
*┈┅•❖❀🌼 Mutiara Hikmah🌼❀❖┉┈*
Kita Cukup Diam,,
"Karena Allah maha mengetahui atas apa yang tersembunyi dilangit Dan dibumi, termasuk setiap Desiran harapan dilubuk Hatimu."
Jika kau mencintai seseorang,,
Dekati saja dulu Dan merayulah kepada sang pencipta_Nya,,!!
Jika memang dia terbaik untukmu, Allah pasti akan menyatukanmu dengan Caranya yang Indah,,!!
#YAKINLAH 😇
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
*┈┅━━━━━•❖❀🌼❀❖•━━━━━┅┈*
Di Mansion Azzam.
Hari ini di mansion Azzam dan Naisha terlihat ramai, karena hari ini adalah hari syukuran penambalan anak mereka, jadi otomatis para keluarga, kerabat serta para sahabat berkumpul di rumah mereka, termasuk Frans dan Reyhan teman terdekat Azzam.
Dan karena semua sudah berkumpul, Acara pun akan di mulai dan Sebelum berdoa di mulai seorang Ustadz meminta Azzam membawa Baby boy agar hadirkan di tengah-tengah majelis. Azzam mengikuti permintaan sang Ustadz, Ia pun mengambil Anaknya yang masih bersama dengan Naisha.
Dan kini Azzam kembali bersama baby boy dan ia pun duduk di tengah-tengah majelis, dengan Baby boy yang sudah ada di atas pangkuannya dan duduk tepat di depan sang Ustadz Yang akan mengukuhkan nama anaknya, Lalu sang Ustadz pun memegang kepala baby boy lalu membaca: Ta’awudz, surat al Ikhlash, surat al Falaq surat an Naas.
Mengucapkan lafadz untuk memberi nama anak laki-laki sebagai berikut:
سَمَّيْتُكَ ﴿سَمَّيْنَكَ﴾ بِالْٳِسْلَامِ الّذِي سَمَّاكَ بِهِ اللهِ ٠٠٠ بن ٠٠٠٠ الْفَاتِحَة
[Sammaituka (sammainaka)bil-Islaamilladziy sammaaka bihiLLaahi "Azhar Al Ghifari * bin Muhamad Azzam Ramadhan… al Faatihah] para undangan pun serentak membacakan Al-fatihah bersama-sama. Setelah selesai sang Ustadz
Kemudian yang menamai membaca, mengucapkan:
الفاتحة بِٲَنَّ اللهَ يَجْعَلُ اسْمًهٗ ﴿هَا﴾ مُبَارَكًا لَہٗ ﴿هَا﴾ الفاتحة
"[Al-Faatihatu bi-annaLLaaha yaj’alusmahu (ha) mubaarakan lahu (laha). Al Faatihah].
Semua yang hadir membaca al Faatihah.
Kemudian sang Ustadz mengucapkan:
__ADS_1
الفاتحة بِٲَنَّ اللهَ يُطَوِّلُ عُمْرَہٗ ﴿هَا﴾ فِيْ طٰاعَةِ اللہِ وَ طٰاعَةِ الرَّسُوْلِ وَفِيْ سِحَّةٍ وَسَلَامَةٍ الفاتحة
"[“Al-Faatihatu bi-annaLLaaha yuthawwilu ‘umrahu (ha) fiy thaa’atillaahi wa thaa’atir-Rasuli wa fiy sihhatin wa salaamah. Al Faatihah…”]
dan setelah itu langsung di sambung dengan berdoa yang di pimpin sang Ustadz. setelah selesai sang Ustadz juga memberikan sedikit wejangan untuk para Jamaah yang ikut Hadir di Acara syukuran penambalan anak Azzam itu.
"Alhamdulillah kita berkumpul pada hari ini untuk melaksanakan penambalan nama, putra dari Nak Azzam, yang tadi telah selesai, Dan sudah menjadi kewajiban para orangtua untuk memberikan nama kepada anak-anak kita, seperti yang dikatakan dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW. bersabda :
“Sesungguhnya diantara kewajiban orangtua terhadap anaknya adalah mengajarinya menulis, memberikan nama yang baik, dan menikahkannya bila telah dewasa."
(HR. Ibnu Najar)
Dalam hadis lain disebutkan kita juga harus memberikan nama yang baik juga,
Rasulullah ﷺ bersabda :
"Sesungguhnya kalian akan dipanggil di hari kiamat dengan nama kalian dan nama baik-baik kalian, maka perbaguslah nama-nama kalian."
(HR Abu Dawud)
Ketahuilah, Anak adalah aset amal jariyah yang paling besar dan paling berharga bagi orang tuanya, maka didiklah mereka dengan kebaikan, arahkan mereka pada jalan yang diridhai Allah. Serta masukan lah mereka kesekolah yang sesuai Syariat dan Sunnah Rasulullah ﷺ .
Rasulullah ﷺ bersabda,
"Jika seorang wafat, maka terputuslah amalannya, kecuali tiga hal: sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendoakannya.”
(HR. Muslim)
Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mendidik anak dengan kebaikan-kebaikan.Salah satunya adalah kita harus memperhatikan siapa saja lingkungan pergaulannya dan dengan siapa dia bergaul.
Rasulullah ﷺ bersabda,:
"Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.”
(HR Bukhari dan Muslim)
Sudah menjadi kewajiban bagi setiap orang tua untuk mendidik anak-anaknya pada kebaikan, karena anak adalah amanah dari Allah yang dipercayakan pada para orang tua yang harus dijaga dengan sebaik mungkin sebelum Allah ambil kembali mereka dari kalian (para orang tua)
Didiklah jangan pernah merasa lelah apalagi putus asa dan merasa bosan untuk mendidik anak pada kebaikan, karena kelak merekalah yang akan menjadi amal jariyah untuk kita apa bila kita telah wafat nanti.
Baiklah hanya itu saja wejangan saya ini dan semoga kita selalu menjadi orang tua yang Amanah Aamiin.Barakallahu fiikum. Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatu." Upap sang Ustadz, dan di jawab oleh para Jamaah.
__ADS_1
Setelah wejangan selesai, selesailah acara syukurannya, dan para tamu pun pada berpulangan dengan membawa bingkisan. tinggallah beberapa keluarga dekat, serta beberapa sahabat Azzam yang masih berada di sana. dan ternyata Aziah dan Pacarnya Nathan juga hadir di sana, membuat suasana hati Reyhan tak menentu.
"Alhamdulillah akhirnya acara syukuran berjalan dengan lancar, terimakasih ya guys, ini semua juga berkat bantuan kalian semua." Ujar Azzam pada para sahabatnya.
Sama-sama Zam, sudah sepatutnya kan kita saling membantu, karena persahabatan kita sudah seperti saudara, jadi Lo tidak usah sungkan lagi Zam sama kita, iya nggak Han?." Bales Frans sambil menyikut tangannya ke Reyhan yang ternyata ia tidak terfokus ke sahabatnya namun pandangan malah justru ke Aziah yang sedang bercanda-canda dengan Natha.
Melihat Reyhan tidak merespon perkataannya, membuat Frans sedikit kesal. " Woy, Lo kenapa sih!, orang ngomong nggak di terge sih!, " Protes Frans sambil memukul pundak Reyhan.
"Eh, apaan sih Lo!, main mukul aja!" Bentak Reyhan sedikit kaget, di tambah lagi hatinya sedang terbakar cemburu, jadi malah membuat ia semakin marah saat Frans memukul bahunya.
" Lah kok jadi Lo yang emosi?, lagian Lo kenapa sih?, liat tuh muka udah kayak orang yang belum di kasih makan setahun deh." Tanya Frans sedikit Heran melihat perubahan sahabatnya itu.
"Bukan urusan Lo!, dan sebaiknya Lo urus, aja urusan Lo sendiri!." Balas Reyhan ketus.
"Eh nih bocah lagi kekurangan sajen kali ya, kok jadi marah-marah nggak jelas gitu sih?." Kata Frans terlihat bingung. Ya memang Frans tidak pernah mengetahui kalau sahabatnya itu sedang jatuh cinta kepada Adiknya Azzam, dan hanya Azzam sajalah yang mengetahui itu.
Dan Azzam yang seperti paham akan suasana hati Rayhan iapun meleraikan pertengkaran kecil pada kedua para sahabatnya itu. " Eeeh..Sudah sudah, kok kalian jadi bertengkar sih!, inikan hari kebahagiaan gue, jadi jangan kotori hari bahagia gue dengan pertengkaran kalian berdua!, Apa kalian paham hah?!." Tegur Azzam pada ke kedua sahabatnya itu.
"Sorry Zam, gue nggak sengaja, ya sudah biar kebahagiaan Lo tidak rusak gue pamit pulang ya, Assalamu'alaikum!." Ujar Reyhan yang tanpa basa-basi lagi ia langsung pergi meninggalkan para sahabatnya yang masih tercengang melihat kepergiannya.
"Lah, kok jadi gini sih? gue kan nggak bermaksud nyuruh dia pergi, kenapa dia malah pergi? ." Tanya Azzam yang terlihat jadi serba salah.
" Nah itu die yang gue bingungin tuh anak kenapa ya, kok jadi berubah kaya satria baja hitam sih, nggak jelas." Sambung Frans.
"Eh, kok jadi bawa-bawa sataria baja hitam sih, dia berubah itu karena lagi terbakar cemburu tau!." Jelas Azzam yang memang ia tahu kalau sahabatnya sedang cemburu.
"Hah? Cemburu?, emang Reyhan normal?." Tanya Frans ngasal.
"Kenapa Lo nanya gitu?."
"Iyakan fakta bro, selama ini dia kayak nggak suka gitu lihat perempuan."
"Itu karena di hatinya sudah di penuhi dengan adik gue, paham Lo sekarang?!" Balas Azzam ketus.
"Hah?, dia suka adik Lo?!"
____________
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 🙏😉
Dan jangan pelit dong akh untuk nambahin VOTE Author juga tinggalkan LIKE serta KOMENTAR nya ya.🙏😉😘 Syukron 🙏🥰.
__ADS_1