
🌸 MUTIARA HIKMAH 🌸
''Semiskin-miskin nya Manusia
Adalah dia yang tidak pernah brsyukur atas nikmat yg telah diberi kepadanya..
Dan selalu merasa hidupnya, penuh dengan kekurangan..!!!!
⚛ Quote of the day ⚛
##############################
Di sisi lain di sebuah mobil..yang di tumpangi seorang wanita dan seorang pria..
"Han, kamu baik-baik sajakan?" tanya seseorang yang sedang fokus mengemudikan mobilnya..
"Saya baik-baik saja, Dokter Rehan" ujar wanita dengan wajah nampak sendu.
"hmm, aku tahu kamu masih mencintai Azamkan?" tanya dokter Rehan.
"Kalau iya kenapa?"
"Ya.. kalau iya sebaiknya di lupakan karena Azzam sudah beristrikan" Nasehat Rehan.
"Tidak segampang itu dok, kamu juga tahukan, sudah berapa lama, kita tak berjumpa, aku pikir aku sudah melupakannya, tapi saat kami berjumpa, ternyata cinta itu malah semakin besar dok, " ujar Hanna, yang tanpa terasa air matanya keluar kembali.
"Maaf Han, tanpa sengaja aku sudah membuka luka mu kembali, seandainya saja aku tak membawa mu ke rumah Azzam mungkin kamu tak begini" ucap Rehan nyesal.
"nggak papa dok, justru aku sangat berterimakasih karena dokter aku bisa bertemu dengannya lagi, dan sepertinya ini jawaban pertanyaan ku selama ini, dan itu berarti aku harus kembali memperjuangkannya dok" ujar Hanna dengan senyum sumringahnya..
"Apa?!, kau sudah gila?, ingat Hanna Azzam sudah beristri, kamu tahu itukan?" ujar Rehan yang tak mengerti dengan sikap Hanna..
"Ya aku sudah gila! gila karena cintanya, dan aku juga rela menjadi istrinya yang kedua" ujar Hanna dengan senyum miris.
"hah, kau mimpi ya?! kamu tahukan Han, Azzam sangat membenci wanita, jadi kmu jangan bermimpi deh.." ujar Rehan yang kini mulai tidak suka dengan sifat buruk Hanna, padahal sebenarnya ia sudah mulai ada rasa pada partnernya itu.
"Benci?, cih munafik kalau aku bilang dok, kalau memang benci ia tak akan punya istri, tapi faktanya apa, ia punyakan?, jadi apa salahnya kalau menambah satu lagi, aku nggak keberatan kok..'' ucap Hanna penuh percaya diri..
__ADS_1
"heh, iya Lo nggak keberatan tapi Azzam dan istrinya yang keberatan, jadi gue saranin sebaiknya Lo berhenti deh bermimpi Han!" ujar Rehan yang sepertinya mulai geram pada Hanna, hingga ia mulai tidak menghormati wanita yang ia kagumi itu lagi
"hmm itu takkan lama, bila kami sudah saling menyatu, ia pasti tidak keberatan lagi," ujar Hanna dengan senyum nakalnya sembari mengedipkan matanya.. membuat Rehan merasa jijik padanya.."hmm aku jadi tak sabar menunggu besok, pasti dia akan mencari ku lagi dan langsung datang ke rumah sakit kita" Lanjutnya lagi dengan mata berbinar..
"Apa maksud Lo Han?, apa yang sudah kau perbuat pada istrinya?" tanya Rehan curiga.
"Kita liha besok ya dok" ujar Hanna sembari mengedipkan matanya..
"cih wanita ini memang sudah gila, nyesal gue sudah menaruh hati padanya, sudahlah jangan di ladenin lagi bisa-bisa gue khilap lagi, dan sebaiknya gue juga harus cepat ke apartemen Azzam sepertinya ada yang tidak beres !" Batin Rehan.
Dan akhirnya Rehan mempercepat laju mobilnya dan tak lama mobil Rehan pun sampai di sebuah rumah mewah dan tepat di depan gerbang Rehan memberhentikan mobilnya..
"Sudah sampai dokter Hanna, sebaiknya anda turun sekarang!" ujar Rehan sedikit ketus.
"Terimakasih dokter Rehan, dan Terimakasih untuk malam ini " bales Hanna sambil mengedipkan matanya, membuat Rehan merasa muak, dan setelah Hanna turun tanpa basa-basi lagi Rehan pun melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.. membuat Hanna Tertawa melihatnya..
"Hahaha, dasar Rehan bodoh, dia tidak tahu kalau selama ini aku hanya memanfaatkannya saja! " Gumam Hanna dengan tawa kemenangannya.." Terimakasih Rehaan!" pekiknya sambil mencium tangannya dan ia tiup ke arah mobil Rehan yang sudah menjauh..
______
Azzam yang tadinya ikut tertidur pulas tiba-tiba ia terbangun karena merasa kepanasan, seperti ia sedang berada di dekat kompor, padahal ruangan itu seharusnya dingin karena di kamar itu memakai AC dan dia tersentak saat tangannya menyentuh tubuh Naisha,
"Astaghfirullah.. kenapa badan kamu begitu panas Nai" ujar Azzam cemas. lalu ia membangunkan Naisha..
"Nai?!, bangun Nai, ada apa denganmu.. Nai.Nai.?" Azzam terus memanggil-manggil Naisha namun tidak ada jawaban, sepertinya ia tak sadarkan diri membuat Azzam panik..
"Naisha, bangunlah, jangan membuatku takut!, bangun Naisha" panggil Azzam sembari menepuk-nepuk pipi Naisha juga menggoyang-goyangkan tubuhnya, namun tak ada respon dari Naisha, dan saat bersamaan suara bel berbunyi.. dengan keadaan panik Azzam berlari menuju pintu apartemennya dan dengan cepat ia pun membukanya..
"Rehan, mau apa Lo datang lagi!" ujar Azzam heran.
"Gue harus priksa istri Lo zam, ini darurat!' ujar Rehan yang nampak ia berkeringat sepertinya ia habis berlari..
"apa maksud Lo?" tanya Azzam bingung..
"Nanti gue ceritakan sekarang gue harus priksa dia!" ujar. Rehan lagi.
"Tapi bini gue tidak ingin di periksa oleh laki-laki"
__ADS_1
"Sudah tidak ada waktu untuk membahas itu zam, cepat antar gue sama bini Lo!!" seru Rehan membuat Azzam Akhirnya menyerah
"Baiklah ayo ikut gue.." kata Azzam yang akhirnya mengizinkan Rehan masuk ke kamar Naisha, karena ia juga sebenarnya sudah cemas karena Naisha tadi tidak meresponnya..
Setelah di dalam Rehan pun dengan cepat menangani Naisha dan ia juga mengambil botol infusnya dan langsung ia pasang ke tangan Naisah.
"Ambil Air zam, kita bantu menurunkan panasnya dengan cara mengompresnya cepat zam!" ujar Rehan dan Azzam pun menuruti perintah Rehan dan ia pun keluar untuk mengambil yang di minta oleh Rehan.. sedangkan Rehan yang sedang memberikan cairan dalam suntikan dan kemudian ia menyuntikkan cairan itu kedalam botol infus Naisha
Dan tak lama Azzam kembali membawa baskom kecil berisikan air dan handuk kecil.
"Sekarang kompres dia!" ujar Rehan, dan Azzam sekali lagi menurut dan ia pun mengompres istrinya dan di saat bersamaan terdengar suara bel berbunyi lagi.
"Siapa lagi itu?!" tanya Azzam penasaran.
"Itu sepertinya suster yang biasa membantu gue, karena gue tadi meminta ia datang untuk membawa tabung oksigen kemari" jelas Rehan membuat Azzam mengerutkan dahinya..
"Tabung oksigen?, sebenarnya ada apa dengan bini gue?" tanya Azzam penasaran..
"Bini Lo saat ini koma zam" ujar Rehan apa adanya..
"Apa!! tadi dia masih tertawa-tawa dengan ku, kenapa bisa koma?" tanya Azzam dengan perasaan bercampur aduk.
"Nanti gue ceritain, sekarang biar gue buka pintu dulu untuk mengambil tabung oksigennya " ujar Rehan lalu ia pun melangkah keluar.. sedangkan Azzam hanya memandangi wajah istrinya yang nampak pucat seperti tak ada darah.. ia mengelus pipinya yang lembut dan ia juga teringat kata-katanya saat mereka habis bercanda tadi.
"Ada apa denganmu Nai? mengapa jadi seperti ini, jangan tinggalkan aku Nai,. aku tak mengizinkan kamu pergi, jadi berjuanglah sayang" ujar Azzam lembut sembari ia mengecup kening Naisha dengan lembut dan tanpa dia sadari air matanya lolos begitu saja..
*******
Aiih Akhirnya Author bergadang tapi katanya kemarin ada yang mau ngirim kopi mana ya 🤔
Tapi Author senang kok, karena puas lihat para Readers pada protes dan itu berarti kalian mencintai Novel ini Syukron ya..
Dan terus dukung Author ya..dan jangan lupa tinggalkan jejaknya..
VOTE..Bonusin Author bila menyukai Ceritanya
LIKE DAN KOMENTAR.. Sangat Author nanti karena itu Penyemangat buat Author so jangan lupa ya guys 🙏😉 Syukron 🙏😊
__ADS_1