
*┈┉━❖❀💜 Mutiara Hikmah 💜❀❖━┉┈*
Hal yang membuat kita kuat itu adalah karna motivasi diri, semangat dan keinginan yang kuat untuk tetap bertahan di tengah menderasnya ujian dan banyaknya masalah.
Jika kegagalan adalah hujan deras.
Maka keberhasilan adalah matahari yang bersinar.
Yakinkan dalam diri, ada pelangi setelah hujan.
Dan ada kemudahan setelah kesulitan, tetaplah optimis.
So, Ingatlah "bersama kesulitan ada kemudahan" tugas kita mencari kemudahan itu dengan ikhtiar dan berdoa
__Quotes of the day__
┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈💜┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈
Melihat Azkha yang terlihat antara malu dan juga kesal membuat Azzam, semakin ingin menggoda Azkha. Namun karena situasi masih belum teratasi, Azzam mengurungkan niatnya. Dan hanya memperintahkan Azkha dan Zahra untuk ikut masuk ke rumah thafidz juga.
"Mau sampai kapan kalian disana hah? Cepat kalian masuk!" titah Azzam, yang akhirnya keduanya pun masuk, dengan Zahra yang berjalan terlebih dahulu, dan tak berapa lama Azkha pun menyusulnya.
Setelah keduanya, sudah berada didalam Azzam pun mulai menanyakan, apa sebenarnya yang terjadi, pada Zahra.
"Sekarang coba kamu ceritakan pada kami, apa sebenarnya yang terjadi. Sehingga ayah kamu ingin menjual kamu Zahra?" tanya Azzam wajah yang terlihat sangat serius memandang Zahra.
"Ayah saya kalah berjudi Ustadz, dan Dia memiliki banyak hutang, pada bandar judi. Makanya mereka ingin menukar saya sebagai pelunas hutang ayah saya. Tapi Ayah saya tidak mau karena mereka ingin menjadi saya sebagai wanita malam disana. Makanya Ayah saya memberi saya pilihan, ingin menjadi istri seorang rentenir yang artinya saya dijual sama rentenir itu, yang memiliki lima istri, atau menjadi wanita malam disana hiks..hiks.." jelas Zahra, yang akhirnya air matanya mengalir kembali.
Mendengar cerita Zahra, mereka semua yang berada di ruang tamu tersebut kaget. Terutama Azkha, yang entah kenapa, hatinya tiba-tiba berdenyut sedikit sakit.
"Aah.. kenapa hatiku tiba-tiba sakit, setelah mendengar cerita dia ya?" batin Azkha sambil ia memegang dadanya. Dan tanpa terasa ia pun langsung mengumpati Ayah Zahra karena kesal.
"Orang tua nggak punya akhlak! Seenaknya saja memperlakukan anaknya seperti barang, yang bisa dijual gitu?! Seharusnya kamu kasih racun Ayah kamu itu, biar dia mati sekalian, jadi kamu tidak perlu melakukan apapun yang dia inginkan!" ujar Azkha dengan wajah terlihat kesal.
"Astagfirullah, Azkha! Kamu tidak boleh berkata seperti itu! Sekesal apapun kamu, tapi jangan sampai menghujat orang seperti itu. Tidak baik Azkha," tegur Naisha.
"Habis bikin kesal aja tuh orang! Singa saja binatang yang paling buas saja, sangat menyayangi anaknya dan melindungi anaknya! Nah ini yang derajatnya ditinggikan dari binatang, malah kelakuannya kayak binatang!" balas Azkha yang terlihat geram. Dan disaat Azkha sedang meluapkan kekesalannya tiba-tiba saja Zahra pingsan. Membuat Naisha serta yang lainnya kaget melihatnya.
"Astaghfirullah, Zahra!" pekik Naisha, yang kemudian ia langsung berlari mendekati Zahra. "Mas, angkat Zahra, ayo kita bawa kerumah sakit," lanjutnya meminta Azzam agar menggendong Zahra.
__ADS_1
"Azkha angkat gadis itu, dan bawa ke mobil" kata Azzam, malah ia menyuruh Azkha yang mengangkat Zahra.
"Eh, kok malah jadi gue! Kan Lo yang di suruh!" bantah Azkha.
"Jangan membantah! Cepat angkat!" bentak Azzam.
"Iya iya! Huh! Pakai acara pingsan segala sih nih cewek! Bikin repot saja!" umpet Azkha. Yang kemudian ia pun langsung mengangkat gadis itu.
"Eh, ringan sekali gadis ini? Apakah dia tidak pernah dikasih makan?" gumam Azkha, saat ia telah menggendongnya Zahra.
"Huus! Ngomong sembarangan saja sih kamu! Sudah cepat bawa Dia!" seru Azzam. yang ternyata Ia mendengar gumamannya Azkha.
"Iya iya, inikan mau di bawa ke mobil!" balas Azkha, sembari ia berjalan keluar dari Rumah Tahfidz dan menuju ke mobilnya yang ternyata masih terparkir di depan gerbang. setibanya mereka di depan gerbang Naisha pun langsung naik ke mobil agar ia bisa memangku kepalanya Zahra.
Setelah Zahra di masukkan ke mobil, Azkha dan Azzam pun ikut masuk ke dalam mobil. Sedangkan Irma dan Frans, di minta menjaga anaknya dirumah Thafidznya Naisha. Setelah semuanya siap, Azkha mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Empat puluh menit kemudian, akhirnya mobil mereka berhenti tepat di depan pintu masuk rumah sakit. dan kemudian Aska kembali menggendong tubuh mungil Zahra dan langsung membawanya ke ruang UGD. Untuk melakukan pemeriksaan. Dan tak berapa lama, dokter yang memeriksa Zahra pun keluar dari ruangan UGD tersebut. Naisha yang melihatnya langsung menghampiri sang Dokter.
"Bagaimana keadaan teman saya Dok?" tanya Naisha cemas.
"Teman, Anda tidak apa-apa Bu, hanya saja Dia sepertinya kurang asupan, dan jarang makan, makanya tubuhnya menjadi lemah Bu" jelas sang Dokter.
"Sssth Azkha, diamlah! Menyambung saja sih kamu!" tegur Azzam kepada Adiknya itu. Sambil ia memberikan tatapan tajam padanya.
"Iya iya gue diam!" balas Azkha pasrah.
"Lalu bagaimana Dok?" tanya Naisha lagi.
"Nanti berikan saja dia vitamin, dan juga makanan yang bergizi, agar tubuhnya kembali seperti semula. Dan saya sarankan, untuk malam ini biarkan pasien bermalam di rumah sakit ini Bu," jelas sang Dokter lagi.
"Ooh baiklah Dok, kalau begitu bolehkah kami menjenguknya?" tanya Naisha lagi.
"Silahkan Bu, kalau begitu saya permisi."
"Terima kasih Dok, silahkan Dok"
Setelah mendapatkan balasan dari Naisha, sang Dokter pun berlalu meninggalkan, Naisha, Azzam dan Azkha. Setelah kepergian sang Dokter mereka pun langsung pergi ke ruang rawat Zahra.
Setibanya di kamar Zahra dirawat, Naisha langsung menghampiri Zahra yang masih terbaring di tempat tidurnya Ia juga terlihat telah sadarkan diri.
__ADS_1
"Bagaimana keadaan Anti Zahra?" tanya Naisha setelah ia duduk disebuah kursi disamping pembaringan Zahra.
"Alhamdulillah, ana sudah merasa baikan Ustadzah. Maaf saya sudah merepotkan Ustadzah." balas Zahra, terlihat wajahnya merasa segan pada Naisha.
"Yang sudah di repotkan itu saya! Karena saya yang sudah menggendong kamu kerumah sakit ini!" celetuk Azkha. Membuat Zahra kaget mendengarnya.
"Eh! Maaf Akhy, Ana tidak bermaksud untuk merepotkan Akhy, sekali lagi saya minta maaf," ucap Zahra tanpa ingin melihat wajah Azkha. Membuat Azkha kesal melihatnya.
"Hay, kalau ngomong tuh lihat kewajah lawan bicaranya!" protes Azkha.
"Maaf Akhy, tapi itu haram bagi saya," balas Zahro yang masih tidak ingin melihat wajah Azkha.
"Apa haram? Emang gue minuman keras apa!" kata Azkha terlihat sangat kesal. Azzam yang melihat itu pun tersenyum.
"Kenapa kamu marah begitu? Kalau kamu ingin melihat dia bicara melihat kamu, maka halalkan dia Dek," timpal Azzam. Membuat Azkha bingung dengan perkataan Abangnya.
"Maksudnya Abang apa?" tanyanya penasaran.
"Nikahilah dia, maka akan menjadi halal bagimu dan dia dek." balas Azzam.
"Apaa!"
┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈
JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA..🙏🥰
Bonusin dengan VOTE bila menyukai karya Author.
dan LIKE Bila inggin memberikan semangat.
"KOMENTAR para Readers akan menjadi pemicu inspirasi Author..Jadi jangan lupa ya guys 🙏😉 Syukron 😊🙏
┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈
Oh iya Jangan lupa ya untuk mampir ke novel terbarunya Author 😉🥰 Yang berjudul:
❤️ KISAH CINTA SI GADIS TOMBOI ❤️.
__ADS_1
SO JANGAN LUPA YA GAEES 🙏😉 JUGA BERIKAN DUKUNGANNYA JUGA OKE 😉 SYUKRON 🙏🥰😘