SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI

SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI
SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI.


__ADS_3

┈••✾•◆❀🤍 Mutiara Hikmah🤍❀◆•✾••┈


BERKAH itu ketika kenikmatan Allah itu bernilai manfaat dan semakin membuat kita taat.


Hidup itu indah, tapi ada jalannya masing-masing maka carilah jalan terindahmu dengan cara mensyukuri apa yang dijalani setiap hari tanpa ada rasa penyesalan didalam hati.


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


•┈┈┈┈┈┈•✾•◆❀🤍❀◆•✾•┈┈┈┈┈┈•


"Maa shaa Allah, kamu benar-benar Sang Mutiara yang dititipkan Allah pada Mas, Sayang. Mas Bersyukur banget telah memilikimu" puji Azzam sembari memeluk istrinya serta memberikan kecupan lembut pada dahinya.


"Eeh, Mutiaranya Mamah ini loh," kata Raniah, yang langsung menarik tubuh Naisha dan langsung memeluknya. Sehingga kecupan Azzam menjadi begitu singkat.


"Eh! Iiis apaan sih Mamah main tarik aja deh!" protes Azzam, sedikit kaget. Karena ia berasa mencium angin.


"Yaa Naishakan mutiaranya Mamah juga yee..! Emangnya kamu aja yang boleh peluk dia Mamahkan juga mau" balas Raniah yang kini sudah memeluk Naisha, sambil menggoda Azzam. Sedangkan Naisha hanya terdiam dengan wajah terlihat bingung karena kelakuan suami dan ibu mertuanya.


"Alhamdulillah, Mamah sangat bersyukur banget, memiliki menantu udah cantik, baik Sholehah pula. Bagi Mama kamu mah melebihi mutiara Nak," Lanjut Raniah begitu lembut, sembari ia hendak mengecup Dahi Naisha. Namun belum sampai bibinya menyentuh dahinya Naisha. Tiba-tiba seseorang sudah menarik tubuh Naisha juga.


"Eehh!! Kak Nai kan, mutiara yang terindahnya Aziah juga Mah!" kata Aziah, sembari memeluk tubuh Naisha. Membuat mata Raniah membulat kaget. Sama seperti Azzam, ia berasa mencium angin saja.


"Iiiss.... Aziah! Mamahkan mau mencium kakak Nai kamu! Udah main tarik-tarik aja sih!" protes Raniah terlihat kesal. Karena ia belum sempat mencium Naisha.

__ADS_1


"Yaah maaf Mah, Ziahkan, juga ingin merasakan pelukan dari sang mutiaranya milik keluarga kita Mah." balas Aziah enteng, sambil ia mengedipkan sebelah matanya pada sang Mama.


"Huh! Alasan saja kamu ini!" cetus Raniah, masih terlihat kesal.


"Hehehe, jangan marah ya Mah, Ziah cuma sebentar kok," balas Aziah meredakan kekesalan sang Mama. Setelah itu ia pun beralih pada Naisha, yang nampak heran, akan kelakuan keluarga suaminya yang tak terbiasa menurutnya.


"Kak Nai, Ziah mau jujur, walaupun pada awal kedatangan kakak membuat ricuh di keluarga kami. Bahkan membuat Aziah sempat benci mendengar nama kak Nai. Karena membuat Mama jadi bertengkar sama Papa, dan Bang Azzam bertengkar dengan Kak Azkha hanya karena wasiatnya Kakek. Hingga Ziah pun jadi benci banget sama kakak dan Kakek. Tapi setelah kakak menjadi istrinya Bang Azzam. Ziah akhirnya paham mengapa Kakek, begitu memaksa menikahi Bang Azzam ke kakak." tutur Aziah panjang lebar sambil menatap dalam wajah Naisha.


"Mengapa Dek?" tanya Naisha penasaran karena Aziah menjeda perkataannya.


"Karena, Kak Nai, bagi Kakek bukan hanya sekedar sebuah Mutiara yang terdapat di toko-toko perhiasan saja. Tapi bagi kakek Kak Nai adalah sebuah Mutiara yang terdapat didalam sebuah kerang yang mendapatkannya begitu sulit. Karena kita harus menyelam dahulu kedasar lautan. Namun bila kita mendapatkannya akan beruntung sangat besar." balas Aziah, sambil tersenyum manis melihat kakak iparnya itu.


"Dan Ziah sangat bahagia memiliki Kakak ipar seperti Kakak," lanjut Aziah, yang terlihat ia kembali memeluk Naisha, dan bermaksud ingin mengecup pipi kakak iparnya itu. Namun tiba-tiba tubuh Naisha kembali ditarik kembali oleh seseorang.


"Eh! Iiiikh... kak Irma !" sentak Aziah kaget "Main tarik aja sih! Ziahkan belum selesai mencium Kak Nai!" protesnya yang terlihat begitu kesal. pada wanita itu yang ternyata dia adalah Irma sahabat karibnya Naisha.


"Maaf yah Ziah, Kak Irma pinjam mutiaranya. Karena bagi kakak, Naisha bukan hanya sekedar teman. Tapi dia sudah seperti saudara bagi Kak Irma. Ana bersyukur banget memiliki sahabat seperti Anti Nai. Anti selalu membawa kebahagiaan bagi orang yang yang berada didekat Anti, termasuk Ana. Terimakasih Nai, terimakasih sudah hadir didalam hidup ana juga. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala selalu melindungi kita untuk selalu bersama didalam Keridhaan-Nya." tutur Irma yang terlihat begitu tulus. Mendengar ada perkataan Doa yang diucapkan oleh Irma. Serentak mereka yang berada disana langsung menyambut.


"Aamiin ya Allah" ucap mereka serentak, termasuk Naisha, yang bahkan ia berkali-kali mengucapkan Aamiinnya.


"Aamiin, Aamiin ya Allah. Sama-sama Irma, Alhamdulillah ana merasa tersanjung hari ini. Tetapi mengapa hari ini semuanya, jadi pada memuji secara berlebihan sih?" tanya Naisha, sambil melihat satu persatu. Dari suaminya, Ibu mertuanya, Ayah mertuanya, Aziah, dan Irma


“Karena sebatas yang Ana tahu, hanya Allah Subhanahu Wa Ta'ala sajalah merupakan satu-satunya yang pantas dipuji. Pujian pada dasarnya adalah hak dan kepatutan yang hanya tepat diberikan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Dan, Dialah satu-satunya Dzat yang pantas dipuji.

__ADS_1


Hal ini sebagaimana makna dari salah satu ayat yang kerap kita baca sehari-hari, yaitu surat Al-Fatihah. Dalam ayat kedua surat pembuka Alquran itu, Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ


Artinya: “Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.”


"Semua nikmat yang telah dirasakan dan didapat di alam ini dari Allah, sebab Dialah yang menjadi sumber bagi semua nikmat. Hanya Allah yang mempunyai sifat-sifat kesempurnaan. Karena itu Allah sajalah yang berhak dipuji. Orang yang menyebut alhamdulillaah bukan hanya mengakui bahwa puji itu untuk Allah semata, melainkan dengan ucapannya itu dia memuji Allah." jelas Naisha panjang lebar.


"Jadi bila ingin memuji seseorang, sertakan Nama Allah. Seperti Maa shaa Allah, Subhanallah, Alhamdulilah dan Allahu Akbar," lanjut Naisha lagi.


"Maa shaa Allah, inilah yang membuat ana, begitu menyayangi Anti, Ana Uhibbuki Fillah Nai" kata Irma, kembali memandangi Naisha dengan tatapan kasih sayang dan langsung memeluk sahabatnya itu. Dan disaat ia hendak mencium pipi Naisha. Tiba-tiba Azzam langsung menarik tangan istrinya.


"Eeh, Dia milikku!" katanya sambil menarik Naisha kedalam pelukannya. Dengan memasang wajah kesalnya, nampak sekali ia sedang cemburu.


┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈


JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA..🙏🥰


Bonusin dengan VOTE bila menyukai karya Author.


dan LIKE Bila inggin memberikan semangat.


"KOMENTAR para Readers akan menjadi pemicu inspirasi Author..Jadi jangan lupa ya guys 🙏😉 Syukron 😊🙏

__ADS_1


Jangan lupa Follow akun Instagram author ya? Dengan nama akun rahmarahma6709 jangan lupa ya guys 😉🥰.


__ADS_2