
KALAM ALFAQIROH
πΎββββββββββββββββπΎ
Tetaplah menjalin hubungan dengan
orang-orang yang telah melupakanmu.
Maafkanlah orang yang telah
menyakitimu. Dan jangan lupa untuk mendo'akan yangβterbaikβ
untuk orang yang kamu sayangi.
" Ali Bin Abi Thalib "
πΎββββββββββββββββπΎ
ββββββββββββββ>β₯οΈ<ββββββββββββββ
Azzam dan Frans pun sampai di Azram Group. dan mereka pun memasuki gedung berlantai 7 itu.. dan Kini Azzam dan Frans sudah berada di ruangan Azzam, ia pun langsung duduk di kursi kebesarannya dan langsung membuka laptopnya.
"Bos, hari ini kita ada meeting di cafe meet
Friends " ujar Frans mengingatkan.
"Kenapa harus di sana?" tanya Azzam Heran.
"Gue juga nggak tahu bos, kok gue jadi ingat binik Lo bos" kata Frans
"Apa maksud Lo?, atau Lo mau bilang kalau Lo jatuh cinta pada binik gue karena peristiwa di dekat cafe itu iya?!" ujar Azzam terlihat kesal.
"Hehehe itu salah satunya sih," bales Frans cengengesan
"Potong gaji di bulan ini!" ujar Azzam kesal
"Aduh.. gue cuma bercanda bos, gue cuma salut aja, binik Lo bercadar tapi ia jago beladiri"
"Itu karena ia pernah tinggal di pondok pesantren" ujar Azzam datar.
"Oh..eh ngomong-ngomong Lo pasti sudah lihat wajahnya kan? gimana cantikkan dia?" ujar Frans antusias
"Biasa aja!" ujar Azzam ketus.
"Masa sih,?.. gue rasa mata Lo bermasalah dah" ujar Frans tak percaya dengan perkataan Azzam
" kenapa Lo jadi bahas binik gue, sudah ayo berangkat!!" ujar Azzam kesal, karena Frans selalu membicarakan istrinya, ada perasaan yang tidak senang pada dirinya, ketika melihat sahabatnya itu memuji sang istri.
__ADS_1
"Jutek amat sih Lo, jangan-jangan Lo cemburu ya?" ujar Frans yang sedang mengikuti bosnya melangkah menuju parkiran.
"Apa tuh cemburu?!" Ujar Azzam yang tidak pernah tahu apa itu cemburu.
"Aiis, itulah kalau orang yang nggak pernah jatuh cinta jadi cupu.. " Gumam Frans, tapi masih terdengar oleh Azzam
"Apa Lo bilang?!"
"Eh, nggak papa..itu cemburu itu bila seseorang yang dekat dengan Lo dan Lo menyukainya, lalu tiba-tiba ia di dekati orang, atau di lihat dan di bicarakan ada perasaan marah pada diri Lo, karena Lo nggak suka ia di dekati atau dilihat dan semacamnya itu menandakan Lo lagi cemburu bro.." jelas Frans, membuat Azzam terdiam
"Cemburu? benarkah aku cemburu? gue marah saat Frans Melihat Naisha dan kesal saat membicarakannya, apakah itu berarti gue cemburu? dan itu artinya gue suka dong sama Naisha?" _Batin Azzam bergejolak dengan di penuhi berbagai pertanyaan.
Dan itu membuat suasana di dalam mobil hening hingga mereka sampai di cafe meet friends tempat tujuan mereka. saat mereka hendak turun tiba-tiba Frans seperti melihat sesuatu..
"Zam, itu binik Lo bukan?" tanya Frans sambil menunjuk ke arah Wanita bercadar yang sedang mengobrol di pinggir jalan pada seorang laki-laki tampan..
DEG.. Tiba-tiba jantung Azzam kembali berdetak kencang dan bersamaan hawa panas tiba-tiba muncul di hatinya.
"Iya itu binik gue, karena dia memakai baju yang tadi, sama siapa dia?" tanya Azzam penasaran dan bercampur kesal.
"Ya mana gue tahu" ujar Frans apa adanya. dengan pandangannya masih kedepan dan tak lama wanita bercadar itu naik keatas motor laki-laki tersebut, dan langsung melaju meninggalkan tempat itu.. membuat Azzam semakin panas melihatnya.
"Ikuti mereka!!" titah Azzam kesal.
"Tapi meeting kita zam?"
"Mau apa dia ke tempat seperti ini?" tanya Azzam heran karena melihat wanita bercadar itu turun dan memasuki sebuah rumah kardus bersama laki-laki itu. membuat ia berpikir yang tidak-tidak.
"Ya mana gue tahu bro" bales Frans
"Cepat keluar! kita ke sana !" ujar Azzam yang langsung keluar dari mobilnya dan dengan langkah cepat ia menuju rumah kardus yang di masuki oleh wanita bercadar tadi.
"Zam tunggu gue.." teriak Frans yang di tinggal oleh Azzam.
"Cepat!, gue mau lihat apa yang dia lakukan pada laki-laki itu " ujar Azzam yang sepertinya kemarahannya sudah memuncak.
Sesampainya di sana Azzam langsung mendobrak pintu rumah kardus itu dan otomatis rumah langsung rusak dan terlihatlah pemandangan yang membuat Azzam terdiam.
Ternyata di sana terdapat banyak anak-anak kecil yang sedang belajar mengaji bersama wanita bercadar tadi.
"Mas Azam?" sentak wanita bercadar itu karena kaget dan ternyata ia memang Naisha istri Azzam.
"Kenapa kamu ada di sini mas?" tanya Naisha lagi heran, Namun tak di bales oleh Azzam. Frans yang baru sampai langsung kaget.
"Waduh.. hancur?.. memang seram ya kalau orang terbakar cemburu.." ujar Frans seadanya.
"Cemburu?, mas cemburu kenapa?" tanya Naisha bingung.
__ADS_1
"Sudah jangan banyak bicara Ayo kita pulang!" ujar Azzam sembari menarik tangan Naisah..
"Tapi mas itu bagaimana?" tanya Naisha sambil menunjuk rumah yang rusak.
"Itu akan di urus oleh Frans!"
"Lah kok gue?" protes Frans, tapi malah dapat pelototan dari Azzam." Eh iya iya nanti gue yang urus" ujar Frans pasrah.
"Ya sudah ayo!" ajak Azzam lagi dan langsung menarik tangan Naisah menuju ke mobilnya. sesampainya di mobil..
"Masuk!" ujar Azzam ketus.
"Kamu kenapa sih mas?, ichakan cuma ngajar ngaji saja di sana " Azzam tak membalas perkataan Naisha, ia hanya melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
"Maas..?, kamu kenapa sih?" tanya Naisha yang tidak mengerti akan sikap suaminya yang terlihat marah. dan sekali lagi Azzam tak menanggapinya malah ia semakin mempercepat laju mobilnya. dan Naisha hanya bisa pasrah dan diam.
dan tak berapa lama mereka pun sampai di area apartemen Azzam, dan kembali lagi Azzam menarik Naisha menuju Apartemennya.
dan sekali lagi Naisha hanya bisa pasrah mengikuti keinginan suaminya.
Sesampainya di dalam Azzam langsung menarik Naisha ke kamar mandi dan langsung mengguyur Naisha dengan shower otomatis Naisha basah kuyup. dan Naisha pun langsung membuka cadarnya..
"Ada apa sih mas? mengapa kamu seperti ini?" tanya Naisha sedikit kelagapan Akibat air dari shower dan lagi-lagi Azzam hanya diam dan dia hanya memperhatikan bibir merah Naisha yang sepertinya mulai menggodanya.
"Mas, henti..." perkataan Naisah tidak dapat keluar lagi, karena sudah tertutup oleh bibir Azzam, dengan rakusnya Azzam memakan bibir Naisah hingga membuat Naisha tidak bisa bernafas ia pun memukul-mukul dada Azzam dan tautan pun terlepas,
"Hah..hah..hah.. kamu mau membunuh aku mas? hah" tanya Naisha tersengal-sengal tapi tak di jawab lagi oleh Azzam. dan hanya menatapnya dengan tatapan penuh gairah..
membuat Naisha sedikit takut.
"Maas, ja.." dan lagi-lagi Azzam meraih bibir Naisah dan kali ini ia menciuminya dengan lembut, membuat Naisha ikut menikmatinya.
walaupun mereka melakukan ciuman di bawah shower yang mengalir, tapi tak menjadi penghalang mereka untuk terus bertautan malahan membuat hasrat Azzam semakin besar, ia pun membuka hijab syar'i Naisha dan nampaklah leher putih yang membuatnya semakin bergairah dan kemudian..
"BERSAMBUNG
************
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA YA..
Sepi, membuat Author sedikit malas update novel ini, π
Guys?...bila ingin Author melanjutkan novel ini, Di komen ya, karena entah kenapa Author merasa kalian tidak begitu suka.. makanya terlihat sepi.
jadi kali ini komentar kalian menentukan apakah novel ini Lanjut atau tidak.. okayπ
jadi tentukanlah guys ππ
__ADS_1