Sang Balerina Cilik Putri Tuan Aldo

Sang Balerina Cilik Putri Tuan Aldo
Bab 40: Kekeh Raisa


__ADS_3

" Apa maksud mu Raisa?" terkejut Arifin mendengar pernyataannya Raisa.


" Maaf pak, tapi saya sudah sangat membencinya. Saya sudah mengubur semua luka saya, dan ingin hidup bahagia bersama anak saya." tutur Raisa dengan wajah sedih.


" Kalau Aldo tahu tentang anaknya, bagaimana?" tanya Arifin.


" Sampai kapanpun saya tidak ingin, memberitahu dia tentang anaknya." kekeh Raisa yang langsung berlari ke kamar Alesha.


Arifin terlihat bingung, dia tidak ingin Aldo banyak bertanya tentang Raisa. Tapi tadi dia melihat adanya ikatan batin, antara Aldo dan Alesha.


" Pah, sepertinya Raisa sangat sakit hati pada Aldo." kaya Merlin yang menghampiri Arifin.


" Sepertinya, karena dia sempat melakukan bunuh diri saat itu." ujar Arifin.


" Mama bisa mengerti keadaan nya, sungguh malang dan tragis nasibnya." kata Merlin yang telah duduk di sebelah Arifin.


" Mama mau menawarkan pekerjaan untuk Raisa, dia mau gak ya ngajar di internasional school tempat teman mama." kata Merlin sambil bersandar di bahu Arifin.


Walaupun usia mereka menginjak kepala lima, namun keromantisan tetap terjalin indah.


" Coba mama tanya, barangkali bisa menghibur dia." saran Arifin.


" Mama ke kamar Ale dulu ya." kata Merlin yang langsung bangun dan menuju kamar Alesha.


" Raisa, mengganggu gak?" tanya Merlin yang sudah masuk kedalam kamar Alesha.


" Eh bu, enggak." kata Raisa sambil mengusap air mata yang menetes ke dua pipinya.


" Kamu menangis?" tanya Merlin yang sudah duduk di sebelah Raisa.


" Maaf bu." kata Raisa sambil menunduk.


" Ibu tahu kenapa kamu menangis, tapi sekarang kamu harus bisa jawab pertanyaan ibu." kata Merlin.


" Pertanyaan soal apa bu?" tanya Raisa.


" Kamu mau gak mengajar di internasional school?" tanya Merlin, " Karena tadi teman ibu melihat Chanel YouTube tentang kisah Ale. Dia tertarik untuk menjadikan kamu guru tari." kata Merlin.


" Mau bu, saya jadi bisa kirim uang buat keluarga saya. " kata Raisa dengan wajah bahagia, seketika kesedihan berubah menjadi senyum keceriaan.


" Besok kamu ikut ibu ya, dan Alesha bisa kamu bawa untuk beradaptasi dengan orang luar." kata Merlin.


" Baik bu, sebelum nya terima kasih." ucap Raisa yang langsung memeluk Merlin.


****

__ADS_1


Pagi pun tiba, seluruh penghuni rumah sudah sibuk dengan aktivitas nya. Katie pergi ke butiknya, Beby ke sekolah dan Merlin juga pergi ke kantor. Sedangkan Arifin langsung meninjau proyek di kota.


Raisa di berikan alamat sekolah tempat teman Merlin. Dan dia sangat di sambut baik bersama dengan kedatangan Alesha.


Raisa hanya datang untuk melihat sekolah, dan besok sudah mulai mengajar. Kerjanya hanya tiga kali seminggu, dan Alesha pun di pilih menjadi duta sekolah.


Dan mereka pun membuka kelas khusus bagi anak penderita autisme, yang ingin mengembangkan bakat menari balet.


Kemenangan Alesha dalam ajang kompetisi internasional menjadi inspirasi. Dan Raisa mendapat tugas, untuk membimbing anak-anak hingga bisa menjadi penari balet profesional.


Sepulang dari sekolah, Raisa memutuskan untuk ke klinik Fay. Dia ingin membuat janji khusus untuk pertemuan anaknya. Untuk mengatur jadwal pertemuan dengan jam kerjanya.


Mereka pun sampai di klinik, dan menunggu di bangku untuk di panggil oleh perawat.


Nama Alesha pun di panggil, dan Raisa langsung masuk ke dalam ruangan Fay.


" Bu Raisa, kenapa gak telpon saya kalau mau datang?" tanya Fay yang berdiri menyambut kedatangan Raisa sang mantan guru idola.


" Aku gak punya nomor kamu." kata Raisa.


" Oh iya bu, silakan duduk." kata Fay yang mempersilakan Raisa dan Alesha duduk.


" Aku mau menyusun jadwal Alesha." tutur Raisa yang membuka pembicaraan.


" Oh iya, kemarin kan sudah di kasih jadwalnya." kata Fay.


" Baiklah, mau hari apa?" tanya Fay sambil menatap Raisa sangat lekat. Dia masih sangat mengidolakan mantan ibu gurunya.


" Selasa, kamis dan Sabtu." kata Raisa.


" Oh baiklah, saya akan membuat jadwal nya. Dan boleh minta handphone ibu?" tanya Fay sambil menadahkan tangan nya.


" Untuk apa?" tanya Raisa sambil mengerutkan keningnya.


" Mau memasukkan nomor handphone saya." kata Fay.


Raisa menyerahkan handphone nya kepada Fay tanpa curiga sedikitpun. Sebenarnya itu taktik Fay untuk dekat dengan Raisa, walaupun dia adalah pacarnya Katie.


" Baiklah, hari ini tidak ada terapi. Jadi aku datang dua hari lagi." kata Raisa yang langsung berdiri dan mengulurkan tangannya untuk bersalaman.


" Baik bu, saya tunggu." kata Fay menyambut uluran tangan Raisa.


Raisa menghampiri Alesha yang sedang asyik bermain boneka.


****

__ADS_1


Arifin sudah sampai di lokasi pabrik milik Wisnutama.


" Akhirnya aku kembali lagi, namun kini akulah yang memegang kendali atas berjalannya bisnis di sini." senyum sinis terulas di sudut bibir Arifin.


" Pak, anda sudah sampai?" tanya Aldo yang baru saja datang.


" Iya baru saja, aku sedang melihat proyek yang baru berjalan." kata Arifin mengamati. Niatnya adalah ingin menguasai perusahaan Wisnutama.


" Baiklah kita ke bagian atas yang hampir rampung." kata Aldo yang mengajak Arifin ke lantai berikutnya yang masih 10% baru di bangun.


Mereka menyusuri setiap besi-besi penyangga, melihat kilatan las dari para pekerja.


Suara mesin menderu, dan debu pasir dan semen bertebaran memenuhi area proyek.


Arifin dan Aldo berjalan menuju lantai ke dua, yang hampir selesai menuju tingkat ke tiga.


Waktu makan siang telah tiba, mereka menuju restoran di seberang pabrik.


Mereka sudah duduk dan makanan pun tersedia di atas meja.


Perlahan Arifin dan Aldo mulai mengunyah makanan khas negeri Eropa.


" Pak, saya mau melanjutkan pembicaraan soal Raisa." kata Aldo sambil memotong roti sandwich pesanan nya.


Arifin menghentikan potongan daging steaknya, lalu memandangi Aldo.


Sesuai permintaan Raisa, Arifin tidak akan menjelaskan apapun pada Aldo.


" Raisa itu menantu dari keponakan ku, dan suaminya sudah meninggal saat anaknya masih di dalam kandungan." kata Arifin berbohong.


" Oh, yang aku tahu dia sudah menikah lalu pergi dan di usir oleh suaminya karena...." ucapan Aldo terpotong oleh suara Arifin.


" Karena dia di perkosa, lalu hamil?" tebak Arifin.


" Yang aku dengar dia di usir karena mempunyai anak bukan dari suaminya, melainkan selingkuh." kata Aldo membetulkan penjelasan Arifin.


" Oh itu yang kamu dengar?" kata Arifin yang hampir terbawa emosi.


" Iya, aku tahu dari suaminya." kata Aldo berbohong, padahal Faisal tahu kalau Raisa hamil anaknya.


Tapi kenapa Raisa berbohong, Aldo harus mencari tahu sendiri. Informasi soal Raisa juga tidak dia dapat dari Arifin.


" Maaf, aku tidak ingin membahas soal Raisa. Karena sekarang kita ada di area pekerjaan. Dan jangan campuri urusan bisnis dan pribadi." tegas Arifin yang menghentikan makannya. Lalu pergi meninggalkan Aldo.


-

__ADS_1


Silakan like dan berikan komentar mu.


__ADS_2