
💫💫💫 MUTIARA HIKMAH 💫💫💫
Bukan sabar namanya jika masih ada batasnya, bukan ikhlas namanya jika masih merasakan sakit. ingatlah tidak semua yang kamu inginkan akan tercapai dan tidak semua orang yang kamu cintai akan mencintaimu.
Maka, jangan pernah meragukan kuasa Allah, jika saat ini orang yang kamu cinta pergi maka pasti akan ada yang datang sebagai pengganti.
Kita sebagai manusia hanya bisa berusaha dan berdoa sedangkan hasilnya kita tetap serahkan kepada Allah. Karena sejatinya kita tidak bisa menentukan akhir dari usaha yang kita lakukan.
Karena semuanya adalah misteri Illahi,
_ Quotes of the day_
💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫
Malam hari dikediaman Bambang Dirza Irawan.
Di ruang makan, terlihat keluarga Bambang sedang makan malam bersama, ruangan begitu hening karena mereka sedang menikmati makanannya dengan penuh hikmah, setelah mereka menyelesaikan makanannya, Nani Wijaya pun buka suara.
"Frans, besokkan hari Minggu tuh, pasti kamu liburkan nak?, jadi mama besok mau kamu antarkan Mama ke rumah Fitri, kamu bisakan?, nanti Mama kenalkan kamu sama Anaknya yang bernama Wenny, cantik loh nak" Ujar Nani setelah ia melihat Frans menyelesaikan makannya.
"Nggak bisa Mah, besok Frans mau nganterin Azzam ke acara pertunangan temannya istri Azam" Kata Frans sembari ia bangkit dari duduknya.
"Kamu tuh ya, Selalu menghadiri acara pernikahan, pertunangan, sementara kamu itu kapan sih nak?, makan juga ingin punya menantu juga ingin punya cucu juga." Keluh sang Mama, pada Frans yang hendak beranjak dari meja makan tersebut.
Frans mengerenyit mendengar keluhan sang Mama " Oh, jadi Mama meminta Frans untuk mengantar mama itu hanya modus kan?, tapi yang sebenarnya Mama ingin menjodohkan Frans kan Mah?" tanyanya dengan Alis yang ia kerutkan.
"Iya kamu bener nak nama memang ingin menjodohkan kamu pada anak tante istri yang bernama Weni itu Apakah salah bila Mama ingin melihat kamu memiliki istri?" tanya Nani Wijaya pada anak tunggalnya.
"tidak salah mah! tapi ingat bila Mama masih ingin menjodohkan Prans maka Mama harus menyiapkan diri agar tidak terkejut saat frans tidak akan pernah muncul lagi di hadapan Mama nanti!" Ujar Frans dengan santainya lalu ia pun langsung berlalu meninggalkan ruang makan
Bambang yang mendengar perkataan menjadi marah "Apa kamu bilang?, Frans tunggu!" teriaknya, namun tidak direspon oleh Frans, dan bahkan Frans langsung melangkah menuju pintu keluar rumahnya.
"Ya Allah pah, kalau perkataannya benar bagaimana pah?, Mama nggak mau akh, Frans pergi, Kitakan cuma punya Frans pah," Ujar Nani setelah kepergian Frans.
"Lalu bagaimana dengan perjodohan itu mah?" tanya Bambang yang terlihat juga ada kebingungan di raut wajahnya.
"Ya di batalkan dong pah!, pokoknya Mama nggak mau ya pah anak kita pergi, ingat pah anak kita cuma satu" Ujar Nani mengingatkan suaminya.
__ADS_1
"Haiis Mama, padahal ide mencari jodoh untuk Frans kan juga Mama, kenapa sekarang mana Jadi lepas tangan begitu sih?" protes Bambang.
"Ya Maaf pah, itukan karena Mama nggak ingin Frans pergi pah, jadi biar Frans saja yang menentukan jodohnya pah," Dalih Nani Wijaya.
"Hah!, ya sudahlah kalau begitu, besok papa sendiri saja ke rumah Atmojo, untuk meminta maaf padanya" ujar Bambang pasrah.
"Gitu dong, itu baru suamiku yang paling keren" Rayu Nani,
"Hmm, Nggak mempan rayuan mama ke papa" ujar Bambang yang kemudian ia beranjak dari ruang makan meninggalkan Nani Wijaya.
"Eh apa kok ngomong gitu sih? Eh tunggu mama, pah!" panggil Nani dan ia pun mengikuti suaminya.
*******
Sementara di sisi lain, Di mansion Azzam.
Semenjak Naisha di nyatanya telah hamil Naisha selalu membuat Azzam repot karena ia tidak akan makan kalau bukan Azzam yang buat, di tambah lagi Azzam tak boleh dekat-dekat padanya, karena ia akan mual bahkan muntah-muntah bila Azzam dekat dan itu membuat Azzam menjadi frustasi, dan ia bisa mendekati Naisha kalau ia sudah tidur baru ia bisa menciumi Istrinya,
seperti saat ini Naisha tertidur pulas, ia pun mulai menciumi Istrinya, dan setelah ia pun mulai membaringkan tubuhnya di sampingnya, dan baru saja ia terpejam tiba-tiba tubuhnya seperti di goyang-goyang seseorang, hingga akhirnya ia pun membuka matanya kembali.
"Mas Icha ingin sate yang di dekat pondok mas" kata Naisha manja.
"Eh, itukan jauh Nai, mas dah ngantuk banget nih" Bales Azzam dengan mata yang mulai terpejam Kembali.
"Iss Ayo dong Mas, Icha sudah kepingin banget nih" rengek Naisha sembari ia mengguncang tubuh Azzam kembali.
"Haiis, iya iya tapi boleh nggak Mas tidur dulu 10 menit Aja Nai" pinta Azzam yang memang terlihat jelas matanya sulit untuk dibukanya.
"Iss mas!, ini kan juga keingin anak emas juga loh, emang Mas mau anak mas ngences iya?" Ancam Naisha membuat Azzam Akhirnya memaksakan matanya terbuka kembali.
"Hemm, iya iya sayang, mas akan belikan, " kata Azzam pasrah sembari ia bangkit dari tidurnya dan kemudian Ia pun langsung turun dari ranjangnya.
"Icha ikut ya Mas" pinta Naisah.
"Tapi ini sudah malam sayang, kamu tunggu di rumah saja ya" bujuk Azzam sembari ia memakai jaket hitamnya.
"ehmm, tapikan Icha pengennya makannya di sana Mas" Rengek Naisha manja, membuat Azzam tidak bisa membantah Istrinya lagi.
__ADS_1
"Haiis, Dasar manja, ya Sudah ayo!, tapi kamu harus pakai jaket yang tebal ya biar tidak masuk angin" kata Azzam sembari mengambil jaket tebal Naisha, setelah itu ia langsung memakainya,
Setelah selesai mereka pun akhirnya pergi ke tempat tukang sate yang di pinta oleh Naisah,
jaraknya memang lumayan jauh dari rumah mereka, karena tukang sate itu berada di dekat Rumah tahfidz milik Naisha, hingga perjalanan harus menempuh 40 menit dan akhirnya mereka pun sampai.
"Eh Ustadzah Naisha dan Suaminya Ustadzah, mari duduk mau pesan apa" kata penjual sate itu.
"Pesan satu porsi satenya ya mang" bales Azzam sembari ia bermaksud duduk.
"Hmm mas, Icha mau mas yang bikinkan" kata Naisha manja.
"Haduuuh Nai, perminta kamu ada-ada saja sih" keluh Azzam, membuat tukang sate itu tersenyum mendengarnya.
"Ehmm, jadi mas nggak mau ya?" tanya Naisha yang terlihat wajahnya menjadi sedih.
"Iya iya, mas mau kok sayang, tunggu di sini ya mas buatkan" kata Azzam yang akhirnya bangkit dari duduknya, setelah mengusap lembut kepala istrinya ia pun pergi ketempat sate yang lagi di panggang.
"Hihihi Sabar den, Memeng seperti itu orang ngidam den, suka Aneh-aneh" kata tukang penjual sate, yang ia memang mengetahui kalau Naisha sedang ngidam, karena tempat ia berjualan di sebrang rumah Tahfidznya Naisha.
"ehmm Ngidam oh ngidam bikin repot aja sih" keluh Azzam sembari ia mengipas sate yang lagi di panggang, mendengar keluhan Azzam membuat penjual sate menggelengkan kepalanya sembari tersenyum,
Tak membutuhkan lama Azzam mengipasin sate karna sebentar saja daging sudah matang lalu ia pun langsung membawanya dan ia letakkan di meja depan Naisha.
"Nih sayang, sekarang makanlah" katanya sembari ia ikut duduk di depan Naisha.
"Terimakasih mas ku " kata Naisha yang kemudian ia pun melahap satenya dan hanya dua tusuk saja ia langsung menyodorkan piring berisi sate tersebut pada Azzam. " Udah mas, sekarang mas yang makan ya" katanya dengan santainya
"Haah?, hanya segitu aja Nai?" tanya Azzam heran dan di Anggukkan oleh naziha dengan polos.
"Astaghfirullah, sabar sabar sabar, " gumam Azzam, yang sebenarnya ia sangat kesal, berapa tidak ia yang baru terlelap harus bangun karena ke inginan istri, belum lagi ia di suruh membikinkan sate tersebut, tapi yang di makan hanya dua tusuk saja, dan sisanya ia yang harus memakannya.
********
Kasihan babang Azzam, yang sabar ya babang Azzam😁😁😁
Oke guys Jangan lupa untuk tinggalkan jejaknya ya, jangan lupa LIKE VOTE DAN KOMENTAR OKE🙏😉.
__ADS_1