Sang Balerina Cilik Putri Tuan Aldo

Sang Balerina Cilik Putri Tuan Aldo
Bab 27: Bunuh diri


__ADS_3

Raisa tersadar, dan dia mulai membuka kedua matanya.


" Aku dimana?" lirihnya seraya memegang perutnya yang mulai berdendang.


" Ish, perutku lapar." ucapnya meringis.


Kemudian Raisa pun bangkit dari tempat tidur, dia menuju pintu.


" Cekelek..."


Tiba-tiba ada yang membuka pintu kamarnya.


Raisa memundurkan langkahnya, dia sangat takut pada seseorang yang akan masuk ke dalam.


" Eh kamu sudah bangun?" tanya Arifin yang membawakan segelas susu dan roti panggang.


" Ibu gulu kok pingsan?" tanya Beby sang anak murid nya.


" Pak Arifin, Beby. Kok saya bisa berada di sini ya?" tanya Raisa yang bingung.


" Sebaiknya kamu makan dulu, nanti baru aku jelaskan." kata Arifin yang menaruh nampan di atas meja.


Raisa pun duduk dan menikmati sarapan nya, sungguh nikmat karena perutnya memang membutuhkan asupan makanan saat ini.


" Mau nambah lagi?" tanya Arifin.


" Sudah pak cukup." kata Raisa yang tak enak hati.


" Baiklah, sekarang kamu mandi. Dan nanti bibi akan membawakan baju untuk mu." kata Arifin yang langsung bangun dan mengajak Beby untuk pergi meninggalkan Raisa.


" Bu Gulu, aku tunggu di depan ya." pesan Beby lalu mencium pipi Raisa.


Raisa merasa terharu dengan sikap Arifin dan putrinya.


Dia bergegas menuju pintu dan menguncinya.


" Ada apa dengan hidupku Tuhan? Kenapa aku harus mengalami nasib seperti ini?" keluhnya dengan meneteskan air mata di kedua pipinya yang putih mulus.


" Kenapa aku harus di hadapkan masalah yang sesulit ini? Apa yang harus aku lakukan? Jika aku pulang ke rumah orang tuaku, maka akan membuat mereka malu." lirihnya merasakan penderitaan tiada henti.


Raisa terus memandangi dirinya di depan cermin. Dia ingin melihat apa ada yang salah dengan wajahnya. Sehingga nasib buruk harus menimpanya.


Ingin rasanya dia berteriak, namun bingung harus mengadu pada siapa?


Di saat kondisi yang berbadan dua, dan di usir oleh suaminya. Semua itu bukanlah kesalahannya, dia hanya korban dari kebiadaban Aldo.


Raisa melihat ada gelas yang masih berada di atas meja. Raisa mendekati meja dan mengambil gelas itu. Kemudian dia memecahkan nya, " Prang..." terlihat pecahan beling bertebaran.


Di genggam nya potongan gelas yang tajam, tak ada jalan lain di pikiran nya. Saat ini dia hanya ingin bunuh diri, meninggalkan dunia yang fana.

__ADS_1


Tangan yang memegang pecahan beling pun menuju tangan kirinya. Bermaksud ingin menggoreskan beling ke urat nadinya. Dengan memejamkan kedua matanya, tangan Raisa mulai menyentuh urat nadi yang akan di potong nya.


Sementara di ruang keluarga, Arifin mendengar suara pecahan gelas. Dengan sigap dia langsung berlari menuju ruangan Raisa.


" Tok, tok, tok... Raisa buka pintunya." teriak Arifin yang mencoba membuka pintu.


" Dor, dor..." Arifin mencoba menggedor, lalu dia menghampiri Iwan yang berada di depan.


" Iwan.. bantu aku." panggil Arifin.


Kemudian mereka berdua mencoba membuka paksa pintu dengan mendobraknya.


Tiga kali dorongan dari mereka berdua, akhirnya pintu itu berhasil di buka.


Terlihat Raisa yang sudah terkapar di lantai dengan bersimbah darah.


" Raisa, apa yang kamu lakukan?" teriak Arifin dan langsung menghampiri Raisa.


Kemudian mereka langsung membawa Raisa ke rumah sakit.


****


" Aduh perutku terasa sakit." keluh Aldo yang merasakan sakit yang Raisa rasakan.


" Sa, aku mohon jangan bunuh anak kita.." gurauan Aldo dalam tidurnya.


Dia memimpikan Raisa akan membunuh anaknya, lalu pergi.


Aldo langsung mengacak-acak rambutnya, dia merasa bersalah pada Raisa. Apakah arti mimpi nya itu?


" Den, aden. Gak apa-apa?" tanya Bi Salma yang sudah masuk ke kamar Aldo.


" Aku gak apa-apa Bi, hanya mimpi buruk." jawab Aldo dengan wajah yang pucat.


Mungkin para reader pernah mendengar tentang ngidamnya bapak-bapak saat istrinya hamil. Dan hal ini di rasakan oleh Aldo, namun author terlalu lebay menambah setiap adegan. Agar Aldo merasakan betapa menderitanya Raisa.Hihihi.... Ikuti lagi ya ceritanya


" Iya sudah den, sebaiknya aden mandi. Karena hari sudah menjelang malam." kata Bi Salma.


Mimpi buruk di sore hari, dan sebenarnya tidur di sore hari tidak di sarankan ya guys.


Kemudian Aldo mengikuti saran Bi Salma, dia pun menuju kamar mandi.


Bi Salma pun merapikan tempat tidur Aldo, setelah itu dia akan menyiapkan makan malam.


" Ada apalagi sama Aldo, Bi?" tanya Wisnu yang melihat Bi Salma keluar dari kamar Aldo.


" Dia mimpi buruk tuan, seperti nya menyebut nama Raisa." lapor bibi.


" Gadis itu benar-benar membuat cucuku gila." umpat Wisnu yang sangat membenci Raisa, karena sudah masuk ke dalam kegiatan Aldo.

__ADS_1


" Ya sudah kau sediakan makan malam." kata Wisnu.


Kemudian dia mendapatkan laporan dari Rohman, kalau ada gadis yang datang mencari Aldo dengan membawa tas.


Lalu Wisnu meminta rekaman cctv pada satpam nya.


Sungguh terkejut dirinya saat melihat Raisa membawa tas, dan berada di depan rumahnya.


" Mau apa dia?" geram Wisnu.


Lalu dia menyuruh Rohman untuk mengusir Raisa kalau dia datang lagi.


****


" Bagaimana keadaan nya?" tanya Arifin yang berada di ruangan IGD rumah sakit.


" Pendarahan di tangannya membuat dia kehabisan banyak darah. Seperti nya dia depresi, dan akan melakukan percobaan bunuh diri. Namun sayangnya dia hanya mengikuti adegan di televisi. Padahal untuk memotong urat nadi tak akan membuat dia langsung mati. " kata Dokter menjelaskan.


Dokter itu begitu kasar cara bicara, karena yang dia hadapi adalah sahabatnya.


Sahabat Arifin yang bernama Nicolas, yang kini bertugas di rumah sakit swasta bergengsi.


" Apa dia simpanan mu, Fin?" ledek Nicolas seraya tersenyum tipis.


" Bukan, dia guru balet anakku." jawab Arifin sambil bersedekap seraya menatap nanar ke arah Raisa.


Apa yang sedang Raisa alami sampai-sampai dia akan melakukan bunuh diri. Padahal Arifin melihat hubungan Raisa dengan suami itu baik-baik saja.


" Kapan dia akan sadar?" tanya Arifin.


" Obat bius akan berkerja selama 6 jam." jawab Nicolas.


" Tapi dia sedang hamil, apakah kandungan nya baik-baik saja?" cemas Arifin.


" Aku belum tahu soal itu, sebaiknya nanti kita periksa pada dokter kandungan." saran Nicolas.


" Apakah suaminya tahu soal keadaan nya?" tanya Nicolas.


" Dia tidak membawa ponsel, semalam aku susah menghubungi suaminya." gumam Arifin.


" Iya sudah kita tunggu sampai dia tersadar." kata Nicolas.


Kemudian Arifin pun duduk di bangku depan ruangan IGD. Arifin jadi terbayang akan Alesha, sang mantan pacar yang merupakan anak dari Wisnu pemilik perusahaan Wisnutama.


Semenjak di usir dari perusahaan, dia tak tahu kabar tentang Alesha. Kabarnya dia hamil lalu di nikahkan dengan laki-laki pilihan Wisnu.


-


Silakan like dan berikan komentar mu.

__ADS_1


__ADS_2