
Pagi ini Raisa sibuk dengan kegiatannya untuk pergi ke Paris. Aldo telah sampai sejak tadi pagi, untuk menjemput Raisa dan Alesha.
" Apakah kalian sudah siap?" tanya Aldo yang berdiri di depan kamar Raisa dan Alesha.
" Sudah, " jawab Raisa sambil membawa koper.
" Baiklah anak papa, kamu harus tampil maksimal ya. Papa akan beri tepuk tangan yang meriah untuk penampilan mu." kata Aldo sambil mencium pipi Alesha.
" Iya papa." jawab Alesha yang membalas ciuman Aldo.
Kemudian mereka berjalan menuju lantai bawah. Di sana sudah menunggu keluarga Arifin.
" Raisa, kami akan datang besok saat penampilan Ale. " kata Merlin.
" Jadi kalian tidak jadi berangkat dengan kami?" tanya Raisa dengan wajah bersedih.
" Maafkan aku yang hanya bisa mengambil cuti sehari. Karena aku sudah mengajukan cuti untuk mengurus pernikahan kalian." kata Merlin mengiba.
" Baiklah, kami berangkat dulu." pamit Raisa seraya mencium pipi Merlin, lalu Katie dan Beby.
Mereka lalu menuju mobil, dan akan berangkat ke sekolah untuk menjemput salah satu murid yang telah lolos seleksi.
Jangan tanya soal Aldo, karena dia adalah seorang bos. Mau libur atau cuti tak perlu ijin pada siapapun.
" Paris itu seperti apa Aldo?" tanya Raisa.
" Terletak di tepi Sungai Seine, ibu kota Perancis ini merupakan tempat yang romantis, dengan jalan-jalan dan gedung-gedung yang indah, serta landmark terkenal seperti Menara Eiffel dan Gereja Sacre-Coeur.
Kota ini juga memiliki Museum Louvre yang menyimpan lukisan Monalisa, catacomb (kuburan bawah tanah) yang menjadi tempat istirahat terakhir jutaan tulang belulang, hingga Katedral Notre-Dame dari abad ke-12 yang agung dan megah." ucap Aldo menjelaskan betapa indahnya kota Paris yang merupakan ibukota dari Perancis.
Karena mereka tinggal di kota Lille, merupakan kota terbesar di utara Perancis.
Sesampainya di sekolah, mereka langsung berangkat bersama. Karena Julia membawa mobil sendiri bersama orang tuanya.
Kedua orang tua Julia sangat berterima kasih pada Raisa. Karena berkat Raisa, anaknya menjadi pribadi yang percaya diri dan mau bergaul. Awalnya Julia merupakan anak yang pendiam, dan mereka bingung untuk mengetahui bakat dari Julia
Selang beberapa jam, akhirnya mereka pun sampai di kota Paris.
Mereka langsung menuju hotel, tempat mengadakan pertunjukan.
" Bu, apakah sudah mendapatkan kunci kamar?" tanya Raisa pada orang tua Julia.
" Sudah, Bu Calantha telah memberikan pada saya kemarin." lapor ibu dari Julia.
" Baiklah, nanti sore kita akan kumpul di ballroom hotel untuk acara gladi resik besok." pesan Raisa.
" Baik bu, " jawab ibu dari Julia.
" Sekarang kita istirahat dulu, sampai ketemu nanti sore ya bu." kata Raisa yang sudah berpisah dengan keluarga Julia.
" Aldo, apa kau tidak mau menyewa satu kamar lagi?" tanya Raisa.
__ADS_1
" Untuk siapa?" tanya Aldo dengan wajah yang polos.
" Ya untuk mu, memang untuk siapa lagi?" geram Raisa melihat wajah Aldo yang berpura-pura polos.
" Kita kan keluarga." ucap Aldo yang telah membuka pintu kamar, dan membawa masuk kopernya.
" Tapi kita kan belum menikah." bisik Raisa yang mengekori Aldo yang sudah masuk ke dalam kamar.
" Tidak ada yang tahu, dan aku tidak akan berbuat yang macam-macam. Kau tenang saja." ucap Aldo dengan nada santai sambil merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.
" Papa,,, " panggil Alesha yang langsung memeluk Aldo.
Alesha pun tidur setelah di usap punggungnya oleh Aldo. Lalu Aldo juga tertidur pulas di kasur.
" Ish, kenapa dia harus tidur di kasur sih? Kan kasurnya cuma satu." gerutu Raisa sambil mendengus kesal.
Raisa pun merapikan baju-bajunya dan dimasukkan ke dalam lemari.
Tanpa terasa kedua matanya pun mengantuk, dia langsung terbaring di sofa.
Aldo terbangun dari tidurnya, dia melihat Raisa yang tertidur di sofa. Dan langsung mengangkat nya menuju ke atas kasur.
Kemudian Aldo melihat ponselnya yang sedari tadi terus bergetar.
Aldo melihat pesan dari sekertaris nya Bianca.
" Tuan, ada masalah di kantor." kata Bianca dengan suara yang panik
" Soal rumor tentang identitas anda." balas ya.
Kemudian Aldo langsung menuju balkon untuk menghubungi Bianca.
" Rumor tentang apa?" tanya Aldo dengan suara berbisik.
" Rumor--" Bianca ragu mengucapkan nya.
" Rumor tentang apa?" desak Aldo yang sangat penasaran.
" Tentang status anda yang merupakan anak haram." kata Bianca melaporkan, " Dan berita itu sudah tersebar di media massa." ucap Bianca.
" Aku akan mengeceknya, nanti aku hubungi lagi. Untuk hari ini dan esok, aku harap kau bisa menghandle nya. " kata Aldo yang memerintah kan Bianca.
" Baik Pak, aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk menepis rumor yang beredar." kata Bianca.
Aldo langsung menghubungi papanya, dia membicarakan semua yang di katakan oleh Bianca.
" Pah, *apakah sudah menerima informasi soal rumor yang beredar di internet?"
" Sudah, tenang saja. Biar papa atasi, kau temani saja Raisa." pesan Arifin.
" Terima kasih pah!"
__ADS_1
Kemudian Aldo mengakhirinya pembicaraan nya, melalui sambungan telepon.
Aldo langsung menuju tempat tidur dan berbaring di sebelah Raisa.
****
Waktu menunjukkan pukul empat sore, Raisa terbangun dari tidurnya.
Dia merasakan ada yang berat menindih perutnya.
" Aldo, " lirihnya lalu membangunkannya.
" Minggir, aku mau bangun." ucap Raisa yang langsung mengangkat tangan Aldo.
" Kenapa harus bangun?" tanya Aldo dengan nada suara yang malas
" Sudah jam empat, aku harus menuju ballroom." kata Raisa yang langsung terkejut, melihat tidak ada Alesha di sebelahnya.
" Dimana Ale?" panik Raisa yang langsung bangun dari tempat tidur.
" Bukankah tadi di samping mu?" tanya Aldo sambil mengerjap-ngerjapkan kedua bola matanya.
" Cepat cari Ale.." Raisa terlihat begitu panik, karena kamar yang di sewa oleh Aldo sangat luas.
" Coba kau lihat di balkon!" perintah Raisa pada Aldo, sedang kan dia menuju kamar mandi.
Raisa membuka pintu kamar mandi, namun tak nampak keberadaan Alesha.
" Aldo, Ale tidak ada di kamar mandi." teriak Raisa.
" Dia juga tidak ada di balkon." ucap Aldo yang mencari Alesha.
Kemudian Aldo dan Raisa menuju arah dapur, terlihat Alesha sedang mengacak-acak isi kulkas.
" Ale, kamu bikin mama cemas." ucap Raisa yang merasa lega melihat keberadaan Alesha.
" Kamu lapar?" tanya Aldo yang langsung menggendong Alesha dengan wajahnya yang belepotan karena makan es krim.
Alesha pun mengangguk kan kepalanya, dan memberikan bungkusan es krim yang sudah kosong pada Aldo.
Segera Aldo mencuci tangan Alesha, dan mengganti bajunya.
" Biar aku mandikan, karena hari juga sudah sore." kata Raisa yang langsung meminta Aldo untuk menyerahkan Alesha.
" Ale sama mama dulu ya!" bisik Aldo di telinga Alesha.
" Iya pah, " jawab Alesha yang langsung melompat ke gendongan Raisa.
" Ayo kita mandi sayang!" ajak Raisa yang langsung menuju kamar mandi.
-
__ADS_1
Silakan like dan berikan komentar mu.