SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI

SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI
TANAM SAHAM.


__ADS_3

**๐ŸŒธ KALAM HADITS ๐ŸŒธ**


Hadits Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda :


ุฃูŽู„ุงูŽ ุฃูุฎู’ุจูุฑููƒูู…ู’ ุจูู†ูุณูŽุงุฆููƒูู…ู’ ู…ูู†ู’ ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู’ุฌูŽู†ูŽู‘ุฉูุŸ ุงูŽู„ู’ูˆูŽุฏููˆู’ุฏู ุงู„ู’ูˆูŽู„ููˆู’ุฏู ุงู„ู’ุนูŽุคููˆู’ุฏู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฒูŽูˆู’ุฌูู‡ูŽุงุŒ ุงู„ูŽู‘ุชูู‰ ุฅูุฐูŽุง ุบูŽุถูุจูŽ ุฌูŽุงุกูŽุชู’ ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ุชูŽุถูŽุนูŽ ูŠูŽุฏูŽู‡ูŽุง ูููŠ ูŠูŽุฏู ุฒูŽูˆู’ุฌูู‡ูŽุงุŒ ูˆูŽุชูŽู‚ููˆู’ู„ู: ู„ุงูŽ ุฃูŽุฐููˆู‚ู ุบูŽุถู’ู…ู‹ุง ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ุชูŽุฑู’ุถูŽู‰


โ€œMaukah aku beritahukan kepada kalian, istri-istri kalian yang menjadi penghuni surga yaitu istri yang penuh kasih sayang, banyak anak, selalu kembali kepada suaminya. Di mana jika suaminya marah, dia mendatangi suaminya dan meletakkan tangannya pada tangan suaminya seraya berkata: โ€œAku tak dapat tidur sebelum engkau ridha.โ€


(HR. An-Nasai dalam Isyratun Nisa no. 257.)


โš›โš›โš›โš›โš›โš›โš›โš›โš›โš›โš›โš›๐ŸŒธโš›โš›โš›โš›โš›โš›โš›โš›โš›โš›โš›


08:30


Azzam terbangun dari tidurnya dan dia melihat ke sampingnya ternyata Naisha sudah tidak ada lagi


"Hah?!, kenapa aku jadi ketiduran jadi gagal deh menanam saham sama Naisha" Gumam Azzam sembari ia menepuk jidatnya sendiri.


Kemudian ia melihat jam yang ada di dinding kamarnya dan ia tersentak kaget saat melihat jam tersebut.


"Astaghfirullah aku kesiangan?!" pekiknya dan ia langsung turundari ranjangnya dan langsung ngacir ke kamar mandi dan tak lama ia kembali keluar Sepertinya dia hanya mandi koboi saja


Setelah itu Ia langsung berpakaian dan nampaknya ia hendak pergi bekerja, karena ia memakai setelan jas hitam dengan celana berwarna senada dan tidak lupa ia memakai dasinya, setelah itu ia pun langsung keluar dari kamarnya, dan langsung menuju ke ruang makan, yang ternyata di sana sudah ada Naisha dan bi Onah sedang menyusun makanannya.


"Assalamu'alaikum " salamnya, karena di sana ada bi Onah jadi Azzam tidak menyebut nama istrinya.


"Wa'alaikumus salam" bales Naisha dan Bi Onah secara bersamaan.


"Loh mas kamu mau kemana?" tanya Naisha dengan wajah yang nampak heran.


"Pertanyaan kamu kok Aneh sekali sih Nai?, ya mas mau kerjalah Nai, " Jawab Azzam sembari ia menarik kursi makannya dan ia langsung duduk.


"Tapi Mas inikan hari Minggu." Kata Naisha, membuat Azzam yang sedang meminum kopinya langsung tersedak.


"Uhuk, Uhuk, Uhuk"


Melihat, suaminya tersedak akibat perkataannya membuat Naisha merasa bersalah dan Ia langsung mengambil segelas air putih dan kemudian ia serahkan pada Azzam.


"Maaf, mas Icha nggak bermaksud membuat mas tersedak" Katanya setelah ia memberikan segelas air putih dan kemudian ia juga mengusap-usap punggung Azzam.


"Nggak papa Nai, Jadi bener ini hari Minggu?" tanya Azzam yang matanya ke arah bi Onah, sepertinya ia masih tidak percaya dengan perkataan Naisha.


"Iiss Mas kok kayak tidak percaya begitu sih sama Icha?" tanya Naisha dengan bibir yang sudah mengerucut.

__ADS_1


"Bukan nggak percaya tapi mas cuma ingin memastikan aja kok Nai"


"Sama aja tau mas!,"


"Yaa Maaf Nai, maklum sampai kamu ini orangnya sangat teliti " dalih Azzam.


"Ho'oh, dan juga pikun maklum udah tuir " Ledek Naisha.


"Eh, enak aja pikun, mas bukan pikun tau, tapi cuma lupa sedikit, mungkin ini akibat ingin menanam saham gagal nai" kata Azzam sembarang.


"Ah, sama aja mas pengubah sama pikun mah, " protes Naisha, "Menanam Saham apa mas kok bisa gagal?" Tanya Naisha Penasaran.


"Itu, Nanam saham anaklah" kata Azzam ngasal.


"Nanam saham anak?" nampak Naisha seperti tidak begitu paham dengan perkataan Azzam.


"Maksudnya mas apa sih Icha kok nggak paham ya?"


"Haiis, sudahlah, sekarang kita sarapan dulu nanti kita lanjutkan lagi, sekaligus mempraktekkannya " kata Azzam yang kini ia sudah memasukkan suapan pertama nasi gorengnya ke dalam mulutnya


"Mempraktekkan apa mas?" Naisha semakin bingung dengan perkataan suaminya.


"Menanam saham Nai" katanya dengan suara kurang jelas akibat mulutnya sudah di penuhi oleh nasi gorengnya.


"Makanya, sebaiknya kamu sarapan dulu, Nanti baru di jelasin Nai" kata Azzam sembari ia kembali memasuki suapan nasi gorengnya lagi kedalam mulutnya.


"Ya sudah deh kalau gitu, iya Icha makan" Akhirnya Naisha pun memulai ritual sarapannya, dan suasana pun menjadi hening, hanya dentingan sendok Azzam saja yang sesekali terdengar.


Setelah mereka menyelesaikan sarapannya, Azzam pun langsung ke ruang keluarga sambil mengambil koran yang ada di meja Kemudian ia pun membacanya, sedangkan Naisha membantu membereskan peralatan bekas mereka makan tadi setelah itu, ia pun langsung menyusul suaminya di ruang keluarga.


melihat istrinya datang Azzam pun tersenyum tipis.


" Akhirnya, nongol juga istri, seperti tidak boleh menunda-nunda lagi nih, Acara tanam sahamnya" Batin Azzam dalam hatinya.


"Sudah selesai Nai?" tanyanya sembari ia melipat korannya kembali dan kemudian ia letakkan kembali di atas meja.


"Sudah mas kenapa?," tanya Naisha yang kemudian ia duduk di samping Azzam, tapi belum sempat Azzam membalas Naisha sudah buka suara lagi. "Eh, oh iya mas, hari ini antar Icha undangan yuk." katanya lagi, saat ia teringat sesuatu.


"Undangan? jam segini undangannya?" tanya Azzam dengan kening yang berkerut.


"Tidak, cuma yang mengudang Icha orang kampung pemulung, nah kenapa nggak sekalian kita berkunjung ke rumah tahfidz dulu mas" jelas Naisha.


"Eh, tapi Kitakan baru pulang dari sana tadi subuh Nai?" protes Azzam

__ADS_1


"Iya sih, cuma tadikan yang tahu Icha pulang cuma mang Diran, sedang para Ustadzah ngg7ak ada yang tahu mas, pasti mereka nyariin Icha secara mereka tahunya ichakan nginap di sana " jelas Naisha lembut.


"Baiklah, Baiklah, tapi bisakan kita tanam saham dulu,?"


Kening Naisha mengerut mendengar kata tanam saham lagi, "Tanam saham?"


Melihat istrinya yang sepertinya tak paham akan Ucapannya Azzam pun mendekati mulutnya ketelinga istrinya.


"Itu loh sayang bercinta yang tertunda tadi bisakan kita teruskan sekarang?" bisik Azzam membuat mata Naisha membulat kaget.


"Eh, Iiss mas," kata Naisha yang langsung tersipu " Eh tapi apa hubungannya dengan tanam saham mas?" tanyanya lagi dengan raut wajah polosnya.


"Ada dong sayang, aku nanti menanam saham di sana, dan semoga akan segera menghasilkan buah cinta kita di sini sayang" kata Azzam, sembari ia memegang perut Naisah.


"Eh, maksudnya mas anak?," tanya Naisha polos dan di Anggukkan oleh Azzam sembari mengedipkan sebelah matanya.


"Iis mas genit deh, tapi kenapa bilangnya tanam saham sih, bikin Icha keder deh" protes Naisha,


"Sudah tidak usah di pikirkan, sekarang sudah waktunya penyembuhan " kata Azzam yang langsung menggendong Istrinya.


"Aakh!" pekik Naisha karena Azzam tidak memberinya aba-aba saat ia menggendong Naisha, dan dia pun langsung membawanya kekamar mereka.


Sesampainya di kamar Azzam langsung meletakkan istrinya keatas ranjangnya.


"Bolehkan Nai?" tanya Azzam karena ia takut kalau istrinya tak berkenan apa lagi ia tadi seperti memaksa membawanya kekamar tadi dengan cara menggendongnya.


"Boleh kok mas" Bales Naisha lembut.


"Alhamdulillah, Assalamu'alaikum Nai?" ucapnya dan langsung salam.


"Wa'alaikumus salam mas" bales Naisha dan kemudian Azzam pun langsung berdo'a setelah itu ia mulai mendaratkan kecupan lembutnya di dahi Naisha dan turun lagi ke kedua matanya lalu turun lagi ke pucuk hidungnya dan langsung berpindah ke pipinya setelah itu ia langsung meraih bibir ranum Naisha dengan lembut, lama ia berada di sana hingga ia mulai merasakan hasratnya Meminta lebih dan kemudian ia pun mulai mengarungi bahtera bercintanya yang Hot dan di penuh kenikmatan itu, yang sempat tertunda akibat terkalahkan oleh kantuknya,


Laluu Author nggak tahu lagi, karena Author nggak mau ngintip, ๐Ÿ™ˆ


*********


Oke guys Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya.


VOTE, bonuskan Author Ok.


LIKE dan KOMENTAR


SELALU AUTHOR TUNGGU JADI JANGAN LUPA YA GUYS ๐Ÿ™ ๐Ÿ˜‰

__ADS_1


__ADS_2