
ββ ββ¦πKALAM ULAMAπβ¦ββ β
"Hati adalah seperti cermin. Ia akan mewujudkan apa saja yang tersimpan di dalam hati seseorang. Jika hati seseorang menyimpan perasaan yang bersih, maka penampilan orang itu akan menarik perhatian orang lain kerana perilakunya yang terpuji. Kalau hatinya kotor, maka perilaku orang itu bagaikan asap yang gelap. Sehingga budi pekertinya selalu akan condong kepada keburukan."
____Al Habib Umar Bin Hafidz___
β ββ¦ββ ββ¦ββ ββ¦πβ¦ββ ββ¦ββ ββ¦ββ
"Ziah Maukah, kamu menikah denganku?, Abang janji akan menyayangi kamu dengan tulus, Abang tahu kamu tidak menyukai Abang, dan Abang juga tidak akan menuntut kamu untuk menyukai Abang, Abang sangat ingin menikah dengan kamu Ziah, apakah kamu bersedia Ziah?." tanya Reyhan, dengan tangan yang masih berada di pinggangnya Aziah dengan tatapan yang terfokus dengan mata Aziah.
Mendengar perkataan Reyhan, lidah Aziah begitu kelu sulit rasanya untuk membalas perkataannya, alhasil ia hanya diam dan hanya bisa membalas tatapan matanya saja.
"Jawablah Ziah, apakah kamu bersedia menikah denganku?,"tanya Reyhan lagi, mendengar pertanyaan Reyhan jantung Aziah berdegup kencang, hingga ia begitu sulit mengeluarkan berkata-katanya.
"A..aku..a..anu..Ba..bang.."
"Ya sudah jangan di jawab sekarang Ziah, dan sebaiknya kamu berpikirlah dulu, Aku akan menunggu jawaban kamu kapan pun kamu siap mengatakannya." potong Reyhan, " Ya sudah ayo kita pulang sekarang." ajaknya lagi dan ia pun menggandeng tangan Aziah untuk memasuki mobilnya, Aziah hanya diam dan mengikutinya saja.
Setelah keduanya sudah berada di dalam mobil, Reyhan pun mulai melajukan mobilnya menuju ke rumahnya Aziah. Suasana di dalam mobil begitu hening, tidak ada satupun dari mereka yang mengeluarkan suaranya hingga mobil Reyhan memasuki rumah keluarga Hendrawan, yaitu rumah Aziah.
"Kita sudah sampai Ziah, pergilah istirahat, maaf Abang antar sampai sini aja ya, nggak papakan Abang nggak masuk?." tanya Reyhan lembut, setelah ia mematikan mesin mobilnya.
"Nggak papa kok Bang, terimakasih ya karena sudah mengantar Ziah," balas Aziah dengan wajah yang tak berani menatap wajah Reyhan.
"Iya sama-sama Ziah, ya sudah pergilah masuk, Abang langsung pulang ya." kata Reyhan, sedikit canggung.
"Iya bang ya udah Ziah masuk ya, Assalamu'alaikum " pamit Aziah yang kemudian ia pun langsung turun dari mobilnya Reyhan.
" Iya, Wa'alaikumus salam," setelah mendapatkan jawaban Aziah langsung menutup pintu mobilnya Reyhan, setelah itu ia pun langsung berjalan menuju pintu masuk kerumahnya, meninggalkan Reyhan yang masih memperhatikan kepergiannya hingga ia menghilang di balik pintu rumahnya.
"Selamat istirahat Ziah, semoga bermimpi indah, dan semoga semoga besok kamu sudah punya jawabannya dan menerima aku sebagai suami kamu, Aamiin,"_Batin Reyhan dan setelah Aziah hilang dari pandangannya Reyhan pun kembali melajukan mobilnya menuju arah pulang.
__ADS_1
*******
Keesokan harinya di Fakultas Kedokteran xx.
Karena peristiwa acara ulang tahun Athan, kini Aziah merasa dirinya sedang di perhatikan banyak orang disaat ia memasuki kampusnya, hingga akhirnya ia pun teringat dengan kejadian malam itu, yang membuatnya kini tak berani mengangkat kepalanya karena malu.
"Woy!, jalan kok menunduk aja sih, lagi liat apa sih dibawah?" tegur seorang wanita dengan suara yang terdengar lantang.
"Eh, Anggi!, bikin kaget aja sih Lo!" bentak Aziah terlihat kaget.
"Sorry sorry, habis Lo jalan cepat banget, dah gitu jalan kayak banteng mau nyeruduk sih nunduk gitu," bales Wanita yang di panggil Anggi oleh Aziah, "Lagian lo kenapa sih jalan nggak liat kedepan gitu kalau nabrak orang gimana neng?" lanjut Anggy lagi.
"Gue nggak papa kok!, udah ayo cepat masuk!" balas Aziah yang kemudian ia langsung menggandeng tangan Anggi dan kemudian ia mengajaknya berjalan cepat.
"Woy, woy, pelan dikit ngapa jalan, entar yang ada bukan masuk kelas yang ada kita jatuh non!" seru Anggi, yang terlihat ia menahan tubuhnya agar Aziah memperlambat jalannya.
"Akh, banyak cingcong Lo ya, udah cepat jalan!" bentak Aziah lagi sedikit kesal.
"Lo sih, mau kuliah apa mau kondangan sih, pakai high heels segala!"
"Ya namanya gue mau tampil anggun neng, inikan jadwal calon imam gue masuk, jadi gue harus tampil perfect dong," balas Anggi dan Aziah paham dengan orang yang di maksud oleh sahabatnya itu, membuat jantungnya tiba-tiba berdetak kencang, karena ia teringat oleh ajakan, dan saat bersamaan seorang pria memanggil nama Aziah.
"Ziah, bisakah kita bicara sebentar?" ujar seorang pria yang tiba-tiba muncul di hadapan mereka.
"Athan!" Aziah terlihat kaget saat melihat kedatangan Pria itu yang ternyata dia adalah Athan, "Tidak!, aku tidak ingin berbicara dengan kamu lagi!" bales Aziah ketus dan kemudian ia langsung meninggalkan Athan dan Anggi yang masih berdiri di tempatnya tadi berdiri, namun baru beberapa langkah ia berjalan Athan langsung mengejarnya dan langsung menarik tangannya.
"Jangan seperti anak kecil begini Ziah!, aku tahu aku salah dan aku minta maaf untuk itu, jadi bisakah kita perbaiki hubungan kita?" ujar Athan yang masih menahan tangannya Aziah.
Dan Aziah pun langsung menepis tangan Athan dengan wajah yang di penuhi dengan kebencian.
"Lepaskan!, tidak ada yang perlu di perbaiki lagi!, kamu ingat perjanjian terakhir kita, bila sekali lagi kamu membuat kesalahan, maka kita akan putus selamanya!, jadi jangan pernah berharap untuk bisa kembali lagi!, kamu paham!" hardik Aziah yang terlihat geram melihat Athan.
__ADS_1
"Ayolah sayang, kesalahanku bukan karena selingkuhkan, masa hanya sebuah permainan kita putus sih, aku nggak bisa terima itu Ziah," bales Athan yang terlihat masih berusaha agar Aziah tidak memutuskan hubungan mereka.
"Terserah!, itu urusan kamu, yang jelas kau sudah tidak ingin melihat kamu lagi!" kata Aziah yang kemudian ia bermaksud pergi lagi, namun lagi-lagi Athan menarik tangan Aziah.
"Sayang, please dengar aku dulu, jangan seperti ini, ayolah kita bicara baik-baik dulu." kata Athan yang masih tak mau menyerah.
"Lepaskan aku!" bentak Aziah sambil menyentak tangannya agar terlepas dari genggaman Athan.
"Hai, kalian ada apa sih?, kenapa kalian bertengkar?" tanya Anggi yang terlihat heran melihat pertengkaran antara Aziah dan Athan, karena ia memang tidak tahu kejadian di malam ulang tahun Athan.
"Diam Lo jangan ikut campur!" bentak Athan, membuat Anggi langsung terdiam dan ia pun langsung pergi karena melihat Athan yang terlihat sangat marah.
Athan kembali menatap tajam pada Aziah, terlihat emosinya sudah terpancing,"Kenapa kamu jadi berubah semenjak bertemu dengan dokter itu hah?!, apa jangan-jangan kamu sebenarnya punya hubungan sama Dokter, iyakan?!," seru Athan dengan wajah yang terlihat di penuhi dengan kecurigaan dan amarah.
"Kalau iya kenapa?, bahkan kami akan segera menikah, apa kamu puas sekarang hah?!" seru Aziah geram, dengan tatapan yang terlihat sangat amat benci melihat Athan.
Mendengar perkataan Aziah Athan terlihat marah dan ia pun hendak mengayunkan tangannya ke arah pipi Aziah seraya berkata, "Kamu, dasar perempuan j*l*ng!" katanya hendak menampar namun tangan tertahan.
"Apa kamu bilang?, berani kamu menampar calon istriku hah?!"
*************
JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA..ππ₯°
Bonusin dengan VOTE bila menyukai karya Author.
dan LIKE Bila inggin memberikan semangat.
"KOMENTAR para Readers akan menjadi pemicu inspirasi Author..
Jadi jangan lupa ya guys ππ Syukron π.
__ADS_1