnya Ale sudah tidur." jawab Arifin sambil melihat bungkusan yang berada di atas meja.


" Ya sudah buat aku aja." kata Katie yang langsung meraih bungkusan di tangan Aldo.


" Taro saja di freezer, siapa tahu besok Ale mau." pesan Arifin.


Mereka pun kembali makan bersama, dan Raisa melirik ke arah Aldo.


" Sungguh perut karung." Gumam Raisa yang melirik ke arah Aldo.

__ADS_1


" Hah, siapa kak yang perut karung?" tanya Katie yang mendengar gurauan Raisa.


" Itu kakakmu, baru saja menghabisi menu di sana lalu kini makan lagi." kata Raisa yang langsung berdiri dan meninggalkan mereka.


" Raisa mau kemana?" tanya Arifin.


" Mau ke kamar pak, mandi." kata Raisa.


" Kenapa kamu masih panggil pak? Aku kan mertuamu." tegas Arifin.


" Oh, baik pah!" kata Raisa sambil tersenyum dan menunduk, kemudian dia langsung menuju kamarnya.


" Gimana? Apakah berhasil?" tanya Arifin pada Aldo yang sangat penasaran.


" Dia baru akan mencoba." jawab Aldo dengan wajah lesu.


" Mama akan bantu, " jawab Merlin.


" Aku juga, " kata Katie dan Beby berbarengan, walaupun Beby belum paham.


Aldo kembali mengulas senyum, merasa banyak dukungan dari keluarga barunya.


" Sebaiknya aku pulang sekarang, karena besok harus menghadiri rapat." pamit Aldo yang menghentikan kunyahan nya.


" Baiklah, kami akan terus mendukung mu." kata Arifin dengan hentakan tangannya yang mengepal, " Semangat."


Aldo pun pulang meninggalkan keluarga nya, yang seharusnya memang dia tinggal di situ.


Raisa keluar dari kamar dengan rambut yang masih setengah kering.


" Dia sudah pulang, " jawab Katie.


Tampak raut wajah penuh kecewa, namun Raisa sembunyikan.


" Aku mau ke kamar dulu, selamat malam." kata Raisa yang memasuki kamar nya.


" Seperti nya Raisa mulai respek pah, " bisik Merlin.


*****


Hari sudah pagi, semua keluarga Arifin sudah berkumpul di ruang makan.


Terdengar bunyi klakson mobil, dan Raisa langsung menghampiri pintu.


" Aldo, " sapa Raisa.


" Aku mau sarapan." kata Aldo yang langsung masuk ke dalam rumah.


" Ish, tidak sopan." gerutu Raisa.


Saat Raisa akan berbalik untuk menutup pintu, Aldo langsung menarik tangannya, lalu mencium pipinya. " Morning kiss." ucapnya sambil tersenyum.


Reflek tangan Raisa langsung menyentuh pipinya, saat melihat Aldo telah meninggalkan nya. Wajahnya memerah, antara malu dan kesal.


Kemudian Raisa langsung menuju ruang makan untuk bergabung.


Terlihat Aldo sedang menyuapi Alesha, dan mereka begitu akrab.

__ADS_1


" Raisa, kenapa diam ayo makan." panggil Merlin yang melihat Raisa diam terpaku.


" Oh iya, " jawab Raisa yang langsung menempati bangku nya.


" Hari ini papa ada rapat, Ale nanti sama mama dulu ya!" ucap Aldo sambil menyuapi Alesha.


" Oke papa." jawab Alesha.


Setelah menyelesaikan sarapan nya, Aldo mengantar Raisa dan Alesha ke sekolah. Mereka pun pamit pada keluarga Arifin.


Mobil Aldo telah sampai di parkiran sekolah, lalu Aldo mencium pipi Alesha langsung pamit.


Raisa hanya memperhatikan Aldo, yang sudah begitu akrab dengan Alesha.


Aldo telah sampai di kantor nya, seperti biasanya Bianca selalu menyapanya.


" Permisi pak, anda harus mengikuti rapat lima belas menit lagi." lapor Bianca seraya menyerahkan map berwarna kuning.


" Baiklah, berikan materinya." perintah Aldo, dan Bianca langsung memberikan nya.


" Pak, apa benar wanita yang semalam adalah istri anda?" tanya Bianca mencari pembenaran dari Aldo


" Apa urusannya dengan mu, mau dia istri ku atau pacarku?" ketus Aldo yang sibuk membuka map berwarna kuning.


" Setahu saya dia guru balet, yang mengajar keponakan saya, dan sudah punya satu anak perempuan." jelas Bianca dengan nada ragu.


" Hmm...." jawab Aldo.


" Tapi dia kan gak jelas statusnya pak, janda atau istri orang. Soalnya di kartu identitas nya tertulis belum menikah." ujar Bianca.


" Terus kamu mau kepo sama urusan saya? Cepat sana pergi sebelum saya memecat kamu." gregetan Aldo pada tingkah sekertaris nya yang tukang gosip.


" Ish, " gumam Bianca yang lagi-lagi di usir oleh Aldo. Dia keluar ruangan dengan menghentakkan kakinya karena kesal.


Aldo hanya memutar kedua bola matanya, karena malas melihat tingkah sekertaris nya.


Lima belas menit berlalu, Aldo memasuki ruang rapat. Di sana sudah berkumpul para petinggi perusahaan.


Aldo nampak menunjukkan wibawa nya, yang biasanya cengengesan di depan keluarga nya. Kini dia lebih cool dan arogan, sikap itulah yang dimiliki dari kakeknya.


" Permisi pak?" sapa wanita cantik dengan blouse berwarna peach dan rok mini hitam mendekati Aldo.


Aldo mengamati wanita yang berdiri di hadapannya, sepertinya dia melihat wanita itu dengan Fay.


" Iya, " jawab Aldo dengan suara datar.


" Perkenalkan namaku Jenifer Arnoldi, marketing manager Johnson Corp." ucap manja Jenifer seraya mengulur kan tangan nya, bermaksud untuk bersalaman.


"Sepertinya ada sesuatu yang direncanakan oleh Fay!" batin Aldo yang begitu mengenali wanita di hadapannya.


Aldo adalah tipikal orang yang tidak pernah lupa, dengan wajah seseorang. Hal itu dia buktikan saat melihat Raisa pertama kali. Wajah nya selalu terbayang di ingatan nya.


Sejak saat itu, Aldo mulai mengenal wajah setiap orang yang melintas di hadapannya.


-


Silakan like dan berikan komentar mu.

__ADS_1


__ADS_2