SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI

SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI
LAMARAN YANG DI TOLAK.


__ADS_3

━━•⊰❁🌸 MUTIARA ALFAQIRAH🌸❁⊱•━━


𝐉𝐚𝐥𝐚𝐧𝐢𝐥𝐚𝐡 𝐤𝐞𝐡𝐢𝐝𝐮𝐩𝐚𝐧 𝐝𝐢 𝐝𝐮𝐧𝐢𝐚 𝐦𝐮 𝐭𝐚𝐧𝐩𝐚 𝐦𝐞𝐦𝐛𝐢𝐚𝐫𝐤𝐚𝐧 𝐝𝐮𝐧𝐢𝐚 𝐡𝐢𝐝𝐮𝐩 𝐝𝐢 𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐝𝐢𝐫𝐢𝐦𝐮, 𝐤𝐚𝐫𝐞𝐧𝐚 𝐤𝐞𝐭𝐢𝐤𝐚 𝐩𝐞𝐫𝐚𝐡𝐮 𝐛𝐞𝐫𝐚𝐝𝐚 𝐝𝐢 𝐚𝐭𝐚𝐬 𝐚𝐢𝐫. 𝐢𝐚 𝐦𝐚𝐦𝐩𝐮 𝐛𝐞𝐫𝐥𝐚𝐲𝐚𝐫 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐬𝐞𝐦𝐩𝐮𝐫𝐧𝐚, 𝐭𝐞𝐭𝐚𝐩𝐢 𝐤𝐞𝐭𝐢𝐤𝐚 𝐚𝐢𝐫 𝐦𝐚𝐬𝐮𝐤 𝐤𝐞 𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦𝐧𝐲𝐚, 𝐩𝐞𝐫𝐚𝐡𝐮 𝐢𝐭𝐮 𝐭𝐞𝐧𝐠𝐠𝐞𝐥𝐚𝐦.


__[ 𝐀𝐥𝐢 𝐛𝐢𝐧 𝐀𝐛𝐢 𝐓𝐡𝐚𝐥𝐢𝐛 ]__


━━━━━━━━•⊰❁🌸❁⊱•━━━━━━━━


Di hari berikutnya..


Reyhan masih memperlakukan Aziah seperti orang yang tak di kenalnya, membuat Aziah bingung dengan perlakuan Reyhan, hingga pada akhirnya sebuah tugaslah, yang mengharuskan ia bertemu langsung pada Reyhan.


"Nggi, antar gue yuk ke ruang Dokter Rey yuk, gue mau nyerahin tugas nih." Ajak Aziah, pada Anggi.


"Ayoo, dengan senang hati Zi, kalau yang berurusan sama dokter ganteng gue Mah, ho'oh ho'oh aja, Ayoo sekarang kita pergi." Balas Anggi yang terlihat sangat semangat sekali hingga ia berjalan di paling depan.


"Huh!, giliran urusan cowok aja nomer satu!, nanti di saat urusan tugas langsung kabur!." Gerutu Aziah setelah melihat semangatnya Anggi.


"Kalau ini mah memang harus nomer satu Zi, karena ini adalah urusan masa depan gue." Balas Anggi asal, yang ia berjalan masih terlihat semangat.


"Masa depan, kaya Lo aja yang bisa ngatur masa depan Lo!." Kata Aziah


" Iya emang bukan gue sih, tapikan gue lagi berusaha, dan menjalaninya syukur-syukur Dokter ganteng emang jodoh gue, yang di siapkan tuhan untuk gue, iya nggak?." Ujar Anggi penuh percaya diri.


"Huh!, Mimpi Lo jangan ketinggian Neng nanti kalau jatuh sakit tau'." Balas Aziah mengingatkan sahabatnya itu.


"Ah, Lo bukan doain gue berhasil gitu kek malah, berkata yang tidak-tidak." Keluh Anggi, dengan memasang wajah yang terlihat cemberut.


"Sorry sorry, iya gue doain semoga lo mendapatkan seseorang yang terbaik untuk lo, dah puas sekarang?." Tanya Aziah.

__ADS_1


"Ikh, doain nya kayak nggak ikhlas gitu sih." Protes Anggi.


"Akh, Lo! su'uzon aja jadi orang, udah ayo cepat Nanti keburu dokter jutek pergi lagi!. " Ujar Aziah yang kini ia mempercayai langkahnya.


"Eh, kok dokter jutek sih, ngasal deh Lo. Dokter Rey itu orangnya baik kok, bahkan rajin menabung lagi." Kata Anggi, yang sepertinya sedang membela Reyhan.


"Bodo amat!, emang gue pikirin!, mau dia baik kek!, mau rajin nabung kek, bagi gue dia hanya dokter jutek yang sok ganteng di kampus ini!," Kata Aziah yang tanpa sadar perkataannya telah di dengar seseorang.


" Seperti itukah pandangan kamu pada saya?!," Suara bass Pria membuat jantung Aziah berdegup kencang, apalagi suara itu sangat ia kenali, dan dengan perlahan Aziah menoleh ke sumber suara tersebut. dan nampaklah wajah datar Reyhan dengan tatapan mata yang dingin mengarah ke Aziah.


" Eh! ada Bang Rey, eh maksudnya Dokter Rey." Kata Aziah yang terlihat gugup, karena ia sudah seperti seorang maling yang telah ketahuan karena telah mencuri. " Oh iya bang, Eh maksudnya Dok, saya mau nyerahin tugas saya." Lanjut Aziah sambil menyerahkan beberapa kertas berwarna putih pada Reyhan, tanpa bicara apapun Reyhan yang masih memasang wajah dinginnya langsung mengambil lembaran kertas dari tangan Aziah, dan ia melihat sejenak lalu ia menyerahkan kembali.


" Tulis ulang, itu banyak yang salah, dan berikut tambahan lima bab lagi untuk kamu koreksi sebagai hukuman karena kamu telah menghina saya!" Kata Reyhan yang kemudian ia langsung berlalu meninggalkan Aziah dan Anggi begitu saja.


" Apa Abang?, apa kamu tidak salah Bang ini namanya penyiksaan tau.!" Seru Aziah yang mengikuti langkah Reyhan dari belakang, karena langkah Reyhan yang memang panjang, membuat Aziah yang sedikit pendek itu harus berlari kecil mengejar Reyhan.


"Huh!, ini tidak adil, akan Ziah bilang kamu bang, sama bang Azam, karena sudah menyiksa Ziah!" Seru Aziah lagi, yang kini nampak ia telah berhenti mengejar Reyhan, sedangkan Reyhan yang mendengar perkataan Aziah ia hanya melambaikan tangan dari atas kepalanya tanpa mau melihat wajah Aziah.


Dan saat bersamaan ada seorang pria menghampiri Aziah. " Sayang kamu kenapa?, kok aku lihat kamu berteriak-teriak gitu sih?." Tanya Pria itu yang muncul dari belakang Aziah.


Mendengar seorang pria bertanya padanya, membuat Aziah menoleh kearah sumber suara.


"Athan?, tidak ada apa-apa kok, cuma tadi ada seseorang yang menyebalkan yang mau coba-coba nyiksa aku, Yank." Kata Aziah pada pria tersebut yang ternyata Adalah pacar Aziah, Athan.


"Siapa orangnya, sini biar aku bogem dia, macam-macam sama pacar Athan, belum tahu dia siapa Athan, nih cogan yang paling di takuti di kampus ini." Ujar Nathan dengan nada sombongnya.


Ternyata Reyhan yang sejak tadi hendak memasuki mobilnya mendengar perkataan mereka berdua, terlihat dari wajahnya ia tak suka pada pacarnya Aziah yaitu Nathan. ia pun membalikkan tubuhnya, dan kemudian ia melipatkan kedua tangannya di bawah dadanya.


"Ehem.. ehem.. saya orangnya, apakah kamu berani membogem saya hah?!" Tanya Reyhan dengan tatapan dingin dan tajamnya.

__ADS_1


" Eh Pak Dokter?, hehehe bercanda kok pak. nggak mungkinlah Saya membogem pak Dokter, bisa-bisa saya harus ngulang lagi dong." kata Nathan sambil ia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


" Bagus!, sekarang pergilah ke perpustakaan, dan buatlah sebuah Makalah Analisis tentang ilmu bedah, yang merupakan makalah bersifat objektif-empiris. Makalah yang didapatkan berdasarkan pengalaman yang diperoleh dari penemuan, percobaan, dan pengamatan yang telah dilakukan, kamu paham?!." Titah Reyhan dengan suara datarnya, membuat Nathan tersentak kaget karena mendapatkan tugas yang begitu sulit menurutnya.


"Loh pak, Kenapa saya jadi terlibat ya?, dan kenapa tugas saya lebih susah ya pak Dokter?." Tanya Nathan dengan wajah polosnya.


" Kenapa kamu tidak suka hmm?, Atau mau saya kasih tugas yang lebih sulit lagi kah?" Tanya Reyhan dingin.


"Bang Reyhan!, kok git..." Aziah mau protes pada Reyhan, namun langsung di potong oleh Reyhan.


"Sejak kapan saya menjadi Abang kamu hmm?." Potong Reyhan, dengan tatapan dingin pada Aziah, membuat Aziah sedikit bergidik.


" Ya kan sejak kecil emang sudah panggil begitu bang, karena Abang adalah teman bang Azam." Dalih Aziah berkata apa adanya.


" Oh iya, emang kamu ingat masa kecil kamu hm?." Tanya Reyhan memancing ingatan Aziah apakah ia Ingat akan perkataannya di waktu kecil saat bersamaan dirinya.


" Ya ingatlah, Abang dulukan sering datang, bersama bang Frans."Ujar Aziah yang sepertinya ia tak ingat perkataannya saat bersamaan Reyhan.


"Heh!, ternyata sampai di situ batas ingata mu?!," Gumam Rerhan sambil tersenyum miris, " Ya sudah lupakan, sekarang kalian tetap kerjakan tugas kalian, kalau tidak saya jamin kalian tidak akan Saya luluskah dalam kata kuliah saya!." Ujar Reyhan yang kemudian ia langsung, masuk ke dalam mobilnya.


"Eh, tunggu Bang, eh maksudnya Dok, kenapa pacar Ziah kenak juga?." Tanya Aziah yang menahan pintu mobilnya Reyhan.


" Itu hukumannya karena ingin membogem saya, apa kamu paham sekarang HM?!" Ujar Reyhan datar yang kemudian ia langsung menarik pintu mobilnya sedikit memaksa, membuat Aziah kaget.


" Huh!, kenapa bang Reyhan bisa berubah begitu sih?, kemarin-kemarin juga lembut banget kalau ngomong sama aku, humm apakah ini berkaitan dengan lamarannya yang ditolak oleh ku saat di rumah sakitkah?." Batin Aziah, yang masih melihat kepergian mobil Reyhan yang semakin menjauh.


___________


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 😉🙏.

__ADS_1


__ADS_2