Sang Balerina Cilik Putri Tuan Aldo

Sang Balerina Cilik Putri Tuan Aldo
Bab 87


__ADS_3

Acara seminar pun usai, para pramugara dan pramugari berkumpul untuk berfoto pada pengusaha terkenal di Perancis.


" Maaf, aku harus segera pulang." kata Aldo yang pamit pad Merlin.


Saat Aldo melangkahkan kakinya, dia bertabrakan dengan Sarah.


" Auww..." pekik Sarah yang memang sengaja menabrakkan dirinya.


" Aldo, " panggil Sarah.


" Sarah!" balas Aldo.


" Mau kemana?" tanyanya melihat Aldo yang dengan langkah cepat.


" Aku mau pulang." jawab Aldo.


" Tapi acara belum selesai, kau harus menemani para karyawan dengan memberikan arahan kepada kami." kata Sarah sambil menuntun tangan Aldo, untuk duduk di bangku.


" Bukankah, acaranya sudah selesai?" tanya Aldo.


" Teman-temanku ingin mengetahui isi di dalam hotelmu. Karena mereka juga harus bisa, mempromosikan fasilitas di hotel ini." kata Sarah membujuk Aldo agar tidak pulang.


" Termasuk aku, saat tahu hotel ini milikmu maka aku akan semangat mengenalkan pada wisatawan. Agar hotelmu mendapatkan omset yang tinggi." kembali Sarah mencoba membujuk Aldo.


" Sebagai salam pembuka, temani aku minum." kata Sarah yang memberikan segelas wine pada Aldo.


" Maaf aku tidak minum itu." tolak Aldo yang mendorong gelas berisi wine.


" Baiklah, aku ambilkan jus jeruk kesukaanmu." kata Sarah yang masih mengingat minuman kesukaan Aldo.


Sarah langsung mengambil segelas orange juice, dan menaruh obat di dalamnya. Seketika langkahnya di perlambat, agar obat yang dia masukkan cepat larut.


" Silakan minum." kata Sarah yang memberikan orange jus pada Aldo.


" Terima kasih." jawab Aldo yang langsung meminum jusnya.


" Baiklah, aku ingin menjadi orang yang pertama mempromosikan hotel milikmu. Bisa kau tunjukkan kamar VIP. Aku ingin mengambil gambarnya, lalu akan aku uplod ke medsosku." bujuk Sarah.


" Apa sebaiknya, ajak juga teman-temanmu." kata Aldo.


" Mereka sedang berfoto dengan, bu Merlin." kata Sarah yang langsung menuntun Aldo berjalan menuju lift.


" Hey, kau jangan pegang-pegang." kata Aldo yang menepis tangan Sarah.


" Aldo, mengapa kau beri nama Hotel Alesha?" tanya Sarah yang berdiri di sebelah Aldo. Mereka berada di dalam lift, hendak menuju kamar VIP.


Seketika kepala Aldo terasa berputar-putar, tubuhnya terhuyung ke lift.


" Aldo, kau tidak apa-apa?" tanya Sarah yang ingin membantu Aldo, namun tangannya di tepis oleh Aldo.


" Jangan dekat-dekat." kata Aldo yang mendorong tubuh Sarah.


" Triing..." pintu lift terbuka.


Kepalanya semakin berat, dan saat melangkahkan kaki ke pintu tiba-tiba tubuhnya ambruk, " Bugh.."

__ADS_1


Aldo jatuh di depan pintu lift, Sarah mencoba menahan pintu dengan kakinya. Lalu menggeser tubuh Aldo, agar keluar dari lift.


" Huft, berat sekali." gumamnya saat menarik tubuh Aldo.


Kemudian pintu lift tertutup, Sarah langsung mencari kunci untuk membuka pintu hotel.


Kunci yang berbentuk kartu telah di temukan, segera Sarah mencari tulisan VIP.


" Ini dia, " katanya dengan seringai licik di bibirnya yang tipis.


Kemudian Sarah langsung menyeret tubuh Aldo ke dalam kamar.


" Aldo, kamu berat sekali." keluhnya sambil menarik tubuh Aldo.


Sesampainya di kamar, Sarah langsung merebahkan Aldo di atas kasur. Dia membuka pakaian Aldo satu persatu, lalu menyelimutu dengan bed cover.


Setelah membuat Aldo tanpa busana, kini giliran dirinya yang membuka pakaiannya.


Setelah melihat tubuh polosnya di cermin, dia langsung naik ke atas tempat tidur.


Di ambilnya berbagai pose bercumbu, antara dirinya dan Aldo. Setelah mendapatkan banyak gambar, Sarah langsung menyembunyikan ponselnya. Lalu tertidur di sebelah Aldo, dengan membenamkan wajahnya di pelukan Aldo.


***


Malam pun tiba, Raisa nampak gelisah karena suami tercinta belum juga kembali.


Dia melihat jam di dinding, menunjukkan pukul dua belas malam. Akhirnya dia mengambil ponselnya, untuk menghubungi Aldo.


Ponselnya berbunyi, hanya tidak di jawab dan sudah yang ke sepuluh kalinya.


" Pah, apakah papa sudah pulang?" Tanya Raisa


" Sudah, ada apa Raisa?" Tanya Arifin


" Apakah Aldo juga sudah pulang?" Tanya Raisa.


" Tadi dia pamit mau langsung pulang, memangnya dia belum pulang?" Tanya Arifin yang bingung .


" Belum, Pah!" Jawab Raisa.


" Apa kau sudah coba, untuk menelponnya?" Tanya Arifin.


" Sudah, namun tak juga di angkat." Lirihnya.


" Mungkin dia ada urusan lain, nanti papa akan mencoba menghubunginya." Kata Arifin yang menenangkan Raisa.


" Terima kasih, pah!" Kata Raisa, lalu dia menutup sambungan telepon selulernya.


Matahari bersinar terang, menembus sisi-sisi gorden dari balik jendela.


" Apa yang telah kau lakukan, Sarah?" Ucap Aldo yang sudah bangun dari tidurnya. Dia terkejut melihat Sarah dengan tubuh yang polos, berbaring di sebelahnya.


" Mmm... Aldo kau harus bertanggung jawab." Kata Sarah sambil menutupi tubuhnya dengan selimut.


" Kau telah menjebakku." Geram Aldo, yang langsung mencari bajunya, lalu pergi ke kamar mandi.

__ADS_1


" Aldo, kau harus bertanggung jawab." Panggil Sarah yang juga mencari pakaiannya.


" Aldo.... " panggil Sarah sambil mengetuk-ngetuk pintu kamar mandi.


Usai memakai bajunya, Aldo segera pergi meninggalkan Sarah.


" Jangan sentuh, aku tahu kau hanya menjebakku." Kata Aldo yang di tahan tangannya oleh Sarah.


" Bukan kah, semalam kau sangat menikmatinya?" Kata Sarah sambil menangis.


" Semalam kepalaku serasa berputar, dan jatuh pingsan. Setelah itu kurasa kau yang telah menjebakku." Ucap Aldo yang langsung menepis tangan Sarah.


" Aldo, kalau kau tidak mau bertanggung jawab. Kau akan menerima akibatnya." Ancam Sarah.


" Oh, jadi kau mengancamku?" Ucap Aldo dengan menatap tajam ke arah Sarah.


Kemudian dia langsung bergegas pergi, meninggalkan hotel.


" Awas kau Aldo, tunggu saja pembalasanku." Kesal Sarah yang lagi-lagi gagal mendapatkan Aldo. Tetapi dia masih punya cara lain, yaitu menyebarkan foto-foto dirinya dan juga Aldo. Seulas senyum licik, terlihat di bibirnya yang tipis.


Dengan santai dia menuju kamar mandi, untuk membersihkan diri.


****


Aldo begitu tersulut emosi, melihat tingkah Sarah. Dia tak menyangka mantan kekasihnya akan berbuat senekad itu. Dia masih belum mengerti maksud dari Sarah, yang pasti dia tidak ingin Raisa mengetahui tentang kejadian hari ini.


Aldo mengambil ponselnya, yang tertinggal di dalam mobil. Dia letakkan di dashboard, dan menyalakan ponselnya.


Betapa terkejut dirinya, saat tahu sang istri telah menghubunginya semalam.


Semalaman handphonenya lowbat, maka dia meninggalkan di mobil bermaksud untuk mencharger. Namun sayangnya dia telah di jebak oleh Sarah.


Aldo tak memikirkan hal lain, yang di pikirannya saat ini adalah menemui istrinya.


Saat di perjalanan, ponsel Aldo berbunyi. Segera dia melihat nama yang berada di layar ponselnya.


" Papa?" Lirihnya lalu menggeser tombol hijau.


" Halo, pah. Ada apa?" Tanya Aldo.


" Kamu sudah pulang?" Tanya Arifin.


" Aku mau pulang." Jawabnya.


" Semalam Raisa menghubungi papa, katanya kamu belum pulang." Kata Arifin.


" Aku di jebak." Jawab Aldo


" Apa maksudmu?" Bingung Arifin.


" Nanti aku ceritakan, saat ini aku ingin menemui istriku." Kata Aldo.


Kemudian Aldo langsung menutup sambungan telepon selularnya.


-

__ADS_1


Silakan like dan komentar ya.


__ADS_2