
β₯.β.β₯ βπ Kalam Habaibπ β β₯.β.β₯
"Dicintai oleh seseorang yang mencintai kita dengan kekurangan kita lebih berharga dari pada dicintai 10 orang karena kehebatan kita saja.
Hidup telah mengajarkan kita bahwa cinta tidak berisi saling memandang, tapi cinta berisi bersama-sama melihat satu arah yang sama.
Berhati-hatilah engkau menggantungkan hatimu terhadap kecintaan akan sesuatu yang Allah tidak mencintainya, karena engkau akan hancur binasa.
__[Al Habib Umar Bin Hafidz]__
β§ β β β β β β ββ§β β β ββ§β β β ββ§β§ β β β ββ§ β β β ββ§ β β β ββ§ β β β
Karena ingin mendapatkan maaf Dari suaminya Irma pun menghampiri Frans yang sedang berbaring di atas ranjangnya, saat sudah dekat dengannya tiba-tiba ada sedikit keraguan di hatinya membuat ia terdiam dan hanya memandang wajah Frans yang sedang memejamkan matanya.
Frans yang menanti ciuman Irma yang tidak kunjung mendarat Ia pun membuka matanya, dan ia pun mengerenyit "Ada apa istriku?, Apakah kamu tak mau mendapatkan Maaf dari suamimu ini hm?" tanya Frans dengan nada datar.
Irma tersentak kaget saat melihat langsung membuka mata serta memberikan pertanyaan kepadanya, " Eh, ma..mau bang!" bales Irma sedikit gugup.
"Bagus sekarang lakukanlah! " kata Frans dan ia pun kembali menutup matanya.
"Bismillah ya Allah, dia suami Ana tidak apakan mencium nya?, tapi kenapa jantungku berdetaknya menjadi kencang?, ah, sudahlah lakukan saja lagian dia suamiku. "_ Batin Irma ia pun mendekati wajahnya ke wajah Frans.
"Hmm, wangi sekali istriku setelah mandi, aku jadi ingin memiliki seutuhnya"_Batin Frans dengan mata yang masih terpejam namun ia tahu kalau Irma sudah mendekatinya dari penciumannya
Sementara Irma yang wajahnya yang sudah dekat dengan wajah Frans membuat jantungnya semakin berdegup kencang, dan kemudian Ia pun memulai menciumi Frans yang diawali dengan dahinya dan kemudian kedua matanya setelah itu ia mengecup pucuk hidung Frans lalu berpindah di kedua pipinya, dan di saat ia hendak memberikan kecupan singkat pada bibirnya Frans, tiba-tiba tangan kekar Frans menahan tengkuk leher Irma.
__ADS_1
mata Irma membulat kaget, karena melihat suaminya yang langsung meraih bibirnya, Namun karena permainan bibir Frans begitu lembut membuat Irma ikut terhanyut dalam permainan bibir Frans.
Sedangkan Frans yang mendapatkan respon dari Irma Ia pun menjadi semangat dan kemudian dengan posisi bibir yang masih menyatu, Frans pun mengubah posisi mereka, yang tadinya Frans berada di bawah, kini berganti dengan Irma yang sudah berada di bawah, permainan bibir masih terus berlanjut hingga tanpa sadar tangan Irma kini sudah melingkar di lehernya Frans dan itu membuat hasrat Frans meningkat dan menuntut lebih dari hanya sekedar bermain di area bibir.
Frans melepaskan tautannya membuat Irma tersadar dan tersentak kaget karena posisi mereka yang sudah berubah ditambah lagi tangannya telah melingkar di leher Frans, membuat wajahnya berubah memerah karena malu dan saat ia ingin melepaskan lingkarannya tiba-tiba Frans menahannya
"Irma, apakah aku boleh memilikimu seutuhnya?" Tanya Frans dengan suara yang sudah berubah menjadi berat karena sudah di kuasai oleh hasrat birahinya.
Irma tertegun mendengar perkataan Frans yang mengatakan ingin "memilikinya seutuhnya'
"Eh, Kenapa bang Frans mengatakan itu Bukankah kemarin malam ia sudah memilikku?" _Batin Irma. yang terlihat bingung oleh perkataannya.
melihat Irma yang tak menjawab pertanyaannya, Frans pun mengulangi pertanyaannya, sembari ia mengusap bibir Irma yang nampak menggiurkannya lagi.
karena telah mendapatkan jawaban dari Irma Frans kembali meraih bibir Irma dengan lembut membuat Irma kembali hanyut dalam permainan Frans dan karena hasratnya yang semakin meningkat Frans pun tak ingin menundanya lagi ia pun langsung membuka Handuk kimononya Irma, dan akhirnya Frans pun terhanyut didalam samudera bercintanya bersama Irma dan tatkala ia ingin meraih mahkota Kebesaran Irma tiba-tiba Irma menjerit kesakitan.
"Akh, sakit bang!" pekik Irma, yang terlihat air matanya sudah mengalir, Irma merasa heran bukankah mereka sudah pernah melakukannya juga tapi mengapa masih terasa sakit.
"Maaf sayang, aku akan melakukan pelan-pelan ya." balas Frans lembut dan ia pun memulai kembali dengan perlahan, untuk menembus selaput dara Irma, namun karena memang sedikit sulit akhirnya ia menghentakkan sedikit kuat, membuat Irma terpekik kesakitan yang luar biasa, namun Frans berhasil meraih mahkotanya Irma dan setelah ia menaburkan benih di sana, ia pun langsung melepaskan
penyatuannya, dan kemudian ia langsung memeluk Irma yang masih menangis.
"Irma maafkan aku ya?, karena terlalu memaksakan nya." katanya dengan lembut sembari ia menghapus air matanya Irma dan kemudian ia memberikan kecupan lembut pada dahinya Irma.
"Iya bang nggak papa, Imah ngerti kok, cuma Imah heran kenapa sakit sekali, bukankah kita sudah melakukannya?" tanya Irma karena merasa malu ia menyembunyikan wajahnya di dada Frans yang kebetulan ia berada di pelukan Frans.
__ADS_1
"Tidak Irma, kita belum pernah melakukannya." Bales Frans jujur, sembari ia membelai rambut Irma dengan penuh kasih sayang.
mendengar perkataan Frans, Irma pun mendongakkan wajahnya dan menatap wajah Frans dengan tatapan yang mencari kebenaran.
"Maksudnya Abang?' tanya Irma penasaran.
"Irma, aku memang sudah menyentuh mu, tapi itu hanya sebatas aku membantumu agar kamu melakukan pelepasan saja, dan aku tidak mau menyentuh itu, di saat kamu dalam keadaan tidak sadar Irma, makanya aku tetap menjaga kesucian mu." Jelas Frans membuat Irma terharu mendengarnya.
"Benarkah itu bang, jadi tadi aku masih perawan?" tanya Irma dengan wajah polosnya.
"Iya sayang, kamu tadi masih perawan, tapi sekarang sudah menjadi milikku seutuhnya" Ujar Frans sembari memberikan kecupan lembut pada dahi Irma.
'Humm, pantasan sakit sekali, tapi Terimakasih ya bang, karena tidak mengambilnya di saat Imah tidak sadar.' Ucap Irma lirih.
"Iya sayang, aku juga terima kasih, karena kamu telah memberikannya kepada ku" bales Frans yang terlihat begitu puas, karena pada akhirnya ia lah yang telah menjadi pendamping Irma, ia tak bisa membayangkan, kalau saja waktu itu Azzam, tidak membawanya ke hotel tersebut, mungkin saat ini Irma sudah pasti akan menjadi milik Devta, dan disaat ia sedang hanyut dalam ingatannya, tiba-tiba Irma menyadarinya.
"Bang, apakah kita tidak jadi pulang kerumah kamu?" tanya Irma yang masih berada di dalam pelukan suaminya.
"Apakah kamu masih sanggup untuk berjalan?" tanya Frans lembut, dan dengan cepat Irma langsung menggelengkan kepalanya. karena merasa di area bagian sensitifnya masih begitu sakit jadi ia sudah membayangkan betapa sakitnya bila ia harus memaksakan diri untuk berjalan.
"Ya sudah, berarti malam ini kita bermalam di sini saja, sekarang kamu istirahatlah, sayang." ujar Frans dengan lembut, dan di bales dengan anggukkan oleh Irma, dan kemudian Irma pun memejamkan matanya, Frans yang melihat Irma sudah memejamkan matanya, ia pun kembali mengecup keningnya dan kemudian ia pun ikut memejamkan matanya dan tak berapa lama, mereka pun hanyut di dalam mimpi mereka masing-masing.
***********
jangan lupa ya guys, tinggalkan penyemangat untuk Author, agar Author tetap semangat untuk update lagi, Ok guys ππ SYUKRON..
__ADS_1