
Hari ini adalah hari pertama mereka, akan melakukan sesi wawancara di televisi nasional.
Berdegup cepat jantung Raisa, karena ini merupakan kali pertama untuk nya.
Belum terbiasa dengan kamera, yang akan menyoroti nya.
Alesha dan keluarga Arifin telah bersiap menuju stasiun televisi swasta. Mereka sangat bangga dan juga antusias.
" Raisa, apa kamu sudah memikirkan jawaban dari semua pertanyaan yang di berikan oleh tim dari televisi?" tanya Merlin sambil mengikatkan rambut Alesha yang panjang.
" Sudah bu." jawab Raisa.
" Semangat ya Tan, jangan gugup." kata Katie yang menyemangati Raisa
" Terima kasih Katie." jawab Raisa.
" Bu Isa, nanti panggil aku ya kalau dedek Ale nakal. " kata Beby sambil mencubit pipi Alesha.
Terlihat Alesha membalas cubitan dari Beby. Mereka berdua berbalas cubitan.
Hal itu yang di lakukan Alesha jika sedang bercanda dengan Beby.
Mereka sudah sampai di stasiun televisi nasional, yang sangat terkenal di Perancis.
" Ayo kita turun." kata Merlin yang menyuruh anak-anak nya turun.
Saat akan menuju lobby, terlihat Calantha bersama dengan Fay.
" Fay! " Kok kamu gak bilang sih mau datang ke sini juga?" rajuk Katie sambil memegang lengan Fay.
Terlihat Fay sangat jengah, ingin sekali dia menyapa Raisa. Namun karena dia masih status pacarnya Katie, maka hal itu dia urungkan.
" Raisa, apa kamu sudah siap?" tanya Calantha yang sudah berhadapan dengan Raisa.
" Sudah bu." jawab Raisa.
" Fay, kamu kok ada di sini?" tanya Raisa yang pandangan matanya beralih ke Fay.
" Dia anakku." kata Calantha memperkenalkan Fay pada Raisa.
" Oh, maaf aku baru tahu. " jawab Raisa tersenyum.
" Udah ayo kita masuk." ajak Merlin yang menuntun tangan Alesha dan juga Beby.
Calantha menghampiri Merlin, dia juga menuntun tangan Alesha. Dan mereka berjalan beriringan.
Sedangkan Katie memeluk lengan Fay, dan Raisa berjalan sendiri di belakang.
Saat akan melangkahkan kakinya, tiba-tiba Raisa merasakan tangan nya di genggam. Raisa melihat tangan laki-laki yang menggenggam tangan.
Dia langsung menoleh ke arah samping kanannya.
" Kamu..." lirih Raisa sambil mengerutkan keningnya.
" Aldo, kenapa kamu susah banget sih manggil namaku?" tanya Aldo yang semakin mengeratkan genggaman nya.
__ADS_1
" Lepaskan.." ucap Raisa memandang sinis Aldo.
" Aku ingin kita di wawancara tentang Alesha." kata Aldo sambil tersenyum.
" Aku tidak mau..." berontak Raisa yang langsung menggigit tangan Aldo. Kemudian dia berlari menghampiri Alesha.
" Raisa .." panggil Aldo.
Fay dan Katie pun menoleh ke arah belakang, melihat orang yang memanggil nama Raisa.
" Siapa dia?" tanya Katie yang melihat Aldo berjalan bersama Arifin.
" Katie, perkenalkan dia kakak kamu." kata Arifin yang memperkenalkan Aldo.
" Kakak?" bingung Katie.
" Nanti papa akan jelaskan, sebaiknya kita hampiri mamamu dan juga Alesha." kata Arifin.
Kemudian Katie berjalan bersama Arifin, sambil memeluk lengan nya
" Tapi pah, kok dia kenal sama tante Raisa?" tanya Katie.
" Nanti kamu juga akan tahu." jawab Arifin.
Aldo dan Fay berjalan beriringan, ada perasaan tidak suka saat Fay melihat ke arah Aldo.
" Tidak usah memandang ku seperti itu." cibir Aldo tanpa melihat Fay.
" Ada hubungan apa kau dengan Raisa?" tanya Fay dengan suara pelan.
" Nanti juga kau tahu." balas Aldo terlihat senyum puas mengulas di bibirnya.
Acara akan di mulai, para undangan tamu VIP sudah hadir di bangku tamu.
Pembawa acara telah memulai acara nya, dan Raisa di panggil untuk maju ke studio.
Acara pertama adalah sesi wawancara, yang kemudian Raisa menjawab semua pertanyaan dari pembawa acara. Dan kemudian pertunjukan.
Alesha yang memperlihatkan bakat menari nya. Dilanjutkan break, dan mereka beristirahat.
Raisa bingung, padahal di skenario seharusnya sudah selesai. Tapi kenapa di harus kan menunggu lagi. Akhirnya Raisa tidak memperdulikan hal itu, karena dia masih awam dengan dunia entertainment.
Acara selanjutnya telah di mulai, sesi terakhir untuk acara Alesha.
" Baiklah pemirsa, kini kami panggilkan ayah dari Alesha." kata pembawa acara, " Revaldo Junior Putra, pengusaha pemilik properti dan tambang minyak nomor satu si dunia." Ucap sang pembawa acara memanggil nama Aldo.
Kemudian Aldo pun masuk ke dalam studio. Raisa langsung berdiri dan menatap tajam ke arah Aldo.
" Tunggu, sejak kapan orang ini mengaku kalau dia adalah ayah Alesha?" kesal Raisa karena merasa telah di permainkan oleh pihak penyelenggara.
" Memang benar bukan, kalau aku ayah dari Alesha?" ucap Aldo.
" Apa buktinya?" geram Raisa.
" Pak Arifin adalah ayahku, dan Alesha adalah anakku. Bukankah kau telah mengatakan nya pada Pak Arifin kala itu?" tanya Aldo mencari pembenaran.
__ADS_1
" Bu Raisa, sebaiknya anda tenang. Karena kita berada di acara live." kata sang pembawa acara.
Sebelum acara, Aldo meminta pada produser untuk memperkenalkan diri sebagai ayah biologis dari Alesha. Dan itu akan membuat kejutan untuk Raisa.
Akhirnya Raisa mengalah, dia pun duduk menuruti semua perkataan pembawa acara.
Raisa memang masih polos seperti dulu, hal itu yang membuat Arifin iba dan mau menerimanya. Dia sangat yakin kalau Raisa adalah gadis baik.
Selesai acara, Raisa langsung menggendong Alesha. Namun Alesha menolak, dia lebih menghampiri Aldo.
" Sini sayang, sama papa." kata Aldo yang melebarkan tangan, untuk menyambut pelukan dari Alesha.
" Alesha, panggil papa ya." ucap Aldo yang mengajari Alesha.
" Pa- pa-." jawab Alesha terbata-bata.
" Anak pintar, ayo kita pulang." ajak Aldo yang langsung menggendong tubuh Alesha.
" Hey mau kau bawa kemana anakku?" teriak Raisa.
" Aku bawa pulang." jawab Aldo dengan nada santai.
" Lepaskan anakku.." kata Raisa yang menghampiri Aldo untuk melepaskan gendongan nya.
" Ale gak mau." suara Alesha tiba-tiba terucap dari bibir mungilnya.
Raisa terperanjat, dia terkejut mendengar Alesha bisa berbicara.
" Alesha, sama mama yuk." bujuk Raisa menandakan kedua tangan nya.
" Gak mau, " ucap Alesha yang mengeras pelukan nya pada Aldo.
Lalu tangan Aldo langsung menggenggam tangan Raisa, kemudian menuntunnya.
" Ikut dengan ku." ucap Aldo sambil berjalan, kemudian di ikuti oleh Raisa.
Saat Aldo menuju pintu keluar studio, dia melihat Johnson sedang berdiri di depan pintu.
" Oh bagus sekali, anaknya mengikuti jejak ayahnya." cibir Johnson sambil bersedekap.
" Apa maksud mu?" tanya Aldo seraya menatapnya tajam.
" Nasibmu sama seperti anakmu, buah jatuh tidak jauh dari pohonnya." ujar Johnson.
" Johnson, cukup." teriak Arifin yang langsung menghampiri Aldo yang sedang menggendong Alesha.
" Oh kalian sudah bertemu rupanya?" sindirnya dengan senyuman mengejek.
" Aldo, pergilah dahulu. Nanti aku menyusul." perintah Arifin.
Kemudian Aldo pergi meninggalkan Arifin dan Johnson.
" Papa, apakah kalian saling mengenal?" tanya Fay yang juga menghampiri Johnson.
" Sudah sangat mengenal mereka." sahut Johnson.
__ADS_1
-
Silakan like dan berikan komentar mu.