
◈◈⊰❀💚 MUTIARA HIKMAH 💚❀⊱◈◈
"Sekuat apapun kamu menjaganya, yang pergi tetap akan pergi, dan sekuat apapun kamu menolak, yang akan datang, maka akan tetap datang, Karena semua itu terjadi sudah menjadi ketentuan dari Allah semata.
___sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ____
❅❀⊱◈◈◈⊰◎❅❀❦||💚||❦❀❅◎⊱◈◈◈⊰❀❅
Mendengar pekikan Naisha Azzam langsung menghentikan permainannya.
"Ada apa Nai?" Tanya Azzam cemas.
"Bayinya mau keluar mas.." Jawab Naisha dengan suara yang sedang tertahan.
"Hah?, tunggu-tunggu, jangan sekarang Nai, ayo kamu mandi dulu." Ujar Azzam yang langsung menggendong Naisha menuju ke kamar mandi. sedangkan Naisha hanya diam pasrah saat di gedong oleh Azzam.
Sesampainya di kamar mandi Naisha pun langsung melakukan mandi wajibnya, dengan wajah yang masih terlihat menahan sesuatu. Setelah selesai Azzam kembali menggendong Naisha ke kamarnya dan membaringkan tubuhnya Naisha di ranjang.
"Tunggu sebentar ya Nai, Mas mandi sebentar, kamu pakailah baju dahulu." Ujar Azzam sembari memberikan sebuah baju pada Naisha yang masih memakai handuk kimono.
"Iya Mas, cepat ya Mas " Ujar Naisha, yang walaupun ia baru saja mandi namun keringat sudah kembali keluar membasahi kening Naisha.
"Iya Sayang, bentar Ya, " Balas Azzam, yang kemudian ia pun berlari menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya juga.
Sedangkan Naisha yang bermaksud memakai bajunya, terhenti karena ia merasakan sesuatu keluar dari bagian sensitifnya.
"Astaghfirullah, ukh.. ya Allah, sepertinya tidak keburu lagi bila harus melahirkan di rumah sakit, hah..hah.. sepertinya sudah mau keluar, huh..huh.. Ya Allah gimana ini.." Gumam Naisha, yang sepertinya ia sudah tidak sanggup lagi menahan sesuatu yang akan keluar dari bagian sensitifnya.
"Maaas!, Cepat!." Pekik Naisha Namun tidak ada jawaban dari Azzam, karena memang kamar mereka memiliki kedap suara yang tidak akan terdengar keluar.
Naisha kembali merasakan kontraksi pada perutnya, dan kemudian memanjatkan Doa Nabi Yunus, dan ia membacanya tanpa henti
لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
Bacaan latin: lā ilāha illā anta sub-ḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn
Artinya: "Tidak ada tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim."
Namun kontraksi perutnya semakin hebat bahkan sesuatu yang ingin keluar itu semakin mengajaknya ingin mengedan. Naisha memejamkan matanya menahan rasa sakitnya, sambil mengucapkan berdoa :
بسم الله الرحمن الرحيم
حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ اْلوَكِيْلُ عَلىَ اللهِ تَوَكَّلْنَا
__ADS_1
Hasbunallahu wa ni’mal wakilu ‘alallahi tawakkalna.
Artinya:
Cukuplah Allah sebagai pelindung kami, dan Dia sebaik-baik pelindung. Hanya kepada Allah kami berserah diri..
Setelah itu ia membaringkan tubuhnya, secara perlahan sambil mengucapkan :
Yā hayyu yā qoyyūm birahmatika astaghītsu
Artinya:
"Wahai Rabb Yang Maha Hidup, Yang Berdiri Sendiri, hanya dengan rahmat-Mu saja, aku meminta pertolongan.
Dan di Saat bersama Azzam keluar, melihat posisi Naisha yang sudah berbaring bahkan ia juga sudah menekuk lututnya membuat Azzam kaget.
"Sayang kenapa belum pakai baju?" Tanya Azzam bermaksud membangkitkan Naisha dari tidurnya.
"Tidak Mas, nged..Icha sudah tidak tahan lagi, Anak kita sudah mendorong ngek..terus Mas..ngeek.." Balas Naisha dengan suara tertahan karena sepertinya bayinya terus mengajak mengedan.
"Astaghfirullah!, tahan dulu Nai, tahan.. tahan.. Mas telpon Reyhan, untuk membawa bidan dokter kandungan kemari " Ujar Azzam yang kemudian ia cepat mengambil benda pipihnya dan secepatnya ia meminta Reyhan untuk datang membawa Dokter kandungan.
Sementara Naisha yang masih berusaha menahannya ia hanya memejam kan matanya sambil mulutnya membacakan doa Nabi Yunus sementara wajahnya sudah dipenuhi dengan keringat jagung karena ia benar-benar harus menahan rasa sakitnya.
"Tidak Mas, ini sangat nikmat, tapi sepertinya ngek..anak kita sudah minta keluar Mas.. Ngeek.." Ucap Naisha dengan air mata yang juga sudah mengalir.
"Tapi Mas harus melakukan apa sayang, Mas takut sayang." Balas Azzam sembari mengelus-ngelus Rambut Naisha.
"Bismillah aja ya Mas, serahkan sepenuhnya pada Allah.ngek.." Ucap Naisha yang sepertinya ia menyerah, dan ia kembali menekukkan lututnya, dan tampa aba-aba dari siapapun ia pun melepaskan yang sejak tadi ia tahan dan..
"Bismillah, lā ilāha illā anta sub-ḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn Ngeeeeeek !!" Naisha melepaskan ketahanannya dan hanya dengan sekali mengedan Akhirnya..
"Oek..Oek..Oek..Oek Oek" Suara tangis bayi pun terdengar kuat, membuat Azzam kaget dengan apa yang dia lihat.
"Aah.." Naisha langsung bernafas lega karena yang sejak tadi mendorongya ingin keluar, akhirnya sudah keluar.
"Astaghfirullah, Astaghfirullah, sayang gimana ini?, mas harus apa?" Azzam terlihat panik, takut, bingung jadi satu, melihat anak yang sudah keluar.
"Panggil Bi Onah cepat Mas.!" Ujar Naisha yang kini suaranya sudah melemah.
"Iya sayang, tapii bagaimana dengan anak kita itu?" Tanya Azzam, yang masih terlihat bingung.
"Balikkan saja dulu Mas." Kata Naisha lagi.
__ADS_1
"Iya Sayang, " Azzam pun dengan rasa takutnya membalikkan tubuh bayinya yang terlihat Ususnya masih tersambung dengan uri Naisha, yang belum keluar dan Azzam juga melihat kalau anaknya berkelamin laki-laki
"Maa syaa Allah, anak kita laki-laki Sayang." Ujar Azzam dengan suara bergetar karena rasa haru.
dan saat bersamaan terdengar ketukan pintu dari luar, membuat Azzam kaget dan hampir saja ia melepaskan anaknya.
"Astaghfirullah.. hampir saja, tunggu sebentar ya nak, " Kata Azzam yang kembali meletakkan bayinya di depan bagian sensitif Naisha, karena Usus sih bayi masih belum di potong.
Setelah Azam meletakkan bayinya Ia pun segera menuju ke printer dan dengan cepat Ia membuka pintu tersebut.
"Maaf Den, ini ada dokter wanita datang." Kata bi Onah, setelah melihat pintu terbuka.
"Oh iya Bi terima kasih." ucap Azzam pada Bi Onah.
"Cepat Dok!, bayi saya sudah keluar!" Lanjut Azzam lagi pada sang Dokter perempuan yang di bawa oleh BI Onah.
"Astaghfirullah..!" Ucap sang dokter yang kemudian ia berlari menghampiri Naisha dan ia langsung menangani Naisha berserta Babynya.
" Maa syaa Allah, ini bayi pertama kaliankan, pak, Bu?" tanya sang dokter kepada Naisha dan Azzam.
"Iya Dok, ada apa ya?." tanya Azzam penasaran.
"Tidak apa-apa pak, cuma maa syaa Allah banget, anak pertama, mengapa semudah ini ibu melahirkannya?." tanya sang dokter yang terlihat heran dengan tangan yang masih menangani sang bayi.
"Wallahu alam Dok, hanya Allah yang tahu." Kata Azzam.
"Iya pak, semuanya sudah menjadi ketentuan Allah karena Allah, yang telah mengatur segalanya." Ucap Sang Dok, sembari ia menyerahkan Bayinya sudah di bedung oleh sang dokter. " Ini bayinya silahkan di adzankan." lanjutnya lagi.
" Baiklah Dok, terimakasih." Azzam menyambut sang bayi, "Welcome my baby boy." Ucapnya lagi pada bayi yang ada di gendongannya, dan kemudian ia pun mengadzani.
Sedangkan sang Dokter langsung menangani Naisha, yang terlihat semakin lemas, ia juga memasang infus pada Naisha.
*********
Hihihi, Bab, ini sebenarnya kisah nyata Author 😁🤭
Lucu kalau ingat, bayinya udah keluar eh bidannya belum datang, membuat satu rumah jadi panik🤭
Tapi Alhamdulillah, semuanya menjadi kenangan termanis 🥰.
Oke guys, Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya 😉.
VOTE, LIKE, DAN KOMENTAR adalah penyemangat buat Author, jadi jangan lupa ya 😉🙏 Syukron 🙏🥰.
__ADS_1