SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI

SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI
AKU BUKAN BAYI


__ADS_3

08:15


Tok..Tok..Tok..


Terdengar suara ketukan pintu di kamar Naisha, membuat Azzam terbangun, sebenarnya ia tadi sudah bangun saat sholat subuh, namun ia tidur kembali, karena tadi malam ia memang tidur sudah menjelang pagi..


Azzam melirik Naisha yang masih tertidur, kemudian ia memegang dahi Naisha memeriksa suhu tubuhnya..


"Alhamdulillah, demamnya sudah turun" Gumam Azzam, lalu ia membetulkan selimut Naisha, setelah itu ia pun turun dari ranjangnya kemudian langsung menghampiri pintu yang tadi di ketuk seseorang, lalu ia pun membukanya dan ternyata Frans dan Reyhan sudah menunggu di depan kamar mereka..


"Ada apa?!" tanya Azzam ketus..


"Hari ini nggak ngantor zam?" tanya Frans balik..


"Lo hendel kantor ya, gue harus jaga Naisha masih sakit, oh iya, kalau ada hal yang penting, Lo Bawak kesini saja oke!" ujar Azzam pada Frans.


"Baiklah ya sudah kalau gitu gue berangkat ya, Assalamu'alaikum" pamit Frans..


"Wa'alaikumus salam, " jawab Azzam dan Reyhan.. setelah mendapatkan jawaban Frans pun pergi meninggalkan mereka, setelah kepergian Frans, padangan Azzam kini beralih pada Reyhan..


"Ada apa?!" sama seperti Frans, ia pun bertanya pada Reyhan dengan nada ketus..


"Gue mau periksa bini Lo lah, karena setelah itu gue harus kerumah sakit lagi nih" jawab Reyhan..


"Ya sudah tunggu sebentar, gue bangunkan bini gue dulu" ujar Azzam, dan ia langsung masuk ke kamar Naisha, tanpa menunggu balesan dari Reyhan, setelah di dalam ternyata Naisha sudah bangun..


"Alhamdulillah, syukurlah kamu sudah bangun Nai?" ujar Azzam sembari menghampiri Naisha..


"Iya mas, emang ada apa?" tanya Naisha yang suaranya masih lemah..


"itu Nai, Reyhan mau priksa keadaan mu, pakailah cadarmu sekarang Nai, " ujar Azzam sembari memberikan kain hitam kecil pada Anisha..


"Baiklah mas.." bales Naisha sambil mengambil kain hitam itu, lalu ia pun menutupi wajahnya dengan kain hitam tersebut..


Setelah di rasa istrinya telah siap Azzam pun membuka pintu kamarnya mempersilahkan Reyhan untuk memeriksa keadaan Naisha


Reyhan pun masuk dan ia sedikit kaget saat melihat Naisha bercadar..


"Eh, kakak ipar memang bercadar, atau suami kakak ipar saja yang tak ingin saya melihat wajah kakak ipar?" tanya Reyhan penasaran..


"Saya memang bercadar akhy, " bales Naisha apa adanya..


"Oh, pantas ia meminta di bawakan dokter wanita, rupanya karena kakak ipar bercadar ya?"


"Iya akhy"

__ADS_1


"Sudah jangan banyak tanya!, cepat priksa saja dia!" timpal Azzam yang sepertinya tidak suka Reyhan banyak bertanya pada istrinya..


"Iya iya, senewen banget sih jadi orang!" gerutu Reyhan yang mulai memeriksa keadaan Naisha lewat denyut nadi di tangannya, lalu Meminta Susternya juga memeriksa tekanan darah Naisha..


"Gimana?" tanya Azzam yang sepertinya sudah tidak sabar mendengarkan hasilnya..


" Sudah mulai stabil semuanya, tinggal pemulihan saja, kok, banyak istirahat ya kakak ipar agar cepat pulih


"Iya Dok in syaa Allah" bales Naisha lembut


"Nanti kakak i..."


"Sudah sudah pergi Lo, kakak ipar..kakak ipar.. dia bukan kakak ipar Lo, !" protes Azzam, juga mengusir Reyhan karena sepertinya ia tidak suka Reyhan berlama-lama berbicara pada istrinya..


"Mas kamu kok gitu sih, dokter Reyhan kan belum selesai.." tegur Naisha yang melihat Azzam menarik tangan Reyhan menuju keluar dari kamar Naisha..


"Tau nih, dia memang seperti itu kakak ipar dia..."


BAAM.!!


perkataan Reyhan terpotong dengan suara pintu yang di banting oleh Azzam.. Naisha hanya menggelengkan kepalanya saja Melihat kelakuan suaminya..


Sedangkan Azzam dan Reyhan di luar kamar..


"Hiis, Lo nih pelit amat sih jadi orang, gue belum selesai memberikan Arahan pada kakak ipar jugaan, udah main tarik aja Lo" protes Reyhan.


'Oke!, gue tahu itu, ya sudah kalau gitu gue balik ya, Assalamu'alaikum" pamit Reyhan..


"Wa'alaikumus salam" setelah mendapatkan jawaban dari Azzam Reyhan dan susternya pun pergi meninggalkan apartemen Azzam. setelah Reyhan tak terlihat lagi, Azzam langsung melangkah kedapur, sepertinya ia ingin membuat sesuatu, namun belum selesai ia memasak tiba-tiba terdengar suara bel berbunyi, ia pun langsung pergi untuk melihat siapa yang datang, sesampainya di pintu ia pun langsung membukanya dan ternyata yang datang adalah seorang wanita paruh baya..


"Assalamu'alaikum den" salamnya..


"Wa'alaikumus salam, ibu siapa ya?" tanya Azzam seraya mengerutkan keningnya..


"saya Bu Inah den, kata pak Frans, Aden mencari pembantu, jadi saya kesini den" ucap wanita itu yang ternyata seorang pembantu bernama bi Inah..


"Oh, ya sudah masuk saja bi, langsung saja bikinkan sarapan buat istri saya yang sedang sakit" ujar Azzam memperintahkan bi Inah masuk


"Terimakasih den"


"Iya Bi, kalau begitu teruskan bubur yang tadi saya masak Bi, saya mau ke kamar dulu ya" ujar Azzam dan di anggukkan oleh pembantu baru mereka. kemudian Azzam pun masuk ke kamar Naisha, yang Ternyata istrinya sedang berusaha bangkit dari tempat tidurnya.


"Eh, kamu mau kemana Nai? " tanya Azzam yang langsung mempercepat langkahnya menghampiri Naisha..


"Icha mau ke kamar mandi mas" bales Naisha yang masih berpegang di kepala ranjangnya..

__ADS_1


"Ya sudah, sini aku gendong, kamukan masih lemas"


"Tapi mas.."


"Sssht, sudah jangan protes" ucap Azzam, lalu ia pun langsung menggendong Naisha ala bridal style dan membawanya ke kamar mandi, setelah sampai di dalam..


"Udah mas di sini aja" ucap Naisha berharap suaminya menurunkannya segera..


"Kamu mau ngapain,?, apa mau mandi, biar aku bantu ya?" ujar Azzam polos, membuat Naisha melotot kaget..


"Haa, Nggak nggak, Icha cuma mau pipis aja kok, " bales Naisha malu..


"Kenapa?, mandikan biar badan kamu Segeran" ujar Azzam lagi..


" Oke icha mandi, tapi mandi sendiri aja, mas keluar ya" bales Naisha yang berharap agar Azzam mau keluar dan membiarkan Naisha mandi sendiri..


"Kamu masih lemah nai, aku nggak berani membiarkan kamu sendiri di sini"


"Tapi mas, Icha kan malu.."


"Malu?" aku pikir kamu nggak punya malu, karena ku lihat kamu suka menciumku sembarangan" ujar Azzam, membuat Naisha kembali membesarkan matanya..


"Sudah jangan protes, lagian akukan suami kamu, jadi kamu nggak perlu malu sama aku Nai" ujar Azzam, sembari ia meletakkan Naisha di dalam bathtub yang kosong, Naisha Akhirnya hanya bisa pasrah dan ia membiarkan suaminya meletakkannya di dalam bathtub, setelah itu Azzam menghidupkan kran air hangat..


"Sekarang bukanlah bajumu nai" titah Azzam sembari membantu membuka kancing baju Naisha..


"Mas, Aku bukan bayi mas, yang harus di mandiin, Icha bisa sendiri mas" protes Icha sembari menahan tangan suaminya..


"Kamu bisa diam nggak?, Menurulah.!." Tegas Azzam, dan akhirnya Naisha pun pasrah dan membiarkan dirinya bak seorang bayi yang sedang di mandikan oleh orang tuanya..


Saat semuanya sudah terbuka dan hanya tersisa pakaiandalamnya saja, Azzam malah diam terpaku saat melihat tubuh mulus sang istri, dan tiba-tiba jantung mulai berdendang lagi, dan tubuhnya seketika memanas, sedangkan Naisha Hanya tertunduk malu dan berusaha menutupi bagian dadanya pakai tangannya..Azzam yang mulai tersadar saat melihat Naisha seperti malu ia pun langsung berdiri, dan langsung membalikkan badannya..


"Ya sudah mandilah, sendiri, aku ada di depan pintu, kalau sudah siap panggil aku ya" ucapnya dan ia pun langsung keluar dari kamar mandi, meninggalkan Naisha yang masih di dalam Bathtub., setelah di luar..


"Haiis, ada apa dengan diriku sih, kenapa tubuhku jadi bereaksi saat melihat Naisha dan ini juga jantung, kenapa kemarin bisa lupa sih untuk memeriksanya" _Batin Azzam bingung akan perubahan dirinya..


*******


maaf ya guys Author baru update, soalnya Author lagi nggak enak body, 🤒🤒🤒


jadi ya terpaksa updatenya sedikit di tunda,


Semoga para Readers memakluminya ya..


dan tetap dukung Author ya

__ADS_1


LIKE, VOTE DAN KOMENTAR


SELALU AUTHOR TUNGGU SYUKRON 🙏


__ADS_2