
π HIKMAH CINTAπ
π·KELAK KAU AKAN MENYADARI"π·
Bahwa memilih pasangan tidaklah hanya tentang CINTA, tapi juga siapa yang akan menemani ibadahmu hingga menutup mata.
Memiliki pasangan yang baik agamanya, jauh lebih baik dibandingkan memiliki pasangan yang hanya baik parasnya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>π<\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Sejak hari itu Frans jadi sering uring-uringan,
sampai sahabatnya itu kadang kesal karena ia jadi kurang fokus, hingga di pertemuan penting ia salah membawak berkas, membuat Azzam benar-benar kesal.
" Lo kenapa sih?! akhir-akhir kerjaan Lo nggak ada yang beres hah?!" Bentak Azzam geram.
"Sorry bro, seperti gue terserang sindrom Cinta nih jadi gue gagal fokus " bales Frans enteng.
"Gue nggak mau tahu itu, yang jelas hari ini Lo sudah ngerugin gue ratusan miliar, jadi Lo harus bertanggung jawab!! " Seru Azzam yang sangat marah
"Terus apa yang harus gue lakukan?" bales Frans bingung.
"Itu bukan urusan gue!! tapi kalau Lo memang udah nggak ingin kerja sama gue Lo bisa keluar sekarang !" Hardik Azzam lagi.
" Sorry zam..Gue minta maaf gue tahu gue salah, tapi gue berharap Lo masih mau memberikan gue kesempatan sekali lagi zam, gue nggak janji sih kalau hasil kerja gue bagus, cuman in syaa Allah gue akan perbaiki segalanya" ujar Frans tulus, dia emang udah pasrah, karena memang ini adalah kesalahannya yang fatal.
"Baiklah gue kasih Lo kesempatan.." bales Azzam agak sedikit tenang.
"Terimakasih bro" ucap Frans tulus.
"Yap, sekarang kita pulang, " titah Azzam lagi.
"pulang kemana nih, kantor pa kerumah? " tanya Frans bingung.
"Kerumahlah!, Lo kan tahu besok adek gue mau walimah!" Seru Azzam mulai kesal lagi.
"Iya iya nanya gitu aja udah marah bos"
"Ya Lo yang mancing gue, !!"
__ADS_1
"Iya sorry gue salah lagi"
"Dah jangan banyak omong, cepatan jalan!!"
"Siap bos !" setelah membalas perkataan Azzam, Frans pun mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, di sepanjang jalan Azzam yang masih kesal ia memilih diam,
Setelah menempuh perjalanan selama 45 menit, Akhirnya mereka pun sampai..Azzam bergegas turun dari mobilnya dan di ikuti oleh Frans.
"Lo sebaiknya bantu-bantu mereka, gue masuk dulu" titah Azzam lagi dan di anggukkan oleh Frans, dan Azzam pun memasuki rumahnya yang terlihat sedang ramai karena mereka mau mengadakan syukuran nanti malam, karena Azkha mau menikah besok.
"Zam, kamu sudah pulang, nak..?" tanya mami Raniah
"Sudah mi," jawab Azzam singkat.
" Acara nikahan Azkha besok kita pakai seragam serba putih ya nak, itu baju kamu sudah mami taruh di kamar kamu, besok pakai ya" ujar sang mami.
"Iya mi " jawab Azzam singkat..
"Oh iya Azkha mana mi?" tanyanya lagi.
"Dia di kamarnya nak" bales maminya.
"Iya nak, " Azzam pun melangkahkan kakinya menuju kamar Azkha. sesampainya di sana ia memutar handel pintunya, dan akhirnya pintu terbuka, nampaklah, adiknya sedang duduk melamun di kursi balkon kamarnya,
Sesaat Azzam terdiam melihat tatkala melihat Adiknya yang sedang termenung, sepertinya ia memiliki beban yang berat, Azzam paham apa itu, ia pun mulai menghampiri sang adik.
"Az, Lo baik-baik ajakan?" tanya Azzam sembari ia duduk di sebelah adiknya
"Iya bang, Azkha baik-baik aja kok" Bales sang adik yang hanya menoleh singkat kepadanya.
"Sudah hafal untuk ijabnya besok?" tanya Azzam.
" Sudah bang.."jawab Azkha, dingin lagi-lagi ia menjawab tanpa mau melihat abangnya.
Membuat Azzam merasa aneh karena tak biasanya sang adik seperti itu,
"Kamu marah sama Abang?" tanya Azzam lagi.
"Marah buat apa?!" jawab Azkha masih dingin, Azzam terdiam tak mau menanggapi pertanyaan itu lagi, namun ia tahu kalau Adiknya sedang marah padanya karena ke egoisannya.
__ADS_1
" Kenapa menyetujuinya kalau kamu tidak ingin menikah?" tanya Azzam lagi dengan Taufik berbeda.
"Karena Azkha bukan seperti seseorang yang rela membiarkan keluarganya hancur karena keegoisannya" sindiran Azkha bagaikan tamparan keras bagi Azzam, ia pun kembali terdiam, sedangkan Azkha langsung bangkit dari duduknya lalu ia pergi keluar dari kamarnya, meninggalkan sang Abang yang masih duduk di balkon kamarnya.
"Maafkan Abang dek, karena keegoisan Abang kamu harus melakukan pernikahan yang tidak kau inginkan, maaf, maafkan Abang.."_ Batin Azzam, ia ikut merasakan kesedihan adiknya yang tidak berdaya itu.
Karena ia hanya seorang diri di kamar adiknya, ia pun bangkit dari duduknya, dan melangkah pergi meninggalkan kamar sang adik dan pergi menuju kamarnya, sesampainya di kamar ia melangkah menuju balkon kamarnya dan kembali hendak duduk, namun matanya menangkap sosok yang sedang termenung lagi, tapi kali ini ia termenung di tepi kolam renang. dan dia adalah Azkha adiknya.
Azzam merasa iba melihat adiknya namun ia tak bisa berbuat Apa-apa.
********
Hari pun sudah menjelang malam Acara selamatan menjelang pernikahan Azkha pun sudah di mulai, para tetangga sudah pada berkumpul, untuk mendoakan agar acara nikahan Azkha menjadi lancar dan selamat hingga selesai.
Dan selesai membacakan doa Azkha pun di minta oleh orang tuanya untuk menyalami para tamu untuk mengucapkan terima kasih karena sudah mendoakannya, ia pun mulai berkeliling menyalami tamu yang sedang duduk dan saat giliran Azzam ia melewatinya malah langsung menyalami Frans. setelah itu ia pun berlalu pergi begitu saja.
"Adik Lo kenapa, kok dia kayak benci gitu ma Lo zam?" tanya Frans heran.
"Sepertinya Azkha marah ma gue.." jawab Azzam sedih.
"Ya iyalah dia marah, seharusnya yang ada di posisi dia sekarang adalah Lo, kan?" tanya Frans lagi, Namun tak di jawab oleh Azzam. dan di saat bersamaan adik perempuan Azzam melewati mereka.
"Ziah?.. tolong ambilkan bang Frans minuman ya dek.." pinta Azzam pada adik perempuannya.
"Ambil aja sendiri!!" jawab Ziah ketus membuat Azzam kaget, karena tak pernah Adik-adiknya berlaku kasar padanya selama ini.
" Ada apa dek? kenapa kamu berkata seperti itu dek?" tanya Azzam lembut pada adik kesayangannya.
"Tanya aja pada diri Abang sendiri!" balasnya lalu ia pergi meninggalkan Azzam yang masih tercengang kaget atas perubahan para sang Adik, dan ia masih memperhatikan Kepergian ziah yang ternyata ia sedang menghampiri Azkha,
"Sabar zam sepertinya Adik-adik Lo lagi masih lagi pada demo karena.. yaa Lo tahu sendirilah.." ujar Frans, Melihat kalau sahabatnya itu lagi sedih dan lagi-lagi Azzam tak membalas perkataan Frans ia hanya memperhatikan kedua Adiknya yang dia sayangi kini ia menjadi musuh para Adik-adiknya
**BERSAMBUNG
_____________
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA YA..
Bila menyukai ceritanya VOTE Author sebagai bonus, LIKE Bila ingin Semangatin Author
__ADS_1
KOMENTAR.. bila ingin Author cepat dapat inspirasi lagi biar cepat up lagi. ππ**