SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI

SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI
KEPANIKAN AZZAM.


__ADS_3

Naisha tak berdaya di buat Azzam ia hanya bisa pasrah mengikuti keinginan sang suami, Namun bantinnya menangis karena bukan seperti ini yang dia harapkan hingga tak terasa air matanya pun mengalir, membuat Azzam tersentak dan mulai menyadari kalau perbuatannya salah, ia pun melepaskan Naisha dengan cepat dan kemudian ia langsung membalikkan badannya..


"Maaf.. Maaf.. Aku khilaf" ujar Azzam merasa sangat bersalah, lalu ia pun melangkah keluar dari kamar mandi Naisha dan membiarkan Naisha di kamar mandi itu tanpa menoleh lagi, ia terus berjalan menuju kamarnya,


Sesampainya di kamar ia langsung pergi ke kamar mandi, sembari mengutuki perbuatannya tadi pada Naisha.


" Apa yang sudah kau perbuat Azam, kau *seperti binatang yang tak memiliki Adab, Astaghfirullah aku sudah mendzolimi Naisha " rutuk Azzam sembari menjambak rambutnya kesal.


"Apa yang sebenarnya terjadi pada diriku, kenapa aku jadi sangat marah melihat ia di bonceng orang lain dan kenapa jantungku selalu berdetak kencang bila di dekatnya" Gumam Azzam lagi yang tidak mengerti apa yang terjadi pada dirinya. " Sudahlah sebaiknya aku ke kantor lagi" Gumamnya lagi*.


Lalu ia pun mengganti bajunya lagi setelah dia rasa sudah rapi ia pun keluar dari kamarnya, dan saat di depan kamar ia berhenti sejenak dan kembali memperhatikan kamar Naisha.


" Apakah dia baik-baik saja?" Gumamnya. sebenarnya ia ingin masuk dan ingin melihat keadaan Naisha Namun egonya terlalu kuat hingga akhirnya ia memutuskan untuk melangkahkan pergi dan keluar dari Apartemennya menuju ke mobilnya karena ia berencana untuk kembali ke kantornya.


________


Sementara Naisha yang di dalam kamarnya..


Setelah kepergian Azzam Naisha langsung merosot ia terduduk di bawah shower yang masih mengalir, dan masih menangisi perbuatan Azzam yang menurutnya sangatlah kasar.


"Sebenarnya apa yang terjadi?, mengapa ia begitu marah padaku, apa salahku?, ya Rabb, beri aku ke ikhlasan atas apa yang di lakukan mas Azam, karena dia adalah suamiku ya Rabb, haknyalah, diri ini, jadi apapun yang di lakukannya semoga jadi ibadah untuk ku" Gumam Naisha dalam tangisnya,


Setelah itu ia pun bangkit dari duduknya, dan kemudian ia mandi, setelah selesai ia pun keluar dari kamar mandi, lalu mengganti pakaiannya, Namun tiba-tiba ia merasa badannya mengigil, mungkin karena terlalu lama mengguyur tubuhnya dengan baju yang masih melekat tadi hingga ia pun masuk angin.


Karena merasa tak tahan lagi ia pun membaringkan tubuhnya di ranjangnya, lalu ia selimut seluruh tubuhnya dengan selimut yang tebal dan tak lama pun iapun tertidur..


_______


Sementara di gedung Azram Group...


Azzam yang masih teringat perbuatannya tadi membuat ia tak fokus pada pekerjaannya dan Anehnya bila ia teringat saat ia berciuman dengan Naisha, jantung akan kembali berdetak kencang membuat ia tidak mengerti apa yang terjadi pada dirinya itu. dan di saat ia masih sibuk dengan pemikirannya tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu, membuat ia tersadar dari lamunannya.


"Masuk!!" Azzam langsung melihat siapa yang datang dan ternyata Frans yang datang.

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Azzam dingin..


"Ay, Dingin banget sih bos" kata Frans yang baru saja masuk.


"Jangan protes, cepat katakan ada apa?" ujar Azzam ketus.


"Gue masih bingung gimana cara memperbaiki rumah kardus itu bos" ujar Frans apa adanya.


"Sebenarnya tempat apa itu?" tanya Azzam yang sebenarnya ia memang tidak tahu, karena di saat di sana ia sudah terbawa emosi karena kecemburuannya jadi ia tak sempat melihat apa yang di lakukan istrinya.


"Zam, ternyata tempat itu, tempat Naisha mengajar mengaji untuk anak-anak para pemulung, mulia sekali ya bini Lo zam, ia mengajar mereka tanpa imbalan, makanya anak-anak para pemulung sangat menyayanginya, dan tadi mereka tampak sedih saat Lo menghancurkan tempat mereka belajar dan bahkan mereka tadi pada menangis saat Lo menarik Naisha dengan kasar, mereka mengira Lo sudah menculik guru kesayangan mereka" Ujar Frans yang menceritakan kejadian tadi saat mereka berada di kampung para pemulung, cerita Frans membuat Azzam terdiam dan ada perasaan semakin bersalah


"Astaghfirullah, apa yang sudah ku lakukan, aku sudah melukai Naisha dan anak-anak itu, kenapa aku tak melihat kebenarannya dulu,?, _batin Azzam yang merasa sangat bersalah.


"Zam Lo nggak papa?" tanya Frans yang melihat Azzam terdiam.


"Ya gue nggak papa, hmm Frans, lahan di sana ada kepemilikannya?" tanya Azzam


"Lahan tempat para pemulung itu, siapa pemiliknya?"


"Oh, kata mereka tempat itu punya seorang rentenir zam, makanya walaupun mereka tidur di rumah kardus mereka tetap di haruskan bayar mau nggak mau mereka menurutilah" jelas Frans


"Besok Lo temui Rentenir itu, dan beli lahan itu berapapun harganya" ujar Azzam tegas.


"Ha Lo yakin?" itu punya rentenir loh, pasti mereka akan minta harga yang tinggi bro" Ujar Frans mengingatkan sahabatnya..


"ya gue yakin, nanti gue akan mencari


Inspector yang akan membantu kita dalam melaksanakan pembangunan daerah itu" ujar Azzam lagi.


"Haa Lo mau membangun tempat itu?"


"Iya, terutama membangun tempat Naisha mengajar dahulu, selebihnya akan menyusul"

__ADS_1


"Maa syaa Allah, ini baru sahabat gue, oke gue akan bantu, biar gue kecipratan pahalanya" ujar Frans bangga.


"Ya sudah ayo kita pulang, perasaan gue nggak enak" Ujar Azzam mengajak Frans untuk pulang.


"Nggak enak kenapa. zam?"


"Nggak tahu,! sudah jangan banyak tanya ayo berangkat!" kata Azzam lagi tegas, sembari ia melangkah keluar dari ruangannya menuju ke lift untuk turun, dan di ikuti oleh Frans dari belakang. setelah mereka keluar dari lift langsung menuju ke tempat mobil mereka terparkir. setelah sampai mereka pun masuk dan tak lama mobil pun melaju menuju ke Apartemennya Azzam tidak membutuhkan waktu yang Hanya 30 menit, Akhirnya mereka pun sampai,


" Ya sudah Lo sekarang boleh pulang, " titahnya setelah ia turun dari mobilnya.


"Oke, gue balik ya Assalamu'alaikum" Pamiit Frans.


"Wa'alaikumus salam" Jawab Azzam lalu ia pun melangkah memasuki lobby Apartemen lalu langsung menuju ke lift untuk naik, sesampainya di apartemennya ia terkejut melihat keadaan di dalam Apartemen gelap dan ia pun menyalahkan lampunya setelah itu matanya menatap pintu kamar Naisha..


"Kenapa sepi sekali, dia kemana? apa dia pergi?" Gumam Azzam, lalu ia memberanikan diri membuka pintu kamar Naisha, yang ternyata kamarnya juga gelap lalu ia pun menyalahkan lampu kamar itu, dan matanya langsung tertuju pada ranjang Naisha dan ia pun melihat tubuh Naisha yang tertutup selimut namun bergetar. ia pun menghampirinya.


"Nai?, kamu kenapa? " tanya Azzam yang langsung membuka selimut bagian di wajah Naisah,


"Astaghfirullah, kamu kenapa nak?" tanyanya lagi yang mulai panik karena melihat wajah Naisha pucat Pasih lalu ia pun memegang dahi istrinya.


"Astaghfirullah, panas sekali badan mu nai, kita ke dokter ya" ujar Azzam panik dan Karana kepanikan Azzam ia langsung membuka selimut Naisha bermaksud hendak menggendong istrinya, namun tangannya di tahan oleh Naisah. membuat Azzam bingung.


************


Ada apa yaa, 🤔🤔


kenapa Naisha menahan tangan Azzam 🤔🤔


Ya sudah kita lihat besok aja, jadi dukung Author terus ya, dan maaf baru update karena kemarin-kemarin Author menunggu Review novel ini, dan mulai besok in syaa Allah akan kembali normal kok, jadi terus dukung ya agar Author semangat update lagi..


LIKE, VOTE DAN KOMENTAR


SELALU AUTHOR TUNGGU JADI JANGAN LUPA YA GUYS.. SYUKRON 🙏😊

__ADS_1


__ADS_2