Sang Balerina Cilik Putri Tuan Aldo

Sang Balerina Cilik Putri Tuan Aldo
Bab 76


__ADS_3

Beberapa menit kemudian, orang tua Zidan datang.


" Permisi, " sapanya yang sudah masuk ke dalam kelas.


" Terima kasih ya bu, sudah mengajarkan Zidan mewarnai." kata ibunya Zidan, " Anda guru baru di sini?" tanyanya terus menerus tanpa jeda.


Raisa hanya mendengarkan dia berbicara, karena memang dia tidak di beri kesempatan untuk berbicara.


" Bukan, saya orang tua Alesha." kata Raisa memperkenalkan diri.


" Oh, anda orang tua murid, tapi kok anak saya bisa nurut sama mbak ya?" katanya memuji, " Perkenalkan saya Susi, mamanya Zidan." ucap wanita yang cerewet itu memperkenalkan dirinya.


" Maaf mama Zidan, sebenarnya kami sudah selesai belajar nya. Hanya saja-" ucapan Reni terhenti, saat Susi kembali mengeluarkan suaranya.


" Oh saya yang minta maaf ya bu guru, maklum saya sedikit sibuk jadi terlambat menjemput Zidan." katanya sambil menyangkutkan tas di bahu nya.


" Eh ngomong-ngomong, kok Zidan nurut ya sama mamanya Alesha?" sambung nya.


" Maaf bu, sebaiknya itu dibahas besok saja." potong Reni yang tidak mau dikalahkan oleh Raisa.


" Oh ya udah kalau begitu, mari bu kita makan di luar ya!" ajak Susi yang langsung menggandeng tangan Raisa.


" Ish.." Reni begitu geram melihat keakraban mereka.


Raisa dan Susi berjalan keluar gerbang, dan sudah ada Deni yang menunggu di pintu gerbang.


" Non, " panggil Deni yang sudah duduk di atas motor nya


" Maaf Bu Susi, saya di jemput oleh pegawai saya." kata Raisa.


" Oh, uda di jemput." kata nya yang melepas genggaman tangan nya.


" Iya maaf, saya duluan." pamit Raisa, dia langsung menuntun Alesha dan menaikkan ke atas motor.


Walaupun suaminya terkenal paling kaya di kota, Raisa tetap rendah hati.


***


" Kak, anak Raisa sekolah di tempat ku bekerja." adu Reni pada kakaknya.


" Iya terus?" tanya Maria.


" Iya dia pintar banget cari perhatian ke orang-orang." tutur Reni yang merasa iri kepada Raisa.


" Maksudnya?" tanya Maria yang belum paham dengan perkataan Reni.


" Kenapa sih Aldo harus menikah dengan dia?" gumam Reni yang tidak mengetahui kalau Alesha adalah anak kandung Aldo.

__ADS_1


Karena setahu dia, kalau Raisa selingkuh tapi dia tidak tahu tentang laki-laki yang telah menghamili Raisa.


" Kamu kenapa sih gerutu aja?" tanya Bu Leha.


" Itu bu, si Raisa kenapa harus menikah dengan Aldo. Kenapa Aldo menyukai wanita yang sudah menikah, lalu punya anak dari selingkuhan nya?" kesal Reni yang mengadu pada ibunya.


" Terus kamu mau ngapain?" tanya Bu Leha yang masih mendengarkan curhatan ibunya.


" Yang jelas aku mau kasih tahu ke Aldo, kalau Raisa itu wanita murahan." kata Reni dengan pikiran liciknya.


" Sudah Reni, kamu gak usah macam-macam.' kata Maria yang melarang Reni, karena dia sudah malu saat menyebar gosip tentang Raisa Dan berakhir pada adiknya, yang ketahuan kalau Faisal mandul.


" Kak, aku sudah suka sama kak Aldo sejak SMA. Kenapa harus Raisa yang menikah dengan nya?" rajuk Reni.


" Mungkin jodoh dia barangkali." celetuk Maria yang sudah enggan berbuat ceroboh.


" Pokoknya, Kak Aldo harus tahu siapa Raisa sebenarnya." ucap Reni dengan raut wajah yang kesal.


Lalu datanglah Faisal yang baru saja pulang dari mengojek.


" Kak, " panggil Reni.


" Iya, " jawab Faisal yang baru saja sampai, dan membuka helmnya.


" Aku ingin bicara." kata Raisa dengan wajah yang serius.


" Tumben, " kata Faisal dengan nada ketus.


" Aku mau mandi dulu, sudah bau keringat. Dan tolong buatkan aku teh hangat." perintah Faisal pada adiknya.


" Ish nyebelin, mau cerita aja harus di suruh-suruh dulu." kesal Reni seraya mencebikkan bibirnya.


Reni langsung menuju dapur, dia akan membuatkan kakaknya teh.


Selang beberapa menit kemudian, Faisal telah rapi memakai baju kaos dan celana pendek. Dia keluar dari kamarnya, dan berjalan menuju ruang tamu.


" Tuh tehnya di minum, keburu dingin." ketus Reni.


" Terima kasih, " sahut Faisal seraya menyeruput teh manis buatan adiknya.


" Kak, kamu gak mau coba balikan lagi sama Raisa?" tanya Reni yang sudah duduk di hadapan Faisal.


" Maksudnya apa, kamu nanya begitu sama kakak?" tanya Faisal yang menatap curiga ke arah Reni.


" Anaknya Raisa kan sekolah di tempat ku bekerja, " ucapnya.


" Terus?" tanya Faisal yang sudah menaruh gelas berisi separuh air teh manis.

__ADS_1


" Kakak bisa merayu anaknya Raisa, agar mengakui kalo dia anak kakak." ucap Reni memberikan ide.


" Kakak masih gak paham maksud kamu?" kata Faisal yang bingung dengan cara berpikir Reni.


" Kak, aku sangat menyukai kak Aldo, tapi kenapa Raisa yang bekas kakak harus menikahinya." rengek Reni.


' Reni, maksud kamu apa sih? Apa kamu ingin menganggu hubungan rumah tangga orang?" marah Faisal dan menatap Reni dengan emosi.


" Kak, kamu kan tahu kalau Raisa itu hamil bukan anakmu. Lantas kenapa Aldo mau menerima nya, padahal dia bukan anak Aldo." balas Reni dengan meninggikan nada suaranya.


" Picik banget sih pikiran kamu!" kesal Faisal yang langsung masuk ke dalam kamarnya.


Dia tidak pernah menyangka, adik bontot nya akan mempunyai pikiran jahat seperti Maria.


" Kak, aku mohon buat Raisa kembali pada kakak. Dan aku akan mengambil hati Aldo." rengek Reni sambil mengetuk pintu kamar Faisal.


" Reni, kau berurusan dengan orang yang salah. Mereka memang di takdir kan untuk bersama." batin Faisal meringis, menahan kesedihannya dan rasa penyesalan nya.


" Kak, aku akan tetap memberi tahu Aldo kalau Raisa itu hamil karena selingkuh dari kakak " ucap Reni penuh penegasan.


Lalu Faisal langsung membuka pintu kamarnya, dan memanggil Reni.


" Reni..." panggil nya.


Lalu Reni berbalik menuju ke arah Faisal, dan berdiri di hadapannya.


" Jangan melakukan tindakan bodoh." kata Faisal memperingatkan.


" Tapi kakak, aku sudah lama menunggu kedatangan Aldo. Kini dia berada di Indonesia, dan aku akan merebut hatinya walau bagaimanapun." tegas Reni meyakinkan Faisal.


Kemudian Reni langsung berbalik menuju kamarnya.


" Reni, kamu gak tahu yang sebenarnya. Lebih baik, kamu urungkan niatmu itu daripada nanti malu seperti kak Maria." bentak Faisal.


Faisal ragu untuk mengungkap kebenaran, karena akan membuat adik kesayangannya akan sakit hati.


Tetapi dia berpikir, jikalau Reni akan senekat yang di bicarakan nya maka akan membuatnya frustasi.


" Ah, lebih baik aku katakan yang sejujurnya." ucap Faisal dalam hati, dan berjalan menuju kamar Reni.


" Ren, kakak akan menjelaskan sesuatu padamu." kata Faisal sambil mengetuk pintu kamar Reni.


" Aku gak mau lagi bahas itu, biar aku urus sendiri." teriak Reni dari dalam kamar nya.


" Reni, Aldo lah ayah dari anak Raisa." kata Faisal terpaksa memberi tahu adiknya.


" Apa?" kata Reni yang terkejut mendengar penuturan kakaknya.

__ADS_1


-


Silakan like dan berikan komentar mu ya guys.


__ADS_2