
══ ✥.❖.✥ ══Kalam Habaib══ ✥.❖.✥ ══
❤اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدْ❤
Jika hati sudah saling mencintai, maka mata tak akan melihat kesalahan dan kekurangan, dan jika ada separuh Cinta itu perhatian, maka separuh yang lain berupa penghormatan.
📚[ Habib Umar bin Hafidz ]📚
⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜
Azzam bingung saat tangannya di tahan oleh Naisah,
"Kenapa Nai? kita harus segera ke rumah sakit, badan kamu panas sekali" ujar Azzam cemas.
"Tidak mas, Icha tidak mau kerumah sakit" bales Naisha dengan suara lemah.
"Tapi kenapa Nai,?"
"Icha takut, nanti kalau dokternya laki-laki gimana?" ujar Naisha yang masih lemah. mendengar alasan Naisha Azzam pun paham.
"Ya sudah sebentar aku telfon temanku biar ia membawa Dokter wanita" ujar Azzam lalu ia pun mengambil benda pipihnya, di dalam kantongnya, lalu ia mencari kontak dan saat ada tulisan nama Rehan ia pun langsung memanggil dan tak lama Panggilan pun tersambung..
📲" Halo ada apa zam?" tanya seseorang di sebrang..
📱"Han, datang ke apartemen gue, Bawak dokter wanita yang Lo kenal " Jawab Azzam memberi Titah.
📲"Ada apa emangnya, kenapa nggak gue aja?" tanya orang tersebut yang bernama Rehan.
📱"Bini gue sakit, cepat datang jangan banyak tanya lagi!" jawabnya sedikit ketus.
📲"Hah, Lo punya bini?, kapan nikahnya?" tanya Rehan namun biip, panggilan di putus oleh Azzam. lalu ia menghampiri Naisha lagi.
"Nai,? kamu butuh apa, atau kamu mau makan,?, sebentar lagi dokter wanita akan datang" ujar Azzam sedikit cemas hingga ia bingung harus berbuat apa.
"Icha, nggak kepingin apa-apa mas" jawab Naisha pelan.
"Aku bikinin bubur saja ya, kamu tunggu sebentar di sini" ujar Azzam lembut dan langsung meninggalkan Naisha di kamarnya tanpa mendengar balesan Naisha, dan Naisha hanya menatap kepergian suaminya yang langsung menghilang karena terhalang pintu.
"Ternyata mas Azam bisa lembut juga ya,?, atau ia lembut karena ana lagi sakit?" gumam Naisha dalam lemahnya.
"Semoga tidak., semoga ia lembut seterusnya dan menjadi Imamku yang akan membawa kebahagiaan di dunia maupun di akhirat, Aamin" Gumam Naisha lagi.."Aih, kenapa masih dingin sih rrrrrr, padahal selimut sudah tebal pun" keluh Naisha yang akhirnya menutupi kembali tubuhnya dengan selimut tebalnya..
_____
Sementara Azzam yang lagi di dapur nampak sedang memasak bubur putih, namun tiba-tiba terdengar suara bel berbunyi..
TING,TUNG, TING TUNG..TING TUNG.
__ADS_1
"Iya iya, sebentar!" ujar Azzam kesal karena yang memencet bel Seperti tidak sabaran, lalu ia pun mematikan kompornya, kemudian ia pun menghampiri pintu dan membukanya.
"Nggak sabaran banget sih Lo!!" bentak Azzam saat sudah pintu sudah terbuka.
"Hehehe maaf bro, ya kali aja Lo nggak dengar" ujar seseorang yang ada di balik pintu apartemennya.
"Cih, udah jangan banyak omong Lo Han!, mana yang gue minta tadi?!" tanya Azzam ketus.
"Ikh, ketus amat sih Lo,!, Ada yang Lo pesan, nih orangnya, dokter Hani namanya" ujar pria itu yang ternyata Rehan sahabat Azzam sekaligus dokter pribadinya.
"Hai, bang Azam, masih ingat sama aku?" tanya seorang wanita yang di bawak Rehan yang bernama Hani.
"Siapa?, sorry gue nggak ingat!" jawab Azzam dingin, ya Azzam memang selalu dingin pada yang namanya wanita, jadi siapa yang mengenalnya pasti sudah terbiasa.
"Anak IPA waktu di sekolah xx, ingat Nggak?" tanya Hani lagi antusias.
"Tidak!" Balesnya ketus
""Lo dingin banget sih, masa Lo nggak ingat, sama cewek yang pernah ngasih Lo surat dan yang ngasih Lo baju basket loh, Hani Herawati, yang tergila-gila sama Lo, ingatkan sekarang?" Sambung Rehan membantu Azzam untuk mengingatkan siapa Dokter Hani di masalalunya.
"Oh " Azzam yang setelah mendengar penjelasan Rehan hanya membalas oh aja, membuat teman melongok saja.
"Hanya oh saja?" tanya Rehan heran.
"Jadi mau apalagi,?! sudah suruh cepat teman Lo periksa bini gue!" titah Azzam lalu ia pun langsung masuk meninggalkan mereka yang masih terpelongo sama sikap Azzam
"Ya ingatlah, sudah ayo, kita masuk" Ajak Rehan dan Akhirnya mereka pun masuk ke apartemen Azzam.
"Dimana pasiennya bang?" tanya dokter Hani lembut.
"Ayo ikut gue, dia ada di dalam!" ujar Azzam datar. dan mereka pun mengikuti Azzam namun tiba-tiba Azzam menghentikan langkahnya.
"Lo mau ngapain?!" tanya Azzam ketus pada Rehan yang ingin mengikutinya masuk ke kamar Naisha.
Ya mau lihat kondisi bini Lo lah, dan sekalian kenalan sama kakak ipar" bales Rehan polos.
"Ngapain gue, nyari dokter wanita kalau Lo bisa masuk!, sudah Lo tunggu di luar!!" seru Azzam kesal,
"Iya iya, jutek banget sih jadi orang" ujar Rehan yang akhirnya mengalah dan ia memilih duduk di sofa di ruang tamu.
sementara Azzam dan Dokter Hani langsung masuk ke kamar Naisha..dan Azzam langsung menghampiri Naisha yang kembali menutupi seluruh tubuhnya.
"Nai?, dokternya sudah datang nih" ujar Azzam lembut, membuat dokter Hani tercengang.
"Haa, ternyata bang Azam bisa lembut juga??" _Batin Hani kaget, karena setahu dia dari dulu Azzam nggak pernah lembut pada siapapun.
"Humm?" Bales Naisha yang hanya hmm saja.
__ADS_1
"Silakan dok, priksa istri saya" ujar Azzam yang tanpa sadar menyebut nama istri, membuat Naisha maupun Dokter Hani kaget,
"Istri? " gumam Hani seperti tidak senang mendengarnya, tapi tidak dengan Naisha justru ia senang mendengar Azzam berkata seperti itu.
"Iya, cepatlah priksa dia, !"
"Eh iya bang " bales Hani, lalu ia pun mulai memeriksa keadaan Naisha dan tak berapa lama, periksa pun selesai.
"Istri bang Azam, hanya masuk angin aja kok, nanti beri obat ini biar demamnya cepat turun ya," ujar Hani sambil memberikan beberapa obat pada Azzam.
"Baiklah, Terimakasih!" ujar Azzam yang bila ngomong dengannya sangat dingin..
"Iya sama-sama, kalau begitu saya permisi bang" ujar Hani lagi.
"Hmm" Ada perasaan sakit di hati Hani sejak tadi, tapi tambah sakit kala Azzam hanya membalas hmm saja, lalu ia pun segera keluar tanpa menoleh mereka lagi.
Sesampainya di ruang tamu.
"Ayo dok kita pulang sekarang" Ajak Hani yang seperti menahan tangisnya.
"Sudah selesai?, cepat Amat..! eh, kenapa mata kamu memerah Begitu ni?" tanya Rehan heran..
"Nggak papa bang, tadi masuk debu, " jawab Hani beralasan
"Iyakah?, kok gue curiga ya, jangan bilang, Lo terserang penyakit, CLTK DH lagi?" ujar Rehan membuat Hanni bingung.
"Maksudnya Abang apa ya?" tanya Hanni polos.
"Itu loh, Cinta lama terjangkit Kembali di hati Lo." Ujar Rehan Asal
"Apaan sih bang?, ngasal deh ngomongnya!" Bales Hanni kesal." Sudah Ayo pergi!!" lanjutnya lagi sembari ia melangkah keluar dari Apartemen Azzam, Melihat Hanni pergi Rehan pun berlari mengejarnya.dan saat mereka sudah di dalam lift untuk turun....
"Benarkan yang gue katakan tadi?" tanya Rehan sedikit Menggoda Hanni, tapi saat ia menoleh untuk melihat wajahnya Rehan langsung kaget..
"Eh, kok Lo nangis?," tanya Rehan cemas. "Kamu kenapa Han, bilang sama gue?" Tanya Rehan lagi, Namun tak di respon oleh Hanni..malah semakin kuat Hanni menangis..
"Hu, hu,hu, hiks, he,hu"
***********
"Ada apa sama Hanni yaa, 🤔🤔🤔..
ya sudah kita lihat besok saja.. jadi jangan lupa terus dukung Author ya, 🙏
VOTE,..LIKE.. DAN.. KOMENTAR
AGAR AUTHOR SEMANGAT UPDATE LAGI..
__ADS_1
JADI JANGAN LUPA YA SYUKRON 🙏😊