Sang Balerina Cilik Putri Tuan Aldo

Sang Balerina Cilik Putri Tuan Aldo
Bab 71


__ADS_3

Raisa dan kedua asisten nya menuju kedai bakso, yang berada tidak jauh dari sekolah.


" Bi, aku kangen bakso." kata Raisa yang berjalan di sebelah Bi Zainab.


Hubungan mereka sudah mulai akrab, dan Raisa menggandeng tangan Bi Zainab.


" Iya, non bisa makan sepuasnya." kata Bi Zainab meledek.


" Ih Bibi, mau bikin aku gemuk ya?" rajuk Raisa sambil mencubit pinggang Bi Zainab.


" Ckckck.. Enggak non, makan sepuasnya bukan berarti makan banyak kan?" kata Bi Zainab membela dirinya.


" Ish, bibi mah ngeles aja." kata Raisa sambil mencebikkan bibirnya.


Mereka makan berjajar di kedai bakso, dan mang Udin memesan mi ayam kesukaan nya.


" Mang, siapa tuh?" tanya penjual bakso langganan Udin.


" Oh, dia nona kami." jawab Udin.


" Oh istrinya Aldo, toh!" kata tukang bakso dengan tawa renyah nya, " Owalah, cantik tenan." pujinya.


" Iya, dulu bekas istri Faisal." celetuk ibu-ibu yang berdiri di sebelah tukang bakso.


" Eh bu, apaan nih maksud nya?" bentak Udin yang begitu geram dengan sahutan ibu-ibu bertubuh gemuk yang ku juga sedang membeli bakso.


" Iya emang bukannya begitu? Bagus deh dia selingkuh sama Aldo, wong dia mandul kok si Faisal." sahutnya kasar.


Raisa hanya terdiam mendengar penuturan dari ibu-ibu yang bernama Rodiah..


" Heh bu Rodiah, jangan gosip di warung saya keles. Nanti bisa kabur semua langganan saya, gara-gara mulutmu yang usil itu." tegur sang pemilik kedai.


" Iya udah, saya gak jadi beli baksonya." sahutnya kasar, dan langsung bergegas pergi meninggalkan kedai bakso.


" Maaf ya, soal kelakuan ibu-ibu tadi." kata tukang bakso yang bernama Wahid.


" Iya mas Wahid, kami maklum kok soal ibu-ibu tukang julid." kata Udin sambil menyeruput es teh manis.


" Bang, ini uangnya." kata Raisa yang menyerahkan tiga lembar uang pecahan seratus ribu.


" Kebanyakan non, " kata Wahid yang mengembalikan lagi uang milik Raisa.


" Sebagai pengganti yang tadi." kata Raisa yang menolak.


" Soal apa non?" tanya Wahid.


" Ibu-ibu tadi pasti mau beli, tapi gak jadi karena ulah mang Udin." kata Raisa sambil tersenyum sambil menutup mulutnya.


" Lah kok saya non, yang disalahin?" sergah Udin.


" Ah si Bu Rodiah mah udah biasa non, mulutnya kalo sehari gak ngomongin orang kayak asem-asem gitu." canda Wahid.


" Ya udah, kita balik siapa tahu Alesha sudah selesai sekolah." kata Raisa yang langsung bangun dari duduknya.

__ADS_1


" Terima kasih ya Non, semoga makin banyak rejeki nya dan selalu di sayang suami." doa dari Wahid.


" Amin..." jawab Udin dan Bi Zainab serempak.


Lalu mereka meninggalkan kedai bakso, dan berjalan menuju sekolah.


Saat di persimpangan jalan, Faisal melihat Raisa yang berjalan bersama dua orang.


Lalu dia hanya menyesal, dengan sikapnya kepada Raisa tempo hari. Faisal hanya memandangi Raisa dari kejauhan, meratapi nasibnya.


Melihat wajah Raisa yang kini semakin cantik, dengan senyum yang selalu membuat dia terpesona.


Raisa pun masuk ke dalam sekolah, dia mencari kelas Alesha. Sungguh terkejut dirinya mendapati Alesha, tengah bermain bersama Reni.


Padahal setahu dia, Reni tidak menyukai keberadaan Alesha tadi.


" Ale, ayo kita pulang." panggil Raisa sambil melambaikan tangan nya.


" Mama.." sahut Alesha yang langsung menoleh ke arah Raisa.


" Terima kasih, telah menjaga anakku." kata Raisa dengan senyum terpaksa.


" Iya sama-sama." jawab Reni sambil tersenyum seolah-olah dia sangat senang bermain dengan Alesha. Nyatanya dia hanya berpura-pura, agar hati Alesha terpikat padanya. Dan dia akan menyingkirkan Raisa dari Aldo.


" kring kring..." tiba-tiba terdengar suara dering ponsel milik Raisa.


" Bi, tolong jaga Alesha sebentar!" Panggil Raisa pada bi Zainab.


" Halo sayang, kamu lagi di mana?"


" Aku lagi di sekolah dekat daerah rumah, kebetulan sekolahan ini milik temanku*." kata Raisa


Seketika kedua bola mata Reni pun membulat. Dia terkejut mendengar penuturan Raisa, kalau sekolah itu milik temannya.


" *Oh, apa kau ingin menyekolahkan Alesha di sana?" tanya Aldo


" Sepertinya karena aku suka sekali dengan tempat ini*." ucap Raisa seraya melirik kearah Reni.


Wajah Reni semakin kesal kelihatannya, dia sangat dongkol sekali mendengar pembicaraan antara Raisa dan Aldo.


" Ya sudah aku mau pulang nanti kamu mau dimasakin apa?" tanya Raisa melalui sambungan teleponnya.


" Apapun masakanmu aku pasti suka, sampai jumpa di rumah ya sayang I love you."


" I love you too*."


Kemudian Raisa menaruh ponselnya di dalam tas.


" Terima kasih ya Reni, kamu sudah menjaga Alesha kami pulang dulu." pamit Raisa.


Dia tidak menemukan keberadaan Yuni, sepertinya temannya itu sedang sibuk.


Mobil yang ditumpangi Raisa pun berjalan, meninggalkan sekolah. Tujuan Raisa sekarang adalah ke pusat perbelanjaan, dia ingin membeli kebutuhan dapur.

__ADS_1


" Mang Udin, nanti mau ikut masuk apa enggak?" Panggil Raisa.


" Mamang mah di mobil aja deh Non, ribet kalau harus ngikutin ibu-ibu belanja." ucap mang Udin, sambil tertawa kekeh.


" Ish.. Kamu Din bisa nggak sih jaga bicara kamu sama Non Raisa?" tegur Zainab kepada Udin.


" Nggak apa-apa bi, enggak usah terlalu formal sama aku. Asal kita bisa saling menghormati." penuturan Raisa.


Mobil yang mereka tumpangi pun sampai, di parkiran pusat perbelanjaan.


" Ayo Bi, kita masuk!" ajak alesha sambil menuntun Bi Zainab.


Alesha menuju ke tempat permainan anak-anak, sedangkan Raisa menuju supermarket.


Dari rumah, Raisa sudah mencatat semua keperluan sehari-hari yang sudah habis.


Usai belanja Raisa langsung menuju arena permainan anak-anak.


Kemudian mengajak mereka, menuju restoran cepat saji. Raisa menghubungi Aldo, untuk mengajaknya makan siang dan Aldo menyetujuinya.


" *Mas, halo.."


" Iya, sayang!"


" Aku dan Ale serta bibi lagi di restoran ayam. Kamu bisa makan siang bersama kami?"


" Baiklah aku akan segera ke sana*."


Kemudian Raisa menutup pembicaraan, dan memasukan ponselnya ke dalam tas.


Raisa memesan eskrim kesukaan Alesha, tidak lupa Udin di hubungi agar menghampiri mereka di restoran cepat saji.


Selang beberapa menit, Aldo telah sampai di restoran. Saat hendak masuk ke dalam dan melewati pintu, dia berpapasan dengan Faisal.


Faisal hendak mengambil pesanan, " Aldo.." sapanya.


" Hey, Faisal apa kabar?" kata Aldo yang langsung menarik tangan nya, lalu berpelukan.


Faisal sungguh terkejut dengan perlakuan Aldo. Dan Aldo menuntun Faisal menuju meja, dimana ada Raisa.


" Mari Sal, kita makan siang bersama." kata nya sambil mempersilahkan duduk.


" Oh maaf, aku ada pesenan. Dan harus segera di antar." ucapnya menolak.


" Ah itu nanti bisa kau antar, sekarang kita makan saja dulu." ucap Aldo dengan entengnya.


" Maaf, aku harus bertanggung jawab pada pekerjaan ku." katanya sambil meninggalkan Aldo.


Raisa hanya menundukkan kepalanya, dia merasa canggung bila melihat Faisal.


-


Silakan like dan berikan komentar mu

__ADS_1


__ADS_2