
─⊱◈◈◈⊰🌸Kalam Syeikh🌸⊱◈◈◈⊰---
❤اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدْ❤
"Orang yang menilai cinta dengan rupa, itu berarti belum sepenuhnya memahami Cinta. Orang yang menilai cinta dengan harta, Itu berarti belum ycpenuhnya memahami Cinta. Akan tetapi, Cinta adalah peduli. Pengertian tanpa mengharap balasan".
▶[ KH. Ahmad Zuhdianoor ]◀
!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Di Mansion Azzam..
Setelah kepergian Azzam, Naisha hanya menyibukkan dirinya dengan tiduran, serta memainkan gaweannya saja di kamar, ia enggan turun dari ranjangnya, karena mungkin ia masih merasa nyeri di bagian sensitifnya. hingga pada akhirnya pintu kamarnya di ketuk seseorang, dan akhirnya ia pun turun dari ranjangnya lalu ia pun menghampiri pintu serta membukanya..
"Assalamu'alaikum Neng" ucap bi Onah saat pintu terbuka.
"Wa'alaikumus salam Bi, ada apa ?" tanya Naisha.
"Itu neng, ada tamu, namanya Azkha, dia bilang adik den Azzam " bales Bi Onah, Naisha mengerutkan keningnya,
" Mau apa Azkha datang kemari?, aduh mana mas Azzam Nggak ada lagi" _Batin Naisha yang nampak Bingung karena kedatangan Azkha
Karna majikannya tidak meresponnya Bi Onah pun memanggilnya, "Neng?" panggilan bi Onah, menyadari Naisha yang lagi hanyut dalam pemikirannya.
"Eh, Maaf BI, ya sudah Bibi bikinkan minum dulu ya, nanti Nai, akan turun"
"Baik neng, kalau begitu saya permisi." setelah Naisha mengangguk Bi Onah pun pergi, sedangkan Naisha kembali masuk ke kamarnya.
"Aduh ana harus gimana nih? apa sebaiknya ana kasih tahu mas Azzam dulu kali ya, ah iyalah dari pada nanti salah" gumam Naisha
Lalu ia pun mengambil benda pipihnya Awalnya dia ragu "Kalau di telpon takutnya ana mengganggu mas Azam lagi?, ya sudah di SMS saja kalau gitu" Gumam Naisha lagi, lalu ia pun mulai mengetik pesan untuk Azzam.
💬 "Assalamu'alaikum mas,
__ADS_1
💬 Mas, Adik kamu Azkha datang kerumah, apakah Icha boleh menemuinya?" pesan terkirim tapi belum mendapatkan balasan, lama ia menunggu tapi belum juga di bales, Akhirnya ia mengirimkan pesan lagi.
💬" Mas, kok nggak di balesi?, Icha cuma mau tanya boleh tidak Icha menjumpai Azkha mas?". pesan terkirim, lagi-lagi Azzam belum juga membalasnya membuat Naisha bingung.
💬" Iss bales dong mas!," sekali lagi Azzam tidak membalasnya hingga ketukan pintu terdengar lagi,
"Haiis, sudahlah, temui saja " gumam Naisha
lalu dengan capat ia meraih cadarnya setelah memakainya ia pun kembali menghampiri pintu dan langsung membukanya. dan ternyata bi Onah lagi yang datang.
"Maaf Neng, den Azkha memanggil neng lagi"
"Iya Bi, ya sudah Ayo, tapi nanti bi Onah jangan jauh-jauh dari Nai ya," pinta Naisah.
"Baiklah neng" setelah di jawab oleh BI Onah akhirinya Naisha melangkah menuju ruang tamu untuk menemui Azkha, sesampainya di sana.
"Lama banget sih baru muncul?" tegur Azkha yang nampak raut wajahnya sedang kesal.
"Maaf tadi ana, ngasih tahu mas Azzam dulu" bales Naisha jujur.
"Belum di jawab, karena ana memberi kabarnya lewat pesan" jawab Naisha masih berkata apa adanya.
"Hmm, ngomong-ngomong kamu benaran Dede Imah?" tanya Azkha dengan pandangan intens. Naisha yang mendapatkan pertanyaan itu mengerutkan keningnya.
"Kenapa kamu, bertanya seperti itu?"
"Ya heran saja karena setau aku, Dede Imah itu gendut dan tidak seperti ini, pakai di tutup wajanya, atau jangan-jangan kamu penipu ya, dan mengaku-ngaku sebagai Dede Imah?" tutur Azkha meintimidasikan Naisha.
"Emang apa hubungannya dengan kamu, kalau ana bukan Dede Imah?, apakah itu mengganggu?" tanya Naisha yang mulai risih akan tatapan dari Azkha.
" Ya adalah!, karena kamu juga hampir menipuku, karena sebenarnya yang seharusnya menikahi Dede Imah adalah aku, untung saja aku lari, kalau tidak apa jadinya aku memiliki seorang istri penipu dengan wajah di tutupi seperti ini, aku yakin kamu menutupinya karena kamu menutupi keburukan wajah kamukan?!" tutur Azkha yang juga mencela Naisha.
"Alhamdulillah ya Allah" bales Naisha sembari menadahkan kedua tangannya, membuat Azkha heran melihatnya.
__ADS_1
"Kenapa kamu, berkata seperti itu?" tanyanya sambil mengerutkan keningnya.
"Iya dong, ana harus mengucapkan syukur, karena pada akhirnya bukan kamu yang menjadi suami ana, Allah memang Maha mengetahui yang terbaik untuk Ana. " Jawab Naisha santai, membuat Azkha nampak kesal mendengarnya.
"Cih, jadi menurutmu aku tidak baik untukmu gitu?!" tanya Azkha kesal.
"Mana ana tahu, karena saat ini yang menjadi suami ana adalah mas Azam, itu artinya Beliaulah yang terbaik untuk ana" Jawab Naisha yang masih santai, membuat Azkha semakin kesal.
"Heh!, paling setelah bang Azam tahu siapa kamu sebenarnya, ia akan mencampakkan kamu, apalagi ia memiliki elergi yang tak bisa di sentuh oleh wanita manapun, maka akan memudahkannya untuk menceraikan kamu!" ujar Azkha dengan senyum sinisnya.
"Oh iyaa?, kalau begitu kita lihat saja nanti, apakah Abang kamu akan mencampakkan ana atau kami akan langgeng hingga maut yang memisahkan kami." bales Naisha yang begitu tenang, hingga membuat Azkha semakin kesal.
"Mengapa wanita ini begitu santai dan tenang,? apakah itu artinya kalau bang Azzam sebenarnya sudah melihat wajahnya dan kenapa bang Azzam biasa saja? apakah elerginya sudah sembuh, hingga dia masih bertahan sampai saat ini?" _ Batin Azkha.
Begitu banyak pertanyaan yang ada di dalam hatinya, dengan mata yang menatap Naisha Begitu tajam.
"Apakah sudah selesai interogasinya?, kalau sudah selesai bisakah kamu pulang sekarang, karena tidak baik ana menerima laki-laki tanpa adanya suami ana " Ujar Naisha yang nampak ia mengusir Azkha dengan secara halus.
"Heh!, kamu mengusir saya?, kamu tahu siapa saya,? saya adalah Adik kandung suami kamu, Azkha! " Bales Azkha geram, dan ia juga menekankan kata Adik kandung, karena ia menyangka kalau Naisha tidak mengetahuinya.
"Ya ana tahu, kamu adalah adik kandung mas Azam, tapi tetap saja bukan mahram ana, dan itu artinya kita tidak boleh Seperti ini, bila tidak ada suami ana, jadi sekarang sebaiknya kamu pulanglah, dan boleh datang lagi setelah suami ana ada." Ujar Naisha, sembari merentangkan tangan kanannya dan mengarahkannya ke pintu keluar, dan itu membuat Azkha semakin marah, karena, Naisha telah berani mengusirnya.
"Kamu!!" Bentak Azkha dengan jari telunjuk menunjuk wajah Naisha. " Berani sekali kamu mengusir aku!, Siapa kamu sebenarnya?! " lanjut Azkha kesal lalu dengan sigap ia menarik cadar Naisah dan terlihatlah Wajah Cantik Naisha, membuat Azkha terkesima sesaat karena ia langsung kaget akan teriakkan seorang pria yang baru saja masuk.
"AZKHA!!!"
*********
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 😉
Syukron juga karena masih setia menunggu Novel Author yang ini kembali Update, karena sebenarnya ini di pakumkan karena ingin menuntaskan Novel Author Cinta Sesuci Salju.
tapi sepertinya penggemar S.M.Y.T.
__ADS_1
sudah tidak sabar menunggu lagi ya sudah deh pelan-pelan saja kalau begitu.