SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI

SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI
IJAB QOBUL 2 (Versi Reyhan).


__ADS_3

*┉━•❖❀🌼 Mutiara Hikmah 🌼❀❖•━┉*


"Cintailah pasanganmu hanya karena Allah, karena sebaik-baiknya cinta terhadap sesuatu adalah berharap kebaikan atas ridho-Nya."


"Jika kamu mencintainya karena ketampanan/kecantikan, suatu saat nanti dia akan berubah menjadi tua. Jika kamu mencintainya karena hartanya, maka harta tidak akan kekal.


Jika kamu mencintainya karena Agama dan Akhlaknya, maka cinta karena Allah akan kekal abadi."


__Ini untuk pasangan halal ya__


*┉━━━━━━━❖❀🌼❀❖━━━━━━━┉*


Masih di ruang rawat Reyhan.


Setelah mendengar pertanyaan Ustadz selaku pemuka agama yang akan menikahi Reyhan dan Aziah. Ruangan menjadi hening, karena mereka ingin mendengar jawaban dari Reyhan, yang terlihat sedikit gugup.


"Bagaimana Nak Reyhan? Apakah kamu sudah siap?" tanya Ustadz Ibnu mengulangi pertanyaannya.


"In shaa Allah saya siap Pak!" tegas Reyhan, kali ini ia sudah terlihat tenang.


"Alhamdulillah, baiklah kalau begitu, mari kita mulai saja Ijab qobulnya." ujar sang Ustadz. "Silahkan Pak Hendrawan, jabat tangan calon menantu Anda" titah Ustadz pada Hendrawan.


"Baiklah Ustadz" balas Hendrawan yang kini ia duduk di sisi tempat tidurnya Reyhan dengan badan menghadap ke Reyhan. Lalu Hendrawan menjabat tangan Reyhan.


"Baiklah Pak Hendra, langsung di mulai dengan di awali basmalah" ujar Sang Ustadz. Dan di anggukan oleh Hendrawan. Dan Hendrawan memulai ritual ijab qobul.


"Bismillahirrahmanirrahim, Ananda Reyhan Pratama bin Juhaidi Prayetno?" panggil Hendrawan.


"Saya Pak!" sahut Reyhan tegas.


"Saya Nikahkan dan Kawinkan engkau dengan putri kandung Alisha Ayu Aziah binti Hendrawan Azram dengan mas kawin berupa, cincin berlian dan perlengkapan sholat di bayar tunai!" tegas Hendrawan sambil menyentak tangannya sedikit.


Reyhan langsung menyambut dengan lantang, "Saya terima nikah dan kawinnya Alisha Ayu Aziah binti Hendrawan Azram dengan mas kawin tersebut tunai!" sambut Reyhan dengan lantangnya dan hanya satu tarikan napas ia pun mengijab Aziah.


"Bagaimana para saksi?" tanya sang Ustadz pada kepada para saksi dari kedua keluarga yang menyaksikan ijab qobul Reyhan.


"Sah?!"


"Sah!" jawab mereka dengan serentak.


Setelah mendengar para saksi menjawab, sang Ustadz langsung membacakan doa.


"Alhamdulillah.. Baarakallahu laka wa baarakaa alaika wa jamaa bainakumaa fii khoir."

__ADS_1


Artinya: "mudah-mudahan Allah memberkahimu, baik dalam suka maupun duka dan selalu mengumpulkan kamu berdua pada kebaikan."


Reyhan terlihat bernafas lega, dan hati yang tadi bergemuruh kini menjadi tenang. Reyhan melirik ke arah Aziah yang baru saja ia ijab. Dan kini gadis kecil yang sedang duduk di sebelah Raniah di sebuah karpet berbulu itu, telah resmi menjadi istrinya.


"Alhamdulillah, acara Ijab sudah selesai. Itu menandakan kalian telah resmi menjadi suami-istri, dan itu artinya juga kalian sudah halal. Selamat ya Nak Reyhan, Nak Aziah, semoga pernikahan kalian penuh barokah dan semoga menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah" ucap Ustadz Ibnu. Dan langsung di sambut para keluarga Reyhan dan Aziah.


"Aamiin ya Allah" sahut mereka secara bersamaan.


"Nah sekarang nak Ziah ayo salim tangan nak Reyhan, karena sekarang dia sudah resmi menjadi suami kamu," tutur Ustadz Ibnu lagi yang kini menunjukkan perkataannya untuk Aziah.


"Pergilah Nak," titah Raniah juga yang berada di samping Aziah. Karena merasa terdesak akhirnya Aziah beranjak dari duduknya dan berjalan dengan perlahan mendekati ranjang Reyhan sambil menundukkan wajahnya.


Setibanya di samping Reyhan, Aziah langsung mengulurkan tangannya tanpa menatap wajah Reyhan. Raihan tersenyum tipis melihat wajah malu Aziah yang kini telah menjadi istrinya.


"Duduklah di sini Ziah" pinta Reyhan sambil menepuk sisi tempat tidurnya. Ziah masih berdiri terdiam sisi tempat tidur. Hendrawan yang melihat itu langsung mendekati Aziah. Lalu ia pun membantunya duduk di sisi Reyhan namun agak kedepan agar mereka saling berhadapan.


Reyhan pun mengulurkan tangan kirinya dan meletakkannya di ubun-ubun Aziah. Kemudian ia menadahkan tangan kanannya. Dan di ikuti Aziah menadahkan tangannya juga. Setelah itu Reyhan pun mulai berdoa.


اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهَا وَخَيْرِ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ ، وَأَعُوْذَ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ


"Allahumma inni as aluka khoyrohaa wa khoyro maa jabaltahaa alaih. Wa a'udzubika min syarri haa wa min syarri maa jabaltahaa alaih."


Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepadaMu kebaikannya dan kebaikan yang Engkau ciptakan atasnya dan aku berlindung kepadaMu dari kejelekan atas yang Engkau ciptakan."


Setelah Reyhan menyelesaikan do'anya, Aziah pun langsung meraih tangannya Reyhan serta mengecupnya. Sedangkan Reyhan membalasnya dengan mengecup lembut dahi Aziah.


"Alhamdulillah.." ucap para keluarga berbarengan setelah setelah Reyhan memberi kecupan pada istrinya.


Setelah itu seluruh keluarga memberikan ucapan selamat serta doa pada mereka berdua secara bergantian. Dan walaupun keadaan Reyhan masih di tempat tidur. Namun mereka tetap ingin mengabadikan momen tersebut. Mereka berfoto secara bergantian dengan posisi Reyhan tidur setengah duduk dan Aziah duduk di sampingnya.


Setelah sesi berfoto usai mereka pun berpamitan pada Reyhan termasuk para orang tua mereka.


"Nak, kami pulang ya, nah karena Ziah sudah menjadi istri Nak Reyhan, jadi dia sudah boleh menjaga nak Reyhan di sini" ujar Hendrawan sebelum mereka pergi.


"Tapi Om, nanti..."


"Kok Om sih Nak? Papa dong, kamukan udah menjadi anak mantu Om" protes Hendrawan memotong perkataan Reyhan, karena menyebut dirinya Om.


"Eh hehehe, Maaf Om..Eh maksudnya Papa" balas Reyhan sedikit canggung sambil cengengesan.


"Huh, kamu harus membiasakan diri memanggil Papa oke"


"Iya Om, eh maksudnya Papa" Reyhan jadi terlihat salah tingkah. Karena memang sejak kecil ia terbiasa memanggil Hendrawan dengan sebutan Om. Makanya menjadi sulit baginya dengan sebutan baru untuk Hendrawan.

__ADS_1


"Ya sudah kalau begitu kami pulang ya, Papa titip Aziah ya" kata Hendrawan sembari mau menyalami tangan Reyhan.


"Tapi Pah, apa nggak Papa Ziah disini? Inikan Rumah sakit, Rey takut Ziah lelah di sini Pah" ujar Reyhan yang terlihat mencemaskan Aziah.


"Itu sudah menjadi kewajibannya sekarang untuk melayani kamu. Ya sudah jangan protes lagi, kami pamit ya Assalamu'alaikum" ujar Hendrawan yang terlihat tidak bisa di bantah lagi.


"Baiklah Pah, Wa'alaikumus salam" balas Reyhan pasrah.


Setelah semuanya berpamitan, termasuk orang tuanya Reyhan. Mereka pun langsung pergi meninggalkan Aziah dan Reyhan yang kini tinggal berdua di ruangan tersebut. Ruangan menjadi hening karena Aziah yang kini duduk di kursi di samping pembaringan Reyhan, hanya diam tertunduk. Tanpa berani menatap Reyhan.


Reyhan tersenyum tipis melihat istrinya yang sedang malu, "Hum istriku ternyata sangat menggemaskan ya kalau sedang malu. Jadi ingin menggodanya, hm gue kerjain akh" batin Reyhan sambil tersenyum nakal.


Reyhan pun membuka baju Jas Koko putihnya, Namun karena posisinya yang setengah duduk membuat ia kesulit. Dan akhirnya ia pun menegakkan tubuhnya alhasil, "Aaakh!" pekiknya membuat Aziah kaget langsung berdiri dan mendekatinya.


"Abang Kenapa?"


Bersambung....


JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA..🙏🥰


Bonusin dengan VOTE bila menyukai karya Author.


dan LIKE Bila inggin memberikan semangat.


"KOMENTAR para Readers akan menjadi pemicu inspirasi Author..Jadi jangan lupa ya guys 🙏😉 Syukron 😊.


Oh iya sambil menunggu author update kunjungi Novel terbaru Author ya yang berjudul.


*Cinta Si Gadis Tomboi* In syaa Allah Nggak kalah serunya kok dengan novel Author lainnya 😉


cus kepoin ya guys dan berikan dukungan juga oke ini novel terbaru Author.👇👇



Oh iya ada lagi Novel teman author yang paling baik yaitu Author Phopo Nira. pasti kalian tahu dong siapa dia 😉 Jadi Ayo cus kepoin juga Novelnya yang keren-keren nih👇👇👇





Jangan lupa kasih dukungan juga ya sama dia. In syaa Allah kebaikan kalian semua akan di balas dengan kebahagiaan 🥰 Terima kasih 🙏🥰

__ADS_1


See you 😘


__ADS_2