SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI

SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI
BERTEMU ULAR KEKET.


__ADS_3

~>๐Ÿ’  MUTIARA ALFAQIROH ๐Ÿ’ <~


"Jikalau kita letih karena kebaikan, maka sesungguhnya keletihan itu akan hilang dan kebaikan akan kekal. Namun jikalau kita bersenang-senang dengan dosa, maka sesungguhnya kesenangan itu akan hilang dan dosa itu akan kekal"


>โš› Umar bin Khattabโš›<


[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[ ๐Ÿ’ ]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]


Di Aula hotel..


Sebuah acara pernikahan sedang terlaksana disana, Azzam dan Frans juga turut hadir untuk memenuhi undangan dari teman mereka.


"Wah, meriah juga nih pesta si Ridho, tapi segini banyak umat, kok nggak ada yang kita kenal ya?" ujar Frans, dengan pandangannya yang berkeliling, mencari yang ia kenali.


"Mungkin ini undangan khusus untuk para kolega ayahnya Ridho kali" bales Azzam asal.


"Wah, Pembisnis-pembisnis semua dong, tapi apa Ridho tidak mengundang teman-teman kita yang lain ?'' tanya Frans lagi yang begitu penasaran.


"Mana gue tahu, tanya aja noh sama si Ridho kenapa nggak ngundang teman-temannya" bales Azzam males


"Ya udah ayo kita tanya dia, kenapa dia nggak ngundang mereka?"


"Hah?, kurang kerjaan banget sih Lo!, sudah diam aja Lo, berisik banget dari tadi" protes Azzam mulai kesal.


"Woy, udah lama kalian di sini?" tanya seorang pria yang tiba-tiba muncul dari belakang mereka.


"Eh, Nicko?, " ucap Frans


"Nah, tuh, sudah muncul orang yang Lo kenal sekarang!" Ujar Azzam saat melihat siapa yang bicara tadi.


"Eh, emang ada apa?" tanya Nicko bingung mendekati perkataan Azzam.

__ADS_1


"ya itu, teman Lo dari tadi gerutu aja katanya nggak ada yang dia kenalin di sini" jelas Azzam.


"Oh, ya namanya ini pesta para pembisnis, kita yang masih anak cen-cen nggak terdaftarlah dengan mereka" Sambung Nicko juga. dan saat bersamaan terdengar suara seorang wanita memanggil Azzam.


"Hai, Zam ?" sapa seorang wanita, membuat Azzam dan kedua temannya langsung menoleh, dan terlihatlah seorang wanita cantik nan seksi berjalan dengan anggunnya menghampiri mereka bertiga.


"Selvia?" kata Frans saat melihat wanita itu. sedangkan Azzam yang melihat wanita itu hanya sekilas lalu tatapan Kembali pada Nicko.


"Hai, Nicko, Frans, kalian bertiga tambah tampan ya, senang rasanya bisa jumpa kalian lagi." Ujar Wanita itu, yang bernama Selvia kemudian ia menyalami Nicko dan Frans, tapi saat hendak menyalami Azzam, tangannya tidak di Sambut oleh Azzam, bahkan Azzam malah mengalihkan perhatiannya pada benda pipih miliknya.


"Heh, Frans, teman Lo masih betah aja ya bersikap dingin?" ujar Selvia sembari menarik kembali uluran tangannya, karena Azzam tidak menyambutnya.


"Mana gue tahu" bales Frans sembari mengangkat kedua bahunya.


"Hmm, tapi aku suka, sangat menantang" ujar seviah dengan bersuara sensual, membuat Azzam Akhirnya menatapnya dengan tatapan dinginnya, namun malah di Sambut oleh Selvia dengan kedipan mata serta memainkan bibir seksnya seolah ia mencium Azzam dari jauh.


"Jaga sikap Lo!" Hardik Azzam dengan tatapan mata tajamnya, lalu ia pun berlalu meninggalkan mereka.


"Ukh, manisnya bikin gemas deh, Aarrr, " kata Selvia dengan wajah yang nampak genit." Aku, Jadi ingin memilikinya." tambah Selvia lagi.


"Ah, Lo jangan bohong deh, kalau dia memang sudah beristri, pasti ia akan membawa istri kesini!, dan lagiankan dari dulu ia mana pernah tuh, bercengkrama dengan yang namanya wanita, bahkan ia jijik melihat wanita, seperti yang Lo lihat tadi, saat ia lihat gue!" tutur Selvia yang sepertinya ia tidak mempercaya dengan perkataan Frans.


"Ya udah Kalau Lo nggak percaya, tapi gue ingati Lo, jangan berbuat yang macam-macam karena Lo akan menyesal nantinya! camkan itu!" Ancam Frans, lalu ia pun berlalu meninggalkan Selvia dan Nicko, sedangkan ia pergi menyusul Azzam.


"Emang yang di katakan Frans benar ya Nic?, kalau Azzam sudah punya bini?" ranya Selvia pada Nicko, setelah kepergian Azzam.


"Mana gue tahu, gue juga baru ini dengarnya" bales Nicko apa adanya.


"Ah, gue nggak percaya!" ujar Selvia sembari melipat kedua tangannya dan menaruhnya di bawah dadanya.


"Bomat, emang gue pikirin, mau Lo percaya, mau tidak, itu urusan Lo, urusan gue, gue mau makan permisi!" ujar Nicko dan ia juga pergi meninggalkan Selvia seorang diri, sedangkan dia juga ikut menyusul ke arah tempat Azzam dan Frans berada.

__ADS_1


"Woy, sampai hati banget sih Lo pada ninggalin gue sama ulet keket itu" protes Nicko kala ia sudah berada di hadapan Azzam dan Frans.


"Laah, bukannya Lo pernah suka ya sama dia, jadi kita-kita memberikan kesempatanlah, tuk Lo berdua " ujar Frans


"Idih Amit-amit dah, ya gue akui dulu gue pernah suka, tapi lihat dia sekarang, membuat elergi gue kumat, seram banget dia sekarang, iiikh, mimpi apa kita tadi malam bisa bertemu ular keket!" Bales Nicko, yang tanpa terasa ia bergidik, geli.


Melihat temannya sampai bergidik membuat Frans tertawa "Hahaha, akhir Lo sadar juga ya, selama ini tuh mata kemana aja?" tanyanya Frans yang masih terkekeh.


"Ya tetap pada tempatnyalah, cumakan dulu doi masih nampak lugu, nggak kayak sekarang luhor!" bales Nicko


"Eh, apa luhor?" tanya Frans lagi.


"Lugu horor bro!, hehehe" bales Nicko dan di iringi tawa kekehnya, dan di ikuti oleh Frans dan Azzam yang akhirnya pada ikut tertawa.


"Sudahlah nggak usah bahas hal nggk penting!, sebaiknya ayo kita beri ucapan selamat sama Ridho, biar kita bisa cepat keluar dari sini, " Ajak Azzam, sembari ia mulai melangkah menuju ke pelaminan.


"Oke deh, let's go" bales Nicko yang akhirnya ia dan Frans mengikuti Azzam, ke pelaminan juga, sesampainya di pelaminan, Azzam pun langsung menyalami pengantin prianya.


"Selamat ya dho, semoga menjadi keluarga sakinah mawadah warahmah, " Ucap Azzam di iringi doanya juga.


"Thanks Zam, eh mana bini Lo, gue denger Lo juga udah nikah, kenapa gue nggak di undang" protes Pengantin pria yang bernama Ridho, sahabat Azzam juga.


"Ada di Rumah, dia lagi Nggak enak badan," Bales Azzam "Kenapa Lo nggak di undang, emang gue nggak suka dengan Acara beginian bro, jadi gue nikah di mesjid ya terus langsung pulang" Lanjut Azzam berkata apa adanya.


"Oh, kalau begitu selamat juga deh buat Lo, walaupun sedikit terlambat" kata Ridho dan kembali ia menyalami Azzam.


"Thanks juga deh kalau begitu, ya udah gue pamit pulang ya, sekali lagi selamat untuk Lo" Ujar Azzam, lagi


"Oke, sekali lagi thanks ya bro" setelah mendapatkan jawaban dari Ridho Azzam pun melangkah pergi, tanpa menyalami Pengantin wanitanya, bahkan ia tak melirik sedikit pun.


Setelah Frans dan Nicko sudah selesai memberikan ucapan selamat, akhirnya ketiganya pun keluar dari hotel tersebut dan langsung menuju ke tempat mobil mereka terparkir, setelah sampai mereka pun memasuki mobil masing-masing, dan tak lama mobil pun melaju saling beriringan.

__ADS_1


*********


Masih adakah yang mendukung novel ini ๐Ÿค”


__ADS_2