
Raisa sudah sampai di rumah Arifin, di sana sudah ada Alesha yang menyambut nya.
" Papa.." orang yang pertama di sebut oleh Alesha dan dia langsung memeluknya.
Raisa yang sejak keluar dari mobil sudah merentangkan tangannya, hanya diam terpaku minta sikap sang anak.
" Ale, kamu gak mau peluk mama?" tanya Raisa.
Kemudian Alesha langsung melepaskan pelukannya dari Aldo. Dan dia langsung memeluk Raisa, " Mama kok baru pulang?" tanya Alesha yang sudah pandai merangkai kata.
" Mama..." ucapan nya terhenti, dia bingung harus menjelaskan apa dengan Alesha.
Sebelum nya Aldo telah memberi tahu Arifin, tentang Raisa yang di beri obat perangsang oleh Fay.
Hal itu membuat geram Arifin, maka Aldo dan Arifin akan merencanakan sesuatu untuk membuat mereka jera.
" Masuklah, kalian sudah sarapan?" tanya Merlin.
" Sudah, ma!" jawab Aldo.
" Aku ganti baju dulu." Raisa pamit menuju kamarnya.
Sembari menunggu Raisa, mereka sedang membahas soal pernikahan.
" Pah, Raisa setuju untuk menikah dengan ku " kata Aldo dengan raut wajah yang bahagia.
" Wah, selamat dong." sorak Katie yang juga bahagia mendengar kabar berita dari sang kakak.
" Terima kasih." balas Aldo, " Hanya saja aku harus pulang ke Indonesia untuk melamar nya pada ayahnya." kata Aldo.
" Iya karena Raisa masih punya orang tua, kau harus meminta ijin pada mereka." kata Arifin dengan bijak.
" Baiklah, kalian atur jadwal libur. Kalau sudah aku akan menyusun rencana pernikahan di Indonesia." tutur Aldo.
" Alesha akan mengadakan pertunjukan sebentar lagi, jadi aku rasa Raisa akan fokus pada lombanya." jelas Merlin yang tahu tentang kompetisi dari Calantha.
" Baiklah, aku akan menghadiri acara anakku." kata Aldo.
Raisa sudah keluar dari kamarnya, dan wajah nya pun kini cantik dengan polesan make up natural.
" Ayo, jalan." kata Raisa yang mengajak Alesha.
Mereka pun pamit pada keluarga Arifin, untuk pergi ke sekolah.
Di susul Arifin dan Merlin, yang akan berangkat bekerja. Begitupun Beby dan Katie, yang juga siap berangkat sekolah dan bekerja.
***
" Ma, aku bahagia akhirnya Aldo bisa meluluhkan hati Raisa." kata Arifin
" Iya, mama juga senang." kata Merlin.
" Terima kasih ya ma, kamu mau menerima Aldo." kata Arifin sambil menggenggam tangan Merlin.
" Aku tahu kau suami yang penyayang, dan pengertian selalu memberikan kesempatan untuk ku meraih cita-cita ku." kata Merlin.
" Lalu kita harus bagaimana, untuk merencanakan pernikahan Aldo?" tanya Arifin.
__ADS_1
" Aku akan mengambil cuti, agar bisa mengurus semua keperluan Aldo dan Raisa." kata Merlin.
" Terima kasih ya Ma, " ucap Arifin.
Dan mobil Arifin telah tiba di depan kantor Merlin. Usai mengantar Merlin, Arifin menuju kantor nya.
****
" Raisa, aku akan menjemput mu. Dan jangan pernah sekalipun menerima minuman dari Fay." kata Aldo memperingatkan.
" Iya, aku akan menunggu mu." kata Raisa.
" Pah, aku juga di jemput ya!" celetuk Alesha.
" Iya sayang, kamu yang paling utama." kata Aldo yang langsung mengelus pipi Alesha.
Mobil Aldo telah sampai di depan sekolah tempat Raisa bekerja.
" Ingat, nanti aku jemput." kata Aldo menekankan.
" Iya, " jawab Raisa sambil tersenyum
Kemudian Raisa masuk ke dalam sekolah bersama Alesha.
Dia mengantarkan Alesha menuju ruang kelasnya. Kemudian Raisa langsung menuju kantornya.
Bel masuk berbunyi, jam pelajaran pertama Raisa belum masuk ke kelas.
Kemudian datang Calantha yang menghampiri nya.
" Ada apa ya bu?" tanya Raisa.
" Aku ingin membicarakan sesuatu padamu." kata Calantha.
" Baik bu, " kata Raisa yang mengikuti langkah kaki Calantha.
" Silakan duduk." perintah Calantha.
" Baik bu, " jawab Raisa yang sudah duduk di hadapan Calantha.
" Raisa, maafkan atas kejadian kemarin." ucap Calantha mengiba.
" Soal apa?" tanya Raisa yang belum paham maksud Calantha.
" Soal tindakan anakku Fay." ucap nya dengan wajah mengiba.
" Oh soal Fay?" ucap Raisa dengan santai.
Raisa sebenarnya kesal dan benci dengan sikap Fay, namun dia merasa kasihan jika harus berdebat dengan Calantha.
Karena Calantha begitu baik padanya, jadi dia tidak tega untuk marah di depan Calantha.
" Apa aku tidak marah?" tanya Calantha yang memegang tangan Raisa.
" Aku marah, namun tidak berhak marah padamu. " ucap Raisa, " Hal itu akan ku selesai kan sendiri pada Fay." ucap Raisa dengan bijak.
" Maafkan anakku Raisa, aku sudah memarahinya. Dan aku akan menyuruhnya minta maaf kepada mu." kata Calantha.
__ADS_1
" Aku sudah memaafkan nya, " ucap Raisa.
" Terima kasih." kata Raisa, " Sebaiknya aku kembali ke kantor, karena sekarang jadwal ku mengajar." pamit Raisa.
" Iya, terima kasih atas kebijaksanaan mu Raisa." ucap Calantha sambil menemani Raisa menuju pintu.
Raisa kembali ke kantor, dan menyiapkan buku pelajaran.
****
Aldo yang berada di kantor nya langsung menghubungi papanya.
" Halo pah!" panggil Aldo melalui sambungan telepon seluler nya.
" Iya Aldo, ada apa?" tanya Arifin yang menjawab panggilan telepon dari Aldo.
" Apakah perusahaan ada yang bekerja sama dengan perusahaan milik Johnson?" tanya Aldo
" Sebentar aku akan cek." kata Arifin sambil menatap layar ponselnya.
" Aku sudah tidak sabar untuk menghancurkan nya." gumam Aldo sambil mengepalkan kedua tangannya.
" Kau tidak usah merusak acara pernikahan mu. Jangan gegabah, kita tidak akan tahu akibatnya jika kau menyerang terlebih dahulu." pesan Arifin.
" Baik Pah, aku akan mengikuti semua rencana mu." kata Aldo.
Mereka langsung mematikan sambungan telepon seluler nya.
" Sudah jam setengah dua belas, aku harus menjemput Alesha." ucap Aldo seraya melihat jam di tangannya.
Aldo pun pergi meninggalkan ruangan nya. Saat telah menuju lift terlihat Johnson, yang keluar dari lift dan menuju ke arahnya.
" Wah kebetulan kita ketemu di sini." ucap Johnson yang sudah berdiri di hadapan Aldo.
" Mau apa kau ke sini?" tanya Aldo dengan wajah sinis menatap ke arah Johnson.
" Bisa kita bicara di dalam?" tanya Johnson sambil mengangkat kedua alisnya.
" Maaf, aku harus menjemput anakku. Kalau kau ingin menunggu silakan saja." kata Aldo dengan senyum mengejek.
" Apa tidak bisa menyuruh supir?" Tanya Johnson yang geregetan melihat keangkuhan di raut wajah Aldo.
" Anakku lebih penting darimu, dan kau bukan orang penting bagiku. " ejek Aldo yang langsung berjalan meninggalkan Johnson.
" Cih dasar anak haram, sungguh amat sombong tingkah mu." umpat Johnson yang sudah terlihat kesal menghadapi sikap Aldo.
Langkah Aldo terhenti, dirinya begitu emosi karena terpancing omongan dari Johnson.
Namun dia mengingat pesan papanya, kalau untuk saat ini dia tidak harus memulai pertengkaran.
Aldo pun mengacuhkan nya, dia langsung menekan tombol lift. Dan pas sekali pintu nya pun terbuka, Aldo langsung masuk dan menutup pintu lift nya.
" Ingat Johnson, kau harus membayar mahal atas kematian ibuku." batin Aldo.
-
Silakan like dan berikan komentar mu.
__ADS_1