
❅◈◈◈⊰💚Kalam Hikmah 💚⊱◈◈◈❅
Tidak akan pernah hancur hati seseorang yang bersandar secara penuh kepada Tuhannya.
Iman menghilangkan resah dan mengikis gundah. la adalah penenang hati orang orang yang bertauhid dan hiburan bagi para 'abid.
❤صَلَّ اللّٰـهُ عَلَی مُحَمَّدْ صَلَّ اللّٰـهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ❤
❅❀⊱◈◈◈⊰◎❅❀❦||💚||❦❀❅◎⊱◈◈◈⊰❀❅
Sejak Azzam memberi kabar kalau Naisha telah melahirkan, kedua orang tua Naisha maupun kedua orang tua Azzam langsung datang ke rumah mereka, terlihat kedua orang tua mereka begitu bahagia, karena anak pertama Naisha dan azzam merupakan cucu pertama bagi keduanya sehingga keduanya terkandang saling berebutan ingin menggedong sang bayi.
"Gantian dong Raniah, saya ingin menggedong baby boy juga jeng.." Ujar Rodiah Ibunya Naisha.
"Bentar dong jeng saya belum puas melihat wajah baby boy, muah ganteng ya seperti Azzam.." Bales Raniah yang sebenarnya ia sudah sejak tadi menggedong baby boy, karena ia yang terlebih dahulu sampai di rumah Azzam.
" Mah!, kamukan sudah sejak tadi menggendong Baby boy gantian dong sama Bundanya Naisha, lagian baby boy juga kan ingin kenalan dengan neneknya yang satu lagi." tegur Hendrawan kepada istrinya.
"Iis papa!, Mama kan belum puas gendong baby boy." protes Raniah yang sepertinya ia enggan menyerahkan bayi yang ada di gendongannya itu pada bundanya Naisha yang terlihat ia sangat berharap menggedong si kecil.
"Mama jangan egois gitu dong, gimana pun juga Bundanya Naisha juga berhak menggedong cucunya!" Tegur Hendrawan lagi.
Melihat besannya malah bertengkar membuat Rodiah jadi tidak enak Hati. " Sudah-sudah pak Azam, tidak papa, biar jeng Raniah mengendong si kecil, saya mau lihat Naisha saja." Ujar Rodiah yang akhirnya mengalah dan ia memilih pergi ke kamar Naisha.
"Mama apaan sih!, egois banget sama Bunda, bukankah Mama sejak tadi ya sudah menggedong anak Azam." tegur Azzam yang ternyata ia menyaksikan perselisihan antara mertua dan orang tuanya.
"tau nih Zam, tadi sudah Papa tegur, agar gantian sama Bundanya Naisha tapi tetap aja Mama kamu egois mau menang sendiri saja." Sambung Hendrawan.
"Terus aja ngadu!, iya Mama salah, nih anak kamu kasih ke mertua kamu sana!" Ujar Raniah ketus Sambil menyerahkan baby Boy pada Azzam, dengan sedikit kasar membuat Azzam kaget bukan mainnya,
"Mah!, mama kok gitu sih, Baby boykan masih kecil banget!" tegur Azzam yang langsung memeluk anaknya yang baru berusia beberapa jam saja.
"Habis kamu pelit banget sih, malah membelai mertua kamu ketimbang Mama kamu sendiri!" Balas Raniah yang tak mau di salahkan.
__ADS_1
"Mama kok gini sih, siapa yang belain mertua Azam, lagian Bunda tadi baru datangkan?, jadi Bunda belum lihat sama sekali dengan baby boy, sedangkan mama sudah sedari tadi di sini, jadi seharusnya Mama ngerti dong, tanpa harus di minta, seharusnya Mama berikan, Baby boy pada Bunda." Ujar Azzam yang terlihat sekali ia tak menyukai sikap Mamanya yang terkesan egois.
"Ah sudahlah Zam, kamu memang lebih sayang pada mertua kamu ketimbang Mama kamu sendiri!, pikir kamu Mama tidak tahu, kamu sering menginap di rumah mertua kamu, sedang di rumah Mama, kamu tidak pernah membawa Naisah nginap sejak kalian menikah, orang tua mana Zam yang tidak sakit hati di giniin." Ujar Raniah mengungkapkan isi hatinya hingga tanpa terasa air matanya pun mengalir.
"Astaghfirullah, malu Mah, di lihat Ayah Naisha,." Balas Azzam dengan suara pelan.
"Biarin, Kenapa kalau dia tahu, kamu malu punya orang tua seperti Mama, hah!" Seru Raniah.
"Mah, kamu kenapa sih?!, ini hari bahagia untuk menyambut kedatangan cucu kita Mah, kenapa kamu seperti ini sih, kaya Anak kecil tau!" tegur Hendrawan yang terlihat ia merasa malu pada Faisal besannya yang sejak tadi hanya diam karena ia tak mau ikut campur dalam urusan keluarga besannya.
"Ini Mah, ini dia, kenapa Azam pernah mengatakan pada Mama, untuk tidak mencampuri keluarga Azam, karena Azam tau Mama tuh egois orangnya, mau menang sendiri saja, karena itu Azam tidak suka Mah!" Ujar Azzam Kesal, lalu ia pun langsung menaiki tangga menuju ke kamarnya.
Setelah kepergian Azzam, Hendrawan pun menghampirinya Istrinya lebih dekat lagi. "Sudah puas Mah?, kalau sudah puas ayo sekarang kita pulang!" Ujarnya, yang sebenarnya ia kesal dan bercampur malu, Melihat kelakuan istrinya yang seperti itu di depan besannya.
Bukannya menjawab pertanyaan suaminya Raniah malah mendengus kesal.
"Humm!!" sambil ia mengambil tasnya yang beada di atas meja, setalah itu ia pun berlalu pergi menuju pintu keluar rumah Azzam tanpa pamit pada Faisal yang berada di ruang tamu.
Hendrawan yang melihat kelakuan Istrinya jadi sedikit malu. " Maaf ya pak, atas kelakuan istri saya, mungkin karena saya kurang tegas dalam mendidik istri saya pak." Ujar Hendrawan yang terlihat malu.
"Terimakasih pak, ya sudah kalau begitu saya permisi dulu ya Assalamu'alaikum." pamit Hendrawan.
"Wa'alaikumus salam." setelah mendapatkan balasan dari Faisal, Hendrawan pun langsung berlalu meninggalkan Faisal yang masih berada di ruang tamu.
_______
Sementara di dalam kamar Naisha..
"Bunda kenapa kok terlihat sedih?" tanya Naisha yang sejak Bundanya datang wajahnya terlihat sedih, walaupun ia menutupinya namun wajah tetap terbaca oleh Naisha.
"Kata siapa Bunda sedih, bunda bahagia kok, karena pada akhirnya anak bunda yang manja ini sekarang telah menjadi Ibu." Kata Rodiah yang masih menutupi kesedihannya.
"Iis, bunda kata siapa juga Icha manja?, mana ada Icha manja, itu mah perasaan Bunda aja mah." sangkal Naisha yang tidak terima di katakan anak manja.
__ADS_1
"Ya kata Bundalah, kamukan biasanya emang manja pun, sama Bunda, sekarang saja bilang nggak manja.." goda Rodiah lagi, membuat Naisha cengengesan sedikit malu.
"Benar tuh Bunda, anak Bunda emang manja deng." timpal Azzam yang baru saja masuk Sambil menggedong baby boy.
"Nah, tuh kan, suami kamu juga bilang kamu manja Yee." ledek Bunda lagi, dan ia langsung berdiri saat melihat Azzam datang membawa bayinya. " Eh, ada si kecil sini sama nenek..uluh uluh lucu dan tampan banget bayi kamu Nai." Ujar Rodiah yang terlihat sumringah saat melihat baby boy, apalagi saat Azzam menyerahkan bayi mungil itu ke tangannya, ia langsung nampak bahagia.
" Iya dong Bunda siapa dulu buyahnya, Azam gitu loh.." Balas Azzam dengan gaya narsisnya.
"Hahaha, iya iya, buyahnya ganteng jadi anaknya ganteng juga ya nak Azzam." Ujar Rodiah membuat Azzam tertawa bangga.
"Huh, bunda mas Azam kok di puji tambah GR tuh." Protes Naisha..
"Yee kamu mah sirik, orang faktakan bunda, kalau Azam tampan?." sambung Azzam dengan gaya meletakkan jari jempol dan telunjuknya di bawah dagunya, membuat Rodiah tertawa lucu.
"Hahaha, kalian ini sudah jadi orang tua tapi kok masih kayak Anak-anak sih." tegur sang bunda sembari tertawa lucu melihat anak dan mantunya.
"Hmm bunda baru tahu sih, Mas Azam emang begitu Bunda.." Sambung Naisha..
"Yee tapi kamu cintakan sama Mas.?" timpal Azzam dengan Alisnya yang di naik turunkan.
"Hahaha kalian ini bikin bunda malu aja, udah akh, bunda mau kasih tunjukkan Baby boy ke Ayah, Bunda turun ke bawah ya." Pamit Rodiah sembari menggedong bayi Azzam dan Naisha keluar dari kamar mereka.
"Iya Bunda " Jawab mereka secara berbarengan
Setelah kepergian Bunda Azzam pun menghampiri Naisha yang masih terbaring di tempat tidurnya karena tangannya masih di infus, lalu Azzam langsung duduk di tepi ranjangnya dengan wajah yang terlihat sedih, membuat Naisha jadi penasaran.
"Ada apa sebenarnya Mas?, tadi saat Bunda datang wajahnya terlihat sedih, sekarang mas juga begitu, sebenarnya ada apa?"
*********
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 🙏😉.
Oh iya, Author punya Novel terbaru, kunjungi yuk guys dan ramaikan, Author juga butuh dukungan serta doa dari kalian semua 🙏😊 semoga Novel terbaru Author menang ya😁
__ADS_1
Jangan lupa Mampir ya guys 🙏😊 Syukron 🙏😊