
══ ✥.❖.✥ ══Kalam Habaib══ ✥.❖.✥ ══
❤اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدْ❤
Bila ada yang menyukaimu karena alasan duniawi, maka sungguh dia hanya menyukai dirinya sendiri. Namun apabila ada yang menyukaimu karena Allah, berarti dia benar-benar menyukaimu.
📚[ Al Habib Abdullah bin Muhammad Baharun ]📚
💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗
Keesokan harinya..
keluarga Hendrawan pagi ini begitu sibuk.
Mereka sedang mempersiapkan diri mereka masing-masing karena hari ini adalah hari pernikahan putra mereka yang kedua,
Azzam yang juga akan menyaksikan pernikahan sang adik kini juga telah rapi dengan setelan baju Koko putihnya yang telah di persiapkan oleh sang maminya.
setelah selesai, ia pun berjalan menuju ruang keluarga, yang sepertinya semua sudah rapi termasuk Azkha yang sudah memakai baju pengantin berwarna putih juga ia memperhatikan adiknya itu, nampak ada kesedihan di raut wajahnya
"Alhamdulillah akhirnya kamu siap juga kami tinggal menunggu kamu saja nak" ujar mami Azzam yang tiba-tiba muncul kedepan Azzam.
"Iya mi Azzam sudah siap" bales Azzam lembut.
"Ya sudah ayo kita berangkat " ajak sang Papi, pada keluarganya, mereka pun akhirnya keluar rumah nampak ada tiga mobil yang sudah siap membawa mereka.
Setelah di rasa semuanya siap mobil pun perlahan bergerak dan melaju menuju ke rumah mempelai wanitanya. tak membutuhkan waktu lama hanya satu jam perjalanan akhirnya mereka sampai di sebuah mesjid yang megah yang nampak telah ramai dengan keluarga mempelai wanita.
Mereka semua pun turun dari mobil dan di sambut oleh keluarga wanita.. saat mulai memasuki mesjid tiba-tiba Azkha menghentikan jalannya.
"Ada apa nak?" tanya sang papi.
" emm i..itu pi..sepertinya Azkha ingin ke kamar mandi dulu Pi itu mau hmm" jawab Azkha gugup, papi yang seperti paham kalau anaknya sedang nervous jadi wajar bila ada rasa ingin ke kamar mandi, ia pun tersenyum.
"Pergilah nak " ujar sang papi lalu Azkha pun pergi menuju ke kamar mandi seorang diri.
cukup lama mereka menunggu dan saat papi Meminta Azzam untuk melihatnya tiba-tiba datang seseorang pria menghampiri mereka.
"Maaf pak, ini ada surat dari seorang laki-laki yang ada di kamar mandi tadi" ujar orang tersebut Sambil menyerahkan sebuah surat.
dengan cepat mereka pun membukanya.
isi surat Azkha.
Assalamualaikum Pi ,mi.
Maafi Azkha mi, Pi,
Sepertinya Azkha tidak mampu untuk memenuhi keinginan papi dan mami, Azkha belum siap untuk berumah tangga mi, rasanya aneh bila Azkha terlebih dulu menikah sementara bang Azzam belum, jadi Azkha memutuskan untuk pergi, sekali lagi maaf..
__ADS_1
AZKHA..
Setelah membaca surat dari Azkha sepontan sang mami terduduk lemas..
"Astaghfirullah, mami, !" pekik papi dan Azzam..
"Hiks, Gimana ini Pi,? Azkha pergi hiks.." ucap mami yang mulai pecah' tangisnya.
"Mau gimana lagi mi, sepertinya anak-anak kita tidak ada yang bersedia" ucap Papi yang ikut lemas karena anaknya telah pergi.
"Terus gimana dong Pi?" tanya mami bingung
"Mau gimana lagi mi sepertinya papi yang harus melakukannya " ujar papi pasrah..
"Tidak! mami tidak mau di madu!" seru sang mami yang air matanya semakin deras.
"Tapi Pi.."
"Sudah hentikan.. tidak akan ada madu untuk mami!" seru Azzam memotong perkataan papinya. "Karena aku yang akan menikahi Imah" Sambungnya lagi..
"Benarkah nak?" tanya mami yang langsung menggenggam kedua tangan Azzam.
"Iya mi, tapi dengan syarat, setelah ijab aku akan langsung membawa Imah ke apartemen ku, jadi nggak ada Acara Walimatul'urs, Apakah kalian setuju?" ujar Azzam mengutarakan syaratnya.
Mami, papi, serta kedua orang tua wanita pun saling pandang dan mereka sepertinya setuju.
"Baiklah nak sesuai keinginan mu" ujar sang papi pasrah, dan akhirnya mereka masuk kedalam Mesjid nampak mereka sudah lama menunggu di dalam mesjid di bagi dua bagian laki-laki dan perempuan di pisahkan dengan pembatasan sebuah tirai jadi kaum laki-laki tidak bisa melihat kaum wanita.
"Apakah semuanya sudah siap "
'Sudah silahkan di mulai saja " ujar papi Azzam.
"Baiklah kalau begitu saya ingin bertanya sudah tahu nama calon istri mu siapa?" tanya tuan Kadi itu, Azzam yang memang tidak tahu pun hanya menggelengkan kepalanya saja.
lalu tuan Kadi pun menunjukkan sebuah kertas yang tertulis pada Azzam pun langsung membacanya.
NAISHA ARIZMAH AZZIFA
"Sekarang sudah tahukan,?"
"Sudah pak'" jawab Azzam.
"Sudah bisa kita mulai sekarang Ijab qobul nya?" tanya tuan Kadi lagi..
"Silakan pak,"
Baiklah sekarang jabatlah tangan calon mertua mu" Titah tuan Kadi lagi Azzam pun menjabat tangan, calon mertuanya. tanda ijab akan di mulai..
"Ananda Muhammad Azzam Ramadhan bin Hendrawan Azram?"
"Iya pak!"
__ADS_1
"Saya Nikahkan dan kawinkan engkau dengan putri kandung saya Naisha Arizmah Azzifa dengan maskawin berupa Alat sholat serta cincin berlian di bayar tunai.."
Azzam langsung menyambutnya dan dengan satu tarikan napas
"Saya terima nikah dan kawinnya Naisah Arizmah Azzifa binti Faisal Basri dengan mas kawin tersebut tunai "
"Bagaimana para saksi?" tanya penghulunya.
"Sah!"
"Sah!" sambut mereka serentak..
Dan langsung di lanjutkan dengan doa. yang di bacakan oleh penghulunya.
sementara di balik tirai.
Naisha yang duduk di dampingi bunda dan sahabatnya ikut mendengar Azzam berijab dan saat mendengar kata sah, membuat jantung berdetak kencang. mendengar penghulu berdoa ia pun ikut berdoa
"Selamat Nai Akhirnya status mu berubah Barakallahu lakum wabaraka Alaikum.." ujar Imah gendut.
" Aamiin Syukron imah" ucap Naisah tulus.
Iya mulai sekarang ia sudah berstatus seorang istri dan ia hanya bisa berharap
Semoga ia bisa menjalani kehidupannya yang baru dengan tulus dan ikhlas dan berharap keluarga barunya kelak menjadi keluarga sakinah mawadah warahmah.
Setelah sesi berdoa selesai, penghulu pun meminta agar pengatin Wanita dikeluarkan.
untuk menyaksikan pra janji pernikahan yang akan di bacakan oleh pengantin pria
karena pengatin Wanita sudah di panggil.
Imah gendut yang berpakaian senada dengan Naisha pun ikut menuntun Naisha, keluar untuk di pertemukan pada suaminya, mereka berjalan perlahan dengan Naisha yang menundukkan wajahnya, karena malu
Sementara Azzam langsung kaget, saat melihat mereka berdua, begitu juga dengan Frans.
"sudah ku duga bahwa dialah Imah si gendut itu"_ batin Azzam yang melihat orang yang di sebelah Naisah.
Tak berapa lama mereka berdua sampai di hadapan Azzam namun belum sempat Naisah duduk tiba-tiba Azzam buka suara.
"Sesuai persyaratan Pi, pak.. saya akan langsung membawa istri saya!" ujar Azzam yang langsung menarik tangan Irma sahabat baik Naisha dan ia berjalan dengan cepat, menuju pintu mesjid.
Mereka yang menyaksikan Azzam menarik Irama hanya tercengang heran termasuk Naisha hanya diam terpaku. Saat melihat suaminya menarik sahabatnya gendutnya itu.
BERSAMBUNG.
hmm Sepertinya certanya tidak Manarik yaa 🤔 Buktinya yang VOTE cuma satu orang.. apa para Readers di sini pada pelit yaa😜😜
ya sudahlah kalau gitu 😔😔
__ADS_1