
"""""🌸 MUTIARA HIKMAH 🌸"""""
"Jika engkau tidak berprasangka baik terhadap Allah Ta'ala karena sifat-sifat Allah yang baik, maka berprasangka baiklah kepada Allah karena karunia dan pemberian-Nya kepadamu. Bukankah Dia senantiasa memberimu segala kenikmatan?"
"""" (Al-Hikam)""'"
$$$$$$$$$$$$$$$🌸$$$$$$$$$$$$$$$$
Hendrawan yang di temani oleh Reyhan kini berjalan menuju ruangan tempat Naisha di Rawat, sesampainya di sana ia malah mendapati kalau mereka sedang tidur dengan saling berpelukan, membuat Hendrawan Tersenyum melihatnya, sedangkan Reyhan malah terpelongo melihat itu.
" Apa yang terjadi kenapa mereka malah tidur bersama begitu?" tanya Reyhan polos.
"Sssht, biarkan saja, ini Awal yang baik, biar om cepat dapat cucu" kata Hendrawan ada perasaan senang, karena pada akhirnya Azzam mau menerima Naisha sebagai istrinya padahal dulu ia amat membencinya..
"Tapi om mana bisa begitu!, inikan rumah sakit" protes Reyhan selaku dokter di RS itu.
"Sssht, nggak boleh protes!, Ayo kita keluar!" Ajak Hendrawan, dan ia hendak membalikan tubuhnya untuk kembali keluar namun tiba-tiba langkahnya terhenti karena ada yang manggilnya..
"Papa?!," panggilan lembut dari seorang wanita, membuat Hendrawan membalikkan tubuhnya.
"Naisha?, kamu sudah bangun nak?" tanya Hendrawan, ternyata yang memanggilnya adalah anak mantunya, dan karena pergerakan Naisha ingin bangun membuat Azzam pun ikut terbangun..
"Eh, papa?" ucap dan ia langsung bangkit dari tempat tidur dan langsung turun dari ranjang tempat Naisha di rawat.
"Iya nak?"
"Sudah lama papa di sini?" tanya Azzam dengan suara khas orang bangun tidur.
"Baru beberapa menit saja nak," bales sang papa, "Oh, iya gimana keadaanmu nak?" tanyanya lagi kini pada Naisha.
"Alhamdulillah, Nai, sudah mendingan pah," jawab Naisha.
"Alhamdulillah, oh iya papa sudah memanggil dokter Ahli dari Singapura, untuk menangani kasus penyakit Naisha zam" ujar sang papa " dan sebentar lagi dia akan datang kemari" lanjutnya lagi.
"Papa tahu, Naisha sakit apa?" tanya Azzam
"Iya papa tahu, makanya papa langsung memanggil dokter ahli itu, segera mungkin, kalau menunggu kamu pasti akan terlambat!" jelas sang papa, dan saat bersamaan terdengar suara ketukan pintu..
__ADS_1
Tok.. tok.. tok..
"Excuse me, I am doctor Jordan from Singapore, is this Mrs. Azzam's room?" ("Permisi, saya dokter Jordan dari Singapura apakah ini ruangan nyonya Azzam?)" Tanya seorang pria Asing yang sedang berdiri di depan pintu ruangan Naisha di rawat.
"That's right!, please enter the dock!" (iya benar, silakan masuk dok!)" jawab Hendrawan, dan Pria itu pun langsung masuk ke ruangan rawat Naisah.
"Alright, we can't linger, in Indonesia, so we will immediately deal with Mrs. Azzam now!, and the family should wait outside!" (Baiklah, tak bisa berlama-lama, di Indonesia, jadi kita akan langsung menangani nyonya Azzam sekarang!, dan sebaiknya Keluarga silahkan tunggu di luar!" ) Tegas dokter Asing itu.
"Alright doc, please do your best, and we'll be out now!"(Baiklah dok, silahkan lakukan terbaik, dan kami akan keluar sekarang!)" Bales Hendra dan di anggukkan oleh pria Asing tersebut, lalu Hendrawan dan Azzam pun keluar, dan hanya tersisa Naisha, Reyhan satu perawat dan dokter Asing tersebut, dan mereka pun. melakukan pemeriksaan terhadap Naisha.
___
Sementara Azzam dan Hendrawan yang di luar.
"Thanks ya pah,!" ucap Azzam saat mereka sudah duduk di ruang tunggu.
"Sama-sama nak, papa harap ini jadi pelajaran untukmu nak, agar kedepannya kamu harus lebih hati-hati lagi!" tutur Hendrawan tegas.
"Iya pah, in syaa Allah" bales Azzam
"Dan papa juga sudah memberikan pringatan pada wanita itu, juga keluarganya!" ujar Hendrawan membuat Azzam terkejut.
"Iya papa tahu!" Bales Hendra singkat.
"Dari Frans atau Reyhan?" tanya Azzam lagi penasaran
"Tidak dari keduanya!, intinya setelah istri kamu sehat kamu harus kembali ke rumah kita! kamu mengerti?!" tegas Hendrawan.
"Tidak pah!, Azam tidak mau!, karena Azam ingin membangun keluarga kecil Azam sendiri tanpa bantuan papa!" bales Azzam yang juga tegas, membuat Hendrawan Tersenyum tipis
"Alhamdulillah, syukurlah Akhirnya anakku mau menerima pernikahannya juga dan bahkan ia berpikir dewasa sekarang" _batin Hendrawan senang akan perubahan dari sang anaknya.
"Baiklah nak, kalau itu mau kamu, tapi kamu harus tinggalkan Apartemen itu dan Tinggalah di perumahan Graha raya di dekat rumah kita, papa sudah menyiapkan segalanya dan ingat tidak ada bantahan lagi!!" tutur Hendrawan tegas membuat Azzam sulit untuk membantahnya dan akhirnya ia pun menerima keputusan sang papa dengan pasrah.
"Baiklah pah" balesnya pasrah, dan saat bersamaan Reyhan dan Dokter Asing itu pun keluar dari ruang Rawat Naisha, dan mereka langsung menghampiri Azzam dan Hendrawan.
"How did it go doc?"(Bagaimana hasilnya dok?)" tanya Azzam tak sabar.
__ADS_1
"The result is good, madam will recover soon sir"(Hasilnya bagus, nyonya akan segera pulih secepatnya tuan)" Bales dokter Asing itu.
"Alhamdulillah, thank God then, I am very grateful to you doc! Once again, thank you!"
(Alhamdulillah, syukurlah kalau begitu, saya sangat berterima kasih sekali pada Anda dok! sekali lagi terimakasih!)" Ujar Azzam lega.
"You're welcome sir, then I'll excuse myself, and I wish the madam a speedy recovery!"
("Sama-sama tuan, kalau begitu saya permisi, dan semoga nyonya cepat sembuh!" ucap Dokter Asing itu, dan setelah mereka bersalaman dokter itupun langsung pergi meninggalkan mereka.
"Alhamdulillah, syukurlah!, kalau begitu papa pulang ya nak, dan jaga istrimu baik-baik dan ingat bila Naisha sudah di izinkan pulang langsung Bawak ke perumahan Graha raya ok!"
"Ok pah! dan Terimakasih juga karena sudah mendatangi dokter terbaik ya pah" ucap Azzam tulus.
"Iya nak, sama-sama, ya sudah kalau begitu papa pulang ya Assalamu'alaikum" Pamit sang papa.
"Wa'alaikumus salam pah" setelah mendapatkan jawaban dari Azzam Hendrawan pun langsung pergi meninggalkan Azzam yang masih melihat Kepergian sang ayah, dan setelah itu ia pun kembali masuk keruangan Naisha di rawat, dan nampak Istrinya sedang bersandar di kepala ranjangnya.
"Assalamu'alaikum?" salamnya saat sudah masuk.
"Wa'alaikumus salam mas" bales Naisha yang masih berada di pembaringannya.
"Apa kata dokter tadi mas?, apakah Icha akan sembuh mas?" tanya Naisha penasaran, Azzam tidak langsung menjawab, ia sepertinya ingin menggoda sang istri dengan berpura-pura memasang wajah sedihnya. karena melihat perubahan sang suami Naisha pun langsung menebak..
"Hmm, Icha tau, pasti Icha nggak bisa sembuh lagikan?, Icha akan lumpuhkan?" ucapnya ia langsung menunduk wajahnya sedih, Azzam yang memang tak bisa melihat istrinya bersedih ia pun langsung naik keatas ranjang dan mensejajarkan tubuhnya di samping Naisha, lalu ia meraih pundak sang istri dan menariknya Agar Naisha bersandar di dada bidangnya.
"Tidak Nai, aku bercanda kok, kamu akan sembuh, malahan setelah infus itu habis kamu sudah di perbolehkan untuk pulang Nai.." tutur Azzam lembut sembari mengecup puncak kepala Naisha.
"Benarkah mas?" tanya Naisha yang langsung mendongakkan wajahnya untuk melihat wajahnya Azzam, dan otomatis mereka jadi saling bertatapan.
"Iya, my darling" bales Azzam lembut, seraya ia mencium pipi Naisha lembut, dan mendengar jawaban suaminya, Naisha sangat senang.
"Benarkah Icha sayangnya mas?" tanyanya ingin mendengar suaminya mengatakan itu lagi.
"Iya Nai, kamu adalah sayangnya Aku" Bales Azzam yang masih menatap wajah Naisha, dan Naisha pun tersenyum senang, dan ia langsung memberikan kiss singkat pada bibir suaminya, membuat mata Azzam membulat..
***********
__ADS_1
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA YA GUYS 🙏😉