SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI

SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI
MERASA BERSALAH.


__ADS_3

──⊱◈◈◈⊰⭐KALAM ULAMA⭐⊱◈◈◈⊰──


"Jika Allah Tidak Menyukaimu, Allah Tidak akan Meletakkan perasaan kesedihan atau penyesalan atas Dosa-Dosa Yang kamu perbuat, Maka ketahuilah bahwa satu Perasaan itu Menandakan Bahwa masih ada Cahaya iman Di Hatimu"


___🌠Habib Umar bin Hafidz🌠__


══ ✥.❖.✥ ══ ══ ✥.❖.✥ ══ ══ ✥.❖.✥ ══


Jeritan Frans yang sangat keras itu membuat Irma terkejut, karena ia tak menyangka kalau ternyata kaki Frans berada di luar satu, dan kebenaran ia juga menyenggol pintu itu terlalu kuat, dan itu membuat Irma menjadi panik.


"Astaghfirullah, maaf, maaf akhy, ana tidak tahu kalau, kaki antum berada di luar satu" ujar Irma yang nampak cemas melihat wajah Frash sedikit pucat.


Azzam, yang juga mendengar teriakkan keras Frans, ia juga ikut cemas dan ia pun menghampiri Frans yang masih duduk di kursi kemudinya.


"Lo nggak papa Frans ?" tanyanya sambil membuka lebar pintu mobilnya.


"Kayaknya kaki gue patah zam." kata Frans yang terdengar suaranya sedang menahan sakit.


"Astaghfirullah, ya sudah ayo kita ke rumah sakit" kata Azzam yang berusaha membantu Frans bangkit dari kursi mengemudinya.


"Nai, bukakan pintu belakang!" seru Azzam sembari memapah Frans. karena posisi Naisha agak berjauhan, dan posisi Irma memang dekat akhirnya Irma yang membukakan pintu mobil bagian belakangnya.


"Sudah bang Azam " kata Irma dan ia ikut memegang tangan Frans bermaksud ingin membantu memapahnya.


"Jangan sentuh gue!!" Bentak Frans yang masih bersuara menahan sakit, dan Sambil menepis tangan Irma.


"Maafkan ana akhy, Ana tidak bermaksud mencelakai akhy tadi ana benar-benar tidak menyangka kalau kaki akhy ternyata berada di luar " Ujar Irma yang nampak ada penyesalan di raut wajahnya.


"Sudah, sudah sudah, sebaiknya kita Bawak Frans ke rumah sakit dulu" kata Azzam mencegah agar mereka tak berdebat lagi.


dan akhirnya Frans mengalah ia tak buka suara lagi, dan bahkan ia juga tak perduli saat tangannya masih dipegang oleh Irma.

__ADS_1


Dan setelah peran Frans sudah berada di dalam mobilnya ajakan meminta Naisha, untuk ikut bersama mereka, karena melihat Naisha ikut, Irma jadi pengen ikut juga.


"Bang. Ana ikut juga ya Bang." mohon nya pada Azzam, dan karena melihat Irma yang nampak cemas juga akhirnya Azzam pun mengizinkan Irma ikut


"Ya sudah masuklah" titah Azzam dan kemudian mereka pun masuk dengan posisi Azzam dan Naisha di depan, sementara Frans dan Irma di belakang, karena pun Frans yang dalam keadaan menahan sakitnya, jadi ia tak begitu perduli saat Irma berada di sampingnya.


Kini mobil sudah melaju menuju ke rumah sakit, dengan kecepatan maksimal dengan Azzam yang mengemudikan dan hanya menempuh jarak 45 menit akhirnya mereka pun sampai di rumah sakit dan dengan cepat Azzam meminta perawat membawa brankar


dan kemudian Frans pun diletakkan di atasnya lalu dengan cepat ia di bawa ke ruang UGD


sementara Azzam Naisha dan Irma menunggu di ruang tunggu yang berada di dekat ruang UGD tersebut, rasa bersalah Irma membuatnya Ia mengeluarkan air mata penyesalan, Naisha yang melihat sahabatnya ingin mendekatinya.


"Kenapa, anti menangis Ir?" tanyanya sambil meraih tangan Irma yang terlihat gemetaran.


"Ana, hiks.. tidak bermaksud mencelakainya Nai, hiks..maafin ana ya Nai, bang Azam, hiks..Ana janji akan menanggung pengobatannya, hingga ia sembuh " kata Irma dengan terisak-isak.


"Sudahlah Ir, kami tahu kamu tak sengaja, jadi kamu tak usah pikirkan itu, karena pengobatan Frans akan di tanggung oleh perusahaan" kata Azzam


"Sssth..sudahlah ini Imah jangan seperti ini, jangan menangis lagi insya Allah bang Frans akan baik-baik saja kok" kata Naisha, yang ikut terbawa oleh kesedihan Irma ia pun memeluk sahabatnya itu, dan ia ikut merasakan getaran di tubuh Irma karena rasa takut Irma.


" sekarang Tenanglah Imah dan kita cukup bantu bang Frans dengan doa oke?" lanjutnya lagi.


"Aamiin, na'am Nai in syaa Allah hiks." balas Irma yang masih terisak dengan tubuh yang masih gemetar. dan akhirnya Irma pun berangsur-angsur mulai tenang, namun ia tak ingin melepaskan pelukannya pada Naisha, dan Naisha memakluminya karena ia tahu sahabatnya ini terlihat kuat namun kenyataannya Ia Iya hanya wanita yang lemah dan sebenarnya dulu ia gadis yang cantik dan ceria namun semenjak orang tuanya terpisah ia menjadi gadis yang pendiam dan hanya meluapkan kesedihannya lewat makanan hingga tubuhnya berubah menjadi gemuk dan Ia mau berteman hanya ada pada Naisha saja


Dan tak berapa lama kemudian dokter yang menangani Frans Akhirnya keluar dari ruang UGD, Azzam yang melihat sang dokter Ia pun langsung menghampirinya.


"Bagaimana keadaan teman saya dok ?" tanya Azzam saat mereka sudah berada di hadapan dokter tersebut.


"Pasien mengalami patah tulang di kaki kanannya, dan tadi kami juga telah memasang gips pada kaki kanan pak" jelas Sang Dokter.


"Kira-kira kapan ia akan sembuh Dok?" tanya Azzam lagi.

__ADS_1


"Kami belum bisa memastikannya karena itu semua tergantung pada pasien itu sendiri, karena Ini merupakan tahap awal dalam produksi tulang untuk menyambung kembali tulang yang patah. Pada tahap inilah pengobatan patah tulang, seperti pemasangan gips, akan diberikan. Adapun tahap ini bisa berlangsung selama 4 hari hingga 3 minggu, tergantung kondisi masing-masing pasien." Jelas sang dokter


" oh, baiklah dok yang penting lakukanlah yang terbaik untuk teman saya" kata Azzam.


"Itu pasti pak, kalau begitu saya permisi dulu" pamit sang Dokter, lalu ia pun berlalu meninggalkan mereka,


Setelah kepergian Dokter itu, Azzam pun mengajak Naisha dan Irma untuk menjenguk Frans ke ruangannya. sesampainya di ruangannya, mereka bertiga pun langsung masuk dan terlihatlah Frans yang sedang berbaring di tempat tidurnya.


"Untuk apa Wanita Lo Bawak Wanita itu kesini zam ?!, sebaiknya suruh dia pergi dari sini! gue nggak Sudi Melihat dia! " Kata Frans dengan raut wajah kebencian terhadap Irma.


Mendengar perkataan Frans, hati Irma seperti tersayat-sayat oleh pisau, sangat sakit.


"Baiklah Akhy, ana akan pergi dari sini, tapi sebelumnya tolong maafkan ana, karena telah membuat akhy seperti ini" kata Irma dengan wajah yang tertunduk karena merasa bersalah.


"Bagus kalau Lo sadar, tapi untuk memaafkan Lo, nanti gue pikirin, sekarang Lo pergi dari sini cepat!, kalau bisa jangan pernah muncul lagi paham Lo!" bentak Frans.


"Baik kalau begitu saya permisi Assalamu'alaikum hiks.hiks.." pamit Irma dan ia langsung berlari menuju keluar dari ruang rawat Frans.


Melihat sahabatnya di perlakukan secara kasar, membuat Naisha, menjadi marah pada Frans.


"Bang!, kasar banget sih jadi orang!, Ana benar-benar kecewa sama antum! kalau begitu semoga antum cepat sembuh, ana pamit Assalamu'alaikum!" Kata Naisha yang nampak sekali ia menjadi kecewa melihat Frans, dan ia pun langsung pergi juga meninggalkan Azzam dan Frans, dan bahkan ia pergi begitu saja tanpa mengucapkan apapun pada suaminya.


"Nai Tunggu." panggil Azzam, tapi ia tak meresponnya karena ia sudah berlari mengejar Irma. Melihat istrinya ikut marah Azzam pun jadi kesal juga pada Frans.


"Lo parah banget sih Frans!, lihat gara-gara Lo Naisha juga pergi ninggalin gue!, kalau terjadi apa-apa dengan mereka Lo yang harus bertanggung jawab paham!" kata Azzam kesal.


"Eh, kok jadi gue, sorry Zam, ini semua karena Wanita pembawa sial itu !" kata Frans yang masih mencela Irma.


"Cukup !, kalau Lo masih menghinanya maka gue pastikan, gue akan menikahi Lo dengannya!," kata Azzam sembari ia pun pergi meninggalkan Frans yang akhirnya ia hanya seorang diri saja di ruangan itu.


"Hah??!"

__ADS_1


***********


__ADS_2