SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI

SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI
PATAH HATI.


__ADS_3

⊱◈◈◈⊰⚛✨ KALAM AL-QUR'AN ✨⚛⊱◈◈◈⊰


"Allah tdk membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya."


(Qs.Al-baqarah : 286)


◎❅❀❦❦❀❅◎◎❅❀❦🌸❦❀❅◎◎❅❀❦❦❀❅◎


Keesokan paginya..


Sejak dari kecelakaan tadi malam Irma belum juga sadarkan diri, dan itu membuat Frans menjadi gelisah hingga akhirnya ia pun memberitahukannya pada Naisha, karena ia bingung harus mengabari siapa karna ia tidak mengenal keluarga Irma.


Nah, di sinilah sekarang Naisha sedang duduk di samping pembaringan Irma, dan disaat mata Irma mulai bergerak-gerak karena sepertinya ia ingin membuka matanya, membuat Naisha senang melihatnya apa lagi saat mata itu terbuka dengan sempurna.


"Alhamdulillah, akhirnya kamu sadar juga Irma" kata Naisha yang terlihat ia begitu bahagia melihat sahabatnya tersadarkan diri.


"Naisha?" ucap Irma lirih..


"Iya sayang, ini ana, ada apa yang terjadi dengan mu Irma?" tanya Naisha penasaran.


Mendengar pertanyaan Naisha, bukannya menjawab Irma malah menangis


"Eh, kok anti malah menangis sih?, ada apa Imah, katakanlah pada ana?" tanya Naisha begitu penasaran.


"Nai, hiks..sebenarnya ana anak siapa sih, hiks.. kenapa orang tua ana hiks..seakan tidak pernah memikirkan perasaan ana Nai hiks ." kata Irma dengan di iringi Isak tangisnya.


"Kamu kok ngomong seperti itu si Imah, tak baik anti berkata seperti itu, bagaimana pun mereka tetap orang tua anti" ujar Naisha menasehati Irma.


"Ana lelah Nai, rasanya ana tak ingin hidup lebih lama lagi,.."


"Astaghfirullah, Anti ngomong apa sih?, istighfar Anti, Allah paling benci dengan perkataan seperti itu mah" Uajr Naisha yang tak jemu-jemu menasehati Irma.


"Ana sudah cukup bersabar Nai!, hiks..saat mereka memutuskan berpisah tanpa bertanya pada ana, hiks..dan ana sudah Terima itu, tapi kenapa itu terulang lagi, mereka menjodohkan ana, juga tanpa meminta pendapat ana Nai, hiks.. mereka menganggap ana apa sih?! hiks.." Antara sedih dan marah menjadi satu, Irma meluapkan isi hatinya yang selama ini ia pendam Akhirnya keluar begitu saja, membuat Naisha menjadi iba melihat sahabatnya itu.

__ADS_1


"hah?.. benarkah Anti mau di jodohkan?" tanya Naisha penasaran..


"Na'am, bahkan mereka sudah menentukan hari pertunangan ana di hari Minggu ini Nai hiks.." kata Irma, dan di saat bersamaan terdengar suara sesuatu terjatuh, membuat Naisha dan Irma pun menoleh ke sumber suara,


Dan ternyata yang terjatuh adalah sebuah kaleng minuman, dan di saat Irma menoleh Siapa yang menjatuhkan ia sangat terkejut, tenyata Frans sedang duduk di sebuah sofa bersama Azzam di ruangan itu juga.


"Eh, Maaf saya tidak sengaja!" kata Frans yang terlihat dari wajanya ia sedang gusar, " Kalau begitu saya permisi keluar!" lanjutnya lagi, dan ia pun langsung melangkah keluar tanpa menunggu balesan dari salah satu dari mereka.


Melihat sahabatnya keluar Azzam ikut bangkit dari duduknya. " Nai, mas keluar juga ya, Assalamu'alaikum" pamit Azzam sembari ia pun mulai melangkah menuju pintu keluar ruang rawat Irma..


"Eh iya mas" bales Naisha yang telat menjawab karna Azzam sudah keburu keluar, ruangan menjadi Hening sesaat, Irma dan Naisha hanya saling pandang saja.


"Sejak kapan akhy Frans ada di sini Nai?" tanya Irma yang akhirnya buka suara


" Ya sejak kamu mengalami kecelakaanlah" jawab Naisha apa adanya.


"Eh, maksud Anti?" tanya Irma tidak paham dengan apa yang di katakan Naisha.


"Anti tidak ingatkah?, kalau tadi malam anti bawa mobil tadi malam dengan ugal-ugalan?" ujar Naisha malah Balik bertanya.


"Hm ana tahu, berarti anti tidak ingatkan kalau tadi malam anti telah menabrak trotoar?" tanya Naisha lagi, dan di bales gelengan kepala saja oleh Irma.


"Hmm, nah itu dia, bang Frans lah yang telah menolong anti, bahkan ia yang telah menunggui Anti hingga pagi, dan sampai ana datang tau" jelas Naisha, membuat Irma tersentak kaget dan bahkan jantungnya tiba-tiba berdetak kencang.


"Astaghfirullah, berarti satu malamaan ana bersamanya? dan berarti saat ana mengeluarkan isi hati ana tadi, dia juga dengar dong?, astaghfirullah kenapa Jantung ana jadi berdetak sangat kencang sekali sih" "_Batin Irma.


"Hay!, kok malah melamun sih?" sentak Naisha membuat Irma kaget dan akhirnya ia pun tersadar dari lamunannya.


"Eh!, maaf Nai"


"Apa yang sedang anti pikirkan?"


"Eh.. t.tidak ada kok Nai, cuma saja kepala ana tiba-tiba pusing sedikit." Alasan Irma, sedikit gugup.

__ADS_1


"Oh, ya sudah sebaiknya Anti istirahatlah dulu, dan tenang saja ana akan menjaga anti, sampai anti bangun nanti" Ujar Naisha sembari membenarkan selimut Irma.


"Baiklah Nai, terimakasih banyak ya Nai" Ucap Irma sembari ia memegang tangan Naisha, yang masih berada di selimutnya.


"Sama-sama sayang ya sudah sebaiknya kamu tidur ya" bales Naisha dan di Anggukkan oleh Irma, dan setelah itu ia pun memejamkan matanya, sementara Naisha masih duduk di kursi di samping ranjang Irma hanya terdiam terpaku dan hanya memperoleh Sahabatnya itu, ada perasaan iba di dalam hatinya.


"ya Allah berikanlah kesabaran pada teman Hamba ini, dan Berikanlah juga ia kebahagiaan di dunia mau pun di akhirat" Doa tulus Naisha yang terucap di dalam lubuk hatinya, sembari ia memperhatikan wajah sendu Irma.


******


Sementara di sisi lain Frans yang tadi keluar ternyata ia pergi ke kantin rumah sakit, perasaannya yang gusar tadi ia lampiaskan dengan memakan semangkok bakso, yang telah ia berikan cabe yang lumayan banyak hingga keringat membuat keringatnya mengucur dari wajahnya dan bibirnya sampai memerah sekali.


"Woy, Lo makan kayak orang kelaparan gitu sih?" tanya Azzam yang sebenarnya setelah kepergian Frans dia bermaksud menyusul, cuma karena Frans melangkah terlalu cepat jadi ia tadi sempat kehilangan jejak Frans, maka ia sedikit kaget ternyata Frans sudah menghabiskan dua mangkuk bakso.


"Akh, berisik banget sih Lo, kalau mau makan ya makan ajalah" ujar Frans yang kemudian ia kemudian melahap baksonya lagi.


"Gila Lo ya makan, sampai dua mangkuk begitu, itu lapar apa doyan?" ledek Azzam yang kemudian ia ikut duduk di meja yang sama oleh Frans.


"Bodo Amat, yang penting gue makan!" bales Frans dengan mulut yang sedang penuh karena di dalamnya terdapat sebuah bakso.


"Eh, tunggu dulu, kayaknya gue pernah menyaksikan Lo kayak gini juga deh, hmm.." ujar Azzam yang terlihat jelas ia sedang berusaha mengingat sesuatu.


"Ah iya, gue baru ingat, Lo pernah kayak gini saat Lo sedang patah hati, karena Anggun meninggalkan Lo kan? " kata Azzam setelah ia mengingatkan masalalu Frans.


"Sok tahu Lo" jawab Frans singkat dengan tatapan yang masih tertuju pada mangkuk baksonya..


"Ya tahulah gue!, secara Lo sering curhatkan dulu tentang anggun " bales Azzam " Tapi ngomong-ngomong apakah saat ini Lo juga sedang patah hati bro?" tanya Azzam lagi yang sangat terlihat ia begitu penasaran.


"Ah, siapa bilang?, lagian sama siapa juga gue patah hati coba?" kata Frans yang sepertinya ia sedang berusaha menstabilkan perasaannya, hingga ia tak berani menatap Azzam.


"Hmm ya Sama Irmalah!"


"Uhuk, Uhuk huk huuk!".

__ADS_1


**********


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 🙏😊


__ADS_2