
Selesai mengajar di sekolah, Raisa berbelanja pakaian bayi di pasar. Dia mengambil handphonenya untuk memesan ojek online. Selang beberapa menit, dia pun mendapatkan driver.
Raisa menuju pasar dan sudah sampai di toko yang menjual pakaian bayi. Dia membeli dengan harga grosir, agar bisa membeli banyak dan murah. Karena memang sebelumnya dia belum mempersiapkan perlengkapan bayi.
Setelah memilih popok dan baju bayi, Raisa langsung menuju ke tempat pakaian orang dewasa. Dia membeli setengah lusin daster, dan juga gurita untuk nya. Karena memang dia hanya hidup sendiri. Makanya dia harus mempersiapkan segala sesuatunya sendiri.
Dua kantong belanjaan sudah penuh di tangannya, rupanya dia sangat kerepotan membawa barang belanjaan.
Sebelumnya dia memang menabung untuk membeli perlengkapan bayi.
Tubuhnya amat lelah, maka dia memanggil jasa kuli pasar untuk mengangkut belanjaan nya.
" Dek, apa butuh bantuan buat angkut barang nya?" tanya kakek yang usianya berkisar 60 tahun.
" Oh, iya kek. Aku memang sedang mencari kuli pasar." kata Raisa.
" Kakek bisa bantu bawakan, mau ke arah mana dek?" tanya sang kakek.
" Apa kakek kuli pasar?" tanya Raisa mengiba melihat kakek yang sudah tua.
" Iya, dari pagi belum ada yang mau di bantu sama kakek." kata sang kakek.
" Oh ya udah, tapi berat kek." kata Raisa yang mencoba membawa satu kantong plastik.
" Kakek bisa dek, sini dua-duanya kakek bawa." pinta kakek yang langsung mengambil satu kantong yang berada di tangan Raisa.
" Oh iya, kek. Terima kasih ya." kata Raisa, " Kita ke depan kek, aku mau pesan ojek dulu." ujar Raisa.
Sang kakek berjalan terlebih dahulu, menunjukkan letak pintu keluar.
Setelah sampai di luar, sang kakek menaruh dua kantong plastik besar di atas aspal.
" Kek, antar aku ke warung nasi bisa?" tanya Raisa yang menunjukkan tangan nya ke arah warung nasi Padang.
" Oh iya dek." sahut sang kakek yang mengikuti langkah Raisa.
Mereka sampai di warung nasi Padang, lalu Raisa duduk. Dia mempersilakan kakek untuk duduk juga.
" Kakek, tolong pesankan dua porsi nasi ayam pop ya." kata Raisa yang meminta tolong sang kakek.
" Bentar dek." kata kakek yang menuju laki-laki yang berdiri di depan etalase lauk.
" Kesian ya, hamil besar tapi yang bawain belanja nya malah kakek nya. Memang suaminya kemana?" terdengar suara ocehan dua remaja yang sedang duduk menikmati hidangan nasi padang.
Sebenarnya Raisa mendengar ucapan dari dua remaja yang duduk di belakangnya. Namun dia tidak menghiraukan, karena sudah terlalu berat beban hidupnya. Jadi dia memutuskan untuk tidak mendengarkan segala ocehan orang.
__ADS_1
Sang kakek menghampiri Raisa, dan berdiri.
" Kek, kenapa berdiri. Duduk sini, temani aku makan." ajak Raisa.
" Tapi dek, kakek gak punya duit." jawab Kakek dengan wajah melasnya.
" Kakek makan aja, nanti aku yang bayar." jawab Raisa.
" Jangan dek, lebih baik uangnya buat ongkos kakek saja." tolak kakek.
" Sudah makan saja kek, nanti aku tambahin ongkos nya juga." jawab Raisa yang menarik tangan kakek dan menyuruhnya duduk.
Makanan pun datang, Raisa menyantap hidangan nya dan juga kakek.
Raisa melihat sang kakek hanya memakan nasi. Sedangkan lauknya dia pisahkan ke pinggir.
" Kek, kok gak makan lauknya?" tanya Raisa.
" Buat istri sama cucu kakek di rumah." jawab kakek.
" Memang di rumah ada berapa orang yang harus kakek nafkahi?" tanya Raisa.
" Hanya istri dan seorang cucu yang di tinggalkan oleh orang tuanya." jawab Kakek.
" Meninggal?" tanya Raisa seraya mengerutkan alisnya.
Raisa menghentikan kunyahan nya, lalu meminum air putih yang ada di hadapannya.
" Kek, pesankan dua bungkus. Tapi dengan lauk kesukaan nenek dan cucu kakek ya." kata Raisa.
" Tapi dek." ragu Kakek.
" Sudah pesan aja kek, aku gak kuat berdiri lama-lama." kata Raisa yang menyuruh Kakek untuk memesan lagi.
Lalu sang kakek pun menurut, dia menghampiri penjual yang berada di depan etalase.
Raisa merasa sungguh beruntung nasibnya jika di bandingkan dengan sang kakek. Dia tersadar dan merasa bersalah pada dirinya sendiri. Dulu dia mencoba bunuh diri, hanya karena tidak sanggup menghadapi kenyataan kalau hamil tanpa suami. Tapi Tuhan berencana lain, dia mengirim orang yang sangat menyayangi nya. Dan itu bukanlah dari suami ataupun keluarga nya.
" Sudah dek, " jawab sang kakek yang membawa dua bungkus nasi Padang dan juga bungkusan dia yang tadi bekas di makannya.
" Uda', kemari." panggil Raisa seraya melambai kan tangan nya.
Sang pemilik pun menghampiri Raisa, " Iya bu." jawabnya.
" Berapa semuanya?" tanya Raisa.
__ADS_1
" Apa aja tadi?" tanya sang pemilik.
" Nasi ayam pop dua, kakek pesanannya apa?" tanya Raisa.
" Nasi sama telur dadar dua." jawab kakek.
" Berapa uda?" tanya Raisa.
" Jadi 55 rb, bu." jawabnya.
Lalu Raisa memberikan uang pada sang pemilik rumah makan Padang.
" Ayo kek, " ajak Raisa yang tersenyum sinis ke arah dua orang remaja yang terus membicarakan nya.
Raisa begitu kesal pada orang-orang yang hanya melihat luarnya saja.
" Kek, aku sudah memesan ojek. Jadi kakek taruh saja barang nya di situ." kata Raisa sembari memberikan uang seratus ribu berjumlah lima lembar.
" Dek, ongkos kakek hanya sepuluh ribu. Uang ini kebanyakan." kata sang kakek yang mengembalikan lagi uang Raisa.
" Untuk cucu dan istri kakek, dia akan sangat bahagia memilikimu kakek." kata Raisa dengan tersenyum.
" Terima kasih ya dek, semoga rumah tangga nya langgengnya. Dan bisa melahirkan lancar, ibu dan bayi sehat dan selamat." ucap kakek.
Raisa hanya tersenyum perih mendengarkan doa dari sang kakek. Seandainya hidupnya seperti yang di doakan kakek, mungkin dia akan mengaminkan. Tapi dia hanya mengaminkan doa kakek tentang keselamatan bayinya. Karena Arifin sangat berpesan padanya, untuk menjaga anak yang di kandung nya.
" Iya udah kek, ojekku sudah datang." kata Raisa yang membalikkan tubuhnya menghadap tukang ojek.
Sungguh terkejut dirinya saat dia mengenali motor di hadapannya.
" Faisal..." ucap Raisa, sebelumnya dia tidak lagi mengecek driver yang di pesannya.
" Raisa.." lirih Faisal seraya melihat perut Raisa yang mulai membulat sempurna.
" Kakek tinggal ya dek." kata kakek yang sudah melihat Raisa mendapatkan ojeknya.
" Terima kasih rejeki nya ya dek." kata kakek yang langsung pergi dengan wajah ceria.
Raisa begitu senang melihat senyum di wajah kakek. Namun saat melihat Faisal ingin rasanya dia membatalkan order.
" Aku cancel ya." ucap sinis Raisa.
" Jangan, biar aku antar kau pulang." kata Faisal yang langsung mengangkut belanjaan Raisa.
-
__ADS_1
Silakan like ya guys.