
🌟 KALAM ALFAQIROH🌟
۞اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَىٰ آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ.۞
❝Jadilah yang terbaik dimata Allah.
Jadilah yang terburuk dimata diri sendiri.
Jadilah yang sederhana diantara manusia.❞
🌟Sayyidina Ali bin Abi Thalib 🌟
----------------•🌹•----------------------
"APAA?!!!" Pekik semua yang ada di sana setelah mendengar perkataan Hendrawan.
"Apa maksud papi ?! papi bercandakan? papi nggak bersungguh-sungguhkan? mami nggak mau di madu Pi " Tanya Raniah sang istri yang sudah mulai memerah matanya menahan tangisnya.
"Tidak ada jalan lain mi, papi juga tidak ingin mengorbankan anak-anak papi, hanya ini jalan satu-satunya mi " bales Hendrawan, membuat sang istri jadi kalap dan
PLAAk !! tangan Raniah mendarat tepat pada pipi Hendrawan, membuat sang Anak-anak kaget. sedangkan sang papi hanya diam tak berkeinginan marah ataupun membalas ia hanya pasrah.
"MAMI!!" Teriak mereka, serentak. suasana yang tadi hangat menjadi mencekam.
"Mi, Pi, jangan seperti ini ziah sedih melihat kalian bertengkar, seperti ini, hiks Ziah nggak pernah lihat kalian seperti ini, masa hanya karena wasiat kalian jadi bertengkar seperti ini sih mi, Pi? hiks " tangis Ziah pecah saat melihat pertengkaran kedua orang tuanya.
"Mi, Pi jangan bertengkar lagi, Azkha yang akan menikahi Dede Imah Pi mi, asalkan mami dan papi berjanji tidak akan bertengkar lagi sama Azkha " Ujar Azkha yang ikut sedih melihat pertengkaran orang tua mereka.
"Benarkah nak?" tanya Papi meminta kepastian Azkha..
"Iya Pi, Azkha bersedia menikahi Dede Imah" kata Azkha lagi.
"Alhamdulillah Terimakasih nak hiks" setelah mendengar kedua kalinya Azkha mengatakan hal yang sama Hendrawan pun langsung memeluk sang anak begitu erat hingga tangis papi pecah.
"Maafkan papi nak, maafkan kakek juga ya hiks" ujar sang Papi dalam pelukan sang anak, dan membuat mereka ikut terharu, karena melihat Azkha di peluk Papinya ziah jadi nggak mau kalah, ia pun memeluk maminya mereka semua ikut menangis
Hanya Azzam yang terdiam seribu bahasa dan menyaksikan drama haru dari keluarganya, dia tak mampu berkata-kata, tetapi di dalam hati kecilnya ia terluka dia anak tersulung tapi tak mampu membuat orang tuanya bahagia, karena ke egoisannya orang tuanya jadi bertengkar.
Karena mereka sedang sibuk dengan pelukannya Azzam pun pergi meninggalkan mereka, dan ia melangkah menuju kamarnya.
__ADS_1
Sampai di kamar ia melangkah menuju balkon kamarnya dan duduk memandang bintang-bintang di langit.
"Maaf pi, maaf mi.. karena keegoisan Azzam Kalian jadi seperti ini.. maaf Azzam tak mampu membuat kalian bahagia, aku selalu mengecewakan kalian, aku malu mengakui aku adalah anak Kalian, kalian sudah banyak berkorban untukku dan apapun yang ku pinta kalian pasti mengabulkan, tapi sekalinya kalian meminta hanya satu Permintaan aku tak mampu mengabulkannya maaf.. maaf.. maaf Pi mi..' Gumam Azzam dengan mata menerawang kelangit dan tidak terasa air matanya mengalir.
Dan tanpa terasa juga ia tertidur di kursi yang ada di balkonnya.
✳✳✳✳✳
04:30
Azzam tersentak dan terbangun dari tidurnya karena suara Alarmnya berbunyi ia kaget dengan suasana sekitar dan ternyata ia berada di balkon, kemudian ia pun bangkit dari duduknya dan pergi menuju kamar mandi setelah selesai ia pun menjalani kewajibannya kepada Rabb nya
setelah selesai ia pun berpakaian kantornya, dan seperti biasa bila selesai ia turun tangga dan menuju ruang makan, biasanya mami sudah menyiapkan sarapan untuk mereka tapi hari ini hanya bi Ijah yang terlihat tidak ada siapapun di sana,
"Kenapa jadi seperti ini? kemana mereka?"_ batin Azzam dan di saat dia sedang larut dalam pemikirannya papinya keluar dari kamar
"Assalamu'alaikum Pi?" salam Azzam..
"Wa'alaikumus salam nak" bales Papi tapi ia terus melakah menuju pintu keluar Rumah.
"Papi nggak sarapan dulu?' tanya Azzam heran, karena tak biasanya sang ayah langsung pergi
setelah mobil tak terlihat lagi, Azzam pun pergi ke kamar maminya, ia membuka pintu kamar, dan terlihatlah, sosok yang ia sayangi sedang tertidur dengan mata bengkak, sepertnya ia habis nangis.
"Mi?, mami sakit ya?" tanya Azzam lembut.
"Ngagak kok nak, mami baik-baik saja" Jawab sang mami
"Mami kenapa kok nangis?' tanya Azzam lagi.
"Mami di cuekin papi hiks, bahkan papi tidur tidak di sini tadi malam, ia tidur sama Azkhaa huhu hiks" Adu sang mami pada Azzam, seperti seorang anak mengadu pada orang tuanya, tangis mami pun pecah,
"Mami sudah minta maaf belum sama Papi? mamikan tadi malam nampar papi ?" Tanya Azzam
"Beluum..." bales mami manja " Kenapa mami harus minta maaf,? lagiankan papi kalian yang salah ngambil ke putusan tanpa ngomong sama mami, jadi mami nggak salah dong kalau tangan mami refleks menampar papi" Lanjut Raniah lagi.
"Mami itu tetap salah mi.. apalagi mami melakukan itu depan kami anak-anak mami, jadi papi merasa sebagai kepala keluarga tidak berharga mi, jadi turunkan ke egoan mami, mintalah maaf pada papi mi" Nasehat Azzam pada maminya
"Iya iya, nanti mami minta maaf pada papi!" balas Raniah jutek.
__ADS_1
"Maaf mi bukan maksud Azzam mengajari mami, tapi Azzam sedih saja dari Azzam kecil, Azzam tak pernah melihat mami dan papi bertengkar, tapi kenapa di saat kami dewasa jadi seperti ini dan yang Azzam kesalkan kalian bertengkar hanya karena sebuah wasiat" ujar Azzam sedih. Yaa keluarga Hendrawan terkenal harmonis tak pernah mendapatkan scandal sedikit pun kehangatan keluarga mereka terkadang menjadi contoh bagi kaum muda. tapi siapa sangka, akhirnya keharmonisan itu di terpa juga di saat pernikahan mereka menginjak 28 tahun
"Nggak papa nak, terkadang orang tua juga akan berlaku salah, jadi sudah seharusnya juga sang anak untuk mengingatkan, jangan menyalahkan Wasiat kakek yaa, mungkin wasiat itu perantara ujian untuk mami yang di berikan Allah nak., seberapa sabarnya mami menghadapi ujian ini, ingat loh pernikahan mami sudah 28 tahun jadi wajar dong kalau Allah mau nguji mami lagi.." ucap mami Azzam lembut sembari membelai rambut anaknya penuh kelembutan.
"Maa syaa Allah, mamiku semakin bijak ya, pantas papi Cinta banget sama mami, sampai-sampai saat papi mau bilang mau nikah lagi nampak dari suaranya yang bergetar, dan matanya yang merah sepertinya ia tak rela memberi mami madu, tapi mami malah main tampar aja jadi papi benar-benar terluka sekarang." ujar Azzam lagi mengingatkan peristiwa tadi malam.
"Iya iya mami ngaku salah, mami khilaf, tapi ini semua gara-gara kamu juga!" bales mami dengan wajah cemberut nya.
"Kok Azzam sih mi?" tanya sang anak heran.
"Iya dong..kan gara-gara kamu, kalau saja kamu mau datang waktu itu dan mau menerima Dede Imah, pasti ini nggk terjadi zam" protes sang mami, membuat Azzam tersadar, kalau ini memang salah nya.. ya sudah berapa kali papi selalu ingin mempertemukan dirinya dengan seorang wanita tapi ia selalu menolak.
"Maafin Azzam ya mi, iya Azzam ngaku salah" bales Azzam tulus.
"Iya nak, mami sudah maafi kok sebelum kamu memintanya" tutur sang mami lagi.
"Makasih mi.. ya sudah Azzam berangkat kerja ya, Azzam dah kesiangan, nanti bos Azzam Hedrawan itu bisa marah mi sama Azzam kan gawat nanti Azzam di pecat bagaimana hayoo" ujar Azzam lagi membuat maminya tersenyum.
"hmm kamu ini, dia papi kamu loh, mana mungkin dia pecat kamu,! sudah sana pergi!" balas mami
"Hehehe, becanda mi, ya udah Azzam Pamit ya mi, Assalamu'alaikum" pamitnya, Sambil memeluk sang mami
"Wa'alaikumus salam nak" lalu Azzam pun berjalan keluar meninggalkan sang maminya.
BERSAMBUNG
***************
Terimakasih yang baru singgah ke Novel Author yang baru.
Jangan lupa yaa..
**VOTE~> Bonusin Author bila menyukai ceritanya
LIKE~> Pemicu semangat
KOMENTAR~>Pemicu Inspirasi
Jadi jangan pelit yaa😉
__ADS_1
terus dukung Author**.