Sang Balerina Cilik Putri Tuan Aldo

Sang Balerina Cilik Putri Tuan Aldo
Bab 97


__ADS_3

Bab 97


Seminggu sudah Raisa lemah tak berdaya, di atas pembaringan ruangan khusus ICU.


Rido telah pulang, dan di asuh oleh Celine. Celine meminta tolong saudara nya, untuk membantu nya membersihkan rumah. Aldo hanya mempercayakan anaknya, pada Celine. Karena Celine sudah bekerja lama dengan keluarga nya.


" Dok, apa belum ada perkembangan dengan istriku?" Aldo menghampiri ruangan dokter, berharap ada kabar baik yang akan di sampaikan oleh dokter.


" Belum, keadaan nyonya Raisa terbilang sudah normal. Entah kenapa, dia juga belum sadarkan diri. " Rebecca menjelaskan pada Aldo.


" Sebaiknya anda, mengajak istri anda berbicara. Jangan lupa untuk membaca doa, di samping nya. Dan memberikan semangat hidup untuk nya," saran Rebecca.


" Baik , Dok!" Aldo mengangguk kan kepalanya, dengan wajah yang sudah di tumbuhi bulu-bulu halus di sekitar rahangnya.


Aldo berjalan dengan langkah gontai, menyusuri lorong rumah sakit.


Seketika harapan nya semakin memudar, seiring lambatnya kesadaran Raisa.


" Tuhan ku sayang dia, ku cinta dia. Tunjukkan lah kebesaran mu," kata Aldo yang sudah pasrah hendak memasuki ruang ICU.


Aldo segera memakai baju khusus berwarna hijau, ke dalam ruangan ICU.


Berjalan menuju tempat tidur sang istri, dan duduk di sebelahnya.


" Istriku, aku sangat mencintai. Aku mohon bangunlah demi anak-anak kita. " Aldo berbisik di telinga Raisa, dengan suara yang lembut.


" Aku mohon jangan siksa aku, dalam tidur mu yang panjang. Aku tak kuat jika kau terus memejamkan kedua matamu. Kuatlah demi anak-anak kita." Kembali Aldo menguatkan Raisa memberikan kata-kata semangat, sambil menggenggam jemari tangan Raisa.


Diusapnya wajah Raisa, yang masih terlihat pucat. Seperti nya, belum ada tanda-tanda Raisa akan sadar dari koma.


" Sayang, saat pertama kita bertemu. Senyummu sangat menggoda hatiku, hingga aku selalu terbayang. Sampai aku tak perduli kau sudah milik orang. Saat itu aku benar-benar menginginkan mu, dan aku minta maaf kala itu telah membuatmu menderita. Seribu pengorbanan ku, takkan cukup menghapus air matamu kala itu. Maafkan aku, aku mohon sadarlah. Aku ingin membayar semua kesedihan mu. Aku hanya ingin membuatmu bahagia, dan tak membuatmu menangis. Aku mohon, bangunlah ..." Air mata Aldo membasahi pipi Raisa.


Air mata yang jatuh pun, memberi kehangatan dalam hidup Raisa. Perlahan kedua mata Raisa terbuka. Melirik ke arah sesosok pria, yang telah memeluknya begitu erat


" Aldo ... "Raisa memanggil dengan suara yang kecil dan terdengar di telinga Aldo.


Aldo mengangkat kepalanya, dia mengamati wajah sang istri. Dan betapa bahagianya Aldo, saat menatap kedua mata istrinya yang sudah terbuka.


" Raisa ... " ucap Aldo sambil mencium pipi Raisa tiada henti.


Ciuman nya terhenti, dia masih tak percaya. Tuhan telah mengabulkan doanya. Istrinya kini telah tersadar.


" Mas, wajahmu jelek sekali, " ucapan pertama Raisa yang membuat Aldo malu seketika.


" Sayang, kau sudah sadar?" tanya Aldo sambil menggenggam tangan Raisa.

__ADS_1


Aldo segera memanggil dokter, dengan alat panggilan yang berada di atas tempat tidur.


" Dokter, istriku sudah sadar. "


Selang beberapa menit kemudian, para dokter dan perawat sudah datang.


Tangan Aldo tak mau lepas dari tangan Raisa, dia terus menggenggamnya erat.


Semua peralatan medis, yang menempel di tubuh Raisa pun di lepaskan.


Kini Raisa di pindahkan ke ruang VIP, di rumah sakit.


Tak henti-hentinya Aldo mengucapkan syukur kepada Tuhan. Karena nyawa istri nya, dapat di selamat kan.


Ruangan besar khusus pasien, dengan fasilitas ruang untuk penunggu pasien. Sangat cocok untuk orang yang mempunyai budget berkantong tebal. Cat putih yang menjadi latarnya, menegaskan bahwa betapa bersih nya kamar ukuran 10x 10 meter. Dengan cahaya matahari yang masuk melalui celah korden, menutupi jendela kaca.


" Sayang, apa yang kamu rasakan saat ini?" tanya Aldo dengan wajah berseri


" Perutku sakit." Raisa mengeluh seraya memegang perutnya.


Aldo tidak mungkin bilang pada istrinya, kalau Raisa di operasi sesar dan telah di angkat rahimnya.


" Mungkin efek dari melahirkan, Sayang. Kau jangan terlalu banyak bergerak." Aldo menyarankan.


" Dia sehat, aku namakan Rido Junior Putra, " jawab Aldo


" Iya sudah, aku suka nama itu, " ucap Raisa sambil tersenyum.


" Apa dia tampan seperti mu?" tanya Raisa. " Eh, tapi, ada apa dengan wajah mu?" Raisa mengamati wajah suaminya.


" Wajahmu, seperti tidak terawat! " Tangan Raisa mengusap dagu Aldo.


" Kau tertidur selama seminggu, dan aku sangat cemas dengan, ngorokmu! " canda Aldo.


" Apa? Kenapa aku bisa tidur selama itu? Bagaimana dengan anakku?" Raisa terkejut dan ingin mengangkat tubuhnya, namun masih terasa sakit. " Auw ... " Pekiknya.


" Kau jangan bergerak dulu, dan tidak usah cemas dengan Rido. Sudah ada mama, Ale dan adik-adikku yang menjaganya," kata Aldo.


" Selama aku tidur, apa kau selalu di samping ku?" tanya Raisa menatap sendu ke arah Aldo.


" Iya, aku selalu di sampingmu. Tak pernah jauh, walau sedetik pun. Karena aku sangat takut kehilanganmu, " ucap Aldo seraya mencium tangan Raisa.


" Iya, aku tahu. Aku bisa merasakan saat mataku terpejam. Aku melihat kau menangis, hingga membuat kedua matamu menjadi sembab. Aku ingin menyentuh mu, namun tanganku tak sanggup menggapai nya. Berulang kali aku terus mencoba untuk memeluk mu. Tapi aku melihat diriku hanyalah sebuah bayangan. Saat kulihat diriku, tak nampak di depan cermin," kata Raisa yang menceritakan dirinya saat tertidur alias koma.


" Mas Aldo, saat kedua mataku terpejam, aku sangat takut. Takut tak bisa membukanya kembali, namun saat ku rasakan air yang begitu hangat mengalir di wajahku. Tubuh ku terasa bergetar, seolah-olah air matamu menarikku, untuk masuk ke dalam tubuh ku. Selama aku tertidur, aku selalu melihat kau menangis. Maafkan aku yang telah membuatmu cemas." Tangan Raisa sambil mengusap wajah Aldo.

__ADS_1


" Aku sangat mencintaimu, " ucap Aldo yang langsung memeluk Raisa.


Keduanya saling melepas rindu, dan takut kehilangan satu sama lainnya.


Raisa adalah wanita yang sangat Aldo cintai, kini telah terbangun dari tidurnya.


Aldo adalah pria yang benar-benar mampu meluluhkan hati Raisa. Selalu sabar menghadapi sikap Raisa yang keras kepala. Dan membuat Raisa tahu, apa itu artinya cinta.


Mereka akan bersama-sama mengurus buah hati tercinta. Serta saling mencintai hingga maut memisahkan mereka.


..._________ TAMAT________...


Sekian dan terima kasih atas perhatian kamu yang telah membaca karyaku hingga tamat.


Maaf jika dalam penulisan cerita, ada kalimat yang typo atau tidak nyambung. Semua karena semata-mata, author masih tahap belajar.


Akhir kata author ucapkan, terima kasih dan cinta kalian.


Salam manis,


SANG BALERINA CILIK PUTRI TUAN ALDO


FEBTI SELASANTI


NB :


Akan ada cerita bersambung, namun beda judul yang akan menceritakan kisah cinta Alesha ( anak Raisa dan Aldo) dan Zidane ( teman sekolah Alesha yang mengidap autis).


Tapi masih dalam rencana pemikiran author, karena saat ini author sedang membuat karya yang masih On Going.


Silakan kunjungi karya author yang lain:


- ORANG KETIGA ( TAMAT)


- CINTA TERHALANG RESTU ( Tamat)


- Cinta SMA ( tamat)


- BOLEH AKU MENCINTAIMU ( TAMAT)


- LDR CINTA SMA ( ON GOING)


- CINTA YANG HILANG ( ***ON GOING)


WASSALAMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABAROKATUH***.

__ADS_1


__ADS_2