Sang Balerina Cilik Putri Tuan Aldo

Sang Balerina Cilik Putri Tuan Aldo
Bab 91


__ADS_3

" Anda bertabrakan dengan, nona ini." kata Tedy sambil menunjukkan jarinya ke arah Sarah.


" Itu dia, Sarah yang menyuruhku untuk duduk." kata Aldo yang memperhatikan detik rekaman dirinya.


" Coba dari arah bar, kau ambil kamera lima." perintah Arifin.


Tedy memutar video pada layar kamera nomor lima, dan ternyata yang di sangka Aldo adalah benar.


" Dia memasukkan obat." ucap Aldo


" Iya, obat ke dalam orange jus." ucap Arifin sambil memperbesar layarnya.


" Kirim ke emailku, biar aku tunjukkan pada Sarah video ini." kata Aldo.


" Baik, Tuan." jawab Tedy yang langsung melakukan perintah Aldo.


Selang beberapa menit, Aldo langsung meninggalkan hotel dan pergi menuju kantornya.


Dia menghubungi asistennya Berry, menanyakan tentang Sarah.


" Halo, Berry!"


" Iya, Tuan?"


" Apakah Sarah sudah pulang?" Tanya Aldo.


" Masih menunggu anda." jawab Berry


" Bagus, aku akan segera menemuinya." kata Aldo dengan seulas senyum di sudut bibirnya.


" Baik Tuan, aku akan menyuruhnya untuk menunggu."


" Terima kasih." kata Aldo yang langsung menutup sambungan telepon selularnya.


Sesampainya Aldo segera memarkirkan mobilnya di basemen.


Segera dia bergegas menuju ruangannya, dengan menaiki lift.


Pintu lift pun terbuka, Aldo langsung keluar melangkahkan kakinya.


" Siang, Pak!" sapa Berry yang langsung berdiri menyambut kedatangan atasannya.


" Siang." jawab Aldo.


Lalu terlihat Sarah datang menghampirinya, dan langsung merangkul lengan Aldo.


" Kamu kok lama banget, sih?" rengek Sarag sembari tangannya bergelayut di lengan Aldo.


" Ish, menjauh." gentak Aldo yang langsung melepas tanga Sarah.


" Kok kamu kasar banget, sama aku?" kata Sarah yang mencoba mendekati Aldo.


" Jangan mendekat." cegah Aldo.


" Anda perlu bantuan, Tuan?" tanya Berry yang langsung berdiri.


" Tidak, aku akan cepat mengusirnya." ucap Aldo.


" Apa, kau ingin mengusirku?" sungut Sarah


" Aku akan memaksamu, untuk secepatnya menikahiku." kata Sarah dengan seringai licik.

__ADS_1


" Apa, menikahimu? Jangan terlalu bermimpi." ejek Aldo.


" Dengan foto-foto ini, aku akan dengan mudah menyebarkan ke media. Kalau kau telah, meniduriku malam itu." ucap Sarah sambil menunjukkan foto-foto dirinya dan Aldo.


Aldo langsung mengambil bukti foto yang di berikan oleh Sarah. Aldo sangat geram, dia langsung merobek cetakan gambar dirinya.


" Kau hanya merobek duplikatnya, sedangkan aslinya telah kuberikan pada temanku." cibir Sarah


" Apa?" geram Aldo.


Tiba-tiba ada panggilan masuk dari Tedy. Aldo segera menjawab panggilan dari asistennya.


" Halo, " jawab Aldo seraya melirik ke arah Sarah.


" Tuan, aku melihat ada seseorang wanita yang masuk ke dalam kamar hotel. Sepertinya dia adalah teman dari Sarah." kata Tedy melaporkan.


" Kau urus, aku sedang mengurus kuntilanak di hadapanku." kata Aldo dengan menegaskan kata kuntilanak dalam bahasa Indonesia. Sedangkan Tedy dan Berry yang merupakan orang Perancis, tidak mengerti apa yang di ucapkan Aldo.


" Kuntilanak?" geram Sarah sambil memicingkan matanya ke arah Aldo.


" Kau bisa menyebarkan ke media sosial atau media apapun. Yang jelas, kamu jangan pernah bermimpi untuk menjadi madu istriku." gertak Aldo yang langsung masuk ke dalam ruangannya.


" Aldo, kau harus bertanggung jawab. " teriak Sarah sambil mengetuk pintu CEO.


" Nona, anda mau pergi dengan sukarela atau saya paksa?" tanya Berry yang berdiri di belakang Sarah.


" Ish, awas kau. Kalau aku menjadi nyonya Aldo, kaulah yang pertama aku pecat." kesal Sarah yang langsung pergi meninggalkan ruangan Aldo.


" Anda, sungguh percaya diri sekali!" ejek Berry.


Kemudian Sarah tak putus asa, dia langsung menuju kantor televisi swasta yang terkenal di Perancis.


Selang beberapa jam kemudian, muncul berita isu perselingkuhan Aldo di layar televisi. Dengan gambar yang di blur, terlihat Sarah dan Aldo tidur berdua di atas kasur.


" Tuan, sepertinya wanita itu tidak main-main." Ujar Berry yang sudah memasuki ruangan Aldo.


Berry menunjukkan gambar Aldo di laptopnya.


" Kurang ajar, aku tak perduli jika masyarakat tahu. Hal itu dapat ku tepis, tapi jika istriku tahu pasti akan sangat mengancam rumah tanggaku." Kata Aldo frustasi.


" Hubungi Tedy, siapa gadis yang masuk ke dalam kamarku." Perintah Aldo pada Berry, " Setelah itu kau urus, agar dia menyesal telah menggangguku." titah Aldo pada Berry.


" Baik, Tuan." Jawab Berry yang langsung pamit ke luar ruangan


Aldo segera menghubungi Celine, memastikan Raisa tidak melihat media sosial atau televisi.


" Halo, Celine!"


" Iya, Tuan?"


" Bisa kau jaga istriku, agar tidak melihat televisi dan media sosial?" Pinta Aldo.


" Sayangnya anda terlambat, Nyonya kini sedang di jalan mau ke kantor anda." Kata Celine yang telat melaporkan pada Aldo.


" Apa?" Aldo semakin frustasi, dia bingung akan mengatakan pada istrinya.


Flashback Raisa


" Celine, Alesha sudah pulang?" Tanya Raisa.


" Sudah, dan berada di kamar bersama non Beby." Jawab Celine.

__ADS_1


" Ya sudah, aku mau nonton televisi di ruang tamu. Karena aku bosan harus tertidur sepagian di kamar." Keluh Raisa.


" Baik Nyonya, apa anda mau di buatkan sesuatu?" Tanya Celine.


" Aku mau jus alpukat, " jawab Raisa.


" Baik Nyonya, akan saya buatkan." Kata Celine.


" Terima kasih, Celine." Ucap Raisa.


" Iya, Nyonya." Kemudian Celine langsung menuju dapur, sedangkan Raisa ke ruang tamu.


Raisa merebahkan dirinya di sofa, dengan mengangkat kedua kakinya. Karena Raisa teramat sangat pusing dan lemas.


" Celine, dimana remote televisi?" Tanya Raisa yang mencari remote televisi.


Celine menghampiri Raisa dengan membawakan segelas jus alpukat.


" Ini nyonya, jusnya." Kata Celine menaruh segelas jus di atas meja.


Kemudian Celine mengambil remote televisi yang di letakkan di dalam laci.


" Ini, Nyonya!" Kata Celine seraya memberikan remote televisi.


Raisa pun menyalakan televisi, dan Celine bergegas menuju ke dapur.


" Pemirsa, kita di hebohkan dengan foto-foto pengusaha terkenal dengan nama Revaldo Junior Putra, atau biasa di sapa Aldo. Kini menjadi perbincangan terhangat di media masa, karena foto syurnya bersama wanita bernama Sarah yang merupakan pramugari asal Indonesia......" sekilas suara reporter yang menyiarkan berita tentang Aldo.


Dan membuat Celine membatalkan arahnya menuju dapur. Dia segera menyambar remote yang berada di tangan Raisa.


" Nyo-nya, " panggilnya cemas.


Raisa hanya terdiam, dia melamun saat mendengar nama suaminya di sebut di layar televisi.


" Nyo-nya..." Celine kembali mengulang panggilannya, " An-da tidak apa-apa?" Sambungnya, yang kini mencemaskan Nyonya besarnya.


" Aku tidak apa-apa, Celine. Sediakan mobil untukku, aku akan pergi." Ucap Raisa dengan ekspresi wajah yang datar.


" Nyonya, anda mau kemana?" Panik Celine yang melihat Raisa seperti orang yang sedang kerasukan.


" Celine, cepat." Perintah Raisa sambil menatap tajam ke arah Celine.


" Baik, Nyonya." Jawab Celine gugup.


Dia langsung memanggil Marcel, untuk memanaskan mobilnya.


" Nyonya, sudah siap mobilnya." Kata Celine yang berdiri di hadapan Raisa.


" Terima kasih." Jawab Raisa.


Dan Celine langsung mengantarkan Raisa menuju mobil.


" Nyonya, anda mau kemana?" Tanya Celine mengulang.


" Aku ingin menemui, suamiku." Jawab Raisa tanpa mengedipkan kedua matanya.


" Marcel, tolong kau jaga Nyonya." Pesan Celine.


" Siap." Jawab Marcel.


-

__ADS_1


Silakan like, vote, dan berikan poin hadiah untuk mendukung karya author. Terima kasih.


__ADS_2