
━━━•⊰❁🌸 MUTIARA HIKMAH🌸❁⊱•━━━
"Orang-orang yang kuat keyakinannya kepada Allah, tidak akan lemah meski di hantam badai besar. Tidak akan menyerah meski ujian hidup begitu banyak dan tidak akan putus asa meski doa-doa mereka belum mewujud nyata,,
Dan Itu di karena mereka yakin dan percaya kepada Rabb nya yang sudah pasti akan memberikan keindahan di dalam hidupnya, setelah ia Bersabar. Kalau ia tak mendapatkan di dunia, maka ia akan mendapatkannya di surga-Nya Nanti.🥰
___sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
━━━━━━━━•⊰❁🌸❁⊱•━━━━━━━━
Hari-hari telah berlalu, setelah Hendrawan dan Raniah, di nyatakan sudah di perbolehkan pulang oleh sang Dokter, Aziah pun juga sudah memulai kegiatannya kembali. Seperti hari ini ia sudah mulai kuliah lagi, yang sempat terhenti, karena orang tuanya mendapatkan kecelakaan.dan ia pun sempat mengambil cuti karena ingin merawat kedua orang tuanya.
*****
Di Fakultas kedokteran xx..
"Aziaah?!." Panggil seorang gadis pada seorang gadis yang duduk di salah satu taman di area fakultas tersebut.
Mendengar namanya di panggil, gadis yang duduk di taman tersebut langsung menoleh.
"Anggi?," Sebut wanita yang di panggil Aziah. " Ada apa nggi?." Tanya Aziah.
"Lo kemana aja sih baru muncul?." Tanya Wanita yang bernama Anggi tersebut.
" Nggak kemana-mana kok, gue cuma merawat orang tua gue yang habis kecelakaan." Balas Aziah.
"Eh, Sorry Ziah, gue nggak tahu." kata Anggi, yang terlihat merasa bersalah.
__ADS_1
"Udah nggak papa, memang nggak ada yang tau kok." Balas Aziah sambil tersenyum manis pada sahabatnya itu.
" Oh iya, lalu bagaimana keadaan nyokap dan bokap Lo sekarang?." Tanya Anggi, sembari ia duduk di sebelah Aziah.
"Alhamdulillah, mereka sudah baikan kok nggi." Jawab Aziah apa adanya. " Oh iya, ada perkembangan apa di kampus selama akan selama gue nggak kuliah nggi?." Aziah kembali bertanya pada Anggi.
" Alhamdulillah kalau mereka dah baikan Zi, nah ini dia yang mau gue bilang, di kampus kita ada dosen pengganti Zi, Wih, orangnya tampan benar, dia ternyata seorang Dokter lagi, pokoknya gue jadi semangat ngikutin mata kuliah Kardiovaskuler dan ilmu bedah Zi." Ujar Anggi dengan mata yang terlihat berbinar.
" Huh!, Lo mah memang gitu pantang liat yang ganteng sedikit, pasti deh jiwa playgirl Lo meronta-ronta." Kata Aziah sambil memutarkan bola mata malasnya.
"Ini mah beda Zi, pokoknya kalau gue bisa tuh gaet dokter ganteng itu, gue bakalan insyap jadi playgirl neng, gue jamin itu." Ujar Anggi dengan penuh semangat.
"Cih!, kebanyakan bermimpi Lo!, udah ayo masuk kelas!." Ajak Aziah yang kemudian ia bangkit dari duduknya, dan langsung berjalan menuju kelasnya.
"Eh, tunggu Zi, cepat banget sih Lo jalan." Balas Anggi yang kemudian ia melangkah cepat, agar bisa sejajar dengan Aziah. " Oh iya kalau nggak salah, pagi ini mata kuliah dosen ganteng deh, aduh dada gue jadi berdebar ya, " Lanjutnya membuat Aziah kembali memutarkan bola mata malasnya lagi.
"Ini, benar-benar beda Zi, entar deh, kalau Lo dah liat, pasti Lo bakalan klepek-klepek juga ma tuh dosen, yakin dah gue." Kata Anggi, sembari ia duduk di kursi belajar mereka yang kebetulan mereka telah sampai di kelas mereka, yang ternyata semuanya sudah berkumpul.
"Hmm yakin banget sih Lo, tapi gue ingatin elo, gue mah setia sama Athan, bagi gue dia adalah segalanya, dan tak mungkin tergantikan tau, jadi seganteng apapun dosen yang Lo kata, atau cowok mana pun yang lebih ganteng, gue Tetap memilih Athan, jadi buang tuh pikiran gue bakalan klepek-klepek sama tuh dosen!" Tutur Aziah yang terlihat dari wajah ia sangat memuja pria yang bernama Athan itu, Anggi yang mendengar perkataan Aziah, kali ini ia yang memutar bola mata malesnya.
"Cih, elo yaa terlalu bodoh jadi wanita, sudah berkali-kali melihat dia selingkuh, masih aja mau sama dia, kayak udah nggak ada pria lain aja di muka bumi ini!, atau jangan-jangan Lo kenak pelet lagi sama tuh playboy cap kampung." Balas Anggi yang terlihat sekali ia tak menyukai kalau sahabatnya itu memiliki hubungan dengan yang namanya Athan.
"Itukan sudah masalalu nggi, sekarang Athankan sudah berubah kok, makanya gue percaya sama dia, dan gue minta Lo hargain keputusan gue ini ya." Ujar Aziah, namun di balas dengusan oleh Anggi, dan saat bersamaan masuklah seorang pria muda memakai kemeja berwarna navy membuat wajah pria terlihat bersih dan memancarkan ketampannya.
"Pagi semuanya?!" Ucap pria tersebut sambil berjalan menuju ke meja kerjanya.
" Pagi pak." Balas semua orang yang berada di kelas tersebut.
__ADS_1
"Oh OMG, idola gue pak Rey, tambah ganteng aja sih." Ujar Anggi sambil ia memegang kedua pipinya dengan mata yang berbinar melihat Pria yang baru saja masuk ke kelas mereka.
Sementara Aziah yang melihat Pria yang baru saja datang terlihat kaget, dan kemudian ia mengerutkan keningnya. " Hah?, itukan Bang Reyhan, teman Abang gue." Ujarnya saat ia mulai mengenal wajah pria yang baru saja masuk tadi.
"Eh benerkah Zi?, kalau begitu Lo pasti kenal juga dong ma dia?, Wah kalau begitu bisa dong kenalkan gue secara dekat ma pak Rey ya Zi please, " Ujar Anggi sambil mengatupkan kedua tangannya dan dengan memasang mata yang sangat berharap.
"Cih, ogah gue!, Lo sendiri aja sana!, jangan bawa-bawa gue!" Balas Aziah ketus.
"Akh Lo Zi, tega banget sih ma gue." keluh Anggi.
"Bodo amat!, emang gue pikirin!" Kata Aziah ketus. dan saat bersamaan Pria tadi yang ternyata adalah Reyhan sahabatnya Azzam itu mulai buka suara.
"Oke, sekarang kita akan mempelajari ilmu Kardiovaskuler. Segala hal yang berhubungan dengan darah, akan di pelajari di mata kuliah kardiovaskuler. Seperti bagaimana fungsi jantung dan pembuluh darah mengalirkan darah yang berisi oksigen dan nutrisi lainnya ke jaringan di dalam tubuh.
"Serta nantinya kita juga akan mempelajari Ilmu Bedah. Mata kuliah kedokteran ini wajib kamu kuasai juga, walaupun kamu tidak berminat untuk melanjutkan ke spesialis bedah. Sebagai calon dokter, tapi tetap harus menguasai ilmu dan teknik dasar dalam pembedahan, lho! Nantinya, kamu akan mendapatkan banyak praktik di dalam mata kuliah ilmu bedah agar dapat menyeimbangkan teori yang sudah dipelajari sebelumnya." Jelas Rayhan yang sesekali ia melirik ke arah Aziah walaupun hanya singkat. dan terlihat juga ia begitu bersemangat memberikan pembelajarannya hingga akhirnya jam yang di tentukan berakhir.
Setelah jam berakhir Reyhan langsung pergi begitu saja tanpa menoleh sedikitpun pada Aziah, begitu juga saat mereka sempat berpapasan, Reyhan seperti tidak kenal sama sekali pada Aziah membuat Aziah sedikit heran dengan sikap Reyhan yang seperti tidak mengenal dirinya.
"Zi, kata Lo pak Rey katanya kenal Lo, mana buktinya, dia kok kayak nggak kenal gitu sama Lo?" Tanya Anggi yang ternyata ia juga merasa heran.
" Gue nggak tahu, nggi, " Jawab Aziah yang memandang punggung Reyhan yang semakin menjauh.
"*Kenapa bang Reyhan seperti nggak kenal sama aku?, biasanya juga dia sapa akukan?, Eh, kenapa juga aku mikirin bodo akh, bukan urusan gue!." Batin Aziah tapi matanya masih ngarah ke kepergian Reyhan.
________
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 🙏 Syukron 🙏🥰*.
__ADS_1