
βΌβΌπ MUTIARA HIKMAH πβΌβΌ
"Bersyukurlah apabila kamu tidak tahu sesuatu. Karena itu akan memberimu kesempatan untuk belajar"
ππππππππππππππππ
Azzam terkesima melihat penampilan istrinya hingga tak sadar ia mengatakan "cantik" pada sang istri, hingga terdengar jelas oleh Naisah.
"Benarkah Icha cantik mas?" tanya Naisha dengan kedua tangannya di letakan di pipinya
Pertanyaan Naisha membuat Azzam tersentak dan langsung mengalihkan pandangannya.
"Cih Narsis kamu!" ujar Azzam ketus.
"Ih, orang Icha dengar jelas kok, kalau mas katakan cantik" protes Naisha.
"Sudah jangan banyak omong! cepat masuk!" seru Azzam merintahkan Naisha untuk masuk mobil
"Iya iya, jutek banget sih" gerutu Naisha dan ia langsung masuk ke mobil Azzam, setelah Naisha masuk Azzam pun ikut masuk dan duduk di kursi kemudi lalu menutup pintu mobil secara keras nampak ada kekesalan,
Dan tak lama mobil pun melaju, Naisha memperhatikan wajah suaminya yang masih nampak kesal, ia pun akhirnya buka suara.
"Segitu kesalnya kamu mas ketahuan memuji Icha, padahal memuji istri tidak ada ruginya malahan mendapat pahala, karena
Pujian pada istri adalah bagian dari perbuatan maruf yang diperintahkan dalam ayat,
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩ Ω ΩΨ«ΩΩΩ Ψ§ΩΩΩΨ°ΩΩ ΨΉΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ Ψ¨ΩΨ§ΩΩΩ ΩΨΉΩΨ±ΩΩΩΩ
βDan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang maβruf.β (QS. Al Baqarah: 228).
Ψ§Ψ΄ΩΨ±ΩΩΩΩΩΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΩΨΉΩΨ±ΩΩΩΩ
β Dan bergaullah dengan mereka (istri-istri kalian) dengan baik. β
(QS. An Nisa': 19).
Ibnu Katsir rahimahullah berkata mengenai surat An Nisa' ayat 19 di atas, βBerkatalah yang baik untuk istri kalian, perbaguslah amalan dan tingkah laku kalian kepada istri. Berbuat baiklah sebagai dirimu jika istri kalian bertingkah laku demikian.β
(Tafsir Al Qur'an Al 'Azhim, 3:400)
Berbuat ma'ruf adalah kalimat yang sifatnya umum, tercakup di seluruh hak istri.
Dari 'Aisyah, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
ΩΨ£ΩΩΩΩΩΩΩ Ψ§ ΩΨ£ΩΩΩΩΩΩ
β Sebaik-baik kalian adalah yang berbuat baik kepada keluarganya. Sedangkan aku adalah orang yang paling baik pada keluargaku β (HR. Tirmidzi no. 3895, Ibnu Majah no. 1977, Ad Darimi 2: 212, Ibnu Hibban 9: 484. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).
" Mas di dalam rumah tangga itu tidak ada yang namanya gengsi, karena itu hanya merugikan diri sendiri, kenapa tidak,? seharusnya ia mendapatkan pahala jadi tidakkan?, karena di setiap yang berhubungan dengan pernikahan, akan mendapatkan pahala, karena pernikahan itu adalah ibadah mas" tutur Naisha panjang lebar memberi penjelasan pada sang suami, membuat Azzam seperti di tusuk sebuah belati di dalam hatinya,
"Maaf" Ucapnya singkat.
__ADS_1
"Eh, maaf buat apa mas?" tanya Naisha lembut.
"Karena kelakuan yang kasar terhadap mu" ujar Azzam, dengan mata masih fokus ke depan.
Naisha Tersenyum.." Sudah Icha maafkan kok mas, jauh sebelum mas Memintanya" ujar dengan kelembutan.
"Terimakasih" setelah itu suasana menjadi hening, hingga akhirnya mereka sampai di area parkir apartemen, mereka pun keluar dari mobil dan saat memasuki pintu lobby utama, Apartemen tiba-tiba seseorang memanggil Azzam.
"Zam?!" karena merasa namanya di panggil Azzam pun menoleh.
"Frans?, sudah lam Lo di sini?" tanya Azzam datar.
"Yah lumayanlah," jawab Frans lalu matanya beralih ke Naisha.
"Assalamu'alaikum Nai" salam Frans pada Naisha.
"Wa'alaikumus salam Akhy" Bales Naisha.
"Hari ini nampak berbeda nai, lebih cantik dan..." ujar Frans, namun di potong oleh Azzam karena ia tidak senang melihat tatapan mata Frans terlalu serius pada istrinya..
"Nai, masuklah lebih dulu, aku sudah mengganti sandinya dengan taggal pernikahan kita" ujar Azzam memotong perkataan Frans dan menyuruh Naisha duluan masuk karena ia tak senang sahabatnya memperhatikan apa lagi memujinya depan dia.
"Baiklah mas. kalau gitu ana masuk akhy, mas Assalamu'alaikum.' pamiit Naisha lalu ia pun berlalu meninggalkan Azzam dan Frans yang masih menatap kepergian Naisah, membuat Azzam kesal.
"Bulan ini tidak ada bonus!" ujar Azzam ketus, membuat Frans langsung menoleh padanya.
"Haa kenapa?" tanya Frans heran.
"Karena Lo menatap istrinya bos dengan nafsu!" Jawab Azzam masih ketus.
"Alasan, jelas-jelas Lo mandangin binik gue begitu intens!" ujar Azzam masih ketus.
"hmm Aroma-aromanya ada yang mulai kasmaran nih, hingga muncullah penyakit combukur" sindir Frans dengan mata malas keatas.
"Apa maksud Lo?!"
"Nggak ada, cuma gerobak tukang sayur terbalik tadi" kata Frans berdalih..
"Cih, nggak jelas Lo!, ya udah tunggu di mobil gue mau ganti baju dulu!" Titahnya dan iapun melangkah menuju lift, untuk naik ke tempat Apartemennya berada. Frans hanya bergeleng-geleng kepala melihat bosnya yang sedang kesal.
____
Di dalam Apartemen.
Naisah yang baru memasuki Apartemen Azzam, tiba-tiba perutnya Bunyi.
kruy..kruy..kruy..
"Ah, laper, karena mas Azzam terburu-buru jadi nggak sempat deh sarapan, lihat kulkas ah," Gumam Naisha, lalu ia pun menghampiri kulkas yang ada di dekat meja makan, lalu ia pun membukanya..
"Yah yang ada tinggal telur, nggak ada apa-apa, oh iya kemarin anakan masak nasi di megicom kayaknya bisa deh buat nasi goreng telur" Gumam Naisha lagi, lalu ia pun mulai memasak nasi goreng telur ala kadarnya, karena memang hanya ada telur yang ada di dalam kulkasnya.
Saat ia sedang berkutik di dapur, tiba-tiba pintu Apartemen terbuka dan ternyata Azzam yang masuk.dan karena apartemen Azzam tidak ada penyekat satupun di sana maka mata Azzam langsung nampak Naisha lagi di dapur.
__ADS_1
"Kamu sedang apa Nai?" tanya Azzam datar.
"Lagi bikin nasi goreng mas, kamu mau?"
"Aku mau ganti baju dulu" ujarnya dan ia langsung memasuki kamarnya, dan tak lama ia keluar kembali dengan pakaian yang sudah berbeda, dan di lengkapi juga jas dan dasinya membuat ia nampak gagah dan berwibawa, lalu ia pun menghampiri meja makan yang ternyata nasi goreng yang di masak Naisha pun sudah tersaji di meja makan.
"Sini mas duduk, maaf hanya ala kadarnya saja, karena di kulkas tidak ada apa-apa lagi" ujar Naisha lembut. Azzam pun duduk, tuk sesaat ia memperhatikan nasi goreng itu.
"Ini nasi goreng?" tanyanya heran, karena nasi goreng Naisha masih putih.
"Maaf mas yang ada hanya bawang merah dan telur, jadi ya udah Naisha hanya bikin nasi goreng bawang saja dan di campur deh sama telur, " ujar Naisha apa adanya.
"Ya sudah aku sarapan di kantor saja" ujar Azzam dan hendak bangkit.
"Coba dulu dong mas, nanti bila nggk enak mas boleh langsung pergi" kata Naisha berharap. Azzam pun mengikuti keinginan istrinya, ia pun duduk kembali,
"Baiklah aku akan coba" bales Azzam pasrah, dan dengan perasaan malas ia pun menyuapkan satu sendok ke mulutnya, dengan malas ia mengunyahnya dan tiba-tiba ia melotot.. membuat Naisha cemas..
"Ada apa mas tidak enak ya? ya sudah lepehkan kesini aja mas" ujar Naisha cemas Sambil memberi sebuah mangkuk kosong agar Azzam bisa memuntahkan nasi gorengnya di sana.
karna Azzam tidak meresponnya Naisha pun mendekati mangkuk ke mulutnya..
"Muntahkanlah mas " ucapnya.
"Tidak nai, ini enak " ucapnya sambil mendorong mangkuk yang tadi di sodorkan Naisha tadi.
"Haa, benarkah?" Tanya Naisha heran
"Iya ini enak" Ucapnya dengan suara mulut yang sedang penuh dengan nasi gorengnya.
"Alhamdulillah, kalau mas suka"
"Iya aku suka Terimakasih nai" Ucap Azzam lagi tanpa sengaja mengucapkan terimakasih yang tak paling sulit ia mengatakan pada siapapun.
Naisha pun ikut makan baru satu sendok ia memakan bagiannya, nasi goreng Azzam malah sudah habis.
"Apakah masih ada lagi Nai?" tanya Azzam tanpa ragu.
"Sudah habis mas, tapi kalau kamu mau, makanlah punya Icha"
"Kamu bagaimana?"
"Icha sudah kenyang kok" ucapnya sedikit bohong padahal ia baru memakan satu sendok.
"Ya sudah sini" Azzam pun mengambil piring Naisah. dan langsung memakannya lagi
"Nasi goreng apa ini namanya?" tanyanya lagi dengan mulut yang penuh.
"Nasi Goreng cinta" Jawab Naisha Asal membuat Azzam tersedak
"Uhuk..Uhuk.. Uhuk..
BERSAMBUNG
__ADS_1
**************
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya..ππ