
Raisa pulang dengan membawa belanjaan kebutuhan rumah, dan tak lupa cemilan untuk Beby.
" Bu Isa, adik Ale minum susunya banyak tadi sama bibi." kata Beby yang melapor pada Raisa.
" Wah banyak, jadi cepat besar dong nanti kayak Beby." balas Raisa menanggapi celotehan gadis berusia enam tahun.
" Iya, biar bisa nari kayak Beby." sahut Beby.
" Iya udah, habis Bu Isa mandi kita latihan ya." kata Raisa.
" Iya bu, aku mandi juga ya." kata Beby.
Raisa mengambil Alesha dari gendongan bibi, terlihat dia tertidur pulas.
" Terima kasih ya bi, karena sudah membantu saya." kata Raisa pada bi Zaenab.
" Iya non, karena pak Arifin seperti nya sangat sayang sama bayi non Raisa." tutur Bi Zaenab.
" Mungkin dia merindukan Beby kecil kali Bi?" ucap Raisa menebak.
" Bi, ini ada cemilan untuk bibi. Dan ini hari pertama aku bekerja di sekolah. Aku berterima kasih sama bibi karena telah menolong ku." kata Raisa.
" Iya non, bibi senang jadi ada teman ngobrol juga. Non Raisa mengingatkan pada anak bibi yang di kampung." kata bi Zaenab seraya menundukkan kepalanya.
" Kapan-kapan aku mau main ke kampung bibi." kata Raisa dengan tersenyum, mencoba menghibur Bi Zaenab.
" Bibi juga uda kangen sama anak bibi." kata Bi Zaenab.
" Ya sudah bi, sebaiknya kembali ke rumah pak Arifin." pinta Raisa.
" Iya, bibi balik dulu ya non." pamit bibi sambil mencium pipi Alesha.
*****
Pagi tiba, Raisa telah rapi mengenakan seragam yang telah di berikan oleh pihak sekolah.
" Raisa, siang ini aku akan pergi ke Perancis untuk mengadakan pertemuan pada klienku." kata Arifin yang sedang menikmati sarapan bersama-sama.
" Iya papa, kenapa mendadak?" rajuk Beby yang menghentikan minum susunya.
" Karena klien papa mau meminta penjelasan langsung dari papa, sayang." ucap Arifin menjelaskan pada Beby.
" Baik pak, nanti Beby saya yang jaga bersama Bi Zaenab." kata Raisa seraya menyantap nasi goreng buatan Bi Zaenab.
" Terima kasih, Raisa. Dan nanti aku akan mengajak istriku pulang, dia ingin berkenalan dengan mu." kata Arifin.
__ADS_1
" Baik pak, saya akan senang sekali berkenalan dengan istri anda." kata Raisa.
" Hore, mama mau pulang." seru Beby yang sangat gembira mendengar kepulangan mamanya.
" Beby jangan nakal ya, dan temenin dedek Ale." pesan Arifin.
" Iya, papa. Beby akan jagain dedek Ale." kata Beby sambil mendekati Alesha yang berada di stroller.
" Baik pak, saya pamit dulu mau bekerja." kata Raisa yang sudah selesai sarapan.
" Bu Isa, aku bareng berangkat nya." kata Beby merajuk.
Raisa melihat ke arah Arifin, karena dia akan naik ojek online. Tak mungkin mengajak Beby untuk berpanas-panasan dan menghirup asap knalpot.
" Mulai sekarang, kamu pergi dengan Beby ya. Karena sekolah kalian kan satu jalur." kata Arifin.
" Baiklah, pak." kata Raisa yang langsung mengambil ponselnya.
" Kamu mau ngapain Raisa?" tanya Arifin.
" Mau pesan ojek pak, " jawab Raisa.
" Kamu bisa minta tolong Yuda untuk mengantarmu setiap hari." kata Arifin.
" Baik, pak." jawab Raisa, " Kalau begitu saya jalan dulu, ayo Beby." ajak Raisa seraya menuntun tangan Beby.
Raisa tiba lebih dulu di sekolah. Saat sudah sampai halaman sekolah, ada Fairuz yang berpapasan dengan nya mengendarai motor ninja.
" Apa, anaknya sudah besar?" batin Fay saat melihat Raisa mencium kening Beby.
Dan Fay pun memarkirkan motor nya di halaman parkir sekolah.
" Bu, anaknya uda gede juga ya! Bukannya kemarin bilangnya baru tiga bulan?" celetuk Fay saat Raisa melintas di hadapannya.
" Kamu sudah jadi paparazi rupanya?" cibir Raisa menanggapi pertanyaan Fay. Kemudian dia tak lagi menjawab, dan berlalu pergi meninggalkan Fay yang terdiam di samping motor nya.
Lalu Fay menuju kelasnya dengan wajah sinis, karena telah di cuekin oleh Raisa.
" Eh lo tau gak, kalau Bu Raisa udah punya anak kisaran enam tahun?" kata Fay yang sedang bergosip dengan teman satu gengnya yang berjumlah lima orang.
" Lah tampangnya kan masih muda, masa punya anak segitu gede?" tanya Rizaldi yang biasa di panggil ijal oleh teman-temannya.
" Enggak tahu, tadi gue liat dia nyium anaknya di mobil." kata Fay mengadu.
" Itu ponakannya kali, kayaknya bu Raisa masih muda deh. Kalo aja belum nikah, udah gue gebet tuh." sambung Judika yang merupakan playboy di sekolah.
__ADS_1
" Idih lu, jangan songong." kata Jordy yang menjitak kepala Judika.
" Sial lu, " balas Judika yang menjitak kepala Jordy.
" Tet, tet, tet..."
" Eh uda bel masuk, " seru Firman yang merupakan anak yang paling pendiam dia antara mereka berlima dalam satu geng.
Geng mereka terkenal dengan ketampanan dan ke tajirannya. Karena orang tua mereka merupakan para pejabat di departemen pemerintah, dan mempunyai kedudukan yang tinggi.
Banyak gadis-gadis yang menawarkan diri untuk menjadi kekasihnya. Dan yang paling di incar adalah Fay, pemuda paling tampan di sekolah. Semua di tolak Fay, karena dia tidak ingin repot dengan urusan cinta.
Namun saat melihat Raisa, hati Fay berubah. Dia jadi penasaran dengan Raisa yang mempunyai wajah cantik dan tidak membosankan.
****
Arifin telah bertolak menuju Perancis, dia akan menghadiri rapat di perusahaan tempat Aldo memimpin.
Setelah sampai dia langsung menemui Aldo di perusahaan Wisnutama.
Arifin sangat mengingat sekali saat dia di usir, oleh pemilik perusahaan Wisnutama
" Kini aku bekerja sama dengan perusahaan yang dulu memecatku dengan tidak hormat." batin Arifin yang memandang gedung tinggi, yang menjulang mendekati langit biru.
Arifin pun masuk ke dalam gedung untuk menemui sang pemilik.
" Permisi pak, mau bertemu dengan siapa?" tanya resepsionisnya yang berada di lobi kantor.
" Mau bertemu dengan pemilik perusahaan Wisnutama." jawab Arifin dengan wajah dingin nya.
Saat berhadapan dengan lawan bisnisnya, Arifin terlihat sangat tegas dan berwibawa. Berbeda saat dia berhadapan dengan istri dan anak-anaknya, begitu juga Raisa. Wajah nya sangat lembut, mencerminkan kepala keluarga yang penyayang.
" Apa anda sudah membuat janji sebelumnya?" tanya resepsionis dengan nada sopan.
" Katakan Arifin Dananjaya ingin menemui nya." kata Arifin.
" Baik pak, tunggu sebentar saya akan menghubungi sekertaris nya ." kata resepsionis yang berjaga.
Selang beberapa menit, Arifin di jemput oleh Bianca. Kini penampilan Bianca berubah drastis. Aldo memintanya untuk memakai celana panjang dan kemeja panjang. Itulah syarat yang di berikan oleh Aldo untuk Bianca, dan semua pegawai wanita yang berada di kantornya.
Arifin mengikuti langkah Bianca menuju ruangan rapat.
Mereka akan membahas tentang kemajuan teknologi, yang akan di pergunakan oleh perusahaan Aldo.
-
__ADS_1
Silakan like dan berikan komentar mu.