
ೋ๑୨💥MUTIARA HIKMAH💥୧๑ೋ
Ketika kita merasa lelah dengan ujian dunia... Bersandarkan kepada Allah.
Ketika kita merasa berat dengan ujian dunia...
Allah lah tempat untuk meringankan beban mu.
Hari ini mengapa ujian. Masalah yang kita hadapi tidak kunjung berakhir..?
Itu karena kita tidak kaitkan Allah dalam masalah-masalah kita. Padahal Allah lah yang maha segalanya. Segala sesuatu atas kehendaknya. Jika Allah berkehendak, Maka apapun masalah kita..Allah yang selesaikan.
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
✥ೋ୨💥୧๑ೋ✥💥✥ೋ๑୨💥୧ೋ✥
Setengah tahun telah berlalu dari pernikahan Frans dan Irma, namun tanda-tanda kehamilan Irma belum juga kelihatan, dan itu membuat Irma menjadi gelisah dan sedih, apalagi bila ia sedang bersama Naisha yang kini perutnya semakin membesar, membuat rasa ingin merasakan hamil pun semakin besar, namun apalah daya, ia tak bisa berbuat apa-apa, karena segala sesuatu hanya Allah yang menentukannya.
"Honey, kamu kenapa?" Tanya Frans saat melihat Irma yang terlihat termenung di taman belakang rumah mereka.
"Eh, Nggak ada papa bie." Balas Irma yang terlihat kaget, karena Frans muncul secara tiba-tiba.
"Yang benar, nggak papa.?" Tanya Frans lagi.
"Iya loh bie, Imah nggak papa kok."
" Tapi kenapa akhir-akhir ini aku sering melihat kamu melamun honey?. " Tanya Frans yang terlihat begitu penasaran, karena memang ia sering melihat Irma sering tidak fokus.
"Eh, nggak.."
TING TONG...
__ADS_1
Di saat Irma hendak membalas pertanyaan Frans tiba-tiba terdengar suara bel rumah mereka, membuat Irma hentikan perkataannya.
"Bentar bie, kayaknya ada tamu." Kata Irma yang kemudian ia melangkah pergi meninggalkan Frans yang masih terpelongo melihat kepergian Irma.
"Ada apa dengan Irma, kenapa akhir-akhir ini, ia jadi sering melamun begitu ya."_ Batin Frans. lalu ia juga ikut bangkit dari duduknya, dan kemudian ia berjalan masuk menyusul Irma.
Sesampainya di dalam, Frans terlihat kaget, setelah melihat tamu yang datang.." Mama, papa?!, " Sentak Frans.
"Kenapa kamu terlihat kaget seperti itu nak?, Emang kamu enggak senang ya mama dan papa datang?" tanya Nani Wijaya mama Frans.
Eh, bukan begitu mah, Frans cuma heran aja kok nggak ngabarin Frans sih kalau mama dan papa mau datang." Dalih Frans.
"Namanya ingin membuat kejutan untuk kamu dan Irma, jadi ya nggak harus dong ngabarin kamu nak" Balas Nani.
"Iya kalau mama ngabarin kan kami bisa menyiapkan makanan istimewa untuk mama dan papa." kata Frans lagi.
"Kalau soal makanan mama sudah siapkan sendiri kok nak nih lihat mama Bawak makanan kesukaan kamu." Ujar Nani sambil menunjukan sebuah rantang berukuran besar. " Ayo Irma kita siapkan di meja makan biar kita makan sama-sama." Lanjut Nani Wijaya, yang kemudian ia menarik tangan Irma, menuju keruangan makan.
Frans yang sangat penasaran pada Mamanya yang sepertinya bersikap aneh jadi ingin mengikuti mereka. " Ayo pah kita juga ikut mereka." Ajak Frans,
"Biarin, yang penting makan enak pah." Balas Frans yang kemudian ia langsung pergi menuju ruang makan. sesampainya di sana ia melihat Mama dan istrinya sedang menyusun piring di meja. dan Frans pun langsung mengambil posisi tempat ia duduk.
"Wah kayaknya enak nih, banyak banget mama Bawak makanannya?" Kata Frans yang terlihat tidak sabaran dan ia langsung mengambil piring dan tanpa basa-basi ia langsung mengambil makanan kesukaannya.
" Eh, kamu nggak sabar banget sih, main serobot aja." Tegur Nani saat melihat Frans yang terlihat antusias mengambil makanan di atas meja.
"Biarin, yang penting enak mah." Kata Frans dengan Mulut yang sudah penuh dengan makanannya.
"Huh!, Dasar, ayo Irma kita makan juga nanti keburu habis di makan Buto ijo." Sindir Nani sambil melirik ke arah Frans.
Irma ketawa geli mendengar perkataan mertuanya yang meledek suaminya. " Hehehe, Iya mah, ini juga Imah makan kok." Kata Irma sambil ia mengambil makanan satu persatu dan kemudian ia pun ikut makan juga.
__ADS_1
"Oh iya Irma kamu makan ini nak, biar kamu cepat hamil." Kata Nani Wijaya sembari memberikan sayur toge kepada Irma. " Kalian kan sudah setengah tahun lebih menikah tapi kenapa belum hamil juga sih?." Lanjut Nani Wijaya, mendengar itu Irma langsung tersedak.
Uhuk,.. Uhuk.. Huk..Huk..
Melihat istrinya tersedak Frans dengan cepat memberikan air putih kepada Irma.
"Mama, ngomong apa sih?, lihat Irma jadi tersedak kan." Tegur Frans yang terlihat ia juga nggak suka dengan perkataan Mamanya.
"Ya maaf, Mama kan cuma heran aja, kalian yang lebih dulu menikah belum juga ada tanda-tanda Irma hamil, sedangkan adik sepupu kamu, yang baru menikah 2 bulan istrinya sudah hamil." Ujar Nani dengan wajah yang terlihat sedih karena sudah mendambakan seorang cucu.
"Maaf mah, Bukan Irma tak ingin hamil, tapi mungkin Allah belum percaya pada Irma makanya Irma belum juga hamil mah." Kata Irma dengan wajah tertunduk sedih, karena sebenarnya ia juga sudah mendambakan hal itu.
"Kenapa kamu harus minta maaf Honey, kamu tidak salah, jadi kamu tidak perlu minta maaf." Kata Frans, pada Irma. " Mah, tolong kalau Mama masih mengukit masalah ini, Frans tidak akan mau berbicara dengan Mama lagi." Ancam Frans pada Mamanya.
"Astaghfirullah, kok kalian jadi malah bertengkar sih, Mama juga sih ngomong tidak memikirkan perasaan orang, lagian benar kata Irma semuanya kan kehendak Allah mah, jadi mau bagaimana usaha mereka, kalau Allah belum memberikan ya mereka mau bilang apa mah, jadi sudah deh percayakan pada Allah, karena Dia yang maha tahu yang terbaik untuk mereka, kita cukup mendoakan saja mah." Tegur Bambang yang terlihat ia juga tidak suka mendengar perkataan istrinya itu yang seolah menyalahkan Irma.
"Iya Mama salah, Mama memang selalu salah di mata Papa, emang salah ya kalau mama mengharapkan seorang cucu hiks..." Protes Nani yang terlihat ia sudah mengeluarkan air matanya.
"Tidak salah mah, Papa juga sangat mengharapkan cucu juga, tapi kita bisa apa kalau Allah belum memberikannya Mah, dan Mama apa tidak ingat, kita memiliki Frans setelah kita menikah dua tahun, jadi apakah saat itu Mama di tekan oleh papa dan keluarga Papa mah?, tidakkan Mah?!" Tutur Bambang yang akhirnya terungkap kalau mereka juga lama mendapatkan anak juga.
Mendengar perkataan Suaminya Nani langsung terdiam, ada perasaan malu dan bersalah.
"Maaf pah, mungkin Mama begini karena teman-teman Arisan Mama selalu pamer kalau anak-anak mereka sudah memiliki Anak, jadi setiap mereka bertanya tentang anak kita Mama jadi malu pah." Ungkap Nani Wijaya.
"Berarti mulai besok Mama tidak boleh pergi arisan lagi!" Seru Bambang, yang terlihat tidak suka istrinya bersikap begitu karena terpengaruh oleh teman-temannya.
"Tidak bisa begitu dong Pah, Mama Arisan kan..."
"Tidak ada bantahan lagi mah!" Bentak Bambang.. melihat pertengkaran kedua mertuanya membuat kepala Irma menjadi sakit, namun ia tak bisa berbuat apa-apa, Hingga akhirnya..
BRUUUK!!!..
__ADS_1
*******
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA YA GUYS 🙏😉 SYUKRON 🙏.