
🍃💫 MUTIARA HIKMAH 💫🍃
'Seandainya kita tau maksud-maksud indah dibalik takdir takdir yang telah Allah tetapkan. Maka kita akan menangis malu karena telah berburuk sangka kepada Allah"
××××××××××××××××💫×××××××××××××××××
Seminggu telah berlalu kini Naisha sudah nampak sehat benar, dan ia bermaksud meminta izin pada Azzam agar ia di perbolehkan mengajar anak-anak pemulung lagi.
"Mas Icha boleh nggak mengajar anak-anak pemulung lagi?" tanya Naisha saat mereka di ruang makan dan di saat mereka sudah menyelesaikannya sarapan paginya.
"Boleh!' jawab Azzam singkat, Namun membuat Naisha senang mendengarnya.
"Benarkah mas?" tanya Naisha lagi dengan mata yang berbinar.
"Iya Nai!, ya sudah kamu pergi siap-siap biar aku antar kamu kesana" Ujar Azzam
"Alhamdulillah, baiklah, Tunggu sebentar ya mas." bales Naisha dan ia pun langsung berlari menuju kamarnya ia nampak kesenangan Seperti anak kecil, membuat Azzam menggelengkan kepalanya.
"Hmm, dasar bocah kecil, cuma di beri izin saja sudah kesenangan gitu" _batin Azzam setelah melihat tingkah istri kecilnya.
Dan tak berapa lama Naisah sudah kembali lagi dengan pakaian yang sudah berganti dengan baju gamis dan di lengkapi dengan hijab dan cadarnya.
"Sudah mas, Icha sudah siap." katanya penuh semangat.
"Ya sudah ayo!" Ajak Azzam
"Iya mas" dan mereka pun langsung melangkah menuju pintu keluar dan menuju ke mobil Azzam yang di sana sudah ada Frans yang menunggu mereka, setelah Azzam dan Naisha masuk, Frans pun mulai melajukan mobilnya..
"Frans kita ngantar Naisha dulu ke perkampungan pemulung" Titah Azzam saat mobil sudah melaju.
"Oke bos!" jawab Frans singkat, Mobil Azzam pun langsung menuju ke perkampungan pemulung yang di daerah pinggiran kota ,
Sesampainya di sana, Naisha di kejutkan dengan pemandangan yang tak biasa, ia temui, dan ia begitu terkesima dengan apa yang dia lihat sekarang.
"Hah?, kenapa tempat ini jadi seperti ini mas? dan kenapa di sini ada rumah thafis?" tanya Naisha heran, dengan tatapan masih tertuju di rumah thafis itu.
"Kamu suka Nai?" Azzam bukannya menjawab pertanyaan Naisha ia malah kembali bertanya.
"Hah??, Apa maksudnya ini mas...?" tanya Naisha yang pandangannya belum beralih.
"Iya Nai, ini milikmu, Rumah thafis gratis untuk anak-anak yang tidak mampu ini sekarang milik kamu!" jelas Azzam membuat Naisha langsung memandang suaminya..
"Mas ngomong apa?" tanyanya Kembali untuk memastikan perkataan suaminya tadi.
__ADS_1
"Rumah Thafis ini milik kamu sekarang, kamu yang akan mengelolanya dan Carilah seseorang yang bisa membantumu juga" tutur Azzam membuat Naisha langsung memeluk sang suami penuh haru.
"Maa syaa Allah,.. Terimakasih mas, Terimakasih, ini memang impian Icha memiliki rumah thafis gratis untuk anak-anak yang tidak mampu, " ucap Naisha di dalam pelukan sang suami, penuh haru.
"Alhamdulillah kalau begitu kamu tinggal cari seseorang yang akan membantu kamu ya, soal gaji itu akan menjadi urusanku, tapi ingat hanya guru wanita saja yang boleh mengajar di sini tidak boleh ada laki-laki!" tutur Azzam lagi, dengan menekan kata 'tidak boleh ada laki-laki"
"Iya mas, siapa juga yang mau cari guru laki-laki, lagian kan udah ada kamu, nanti saat kamu tidak bekerja kan bisa ikutan iya kan?" bales Naisha juga berharap suaminya bisa ikut membantu.
"Baiklah Nai, ya sudah ayo kita masuk sekarang!" Ajak Azzam.
"Baiklah mas" mereka pun langsung turun dari mobil, dan langsung memasuki rumah thafis tersebut, dan sekali lagi Naisha di kejutkan oleh pemandangan yang indah, dan ternyata di dalam sudah banyak anak-anak kecil yang sedang berjejer, dengan membawa setangkai bunga mawar putih dan merah dengan senyuman yang manis saat melihat Naisha datang.
"Selamat datang Ustadzah Naisha, kami akan mempersembahkan sebuah lagu untuk Ustadzah Naisha dan pak Azzam dan juga para orang tua kami, dengan berjudul Hafidz Qur'an" ucap salah satu anak yang ada di baris tersebut.
🌸Hafidz Qur’an 🌸
🎶Kuputuskan satu impian
🎶Aku ingin jadi hafidz Quran
🎶Ku akan bertahan walau sulit melelahkan
🎶Allah beri aku kekuatan
🎶Kuimpikan sepasang mahkota
🎶Tuk berikan di akhirat kelak
🎶Sebagai pertanda bahwa kau sangat ku cinta
🎶Aku cinta engkau karena Allah
🎶Kucinta Umi
🎶Kucinta Abi
🎶Kuharap doamu selalu dalam hati
🎶Kucinta Umi
🎶Kucinta Abi
🎶Berharap bersama di Surga-Nya nanti
🎶I Love You Umi
__ADS_1
🎶I Love You Abi
🎶I Love My Family Forever In My Heart
Naisha begitu terharu mendengar Anak-anak itu bernyanyi begitu syahdu hingga tak terasa air matanya mengalir begitu saja, dan ia tambah terharu saat mereka memberikan setangkai bunga mawar merah kepadanya satu persatu dan setangkai bunga mawar putih mereka berikan pada Azzam, lalu mereka pun kembali ke barisan mereka dan kembali bernyanyi part keduanya.
🎶Kuimpikan sepasang mahkota
🎶Tuk berikan di akhirat kelak
🎶Sebagai pertanda bahwa kau sangat ku cinta
🎶Aku cinta engkau karena Allah
🎶Kucinta Umi
🎶Kucinta Abi
🎶Kuharap doamu selalu dalam hati
🎶Kucinta Umi
🎶Kucinta Abi
🎶Berharap bersama di Surga-Nya nanti
🎶I Love You Umi
🎶I Love You Abi
🎶I Love My Family Forever In My Heart
Setelah selesai, Azzam pun memberikan kata sambutan dan sekaligus meresmikan rumah Thafis Qur'an tersebut, dan setelah itu Azzam mempersilahkan mereka untuk menyantap makanan yang sudah di sediakan untuk para tamu, dan dengan senang hati mereka pun menghampiri meja prasmanan yang sudah di persiapkan.
Naisha begitu bahagia, hingga ia tak mampu berkata-kata lagi, ia memandang suaminya dengan tatapan yang tak bisa di artikan, tapi Azzam tahu kalau itu adalah tatapan ungkapan rasa terimakasihnya, Karena melalui suaminyalah, impian Naisha terwujudkan dan Naisha pun langsung memeluk suaminya.
"Terimakasih mas, hari ini Icha sangat bahagia" Ucapnya tulus dan penuh haru, dan Azzam pun menyambut pelukan Istrinya dengan hangat dan ia juga memberikan kecupan pada puncak kepalanya Naisha.
"Sama-sama sayang, dan itu juga yang ingin aku lihat, yaitu Melihat mu bahagia" bales Azzam dan ia pun mengecup kening Naisha lembut. " Ya sudah sekarang pulang dulu ya, biar Frans yang akan mengatur semuanya dulu, agar besok kamu sudah bisa mengajarkan anak-anak itu lagi" Ajak Azzam dan langsung di Anggukkan oleh Naisah,
Setelah Azzam dan Naisha berpamitan pada Anak-anak dan para orang tua, Azzam pun langsung menggandeng tangan Naisah dan mereka pun melangkah keluar menuju mobilnya yang terparkir, setelah mereka masuk mobil pun mulai melajukan meninggalkan rumah thafis milik Naisha.
**BERSAMBUNG
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA YA 🙏**
__ADS_1